|
|
Kawasan
Gunung Palung dikukuhkan sebagai Taman Nasional pada tanggal 24 Maret 1990,
dengan luas 90.000 HA. kawasan tersebut secara geografis terletak pada
1000' - 1020' LS dan 1090 00' -
1100 24'BT, dan secara adminitrasi melingkupi Kecamatan Sukadana,
Simpang Hilir dan Sungai Laur Kabupaten Ketapang, Kawasan Taman Nasional
Gunung Palung, memiliki topografi yang sangat beragam. Mulai topografi
landai terutama di daerah pantai (O m dpl) sampai topografi yang
curam mencapai ketinggian 1116 m dpl. Kondisi ini memungkinkan terdapatnya
beranekaragaman jenis vegetasi, mulai dari vegetasi Hutan Pantai hingga
vegetasi Hutan Pegunungan atas.
Taman Nasional Gunung Palunga termasuk
dalam lingkup kerja Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat.
Untuk Taman Nasional Gunung Palung dari Ibukota Propinsi Kalimantan Barat dapat ditempuh dengan beberapa cara :
1. Melalui Ketapang
Bagi pengunjung yang akan memasuki Kawasan Taman Nasional Gunung Palung dianjurkan untuk membawa perlengkapan kegiatan alam bebas seperti :
Potensi sumberdaya alam yang menjadikan kawasan ini menjadi daya tarik khusus adalah keberadaan tipe ekosistemnya yang lengkap. Mulai dari tipe vegetasi Hutan Pantai, Hutan Mangrove (Payau), Hutan Rawa Gambut, Hutan daratan rendah hingga vegetasi Hutan puncak Pegunungan. Pada masing-masing tipe ekosistem tersebut dihuni oleh beranekaragaman jenis satwa liar, diantaranya golongan Primata seperti : Orang Utan (Pongo pygmaeus), Klempiau (Hylobates moloch), Bekantan (Nasalis larvatus), Kelasi (Presbytis rubicunda) serta Kera ekor panjang (Mcaca fascicularis). Satwa ini sering dijumpai ditajuk-tajuk pohon.
Jenis-jenis satwa
lain juga dapat dijumpai seperti Kukang (Nycticebous coucang), gerombolan
kelelawar (Rhinolopusluctus
sp), Kalong (Pteropus vampirus), Tupai Besar (Ratufa offinis), Bajing (Callosciurus
nofatus), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kijang (Muntiacus muncak)
Kancil (Tragulus napu). Dari Klas Reptil, ada Buaya (Crocodylus sp), Biawak
(Varanus sp), Kura-kura (Tortoidae) serta Penyu (Careta careta)
Orang
Utan merupakan salah satu jenis fauna yang khas penghuni Kawasan Taman
Nasional Gunung Palung. Jenis satwa ini hanya dapat disaksikan keberadaannya
di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Orang utan mempunyai bulu kemerah-merahan
dan tidak memiliki ekor. Sejalan dengan pertumbuhan usia, jantan dewasa
mengmbangkan pipinya hingga membentuk bantalan. Semakin tua bantalan pipi
semakin besar hingga wajahnya terkesan seram. Di
Taman Nasional Gunung Palung satwa ini lebih mudah ditemukan diareal Stasiun
Penelitian Cabang Panti.
Sedangkan
tumbuhan tergolong unik yang terdapat dikawasan Taman Nasional Gunung Palung
adalah Anggrek Hitam (Coelogyne
pandurata). Jenis anggrek ini hanya dapat
tumbuh pada daerah rendah di ketinggian 0 100 m dpl, dan pada umumnya tumbuh
dipinggir sungai. Daya tariknya terlihat pada bentuk bunga yang bertanda
dengan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga.
Flora dan fauna tersebut
dapat ditemui habitatnya dengan mudah disekitar Sungai Matan Kawasan Taman
Nasional Gunung Palung.
Kawasan Taman Nasional
Gunung Palung pada Tahun Anggaran 1996/1997 dikelola melalui Proyek Pengembangan
Kawasan Konservasi Kalimantan Barat, Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam
Kalimantan Barat.
Fasilitas yang tersedia di dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Palung :
Untuk informasi lanjut dapat diperoleh di :