3 JAM KEBAHAGIAAN UNTUK IBU
Allahuakbar,,,Allah...huakbar...
Allahuakbar .... Allahh,,,huakbar...
Assyadu�alaillahaillallah...
Panggilan illahi telah memanggil , mengingatkan para muslimat untuk menjalankan tugasnya.Iringan panggilan itu pun diikuti dengan suara kokok ayam yang tak mau kalah meramaikan seruan dini hari itu. Goncangan lembut terasa menyentuhku yang masih larut dalam mimpi. �Nduk ayo tangi wees subuh, njo sholat subuh ndisek jama�atan karo ibuk.� tak bosan-bosannya ibu melontarkan kalimat ini setiap subuh untuk membangunkan ku.Aku pun bergegas bangun dari tempat tidurku dan segera mengambil wudhu untuk sholat subuh berjama�ah dengan ibu.Setelah selesai menghaadap-NYA, kami langsung pergi kedapur menyiapkan dagangan untuk hari ini. �buk dagangan sing wingi ijek akeh, arep di dol meneh opo buk?�.aku mendekati ibu sambil membawa sisa dagangan yang tak laku terjual kemarin. �orak usah di dol meneh nduk,di dol meneh yo bakalan rak payu toh, wis simpenno kanggo sarapan engko�. Serambi membungkus ketan dengan daun pisang �hah sarapan karo panganan kui meneh bu, moh ah buk galuh bosen buk ben dino panganane kui terus� .jawabku kesal. Mengapa aku hidup di keadaan ini ,keadaan dimana tidak ada ayah yang menafkahi keluargaku.Ayahku telah meninggal sejak aku berumur lima tahun karena serangan jantung, tetesan air mata ini tak pernah bisa tertahan jika aku teringat kejadian 10 tahun silam itu. Sejak ditinggal ayah ibu membanting tulang menggantikan kewajiban ayah menafkahi keluarga kami hanya dengan bermodalkan nampah yang berisikan jajanan pasar khas jawa.Walaupun hidup tanpa dampingan seorang suami disampingnya ibu tetap tegar tak menyerah dan selalu menjagaku anak semata wayangnya. Ibu adalah sosok wanita yang tabah,terkadang aku iri dengan semangat juang ibu selama ini. Tidak seperti aku yang selalu mengeluh akan keadaan ini. Karena ibu adalah tulang punggung keluarga kecil kami, ibu tidak pernah berhenti bekerja untuk mengumpulkan butir butir beras setiap harinya. Selain menjajakan kue, terkadang ibu menjadi buruh cuci dirumah-rumah tetangga. Begitulah sedikit gambaran tentang ibu , ibu yang selalu rela melakukan apa saja untuk membahagiakan anak semata wayangnya yaitu aku. Ibu yang selalu bermandikan peluh melawan terik matahari yang menyengat,untuk mengumpulkan bongkahan harta . dan dia layaknya malaikat putih tak bersayap yang tak pernah melontarkan keluhan akan tugasnya, tetes air mata jatuh dari tempatnya.sangat sulit untuk menahannya,tapi aku selalu kesal akan keadaan ini aku ingin hidup layak seperti yang lainnya.�sing sabar toh nduk, mun ibu nduwe duit ibu tukokke sarapan sing enak ,saiki ibu ora nduwe duit nggo tuku maeman!�. Jawab ibu menerangkan ,langsung kuusap air mata yang belum deras ini � tapikan bu galuh kui pengen maem sing enak, galuh bosen buk maem arem-arem ben dino�. Karena kesal aku bangkit dari tempat dudukku dan beranjak kekamarku.
�buk Galuh arep mangkat sekolah ndisik assalamu�alaykum �. Tanpa mencium tangan ibu aku langsung pergi meninggalkan rumah �ati-ati neng dalan nduk� kata ibu mengingatkan. �nggih buk� jawabku singkat. Seperti biasanya aku pergi sekolah ditemani dengan nampah usang besar berisikan makanan-makanan ringan khas jawa.Aku tak pernah malu meskipun ejekan-ejekan teman selalu datang menyemooh aku dan nampah usangku ini. �kue...kue...jajanane bu...lemper , arem-aremm,kue lapis...kue..kue� inilah kalimat pamungkas pendukungku selama aku menjual kue-kue hasil buatan ibu .�dek Galuh mriki, tumbas kuene� seruan pelanggan setia memanggilku dan nampah usangku ini, bu Wati adalah pelanggan setia kami ,setiap pagi ia rutin membeli jajanan sederhana ini untuk di jadikan sarapan pengganti nasi, bu lebe, itulah sapaanku kepada bu Wati istri dari Lebe atau orang yang di segani di desa kami. �nggih bu Lebe, niki arem areme taksih anget,kersanipun pinten buk?�. Aku membuka kain goni penutup nampah usangku dan mendekati bu lebe �tumbas arem-aremme sedoso, kaleh lempere gangsal, pinten sedoyone nduk?� tanya bu lebe kepadaku sambil mengambil dagangan dari nampah dan memasukkannya sendiri kedalam asoi hitam yang kusediakan.�arem-areme sedosoewu kaleh lempere gangsalewu, sedoyone gangsalwelasewu bu, niki bu.� Kuberikan asoi berisikan arem-arem dan lemper itu kepada bu lebe yang sedang sibuk menghitung uang untuk membayar dagangan sederhanaku ini �iki nduk duite, sesok isuk mampir maleh nggih�. Aku menerimanya dengan wajah sumringah,ini adalah hasil pertama untuk pagi ini �nggih bu, monggo pareng bu lebe, kulo purun sekolah assalamu�alaykum�.
Aku melanjutkan petualangku mencari pundi-pundi nafkah untuk membantu perekonomian keluarga yang jauh dari kata berkecukupan. Langkah-langkah kaki ini membawaku kesuatu tempat yang tak pernah kusadari selama aku melewati jalan ini setiap harinya ,rasa penasaranku tergugah akan keunikan klenteng tua disebrang jalan sana. Pertanyaan-pertanyaan mulai berdatangan ke otakku, hati ini mulai menerka-nerka. Apa itu? Ada apa didalamnya? Mengapa aku merasa terpanggil tuk kesana? Pertanyaan itu bermunculan layaknya rintihan hujan yang beruntuhan jatuh ketanah tak ada habisnya. Keunikan klenteng tua bercatkan merah dengan arsitektur china yang sangat kental menghiasi dinding dindingnya , dengan keindaahan lampion-lampion tua yang tergantung manis, menambah keanggunan klenteng tua itu , yang membawa langkah ini semakin mendekati klenteng unik disebrang sana, aku tak sadar akan kewajibanku untuk hadir ke kelas belajar dan menjajakan daganganku di kantin kepada teman-teman sekolahku pada waktu istarah tiba.
Kaki ini terus menyusuru jalan ,entah apa yang ada difikiranku sekarang. Rasanya tak sabar ingin memasuki klenteng tua itu. Sekarang gerbang besi tinggi yang telah dihuni oleh para lumut dan daun-daun liar yang terlilit sudah ada dihadapanku. Dag dig dug,,,,dag dig dug,,,dag dig dug. Debaran jantung ini tiba-tiba mengalami percepatan yang tak terduga. Perlahan kubuka gerbang raksasa itu ,�nyiit� bunyi itu keluar dari gerbang ketika aku membukanya �astaghfirullahaladzim� terkejut aku dengan kedatangan wanita cantik berkulit putih berwajah oriental dengan rambut hitam yang terurai panjang dihiasi pita merah yang terikat di rambutnya. Cantik parasnya membuat aku terpaku, ditambah indah matanya yang berkilauan. �cantiknya wanita ini. Andai aku mempunyai wajah secantik dan seanggun dia� gumamku dalam hati. Tiba-tiba gadis cantik itu mengulurkan tangannya dan tersenyum kepadaku �siapa namamu?�. �namaku Galuh, kamu siapa?� jawabku pelan,dan menyambut uluran tangannya. �saya ling yuan, kenapa kamu bisa sampai kesini,apa yang ingin kau lakukan di klentengku ini?�tanyanya tegas,aku terdiam,kebingungan muncul dibenakku, apa yang harus kukatakan padanya,alasan apa yang harus aku katakan sedangkan aku pun tak tahu mengapa aku bisa sampai ke tempat aneh ini. �maaf jika kedatanganku mengganggumu, sebenarnya aku juga tak tahu mnegapa aku ingin kesini, aku hanya penasaran dengan klenteng ini, apakah kamu tinggal disini?�. �ya aku tinggal disini,nama kamu adalah galuh ajeng benar bukan?�. Aku terkejut setelah ia menyebutkan nama lengkapku. Bagaimana bisa dia mengetahui nama lengkapku sedangkan aku belum memberitahunya nama lengkapku. Siapa sebenarnya wanita ini. Apakah dia ini hantu, atau titisan dewi atau....ahhh mengapa pikiranku menjadi tak terkendali seperti ini. Ya tuhan jika benar dia adalah hantu , lindungilah aku ya tuhan jangan biarkan wanita didepanku ini mencelakakanku. Aku berdo�a dalam hati kepada tuhan. �iiyaa benar namaku Galuh ajeng, bagaimana bisa kamu tahu nama lengkapku? Sebenarnya kamu ini siapa?�. Dengan tebata-bata aku menjawab pertanyaannya. �aku mengetahui semua tentangmu. kamu adalah seorang murid kelas 1 SMA. Kamu bersekolah di SMA 1 Bojong. Nama ibumu retno ajeng sekarang dia sedang berjuaalan makanan di pasar dekat rumahmu. Dan di penglihatanku dia akan berada dalam ancaman.� Dengan lancarnya ia menyebutkan kalimat kalimat yang seharusnya tak ia ketahui sebagai orang yang baru saja bertemu denganku ditempat ini di klenteng aneh ini, mukaku memucat aku tak tahu harus berbuat apa kakiku mulai bergetaran ,mengapa dia bisa mengethahui semuanya, dan mengapa dia mengatakn kalau ibu sedang dalam ancaman,,, ancaman macam apa. Ya tuhan tolong lindungilah ibuku dari segala ancaman itu, aku tak mau kehilangan ibuku sudah cukup kepedihan ini karena kepergian ayah jangan engkau tambahkaan lagi perih yang menusuk ini ya tuhan. �sebenarnya kamu ini siapa, dari mana kamu tau semua hal tentangku, dan apa maksud dari ibuku sedang dalam ancaman tolong beritahu aku apa yang sedang terjadi pada ibuku sekarang dia adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki aku mohon beritahu aku�. Rintihan air mata keluar dari mataku saat saat aku menannyakan hal itu dengan nada emosi pada wanita yang berada tepat di depanku, tak sadar ku jatuhkan nampah usangku, semuanya jatuh hancur berantakan. Emosi ini sudah tak dapat dikendalikan lagi, ku pegang lengan wanita itu sekuat tenaga sambil menanyakan apa maksud dari pernyataannya barusan. �tenanglah aku bukanlah hantu maupun jin aku adalah dewi spiritual yang akan membantu�. jawabnya sambil menenangkanku dan mengusap air mataku. �dewi? Apa maksudmu kamu membuatku semakin bingung.jelaskan kepadaku apa maksud dari semua ini�. Jawabku dengan nada yang memaksa. �baiklah akan kuberitahukan semuanya , tenanglah lebih baik kita bicarakan hal ini di dalam klenteng saja�. Dia membawaku masuk kedalam klenteng dan menyuruhku duduk di kursi bulat yang lembut dengan suguhan teh pu-erh ,teh khas china yang terkenal akan aromanya yang sangat segar. �duduklah dan minumlah teh ini untuk menenangkan tubuhmu. Sebenarnya sudah lama aku ingin memberitahukan hal ini kepadamu karena aku akan merasa sangat bersalah apabila aku tidak memberitahukan hal ini kepadamu , dan hari ini adalah waktu yang tepat untuk aku memberitahukannya�. Keringatku mulai becucuran wajahku memucat rasa takut menghantuiku setelah aku mendengar perkataan yuan barusan. �apa hal yang ingin kau katakan itu, cepatlah ceritakan kepadaku ling yuan jangan membuatku semakin takut?�. �3 jam kedepan ibumu akan pergi ketempat yang jauh dimana tempat itu adalah tempat yang sangat ia dambakan. Jangan pernah kamu mencoba untuk mencegahnya gunakanlah waktu yang singkat itu untuk membahagiakannya, mintalah permohonan maaf darinya atas segala hal yang telaah kau perbuat padanya, ingat-ingatlah apa saja yang telah kamu dapatkan darinya selama 15 tahun ini bagaimana susahnya dia mengandungmu selama 9 bulan ,membawa bebanmu selama itu dan tak ada satu kalimat keluh yang ia lontarkan selama menanggung bebanmu itu.sedangjan kau hanya bisa mengeluh dan menguluh setiap harinya. Resapi dalam hatimu Galuh fikirkan apa yang akan kamu lakukan 3 jam kedepan untuk menambah kebahagiaanya sebelum ia meninggalkan lembah fana ini�. Dengan lancarnya ia lontarkan kalimat-kalimat itu, kalimat yang membuat mesin pemikirku berhenti mengerjakan tugasnya, ya tuhan benarkah apa yang yuan katakan apakah semua itu benar? Tak lama air mata menghujani wajahku, deras...deras sekali aku tak bisa menahannya lagi. Apa yang bisa kulakukan untuk membahagiakan ibu ? Banyak sekali kesalahan kesalahan yang telah kuperbuat. �dimana ia sekarang .. aku tak mau membuang-buang waktu lagi. Katakan padaku dimana ibuku sekarang?� tanyaku lantang. �ibumu berada di alun-alun kota di samping pohon beringin besar, cepatlah kesana waktumu tak lebih dari 3 jam�. Jelas yuan.tanpa berfikir panjang kutinggalkan yuan dan bergegas ke alun-alun kota yang jaraknya sangat jauh dari sini dan dengan berjalan kaki itu bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, dan itu berarti waktuku bersama ibu tidak lebih dari 2 jam. Mengapa kau gariskan benang ini sebagai takdirku ya tuhan apa salah ku. Aku menangis selama dalam perjalanan ,aku tak tahu apa yaang harus kulakukan kelak setelah bertemu ibu. Setiba di alun-alun aku berlari sekuat tenaga dan mencoba tuk mencari keberadaan ibu sekilas kulihat jam ditangan, ya tuhan waktuku tak lebih dari 1 jam lagi. �itu dia pohon biringin yang yuan maksud,jangan biarkan ibu pergi ya tuhan� kakiku semakin cepat berlari, tampak dari kejauhan seorang wanita membawa nampah yang sedang menyebrangi jalan dan tak jauh dari keberadaannya sebuah tronton besar melaju dengan kecepatan yang fantastis. Kaki ini mulai melambat ku fokuskan pandangan ini pada wanita itu. Astaghfirullahaladzim ya tuhan ituuuu i..bu ya itu ibu itu ibuku �ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu......awas buu�. Tiba-tiba semuanya hilang hanya ada cahaya putih.waktuku terbuang sia-sia ya tuhan aku tak bisa meembahagiakan ibu dansekarang aku sebatang kara, hukum aku ya tuhan.
Seseorang mengguncang tubuhku �galuh tangi nduk wis awan kok malah turu sih nduk arep sekolah ora nduk, ayo tangi� terdengar suara ibu memanggil, aku menangis apakah ini roh ibu.roh ibu yang sedang memanggilku? Perlahan kubuka mata ini telihat wajah ibu didepanku langsung kupeluk ibu sekuat tenaga. �ibuk... ibuk ora popo toh buk ora eneng sing lecet kan buk, ndi darahe buk? iki ibuk kan iki ibue galuh kan buk?�. �yo nduk iki ibu, ibue galuh . kok koe ngomong koyo kui toh nduk .ayo adus ngono wis awan arep sekolah kok yo malah turu,wes ojo nangis meneh aduso ngono�.jadi ini hanya mimpi? Dan ibu tidak meninggal?. Ibu melepaskan pelukanku dan menghusap air mataku �buk galuh nyuwon ngapurone buk , galuh janji ora bakal ngeluh meneh karo ibu galu bakalan nurut karo ibuk� kupeluk lagi tubuh ibuku dengan erat. Terimakasih tuhan kau sadarkan aku melalui bunga tidur kelam yang kau basuh kedalam mimpiku bunga tidur yang membuatku sadaar akan kesalaahan yang kuperbuat pada ibu selama ini, dan aku takkan menghabiskn waktu indahku dengan ibu hanya dengan lontaran keluhan-keluhan tak ada arti. Dan takkan ada lagi kata 3 jam kebahagiaan untuk ibu selagi KAU masih menghedaakinya disini bersamamku.
SELESAI