Internet & Image-nya
oleh. Ade Nuri

ARTIKEL KHUSUS

Sejarah Internet

Internet lahir pada masa perang dingin sekitar tahun 1969. Ia digunakan pertama kali untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat membangun sebuah sistem jaringan dengan menghubungkan semua komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah apabila terjadi serangan nuklir. Untuk itulah dibentuk proyek bernama ARPANET yang dibuat oleh DARPA (Defense, Advanced Researach Projects Agency), suatu bagian dari Departemen Pertahanan Amerika yang bekerja sama dengan beberapa universitas dan research facilities. ARPANET pada awalnya sangat kecil dan hanya menghubungkan tiga buah komputer di California dan satu buah di Utah. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang sampai ke pelosok daerah. Seluruh universitas di negara tersebut ingin bergabung sehingga ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu, ARPANET dipecah menjadi dua, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan ARPANET baru yang lebih kecil untuk nonmiliter seperti universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan ini akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet saja.

Internet mulai komersial & berkembang pesat sejak tahun 1990. Di Indonesia sendiri, Internet mulai dikenal luas sejak tahun 1995. Sebelumnya, Internet sudah dikenal di kalangan akademik dan pusat-pusat riset. Layanan Internet dibuka sejak IndoInternet berdiri sebagai  Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia. Kesuksesan IndoInternet ini kemudian diikuti dengan munculnya ISP lainnya, yang kini semakin menjamur walaupun ada yang tumbang satu per satu. Saat ini, jika  orang berbicara mengenai Internet, yang mereka maksud adalah bagian dari Internet yang disebut World Wide Web. Tidak diragukan lagi, kemunculan World Wide Web atau yang sering disebut dengan Web saja, membuat perhatian orang beralih ke Internet. Dengan tampilan grafisnya, Web mampu mengumpulkan khalayak dari berbagai kepentingan untuk sama-sama berinteraksi dalam jaringan raksasa ini. Namun, untuk sebagian orang, meskipun World Wide Web membingungkan, ia merupakan sebuah kenyataan.

KAPAN World Wide Web (WWW) ADA?

Seperti yang  telah  disinggung di atas, World Wide Web merupakan fasilitas di Internet yang paling di sukai. Fasilitas ini tergolong masih baru dibanding e-mail. Sebenarnya World Wide Web itu terdiri atas puluhan ribu dokumen-dokumen informasi yang berada pada komputer server. Komputer-komputer server ini tersebar di lima benua, termasuk Indonesia, dan terhubung menjadi satu melalui jaringan yang disebut jaringan Internet. Dokumen-dokumen informasi ini dibuat dengan format HTML (Hypertext Markup Language) dan disimpan di dalam komputer server berbentuk sebuah file yang disebut dengan Web Page atau Page saja. Suatu halaman dokumen informasi dapat terdiri atas teks yang saling terkait dengan teks lain, atau bahkan dengan dokumen lainnya. Keterkaitan halaman lewat teks ini disebut Hypertext. Dokumen informasi ini tidak hanya terdiri atas teks, tetapi dapat juga berupa gambar, mengandung suara bahkan klip  video. Kaitan antar dokumen yang tidak hanya terdiri atas teks ini disebut Hypermedia. Jadi, bisa disimpulkan bahwa World Wide Web adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling terkoneksi menggunakan hypertext link. Dengan mengklik hot link, anda bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.

Pada tahun 1989 Tim Berners-Lee di European Centre for Practicle Physics (ECPP) memulai proyek World Wide Web. ECPP sebenarnya merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh delapan belas negara  Eropa. Tujuan Tim Berners-Lee dan peneliti lain mengusulkan proyek ini adalah agar para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia dapat saling berbagi informasi melalui satu interface yang seragam, baik dalam bentuk teks maupun grafik. Agar dapat berbagi informasi pada World Wide Web, dibuatlah browser pertama  walau sangat sederhana. Browser pertama ini masih berbasiskan  teks, sehingga dibuatlah sebarisan menu-menu untuk menyatakan link, yang apabila diklik akan membuat pemakai serasa bernavigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer yang berbasiskan UNIX sebagai operating system-nya.

Marc Andreessen bersama beberapa murid NCSA telah mengubah keterbatasan ini dengan membuat Web Browser Mosaic untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik. Perkembangan selanjutnya ditandai dengan munculnya Web Browser Netscape versi pertama yang juga dibuat oleh  Marc Andreessen bekerja sama dengan Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics.

Penerbitan

Bila berbicara tentang penerbitan, maka fokus permasalahan adalah mengenai penerbitan buku secara khusus. Industri penerbitan ini diawali dengan adanya penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg (1440)   di Mainz, Jerman. Sebelum penemuan teknik cetak seluruh buku harus ditulis tangan yang biasanya dikerjakan oleh para biarawan di biara-biara. Sebuah buku dengan begitu menjadi barang yang sangat berharga sehingga hanya orang yang mampu saja yang dapat memilikinya. Membaca dan menulis hanya terbatas pada segelintir  orang yang berpendidikan. Dengan penemuan mesin cetak ini, semua lapisan mempunyai hak yang sama terhadap akses pengetahuan.

Dalam penerbitan konvensional terdapat empat unsur penting yang menjadi syarat tumbuhnya suatu industri. Unsur-unsur tersebut yaitu

1.  Pengarang yang menulis naskah

2.  Pencetak yang membuat naskah menjadi buku

3.  Penjual buku yang menjual bukunya, dan

4.  Penerbit

Ke empat unsur dalam penerbitan buku itu selalu diperlukan. Kenyataan bahwa ada perorangan ataupun firma yang mengerjakan lebih dari satu peranan tersebut, tidak mengingkari kenyataan adanya empat macam pekerjaan yang harus dilakukan.

Di dunia fisik ini, penerbit-penerbit yang kuat, kadang-kadang mempunyai perusahaan percetakan dan toko bukunya sendiri, atau sebaliknya, pencetak dan penjual buku memasuki dunia penerbitan. Dan di daerah-daerah yang penerbitannya belum berkembang sebagi profesi, para penulis/pengarang bertindak sebagai penerbitnya sendiri, mengadakan perjanjian dengan pencetak untuk membuat bukunya, yang selanjutnya dijual oleh pengarang kepada toko-toko buku atau juga kepada perseorangan.

Teknologi Web dan Revolusi Penerbitan

Zaman berganti zaman waktu berganti waktu. Kalau dulu ada  zaman besi,  zaman perunggu, dan zaman industri, maka sekarang inilah
era/zamannya informasi. Dulu, komunikasi secara tertulis dipahat di tembok-tembok gua. Kemudian muncul mesin cetak buatan Gutenberg (1440) sebagai revolusi dalam bidang ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan bisa disebarluaskan tanpa memandang lapisan  masyarakat. 

Lama-kelamaan metamorfosa mesin cetak ini mengalami perkembangan, baik kecepatan cetakan maupun kualitas. Komunitas manusia telah berabad-abad lamanya terbiasa untuk membaca informasi lewat bahan tercetak di kertas. Sejak adanya e-culture (budaya elektronis), lebih spesifik teknologi Web Internet, kebiasaan ini lambat laun mulai berubah. Orang-orang lebih mempunyai pilihan dalam penyebarluasan informasi secara subjektif. Hal ini dimungkinkan dengan munculnya Web, sebagai sebuah fasilitas dalam Internet yang memiliki sifat seperti buku konvensional, adanya teks dan grafis. Lalu teknologi Internet menambahkan satu bentuk revolusi lagi : suara. Jadi, hypermedia tidak hanya hypertext.

Pada saat pertama kali muncul, PC masih digunakan terbatas untuk bidang pendidikan meskipun orang sudah bisa menggunakannya secara pribadi dari rumah. Lima tahun sejak munculnya prosesor Intel 80286, lahirlah ECPP (Lembaga Fisika Partikel Eropa) yang berkedudukan di Swiss, sebuah spesifikasi baru untuk mengakses Internet yang disebut WWW (World Wide Web), disingkat Web. Web ini dikembangkan oleh Tim Berners Lee, seorang peneliti yang bekerja di ECPP.  Konvensi yang digunakan adalah HTML (Hypertext Markup Language). Konvensi yang menggunakan hypertext ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam waktu singkat, banyak komputer yang terkoneksi ke Internet membuat dokumen dengan menggunakan HTML dan dihubungkan satu sama lain karena Tim Berners Lee mendistribusikannya melalui Internet secara gratis. Inilah awal popularitas Web Namun, pencarian dan tampilan dokumen Web tidaklah semudah yang diduga sampai kemudian muncul satu software yang disebut Mosaic sebagai browser Internet. Ini berkat kerja keras dan usaha dari Marc Andreessen dari National Center for Supercomputing Application (NCSA), Universitas Illinois, Urbana-Campaign, yang mengembangkan Mosaic pada komputer Sun. Mosaic sendiri disebarluaskan oleh pihak universitas secara cuma-cuma sebagai pelayanan masyarakat, sehingga memungkinkan banyak orang masuk ke dunia yang disebut dengan cyberspace. Kehadiran software Mosaic berhasil mengubah Web menjadi sebuah platform untuk penerbitan dokumen.  Dengan semakin majunya teknologi komunikasi, diiringi kemajuan di bidang komputer dan kombinasi dari kedua teknologi ini, telah membawa manusia ke dalam suatu wadah yang dapat menampung berbagai macam informasi.  Web sekarang ini merupakan medium yang paling canggih, dan merupakan salah satu kebutuhan masa depan. Saking hebatnya, Mark Pesce, pencipta bahasa VRML menganggap bahwa lahirnya WWW sebagai terbukanya cakra mahkota sang bumi yang konon selama ini telah melakukan meditasi yoga selama miliaran tahun. Kalau radio, televisi, dan film merupakan dunia hiburan (entertainment),  komputer sampai awal tahun 80-an untuk dunia pendidikan (education), maka Internet (Web) menggabungkan keduanya menjadi edutainment, yang mulai dikenal pada saat PC multimedia mulai bermunculan.E-mail, chat, dan On-line forum adalah layanan yang lahir dan menjadi sangat populer karena teknologi Internet dan Web. Bentuk komunikasi yang On-line, kapan saja dan di mana saja di belahan dunia ini,membangun suatu komunitas baru yang disebut cyber community.

 Lanjut (2)

Hosted by www.Geocities.ws

1