KLASIFIKASI
DAN KATALOGISASI LITERATUR DAN DOKUMEN
di PUSAT DOKUMENTASI SEJARAH GEREJA DI INDONESIA –
STT JAKARTA
Pengantar
Mulai Juni 2004 Sekolah Tinggi Teologi Jakarta membuka dan
menyelenggarakan Pusat Dokumentasi Sejarah Gereja Indonesias
(PDSGI). Tujuannya adalah menginformasikan, menghimpun dan
mengelola (menyimpan, mengklasifikasi, meneliti dan mempublikasikan)
dokumen-dokumen Sejarah Gereja Indonesia, baik yang ada
di Indonesia maupun di luar negeri, dan untuk selanjutnya
memanfaatkannya untuk menunjang studi formal di STT Jakarta
maupun untuk memberi informasi bagi gereja, masyarakat,
atau siapa pun yang membutuhkan informasi tentang hal itu.
Untuk tujuan itu PDSGI juga akan membangun jaringan kerjasama
dengan pusat-pusat dokumentasi sejarah gereja yang ada di
dalam maupun di luar negeri, termasuk melalui jaringan Internet.
Pada waktu mendatang PDSGI juga akan berusaha menyimpan/memindahkan
data dari dokumen tertulis yang dihimpunnya ke dalam file
elektronik (CD-ROM, CD-RW, microfilm, dll.).
Pada saat ini koleksi PDSGI terdiri dari dua bagian besar:
(I) Literatur yang sudah dipublikasikan (buku, laporan,
artikel, dan majalah/jurnal), yang jumlahnya sekitar 1.500
judul; dan dan (II) Dokumen-dokumen lepas dan belum dipublikasikan
(laporan, notulen, makalah, surat-menyurat, kliping, foto,
dsb. yang sudah ataupun belum dipublikasikan), yang jumlahnya
ribuan dan sebagian besar dalam bentuk fotokopi. Sebagian
besar dari dokumen lepas itu menyangkut Gereja Protestan
di Indonesia (GPI, Indische Kerk) Batavia periode 1826 –
1948 dan GPI di berbagai daerah (Bali-Lombok, Banjarmasin,
dan Makassar); juga menyangkut pekerjaan zending RMG di
Tanah Batak pada periode 1860-an s/d 1940-an, dan sebuah
jemaat Gereja Kristus, yaitu GK Jemaat Mangga Besar, pada
periode 1928-1935.
Semua koleksi itu diklasifikasikan
dan dikatalogisasikan sebagai berikut:
I. LITERATUR (Buku, Laporan,
Majalah, dsb. yang sudah dipublikasikan)
1.1 Literatur tentang Sejarah Gereja [termasuk Zending]
Indonesia (Umum)
1.1.1 SGI dalam bahasa Indonesia
1.1.2 SGI dalam bahasa Inggris
1.1.3 SGI dalam bahasa Belanda
1.1.4 SGI dalam bahasa Daerah
1.2 Literatur tentang Sejarah
Gereja di Daerah Tertentu
1.2.1 Sejarah Gereja di Sumatera Utara (dan Aceh)
1.2.2 Sejarah Gereja di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu
1.2.3 Sejarah Gereja di Sumatera Selatan dan Lampung
1.2.4 Sejarah Gereja di Batavia (Jakarta) dan sekitarnya
1.2.5 Sejarah Gereja di Jawa Barat (termasuk Banten)
1.2.6 Sejarah Gereja di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta)
1.2.7 Sejarah Geeja di Jawa Timur
1.2.8 Sejarah Gereja di Bali (dan Lombok & Nusa Tenggara
Barat)
1.2.9 Sejarah Gereja di Kalimantan
1.2.10 Sejarah Gereja di Sulawesi Selatan
1.2.11 Sejarah Gereja di Sulawesi Tengah
1.2.12 Sejarah Gereja di Sulawesi Utara (termasuk Sangir
dan Talaud)
1.2.13 Sejarah Gereja di Maluku
1.2.14 Sejarah Gereja di Nusa Tenggara Timur (Timor, Flores
dan sekitarnya)
1.2.15 Sejarah Gereja di Papua
1.3 Literatur tentang SGI
pada Periode Tertentu
1.3.1 SGI pada Masa Portugis & Spanyol (1511 –
±1605)
1.3.2 SGI pada Masa VOC hingga Hindia-Belanda (±1605
– 1942)
1.3.3 SGI pada Masa Pendudukan Jepang (1942 – 1945)
1.3.4 SGI pada Masa Merdeka (1945 – Sekarang)
1.4 Literatur tentang Sejarah
Gereja/Denominasi/Aliran Tertentu
1.4.1 Gereja Katolik Roma
1.4.2 Gereja Ortodoks
1.4.3 Gereja-gereja Lutheran
1.4.4 Gereja-gereja Calvinis
1.4.5 Gereja Anglican
1.4.6 Gereja-gereja Methodist
1.4.7 Gereja-gereja Mennonit
1.4.8 Gereja-gereja Baptis
1.4.9 Gereja-gereja Rumpun CAMA/KINGMI
1.4.10 Gereja-gereja Injili (Evangelical)
1.4.11 Gereja Bala Keselamatan
1.4.12 Gereja-gereja Pentakostal dan Kharismatik
1.4.13 Gereja Advent
1.4.14 Saksi Yehuwa
1.4.15 Gereja-gereja lain (Christian Science, dll.)
1.5 Literatur tentang Aspek
Sejarah Tertentu
1.5.1 Sejarah Hubungan Gereja dan Negara
1.5.2 Sejarah Hubungan Injil dan Kebudayaan
1.5.3 Sejarah Kiprah [dan Ajaran] Gereja di Bidang Sosial-Ekonomi
1.5.4 Sejarah Perjumpaan Gereja/Kekristenan dan Islam
1.5.5 Sejarah Ajaran Gereja
1.5.6 Sejarah Tata Gereja
1.5.7 Sejarah Gerakan Keesaan
II. DOKUMEN-DOKUMEN LEPAS (termasuk Kliping/Bundel Majalah
dan Suratkabar)
2.1 Dokumen tentang Sejarah
Gereja di Daerah Tertentu
2.1.1 Sejarah Gereja di Sumatera Utara (dan Aceh)
2.1.2 Sejarah Gereja di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu
2.1.3 Sejarah Gereja di Sumatera Selatan dan Lampung
2.1.4 Sejarah Gereja di Batavia (Jakarta) dan sekitarnya
2.1.5 Sejarah Gereja di Jawa Barat (termasuk Banten)
2.1.6 Sejarah Gereja di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta)
2.1.7 Sejarah Gereja di Jawa Timur
2.1.8 Sejarah Gereja di Bali (dan Lombok & Nusa Tenggara
Barat)
2.1.9 Sejarah Gereja di Kalimantan
2.1.10 Sejarah Gereja di Sulawesi Selatan
2.1.11 Sejarah Gereja di Sulawesi Tengah
2.1.12 Sejarah Gereja di Sulawesi Utara (termasuk Sangir
dan Talaud)
2.1.13 Sejarah Gereja di Maluku
2.1.14 Sejarah Gereja di Nusa Tenggara Timur (Timor, Flores
dan sekitarnya)
2.1.15 Sejarah Gereja di Papua
2.2 Dokumen tentang SGI pada
Periode Tertentu
2.2.1 SGI pada Masa Portugis & Spanyol (1511 –
±1605)
2.2.2 SGI pada Masa VOC hingga Hindia-Belanda (±1605
– 1942), termasuk GPI
2.2.3 SGI pada Masa Pendudukan Jepang (1942 – 1945)
2.2.4 SGI pada Masa Merdeka (1945 – Sekarang)
2.3 Dokumen tentang Sejarah
Gereja/Denominasi/Aliran Tertentu
2.3.1 Gereja Katolik Roma
2.3.2 Gereja Ortodoks
2.3.3 Gereja-gereja Lutheran
2.3.4 Gereja-gereja Calvinis
2.3.5 Gereja Anglican
2.3.6 Gereja-gereja Methodist
2.3.7 Gereja-gereja Mennonit
2.3.8 Gereja-gereja Baptis
2.3.9 Gereja-gereja Rumpun CAMA/KINGMI
2.3.10 Gereja-gereja Injili (Evangelical)
2.3.11 Gereja Bala Keselamatan
2.3.12 Gereja-gereja Pentakostal dan Kharismatik
2.3.13 Gereja Advent
2.3.14 Saksi Yehuwa
2.3.15 Gereja-gereja lain (Christian Science, dll.)
2.4 Dokumen tentang Tema/Aspek
Sejarah Tertentu
2.4.1 Sejarah Hubungan Gereja dan Negara
2.4.2 Sejarah Hubungan Injil dan Kebudayaan
2.4.3 Sejarah Kiprah [dan Ajaran] Gereja di Bidang Sosial-Ekonomi
2.4.4 Sejarah perjumpaan Gereja/Kekristenan dan Islam
2.4.5 Sejarah Ajaran Gereja
2.4.6 Sejarah Tata Gereja
2.4.7 Sejarah Gerakan Keesaan
Koleksi yang sudah ada dan
sudah diklasifikasikan/dikatalogisasikan ini tentu masih
sangat sedikit dibanding dengan yang ada dan tersebar luas
di banyak tempat, termasuk di luar negeri. Karena itu kami
mengajak gereja-gereja, lembaga-lembaga Kristen, ataupun
pribadi-pribadi yang masih menyimpan koleksi dokumen dan
yang mengalami kesulitan untuk memeliharanya, agar menyerahkan/menyumbangkannya
kepada PDSGI untuk diurus.
Sementara itu Archiv- und Museumstiftung Wuppertal (yang
menyimpan arsip RMG/VEM) juga telah mengirimkan Klasifikasi
arsipnya menyangkut Indonesia, baik menurut daerah (sampai
kepada desa-desa), personel (Missionar dan Schwester), lembaga
gereja/gerejawi, maupun kategori pekerjaan tertentu (Pendidikan,
Kesehatan, Pertanian, dsb.). Dengan bantuan Klasifikasi
Arsip ini, para peneliti (termasuk mahasiswa pascasarjana)
dapat lebih dulu berorientasi sebelum langsung pergi ke
Wuppertal.
Sayang sekali, koleksi arsip zending yang dulu ada di Zendingshuis/Hendrik
Kraemer Instituut Oegstgeest (Nederland) pada saat ini sudah
diserahkan ke Het Utrechts Archief di kota Utrecht, sebuah
lembaga arsip milik pemerintah Belanda, dan belum diolah
(diklasifikasi/dikatalogisasi) menurut standar dan format
lembaga tersebut, sehingga kita belum dapat mengaksesnya
ataupun mendapat informasi tentang apa yang ada di sana.
Jan S. Aritonang