|
Arung jeram sebenarnya perpaduan antara olahraga, rekreasi, petualangan, dan pendidikan.
Unsur rekreasi terletak pada usaha mengatasi rasa takut. Selain itu, alam sekitar sungai
juga menyuguhkan pemandangan yang lain dengan suasana keseharian bagi orang kota; suasana
yang bisa menyegarkan pikiran yang sehari-hari sarat dengan rutinitas. Berbasah-basah ria
sambil terpapar sinar matahari merupakan sensasi rekreatif lain yang jarang dialami dalam
kehidupan sehari-hari. Peminat arung jeram, apalagi yang baru pertama kali nyebur, rata-rata
merasa gamang. Mereka was-was menghadapi kemungkinan terlempar dari perahu. Karena itu
pengarung jeram dituntut selalu waspada untuk siap menerima situasi yang tak terduga.
Inilah antara lain sifat kepetualangannya. Unsur pendidikan terletak pada tuntutan kerja sama
antarpenumpang perahu. Dalam arung jeram tak dikenal istilah penumpang VIP atau bukan VIP.
Semua sama-sama menggunakan helm, memegang dayung, dan menggunakan pelampung. Semua harus
tunduk pada aba-aba sang pengemudi alias pemandu yang duduk di belakang karena dialah yang
bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.
|