Solo : Peringatan Menyambut tahun baru 1423 Hijriah (1935 Jawa) di Solo sepanjang kamis malam (14/03/02) hingga dini hari kemarin berlangsungmeriah, kendati sebelumnya sempat diguyur hujan. Dua keraton di kota itu, yakni Puro Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta seperti biasa, menggelar acara ritual tradisi tahunan, yakni jamasan dan kirab pusaka keraton. Prosesi tradisi suran di Keraton Kasunanan dihadiri oleh mantan Presiden KH Abdurahman Wahid. Selain Ketua Dewan Syuro PKB, tokoh lain yang mengikuti prosesi suran di Keraton Surakarta Mantan Mesegneg Moerdiono dan pengusaha Setyawan Djody.
Kirab pusaka di Istana Mangkunegaran pada perayaan 1 Suro kali ini lebih meriah dibanding tahun lalu. Meski sebelum prosesi kirab berlangsung hujan turun dengan deras, tidak menyurutkan ribuan kawula Solo untuk berduyun-duyun memasuki kompleks bangunan tua yang didirikan oleh Pangeran Sumber Nyawa itu. Mereka datang hanya satu tujuan, berebut air jamasan pusaka dan kembang untaian melati yang dilempar oleh pengageng pura KGPAA Mangkunegoro IX. Sementara itu, hujan yang mengguyur wilayah Banyumas, Jateng membuat malam satu Suro (1 Muharam), Kamis 14/03/02), tampak tak ada istimewa. Hanya jalan-jalan utama tampak lebih ramai dari biasanya. Keramaian mencolok di GOR Satria yang kebetulan menjadi tempat konser group Padi.
Di Palembang, ribuan umat Islam memadati Masjid Agung Sultan Machmud Badaruddin (SMB) II, melakukan malam musabah (perenungan). Berbagai kegiatan keagamaan di lakukan dengan khusyuk semalam suntuk. Kemeriahan menyambut tahun baru Hijriah ini juga tampak dilakukan umat Islam di masjid-masjid di pelosok Kota Palembang. Yayasan Masjid Agung SMB II Palembang memang sengaja membuat agak sedikit istimewa pergantian tahun baru Islam ini.Perayaan tersebut dipusatkan di halaman masjid dengan mengambil tema 'Gebyar Tahun Baru 1 Muharam 1423 H '.