Actual, Reliable & Good News Everyday !!!


International News


BANGUED � Ketika pemilu lokal dan kongres Filipina digelar kemarin, kekerasan terkait pemilu telah menewaskan sedikitnya 120 orang.Korban tewas pun terus berjatuhan ketika pemilu digelar.

�Pria bersenjata menembakkan senapan api di tempat pemungutan suara dan mencuri kertas suara. Enam orang tewas dan enam orang lainnya terluka,� jelas pihak kepolisian. Warga Filipina dalam pemilu tersebut memilih kandidat untuk 278 anggota DPR, setengah dari 24 anggota senat dan 17.000 pejabat daerah.Sejumlah pihak meragukan dampak pemilu tersebut terhadap citra Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo yang terus kehilangan popularitas.

Di tengah keraguan itu,Kepala Komisi Pemilu Benjamin Abalos menegaskan, pemilu berjalan lancar dengan tingkat partisipasi pemilih 70%�80%. �Kekerasan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah,� ungkap Abalos. Pernyataan senada dituturkan pihak kepolisian. �Situasi telah beranjak membaik. Secara umum kondisi sangat damai,� kata Wakil Direktur Kepolisian Nasional Filipina Avelino Razon, kemarin.

Kendati demikian, polisi tetap memperingatkan ancaman kekerasan dari gerilyawan komunis. Kelompok ini didakwa polisi berkampanye menentang pemerintah selama empat dekade terakhir.Polisi menduga gerilyawan komunis berusaha mengacaukan pemilu. Presiden Arroyo menolak berbicara dengan pers, namun dia melambaikan tangan kepada pemilih dan mencium beberapa bayi yang diajak ibunya ke tempat pemungutan suara di Lubao, sebelah utara Ibu Kota Manila,kemarin.

Arroyo kemudian menyerukan agar semua pihak menerima hasil pemilu dan bersatu. �Kampanye telah diwarnai kompetisi.Namun, sekarang kita harus menerima, menang atau kalah. Demi kebaikan negara ini, perebutan kekuasaan dan kompetisi harus dihentikan ketika rakyat telah memutuskan,� tegas Presiden Arroyo. �Filipina berada di persimpangan jalan untuk menunggu pemenang pemilu kali ini,�tambah Presiden Arroyo. Dia pun dituduh melakukan kecurangan dalam pemilu 2004.

Saat itu Presiden Arroyo melakukan kontak dengan beberapa pejabat komisi pemilu sebelum hasil penghitungan selesai. Arroyo meminta maaf atas tindakannya tersebut, namun dia menolak tuduhan bersalah. Di tengah krisis popularitas yang mendera Arroyo karena tuduhan tersebut, analis memperkirakan partai-partai pendukung Arroyo akan tetap mengontrol DPR dan senat.

Di utara Pulau Basilan, pria bersenjata juga menembakkan senapan api dan menewaskan seorang keponakan politisi lokal dan melukai tiga orang lainnya. Di sejumlah tempat di Pulau Mindanao, pemilu tidak dapat digelar karena pria bersenjata mengambil perlengkapan pemilu dan mengancam penyelenggara pemilu. �Ini menyedihkan. Saya tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,� ujar Somsri Hananuntasuk, koordinator Jaringan Asia untuk Pemilu Bebas (ANFE) Thailand, kemarin.

Somsri melakukan pengawasan di wilayah selatan yang mayoritas muslim. Menurut Somsri, uang diberikan secara terbuka kepada pemilih. Sejumlah kotak suara pun telah diisi dengan surat suara ilegal.

Hosted by www.Geocities.ws

1