nakajima yuto

“Sora?”

“Yupe!”

“Masa sih...” Sora masih tak percaya.

“Yah, jadi kapan traktirannya?”

“Traktir apaan? Dia nembak aja gak. Si Hikaru ngomong asal kali.”

“Menurutku sih orang tipe Hikaru gak akan main-main kalo ngomong soal begituan.”

“Trus ngapain kamu sama Daiki? Bukannya kamu punya Kanata?” Sora mengalihkan pembicaraan. Wajahnya yang manis menjadi semakin manis karena pipinya bersemu merah.

“Ih ada yang tersapu-sapu! Hahahaha....” Sakura terbahak-bahak.

“Ih Sakura. Trus gimana?”

“Aku sih sama Daiki ketemu karena...” Sakura agak ragu mengatakan yang sejujurnya.

“Bukunya yang kemarin kupinjam, trus lupa kubalikkin padahal dia ada pelajarannya setelah istirahat.”

“Yang bener?” tanya Sora agak curiga.

“Bener… Oh ya soal Kanata, aku aja gak tau siapa orang yang disukainya. Dia tuh cuma nganggep aku temen masa kecilnya. Jadi aku bukan sapa-sapanya.” Jelas Sakura.

“Yah kita liat aja. Terkadang saking deketnya kamu justru gak sadar apa yang sebenarnya ada di dekat kamu.”

“Sakura! Gawat!” tiba-tiba ibunya Sakura masuk kamar. Wajahnya tampak kaget dan cemas.

“Kenapa Ma?” perasaan Sakura jadi tak enak.

“Eh, Tante...” Sora menyapa.

“Oh ada Sora-chan. Ngg... Kanata...”

“Kanata kenapa Ma?” Sakura semakin cemas.

“Tadi ibunya telpon. Kanata mengalami kecelakaan mobil sewaktu pulang sekolah.”

“Hah? Uso yo!” Sakura terduduk lemas. “Jodan janai yo, Ma!”

“Untuk apa mama bercanda tentang hal seperti ini. Ayo, ganti pakaian.Kita jenguk ke rumah sakit! Maaf ya Sora, mengganggu pembicaraan kalian.”

“Gak papa kok Tante. Sebentar lagi saya juga mau pammit kog.”

“Sora maaf ya, aku harus pergi.”

“Ya, tabah ya Sakura! Kanata pasti gak papa. Aku pamit dulu ya!”

“Ya, thanks!”

Kemudian Sora pun beranjak turun dan memanggil adiknya untuk pulang. Teman-teman Yuuri yang lainnya juga pulang karena Yuuri serta Yuuki diajak serta menjenguk Kanata. Maklum, keluarga Kanata dan keluarga Sakura sangat dekat. Orangtua mereka sudah kenal lama dan sama-sama lulusan Daimonia Academy.

“Tante, Kanata gimana keadaannya?” Sakura langsung bertanya kepada ibu Kanata dengan wajah yang sangat cemas sesampainya ia di rumah sakit.

“Sakura... Kanata...” tampaknya ibu Kanata tak sanggup menjawabnya. Ibu Sakura segera memeluknya menabahkan hati seorang ibu yang anak satu-satunya kini dalam kondisi kritis.

“Nee-chan... juga tabah ya...” Yuuki yang tahu perasaan kakaknya pada Kanata mencoba menabahkannya.

“Tapi Yuu-chan, kalo Kanata kenapa-napa... Padahal dia janji besok mau mengatakan sesuatu di sekolah.” Perlahan-lahan, mengalirlah air dari mata Sakura yang indah. Yuuri terdiam tak mengerti, namun akhirnya ia ikut menabahkan hati sang kakak.

NEXT

BACK

yamada ryosuke
chinen yuri
takaki yuya
daiki arioka
hikaru yaotome
morimoto ryutaro
keito okamoto
yabu kota
inoo kei
hey!say!JUMP
Hosted by www.Geocities.ws

1