Aku tak pernah lupa saat Ika mengenalkan
kita*
Aku
tak pernah lupa saat Ika mengenalkan kita
dia
bilang kau penari
bahwa
kau dari Yogya
sama
seperti dia dan aku
bahwa
kau ingin rambutmu sepinggang
bahwa
kau
menyukai
topiku
lalu
kau berjanji bila sudah pasti
kau
akan berikan
nomormu
yang baru
yang
langsung ke sebelah bantalmu
bukan
di atas kulkas
tapi
semua yang kucatat
pada
lapisan dalam topi itu lenyap;
sebuah
tangan di jendela KRL
meraih
dan membawanya pergi
dan
yang sempat terekam dalam otakku
hanya
tiga digit
tiga
satu
kosong
Margonda,
5 Maret 02