Taman Nasional Betung Karihun dengan luas 800.000 Ha, terletak di Kabupaten
Kapuas Hulu, pada posisi geografis 1120 10' - 1140
20' BT dan 00 33' - 10 33' LU. Penunjukkan sebagai
Taman Nasional Betung Karihun telah dilakukan sejak pada tahun 1995, untuk
informasi lebih jelas dapat menghubungi alamat : Jalan Komyos Sudarso No.179
Putussibau Telp/Fax 0567 21773.
Sebagaimana telah dijelaskan diatas, Taman Nasional Betung Karihun atau
Bentuang Karimun terletak di Kabupaten Kapuas Hulu dengan Ibukota Putussibau.
Kota tersebut merupakan ibukota Kabupaten yang memiliki jarak tempuh terjauh
dari kota Pontianak, dengan jarak ± 800 km.
Taman Nasional Betung Karihun merupakan kawasan konservasi terluas yang
dimiliki Propinsi Kalimantan Barat. Ekosistem kawasan merupakan tipe vegetasi
hujan tropis pegunungan yang didominasi jenis tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae.
Keadaan topografi sebagian besar berbukit-bukit yang merupakan bentangan
Pegunungan Kapuas dan Pengunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung
dan Gunung Karihun (Bentuang Karimun) atau juga disebut oleh masyarakat
setempat Betung Karihun sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dan Sarawak
Malaysia. Pada kaki-kaki pengunungan tersebut mengalir sungai-sungai kecil
yang memberntuk daerah aliran sungai besar seperti DAS Kapuas, DAS Sibau,
DAS mendalam, DAS Embaloh dan DAS Bungan. Kelima DAS tersebut merupakan
jalur transportasi utama yang dapat dipergunakan untuk memasuki kawasan.
Masyarakat yang bermukim disekitar kawasan sebagian besar suku Dayak dan
Melayu Mereka bermukim disepanjang sungai-sungai besar terutama disepanjang
sungai Kapuas. Mata pencaharian mereka umumnya berladang dan memungut hasil
hasil hutan.
Dalam pengelolaan selanjutnya Taman Nasional Betung Karihun yang berbatasan
langsung dengan Suaka Marga Satwa Lanjak Entimau (Malaysia) dicanangkan
menjadi kawasan Lintas Batas (transportier reserve)
Assesibilitas
Untuk mencapai kawasan Taman Nasional Betung Karihun
dapat ditempuh dengan beberapa rute perjalanan sebagai berikut :
Nomor
Rute Perjalanan
Jalur
Kendaraan
Waktu (Jam)
1
Pontianak -Putussibau
Darat
Udara
Mobil/Bus
Pesawat Udara
15
2
2
Putussibau -Kawasan
S-Kapuas
S-Embaloh
S-Sibau
Longboat
Longboat/mobil
Longboat
7
11
5
Potensi Sumber Daya
Alam
Kekhasan ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan
peluang untuk hidupnya beraneka ragam jenis tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan tersebut
hidup pada beberapa tipe ekosistem. Pada tipe ekosistem hutan dataran rendah
hingga dataran tinggi masih didominasi oleh jenis-jenis dari famili Dipterocarpacea.
Selain itu terdapat jelutung (Dyera costulata), Pulai (Alstonia sp) dan
Belian (Eusideroxylon zwageri) yang terdapat di dataran rendah. Sedangkan
jenis Pelawan (Tristania sp). Cemara Gunung (Casuarina junghuniana) ditemukan
pada dataran tinggi.
Pada daerah puncak-puncak pegunungan, tipe vegetasi berubah sesuai ketinggian.
Dan semakin keatas ukuran tumbuhan berubah semakin mengecil serta munculnya
lapisan-lapisan lumut menempel pada batang, akar dan daun tumbuhan serta
di lantai hutan. Beberapa jenis tumbuhan yang dijumpai di daerah puncak
pegunungan antara lain Kantong Semar (Nepenthes sp) dan Pandan (Pandanus
sp).
Gaharu yang berasal dari gubal kayu Engkaras (Aqularia spp) merupakan hasil
hutan yang bernilai ekonomis sangat tinggi. Sehingga keberadaannya hingga
saat sekarang semakin sulit dijumpai.
Sumber : Sub Balai Konservasi
Sumber Daya Alam Kalimantan Barat