“Ya, julukanmu di sekolah ini. Pangeran es lengkapnya. Saking dinginnya kamu, menurut orang-orang. Tapi justru itu yang buat kamu populer banget. Sayang ya mereka gak tau aja kalo kamu tuh sebenarnya hangat-hangat aja. Cenderung panas malah. Hehehehe…..”
“Oh baru tau aku ada julukan kayak gitu. Eh maksudnya apa tuh panas?”
“Gak papa kog. Jadi ada apa, Kacchan?”
“Ehmmm... Kamu janji gak akan kaget?”
“Yaaaa... ada apa sih? Jangan sok misterius gitu deh!” gerutu Sakura tak sabar.
“Sebenarnya, dari dulu aku...”
KRIIINGGGG!!!!
“Yah, udah bel. Yawda ntar kamu ke rumah aja. Lanjutin ngomongnya. Yuk, balik ke kelas.” Sakura menarik tangan Kanata, mengajaknya balik.
“Tapi, aku maunya ngomong di sekolah. Kalo di rumah jadi gak berarti lagi.”
“Apa sih? Misterius banget! Yawda kalo gitu besok aja ya di sekolah, di tempat biasa. Aku janji kali ini gak akan telat.” Sakura mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya sambil tersenyum manis.
“Janji ya? Yawda yuk balik!” senyum Kanata. Kemudian, ia langsung menarik tangan Sakura sambil berlari menuju kelas mereka masing-masing.
“Eh darimana aja? Kucariin dari tadi. Kata Hikaru di ruang osis ya?” Tanya Sora kepada Sakura yang baru saja memasuki kelas.
“Kamu sama Hikaru sepanjang istirahat?”
“Yah, habisnya tadinya aku cariin kamu, tapi kamunya gak ada. Trus ketemu sama Hikaru yang mau ke cafetaria. Kebetulan aku juga mau ke sana. Tadinya aku mau nyusul kamu ke ruang osis. Tapi kata Hikaru jangan ganggu kamu yang lagi berduaan sama Daiki. Jadi, aku ke cafetaria berduaan deh sama Hikaru.” Jelas Sora panjang lebar luas tinggi.
“Heh... Gitu... Sori ya, lagian aku juga dicariin sama Kanata. Udah janjian di tempat biasa.”
“Oh Kanata... Cieee...”
“Ih kok cieee? Kamu juga sama si Hikaru pujaan hatimu. Seneng kan?” goda Sakura.
“Yah, jodoh kali ya. Ketemu sama dia and ke cafetaria bareng dia. Tadi kita ngobrol banyak loh!”
“Hem, selamat deh!” senyum Sakura.
Sora mulai membuka mulutnya lagi hendak mengucapkan sesuatu. Namun, guru pelajaran berikutnya masuk. Percakapan mereka pun terhenti.
“Akhirnya pulang juga... Eh aku main ke rumahmu ya!” kata Sora sambil menukar sepatu khusus di sekolah dengan sepatu biasa.
“Boleh aja. Tapi kita jalan kaki aja ya. Aku males dijemput pakai mobil."
“Emang lebih enak jalan kaki kan. Menghirup udara segar. Untungnya negara kita ini tidak terlalu banyak yang menggunakan kendaraan bermotor. Jadi tidak banyak polusi.”
Sesampainya di rumah Sakura, Yuuri, adik lelakinya, dan beberapa temannya sedang bermain game.
“Tadaima! Eh, Yuuri udah pulang. Yuuki mana?” tanya Sakura menanyakan keberadaan kembaran perempuan Yuuri.
“Nee-chan! Okaerinasai. Yuuki di atas. Di kamarnya.”
“Halo kak Sakura!” serempak teman-teman Yuuri menyapa Sakura. Ada 4 orang teman Yuuri yang memang biasanya datang bermain ke rumahnya. Mereka adalah Yuuto, Ryutaro, Keito, dan Ryosuke, adik Sora.
NEXT
BACK
|