Saptapari
PROFIL
 Profil Team SAPTA PARI
 Foto2 Armada Transportasi
 Pengalaman SAPTA PARI
 Dokumentasi Foto2 Tour
 Kontak SAPTA PARI
SEKILAS YOGYA
 PETA/ Tourism Map
 Cerita Singkat
 Info Penting
 Daftar Hotel/ Penginapan
 Objek-objek Wisata
 Daftar Restoran/Wr.Makan
 Tips Berwisata ke Yogya
 Berpetualang di Alam Yogya
NEWS
NIKMATI
PETUALANGAN ANDA
BERSAMA.....


DIVISI EKOWISATA
SAPTA PARI TOURS & TRAVEL
 
 



Sekilas Tentang Yogyakarta

Sejarah dan Budaya

Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini merupakan daerah otonom setingkat propinsi yang dikepalai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai kepala daerah. Undang-undang yang membentuk Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah otonom ialah Undang-Undang No. 3 jo 19 tahun 1950, sedangkan yang memasukkan daerah enclave Kasunanan di Kabupaten Bantul dan daerah enclave Mangkunegaran di Kabupaten Gunungkidul ialah Undang-undang No. 14 tahun 1958.

Sejarah
Tahun 1558 : M Ki Ageng Pemanahan dihadiahi wilayah Mataram yang masih kosong oleh Sultan Pajang atas jasanya mengalahkan Arya Penangsang. Ki Ageng Pemanahan adalah putra Ki Ageng Ngenis atau cucu Ki Ageng Selo tokoh ulama besar dari Selo kabupaten Grobogan.

Tahun 1577 : Ki Ageng Pemanahan membangun istananya di Pasargede atau Kotagede. Selama menjadi penguasa Mataram ia tetap setia pada Sultan Pajang.

Tahun 1584 : Beliau meninggal dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Kotagede. Sultan Pajang kemudian mengangkat Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan sebagai penguasa baru di Mataram. Sutawijaya juga disebut Ngabei Loring Pasar karena rumahnya di sebelah utara pasar.

Berbeda dengan ayahnya, Sutawijaya tidak mau tunduk pada Sultan Pajang. Ia ingin memiliki daerah kekuasaan sendiri bahkan ingin menjadi raja di seluruh Pulau Jawa.

Tahun 1587 : Pasukan Pajang yang akan menyerbu Mataram porak-poranda diterjang badai letusan Gunung Merapi. Sutawijaya dan pasukannya selamat.

Tahun 1588 : Mataram menjadi kerajaan dengan Sutawijaya sebagai Sultan bergelar Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama artinya Panglima Perang dan Ulama Pengatur Kehidupan Beragama. Sebagai dalih legitimasi kekuasaannya, Senapati berpendirian bahwa Mataram mewarisi tradisi Pajang yang berarti bahwa Mataram berkewajiban melanjutkan tradisi penguasaan atas seluruh wilayah Pulau Jawa.

Tahun 1601 : Panembahan Senapati wafat dan digantikan putranya, Mas Jolang yang kemudian dikenal sebagai Panembahan Seda ing Krapyak.

Tahun 1613 : Mas Jolang wafat kemudian digantikan oleh Pangeran Arya Martapura. Tetapi karena sering sakit kemudian digantikan oleh kakaknya Raden Mas Rangsang yang bergelar Sultan Agung Senapati Ingalaga Abdurrahman dan juga terkenal dengan sebutan Prabu Pandita Hanyakrakusuma. Pada masa Sultan Agung kerajaan Mataram mengalami perkembangan pada kehidupan politik, militer, kesenian, kesusastraan, dan keagamaan. Ilmu pengetahuan seperti hukum, filsafat, dan astronomi juga dipelajari.

Tahun 1645 : Sultan Agung wafat dan digantikan putranya Amangkurat I.

Setelah wafatnya Sultan Agung, kerajaan Mataram mengalami kemerosotan yang luar biasa. Akar dari kemerosotan itu pada dasarnya terletak pada pertentangan dan perpecahan dalam keluarga Kerajaan Mataram sendiri yang dimanfaatkan oleh VOC. Puncak dari perpecahan itu terjadi pada tanggal 13 Februari 1755 yang ditandai dengan Perjanjian Gianti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Dalam perjanjian Gianti tersebut dinyatakan bahwa Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan atas Kesultanan Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwono Senapati Ingalaga Abdul Rakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Keadaan Alam

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki luas daerah sekitar 3185,80 km persegi yang terbagi dalam :
v Kotamadya Yogyakarta (32,5 km persegi)
v Kabupaten Bantul (506,85 km persegi)
v Kabupaten KulonProgo (586,27 km persegi)
v Kabupaten GunungKidul (1485,36 km persegi)
v Kabupaten Sleman (574,82 km persegi)

Ditinjau dari segi astronomi, Daerah Istimewa Yogyakarta terletak pada 7'33'' - 8'12'' LS dan 100'00'' -110'50'' BT. Secara fisiografis, tersusun atas empat satuan yaitu Pegunungan Selatan, Gunung Api Merapi, dataran rendah antara Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kulon Progo dan Dataran Rendah Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah setingkat propinsi dan beribukota di Yogyakarta.










Kembali ke Menu Utama>>>

PAKET-PAKET WISATA ROMBONGAN
START DARI YOGYAKARTA

TUJUAN:
Lombok, Bali, Bromo, Malang, Pangandaran, Bandung, Jakarta, dll

CLICK HERE >>>

PAKET-PAKET WISATA
DI JOGJAKARTA

 2 Hari/ 1 Malam
 3 Hari/ 2 Malam
 4 Hari/ 3 Malam
 OPTIONAL TOURS

 dll

CLICK HERE >>>

PAKET-PAKET WISATA
PERORANGAN/ KELUARGA

 BALI "FUN"TASTIC
 BROMO
 LOMBOK
 MANADO - BUNAKEN

 dll

CLICK HERE >>>
PANDUAN
 Info Hotel
 Jadwal Penerbangan
 Jadwal Kereta Api
<< ADD BANNER HERE>>
Free for 3 Months


SAPTA PARI Tours & Travel
Jalan Tamansiswa MG III/24
Yogyakarta - INDONESIA 55151

Phone(+62 274) 388810/Fax: (+62 274) 374695

REPRESENTATIVE:
Jl. Cendani V Blok F No 158 Pondok Bambu Jakarta Timur - Indonesia

Phone: 08159751369 (Siswanto)

e-mail: [email protected]
 

Hosted by www.Geocities.ws

Hosted by www.Geocities.ws

1