KOTA PONTIANAK

| Kota | Jembatan | Beting | Tugu | Sungai Kapuas | Keraton | Museum | Griya | Taman | Rumah Panjang | Back |

Kota Pontianak


 
 


Kampung Beting



 

Tugu Khatulistiwa


Tugu ini menandakan bahwa Kota Pontianak terletak tepat diatas garis Khatulistiwa  (garis lintang 00 ). Dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter/Architec Silaban. Pada tahun 1990 dibangun kembali duplikatnya dengan ukuran 5 kali lebih besar dan melindungi tugu Khatulistiwa yang asli. Diresmikan pada tanggal 21 September 1991. Setiap tahun tanggal 21 - 23 Maret  dan 21 - 23 September  pada tengah hari matahari melintasi garis khatulistiwa  /kulminasi. Sehingga bayangan tugu tersebut dan benda tegak lainnya disekitar tugu hilang ( tanpa bayangan/ tak tampak bayangan ). Tugu ini terletak di kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, jarak dari pusat kota ± 5 km. Dapat ditempuh melalui jalan darat (kendaraan roda empat) atau melalui sungai Kapuas dengan kapal motor atau speedboat.
 



Jembatan Kapuas



 



Sungai Kapuas

Kita mengenal  bahwa sungai Kapuas adalan  sungai terpanjang di Indonesia (± 1.143 km), sungai ini dapat dilayari sampai dengan ke Kabupaten Kapuas Hulu. Sungai Kapuas juga mengalir dan membelah Kota Pontianak, yak ni sungai Kapuas Besar, sungai Kapuas Kecil serta sungai Landak. Kita dapat menikmatinya sebagai tempat rekreasi air (wisata air) dengan mempergunakan kapal motor, sampan dan atau speed boat. Sungai tersebut dihubungkan oleh dua jembatan, yakni jembatan Kapuas dan Jembatan Landak.



Keraton Kadriah dan Masjid Jami Sultan Abdurrachman


Kota Pontianak didirikan pada tanggal 23 Oktober 1771 M oleh Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie.Peninggalan sejarah dari Sultan Sultan Pontianak adalah Keratorn Kadriah dan Masjid Jami Sultan Abdurrachman. Keduanya terletak di Keluraha Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Dari pusat kota hanya berjarak ± 1 km dapat ditempuh dengan jalan darat dan melalui sungai Kapuas. Di kota Pontianak terdapat makam sultan-sultan Pontianak yang dinamakan Makam Batu Layang, makam tersebut terletak di Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, jarak dari pusat kota ± 5 km dapat ditempuh dengan jalan darat dan air melalui sungai Kapuas.
Sultan-Sultan Pontianak :
1. Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie (Tahun 1771 - 1808)
2. Sultan Syarif Kasim Alkadrie (Tahun 1808 - 1819)
3. Sultan Syarif Osman Alkadrie (Tahun 1819 - 1855)
4. Sultan Syarif Hamid Alkadrie (Tahun 1855 - 1872)
5. Sultan Syarif Yusuf Alkadrie (Tahun 1872 - 1895)
6. Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (Tahun 1895 - 1944)
7. Sultan Syarif Taha Alkadrie (Tahun 1944 - 1945)
8. Sultan Syarif Hamid Alkadrie II (Tahun 1945 - 1950)

Makam Sultan-sultan tersebut dinamakan Makam Batulayang, terletak di Kelurahan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara. Jarak dari Kota ± 5 km dapat ditempuh dengan darat dan kendaraan air lewat Sungai Kapuas.



Museum Negeri
Ditengah kota Pontianak terdapat Museum Negeri yang banyak tersimpan berbagai peninggalan-peninggalan sejarah dan berbagai informasi tentang adat-istiadat dan budaya Kalimantan Barat. Museum ini terletak di Jalan Ahmad Yani Pontianak



Griya Kerajinan



Taman Bermain Anak dan Balita Gitananda


Duplikat Rumah Panjang



 
 
 
 
 
 
 
 
Hosted by www.Geocities.ws

1