Tentang
Orator Yang Ngumpet di Kolong Meja
dan
Pintu Salemba Yang Terkunci
: Windy
Kau
menyusulku ke Semanggi dengan roti isi dan baju ganti
kautanya
mana yang pidato--hanya terdengar suaranya
kutunjuk--itu
di kolong meja
ketakutan
pada jeritan di luar pagar
dan
kita tertawa-tawa
kita
mengenalnya di SMA
malah
aku pernah seruang kursus dengannya
dia
lebih dekat dengan guru-guru
sekarang
pun di luar pagar dikiranya tawuran
padahal
sudah tiga hari di Semanggi
kita
berjabat tangan dengan peluru
dan
pulang ke sini mereka menutup pintu
(Kau
bilang mereka butuh suspender
biar
celana mereka tak melorot)
Margonda,
8 Maret 02