-"sUgEnG rAwUh" tO mY wEbSiTe-

 

Home

Adventure

Palestine

Hacking

English

Sor Ringin

About Me

 

 

Dimana kan ku temukan, "sopo sejatine aku..?"

 

GUNUNG GEDE (2958 mdpl) dan GUNUNG PANGRANGO (3019 mdpl)

Gunung Gede-Pangrango secara administratif terletak di Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Gunung Gede berbentuk gunung api strato yang usianya lebih muda dibanding Gunung Pangrango yang sudah tidak aktif lagi. Pada tahun 1811 Sir Thomas Raffles telah membuka jalur pendakian pada sisi tenggara kedua gunung ini. Rekor ini disusul oleh C.G.C Reinwardt yang mendaki Gunung Gede pada tahun 1819. Kemudian menyusul eksplorasi-eksplorasi yang dilakukan oleh para ilmuwan naturalis seperti F.W Junghunn (1839-1861), J.E Teysmain (1839), S.H Koorders (1890), M Treub (1891), W.M Van Leeueen (1911), dan C.G.J Van Steenis (1920-1952). Hal ini membuktikan bahwa kedua gunung ini telah dijadikan objek penelitian dan konservasi tumbuhan selama lebih dari dua abad.

AKSES KE SANA

Jalur-jalur yang dapat ditempuh untuk menuju Gunung Gede-Pangrango yaitu:

1. Jalur Cibodas. Merupakan jalur resmi yang paling sering dilalui pendaki dan paling aman. Dalam perjalanan menuju Puncak Gede-Pangrango, pendaki akan dihadapkan pada pengawasan yang ketat oleh pihak Perhutani yang berada di base camp Cibodas.

2. Jalur Gunung Putri. Belakangan ini jalur tersebut menjadi trend karena lebih singkat untuk sampai di Gunung Gede. Selain itu pendaki dapat menikmati dahulu keindahan Alun-alun Surya Kencana sebelum menggapai Puncak Gede.

3. Jalur Selabintana (Sukabumi). Dibanding jalur Cibodas, sesungguhnya jalur ini lebih berat karena lintasannya lebih terjal dan sering hilang, akibat tertutup semak yang tumbuh subur diwaktu musim penghujan.

4. Jalur Situgunung (Sukabumi). Pada jalur ini terdapat Taman Rekreasi Situgunung seluas 120 ha. Jalur ini cukup sulit dan berbahaya, karena 2 km selepas pos pendaki akan menemui Air Terjun Sawer. Air Terjun ini berada di ketinggian 1200 mdpl dan membentuk sungai yang cukup deras.

Masih banyak lagi jalur-jalur alternatif lain untuk sampai ke Puncak Gede seperti Bedogol, Bobojong (Sukabumi) dan Pacet (Cianjur). Jalur-jalur ini menuntut persiapan pendakian serta ketrampilan yang cukup karena sulitnya medan.

JALUR I

JAKARTA-CIPANAS (PERTIGAAN CIBODAS)-CIBODAS

Perjalanan menuju Cibodas dapat ditempuh dari Bandung via Cianjur yang berjarak 89 km, selama 2 jam. Jika dari Jakrta, pendaki dapat menempuhnya melalui terminal Kampung Rambutan, dengan menggunakan bus jurusan Bandung via Puncak dan turun di pertigaan Cibodas. Kemudian dilanjutkan menuju Cibodas dengan menggunakan angkutan pedesaan jurusan Cibodas yang berwarna kuning. Atau bisa juga dari terminal-terminal di Jakarta yang menuju terminal Bogor, Baranangsiang. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan colt putih menuju Cianjur via Puncak dan turun di pertigaan Cibodas.

PENDAKIAN

CIBODAS-TELAGA BIRU

Cibodas merupakan base camp pendakian yang berada di ketinggian 1450 mdpl. Daerah ini masuk wilayah Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Suhu di daerah ini berkisar antara 8-25 C. Cibodas juga merupakan daerah wisata dengan kebun raya seluas 1.000 hektar. Dari sini sampai ke Puncak Gede berjarak 9,3 km, sedangkan sampai di Puncak Pangrango berjarak 11 km. Sebelum melakukan pendakian, para pendaki harus mematuhi tata tertib yang cukup ketat bahkan kini pendaki harus melakukan reservasi atau pemesanan 3 hari sebelum melakukan pendakian. 15 menit atau sekitar 1,5 km selepas Cibodas jalanan landai memotong Ciwulan. Pendaki dapat singgah di sebuah danau yang berwarna hijau kebiruan akibat perpaduan pantulan langit dan ganggang hijau. Danau yang berwarna Telaga Biru ini di kelilingi oleh semak-semak.

TELAGA BIRU-PERTIGAAN CIBEREUM

Telaga Biru berada di ketinggian 1.575 mdpl. Daerah disekitar ini merupakan perpindahan submontana ke montana. Selepas itu lintasan mulai mendaki sampai Panyancangan Kuda. Selama 45 menit dengan jarak tempuh 1.3 km pendaki akan tiba di pertigaan Cibereum yang berada di ketinggian 1625 mdpl. Disini pendaki dapat mampir ke Air Terjun Cibereum yang indah.

CIBEREUM-SUNGAI AIR PANAS

Disekitar Air Terjun Cibereum ini juga terdapat beberapa air terjun seperti Dendeng, Ciwalen, Cigundul yang rata-rata berketinggian 40-50 m. Air terjun tersebut berasal dari hulu sungai yang sama. Dari pertigaan Cibereum pendakian dilanjutkan menuju sungai air panas yang memakan waktu 1 jam dengan panjang lintasan 2,5 km.

SUNGAI AIR PANAS-KANDANG BADAK

Sumber air panas yang membentuk sungai beraliran panas ini berada di ketinggian 2150 mdpl. Temperatur pada air panas tersebut berkisar antara 70-75 C. Namun temperatur akan turun bila hujan. Selain dapat menghangatkan badan, sumber air panas ini mengandung belerang yang cukup tinggi. Setelah melanjutkan perjalanan 15 menit, pendaki akan tiba di Lembah Saat yang berarti lembah tanpa air. Di daerah ini mengalir air yang cukup jernih, di lembah yang terbuka, sehingga cukup kondusif untuk bermalam. Selama 30 menit perjalanan dari sini, pendaki akan tiba di Kandang Batu.

KANDANG BATU-KANDANG BADAK

Kandang Batu ini berada di ketinggian 2220 mdpl. Dinamakan Kandang Batu karena disekitar area ini banyak terdapat material batu yang berasal dari letusan Gunung Gede. Selepas Kandang Batu, lintasan semakin menanjak dibanding sebelumnya. Untuk sampai di Kandang Badakd ibutuhkan waktu 1 jam pendakian dengan panjang lintasan 2,2 km.

KANDANG BADAK-PUNCAK PANGRANGO

Dinamakan Kandang Badak karena disekitar daerah pos ini becek jika hujan sehingga menyerupai sebuah kandang. Pos ini berada di ketinggian 2393 mdpl. Beberapa meter setelah Kandang Badak terdapat sebuah persimpangan, yang ke kiri menuju Puncak Gede, sedangkan yang ke kanan menuju Puncak Pangrango. Sebelum melakukan pendakian pada kedua puncak tersebut, pendaki harus menyiapkan persediaan air yang terdapat di dekat pos. Dalam perjalanan menuju Puncak Pangrango, para pendaki akan melewati vegetasi subalpin dengan rerimbunan yang cukup lebat dan dengan lintasan yang cukup terjal. Dari Kandang Badak menuju Puncak Pangrango diperlukan waktu 3-4 jam, dengan panjang lintasan 3,2 km.

Puncak Pangrango merupakan dataran tertinggi di Taman Nasional Gede Pangrango. Dataran tersebut sangat rimbun dan sunyi karena jarang didaki dibandingkan Puncak Gede. Dari area ini pendaki dapat menyaksikan Alun-alun Mandalawangi yang terbentang seluas 5 hektar. Dari tempat ini Alun-alun tersebut terlihat sangat kecil. Pada malam hari saat cuaca cerah, pendaki dapat melihat kerlap-kerlip Kota Jakarta dari puncak yang sunyi nan indah ini.

KANDANG BADAK-PUNCAK GEDE

Dari Kandang badak menuju Puncak Gede diperlukan waktu 1,5-2 jam pendakian dengan jarak tempuh 2,1 km. Selepas Kandang Badak lintasan menanjak. Jalur ini dinamai Tanjakan Setan oleh para pendaki. Setelah 45 menit selepas tanjakan, pendaki akan melewati medan berpasir dan berbatu sebelum sampai di Kawah Ratu yang berada di ketinggian 2740 mdpl. Kawah ini mempunyai luas 100x50 m2. Di sebelah utara kawah atau sekitar 30 menit perjalanan ke bawah terdapat Kawah Wadon yang berada di ketinggian 2699 mdpl dengan kedalaman sekitar 125 m. Selain itu pendaki juga dapat menyaksikan kawah yang lainnya seperti Kawah Baru,Kawah Lanang serta Kawah Sela. Kawah yang tertinggi adalah Kawah Gunung gede yang berada di ketinggian 2958 mdpl. Di sekitar Kawah Gede ini terdapat beberapa kawah seperti Kawah Gemuruh. Pada kawasan perkawahan ini banyak terdapat bebatuan dan gas yang kaya akan emisi belerang. Disana pendaki juga akan menamui sebuah menara yang menandakan telah sampai di Puncak Gede, sedangkan jika melihat ke bawah tampak hamparan Alun-alun Surya Kencana.

 

                                             -back-         -home-


 

 

Hosted by www.Geocities.ws
GridHoster Web Hosting
1