Hadis tentang takwa riwayat at-Tirmidzi dari Abu Dzar
عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَاكُنْتَ وَاَتبِعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا
وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ)
Artinya: Dari Abu Dzar berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah di manapun kalian berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (H.R. Tirmidzi)
Pengertian Takwa
Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta secara bersamaan memiliki keyakinan yang kuat dalam hati dan tindakan yang baik. Pengertian disampaikan oleh Ibnu Rajab.
Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa takwa melibatkan dua komponen utama, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ini berarti bahwa seorang individu yang memiliki takwa harus aktif dalam melaksanakan perintah agama, sekaligus menghindari tindakan yang dilarang.
Pengertian takwa tersebut juga menekankan pentingnya memiliki keyakinan yang kuat dalam hati. Ini mencerminkan aspek spiritualitas takwa, di mana keimanan yang mendalam dan teguh kepada Allah memainkan peran sentral. Selain itu, tindakan yang baik, yang mencakup etika, moralitas, dan perilaku yang baik, juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari takwa.
Karakteristik Takwa
- Ketakutan kepada Allah: Takwa dimulai dengan kesadaran dan rasa takut kepada Allah, yang memotivasi seseorang untuk berperilaku dengan penuh kepatuhan dan ketaatan terhadap ajaran-Nya.
- Kesadaran akan Allah: Orang yang bertaqwa selalu sadar akan kehadiran Allah dalam kehidupan mereka, mengakui bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala perbuatan dan niat hati.
- Kepatuhan terhadap Ajaran Islam: Takwa melibatkan upaya sungguh-sungguh untuk mengikuti perintah Allah sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.
- Menjauhi larangan Allah: Orang yang bertaqwa berusaha keras untuk menjauhi perbuatan dosa dan tindakan yang diharamkan oleh Islam.
- Kesalehan dalam peribadatan: Takwa juga mencakup ketaatan dalam melaksanakan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji dengan penuh kesungguhan dan khusyuk.
- Kesabaran: Takwa juga melibatkan kesabaran dalam menghadapi cobaan, ujian, dan tantangan dalam kehidupan, serta tetap menjalani prinsip-prinsip agama dalam segala situasi.
- Kejujuran dan integritas: Orang yang bertaqwa dikenal dengan perilaku yang jujur, amanah, dan memiliki integritas dalam segala aspek kehidupannya.
- Meningkatkan akhlak: Takwa mendorong seseorang untuk memperbaiki akhlaknya dan berperilaku baik terhadap sesama manusia.
- Kehati-hatian dalam berbicara: Takwa juga mencakup menjaga lisan agar tidak mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau menyakiti orang lain.
- Kasih sayang dan kepedulian: Orang yang bertaqwa akan menunjukkan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama manusia serta berusaha untuk membantu orang yang membutuhkan.