|
PROSEDUR PENDAKIAN
Mendaki gunung adalah suatu olah raga keras yang membutuhkan ketrampilan,
kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan seakan
merupakan daya tarik tersendiri, pada hakekatnya bahaya dan tantangan ini untuk
menguji kemampuan diri bersekutu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian
berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan
melawan diri sendiri.
Untuk menjadi seorang pendaki yang baik diperlukan beberapa persyaratan antara
lain :
- Sikap mental
Seorang pendaki gunung harus tabah dalam menghadapi kesulitan dan tantangan di
alam bebas. Tidak mudah putus asa dan berani, berani dalam arti sanggup
menghadapi tantangan dan mengatasinya dengan kebijaksanaan serta berani
mengakui keterbatasan kemampuan yang dimilikinya.
- Pengetahuan dan ketrampilan hidup di alam bebas.
- Kondisi fisik yang memadai
- Etika
Harus kita sadari sepenuhnya bahwa seorang pendaki gunung adalah bagian dari
masyarakat yang memiliki kaidah - kaidah dan hukum - hukum yang berlaku harus
dipegang teguh.
Agar menjadi petualang yang baik kita harus mengetahui peralatan yang harus
dibawa dan dipakai, sehingga tidak akan membawa peralatan yang tidak berguna
dalam kondisi daerah petualangan. Disini kita harus merencanakan segala
sesuatunya masak - masak dan seandainya rencana yang kita buat meleset harus
kita hadapi dengan lapang dada tanpa saling menyalahkan, yang pasti apapun yang
terjadi harus kita hadapi dengan pikiran dingin.
Perlengkapan
Adapun perlengkapan - perlengkapannya adalah sebagai berikut :
- Perlengkapan pribadi
Yang termasuk peralatan ini seperti perlengkapan MCK, alat tulis, P3K pribadi,
alat survival pribadi
- Perlengkapan jalan
Yang termasuk kretria ini adalah ransel, senter, jas hujan, sarung tangan,
verples ( tempat minum ), topi rimba, golok tebas, dan kompas.
- Perlengkapan masak
Yang termasuk jenis ini seperti korek api, jirigen, alat bantu masak ( kompor
dan nesting ), bahan bakar ( spirtus, minyak tanah, parafin, gas ), alat bantu
makan dan minum.
- Perlengkapan tidur
Jenis ini antara lain pakaian tidur ( baju training ), kaus kaki panjang,
matras, sleeping bag dan tenda.
Packing
Dalam hal pengepakan kita lihat dulu disain ransel yang kita bawa, berprame atau tidak, untuk itu kita perlu mengetahui kegunaan masing-masing ransel :
Ransel Ber-Frame
Kebaikan
dapat meletakkan bobot beban lebih tinggi dan dekat pinggang
dapat membagi keseimbangan dengan cara mengikatkan tali dipinggang
meringankan beban dan muatan banyak
Kekurangan
kurang enak dipakai untuk hutan rintisan
tidak bisa dibawa lari
Ransel Tanpa Frame
Kebaikan
enak dibawa masuk hutan rintisan
dapat dibawa lari
muatan tergantung beban
Kekurangan
muatan beban terbatas
keseimbanagn beban berkurang
pengepakan kurang baik menyebabkan ransel mudah merosot
Cara Packing
kelompokkan barang menjadi beberapa bagian
setelah dikelompokkan masukkan tas plastik
simpan barang yang ringan dibagian bawah
letakkan barang-barang kecil dikantung ransel
simpan barang yang sering dipakai ditempat yang mudah dijangkau
Perbekalan
Selain perlengkapan tersebut di atas, hal lain yang perlu dipersiapkan adalah
perbekalan, bebe-rapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih perbekalan
adalah :
- Lamanya perjalanan
- Akivitas yag dilakukan
- Keadaan medan yang dihadapi
Sehubungan dengan hal di atas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ;
- Kalorinya ( sampai dengan 2.500 kalori )
- Tahan lama
- Makanan siap pakai ( instant )
- Hemat air dan bahan bakar
- Ringan, murah dan mudah didapat.
Sekarang sebelum berangkat ada baiknya para pendaki melaporkan diri ke instansi
terkait, minimal ke basecamp pendakian yang ada.
|
ANALISA DAN LAPORAN PERJALANAN
Sebagai bahan acuan dan sumber informasi bagi kegiatan-kegiatan berikutnya sangat perlu sekali dibuat suatu laporan perjalanan dalam setiap kali mengadakan sebuah kegiatan petualangan baik yang bersifat pribadi maupun bersifat program kerja.
Adapun format dari sebuah catatan/laporan perjalanan adalah sebagai berikut:
- Judul laporan
- Pelantikan laporan
- Pendakian 5 orang di Jateng sebagai persyaratan anggota
- Tujuan pendakian
- Pantai Sadeng - pantai Baron
- Gunung-gunung dengan ketinggian diatas l.500 Mdpl
- Waktu pelaksanaan
- Sejarah lokasi
- Dipercaya sebagai tempat peninggalan Brawijaya V
- Dipercaya sebagai tempat peninggalan Suyakencana IV
- Maksud dan tujuan
- Menambah jam terbang
- Latihan IMPK dan survival
- Pelantikan anggota
- Perijinan
- Tujuan
- Kadus Tlogo Dlingo
- Kades Gondosuli
- Tripika Tawangmangu
- Asal
- STIE Yogyakarta
- Kades Umbulharjo
- Kapolresta Yogyakarta
- Dll
- Transportasi
- Larangan-larangan
- Pemerintah
- Dilarang membuat api
- Dilarang potong kompas
- Alam
- Adat
- Tidak boleh kencing sembarangan
- Tidak boleh memakai warna hijau Gadung
- Tidak boleh berkata-kata kotor
- Peralatan dan perbekalan
| Nama |
Merek |
Warna |
Ukuran |
Jumlah |
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
- Personil
- Route yang ditempuh
- Cibodas - Gunung Putri - Tanah Merah - Buntut Lutung - Simpangmlebar - Alun-alun Timur - Alun-alun Barat - Puncak Gunung Gede - Kandang Badak - Kandang Batu - Air panas - Pemandangan - Rawa denok/panyacangan - l/3 Cibereum - Telaga Biru - Cibodas
- Anggaran
- Dokumentasi dan observasi
- Kebudayaan : Tari, kerajinan dsb
- Ekonomi : Mata pencaharian, makanan dll
- Sosial : Kekerabatan, pemerintahan adat dll
- Pemukiman : asal fungsi dl
- Religius : Kepercayaan, upacara keagamaan dll
- Flora : Hutan bambu, pinus dll
- Fauna : babi hutan, ayam hutan dll
- Pemandangan : air terjun, kawah dll
- Bahasa : Jawa, Indonesia dll
- Catatan harian
- Setiap personil wajib membuat catatan harian sendiri-sendiri yang kemudian dilampirkan pada laporan perjalanan.
|