edisi: januari 2002 pojok.
pojok mudika, pojok singapura
e-bulletin mudika kkis
best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya.  for correspondence, please mail to
[email protected] 

(o) viewing corner. what's on and in this month
ganti taon? more... (news) ngomong apa? more... (focus) meditasi sambil olahraga? more... (jadual)
trivia?more... (leisure) pin-up mudika? more... (faces) apa ini? more... (infos)

(e) editorial corner. so thus we speak...

Greetings Mudikan,

Selamat bertemu kembali nih di bulan pertama 2002 ini,

Pojok Januari nongol lagi nih, cepet sekali ya … tau-tau taun 2001 sudah meninggalkan kita.

Pojok kali ini diramaikan dengan liputan sekitar Natal dan Taun Baru, seperti : Acara East Coast. Misa Malam Natal di St Bernadeth, Caroling di Orchard Park, Malam Taun Baru di Eunos juga tak lupa acara Taun Baru dari PD Efata ‘Kado dari Tuhan’ dan Acara taun baru juga dari Mudika ‘Kado dari Teman’.

Artikel yang dimuat di Fokus Corner kali ini, keren loh, tentang cowok dan cewek, mengapa begini … mengapa begitu tapi ya masih bersambung sih di Pojok bulan depan, soalnya yang dibahas banyak sih. 

Selain itu, Mighty Duck mau mempersembahkan puisi yang bagus banget deh untuk para mudikans yang baru atau akan menikah. Thanks sekali deh, kamu mau mengirimkan hasil karya kamu-kamu untuk bikin Pojok jadi lebih OK. Juga untuk Hermawan dan Andri yang sudah bikin reportase yang bener-bener keren dan kaga bosen deh untuk dibaca pokoknya.

Oh ya, sekarang lagi masa pemilu loh, kami berharap mudikans bisa ikut berpartisipasi dalam acara pemilu ini dan pokoknya bikin sukses deh untuk pemilihan pengurus 2002.

OK deh, selamat menikmati Pokok deh ya.

Semoga Pojok dapat menjadi semakin OK dengan dukungan dari mudikans sekalian.

Salam
Si-dia
(hin ­ El - x)


(?) berita corner. what's news?

sunsetna alus euyyyy

Reportase East Coast, Idul Fitri Holiday, 16 Des 2001

Di hari Minggu yang cerah, sekitar jam 3 sore, anak2 sudah mulai kumpul di City Hall MRT. Banyak juga loh, lalu kita bersama-sama jalan ke bus stop naik bis 36 untuk sampe ke East Coast. Setelah kita menemukan tempat yang cukup enak untuk bermain dan duduk-duduk, langsung deh … para cowok membuka sepatunya untuk bermain bola.

Lucu juga sih, waktu mengeset gawang bola, ada yang maunya cuma sepanjang 3 langkah kaki, tapi ada yang pengen licik nih, 3 langkah kaki kecil-kecil … ya itu sih 3 tapak kaki, he he. Lumayan cape juga tuh maen bola … jadi sementara ada yang duduk-duduk ngobrol, mudikans lainnya ada yang bermain voli juga.

Bersamaan dengan permainan sepak bola, ada beberapa rekan mudika yang menikmati serunya bermain canoe. Eveline, Eka, Hermawan, dan Hartiman adalah mudikans yang dengan gagah berani mendayung di tengah laut menggunakan canoe. Tidak ada di antara mereka yang cukup berpengalaman mendayung. Tapi dengan model nekad dan berprinsip yang penting having fun, canoe pun didayung sampai tangan pegel. Di awal-awal, Eka yang se-canoe dengan Eveline kesulitan untuk membawa canoe mereka ke tengah laut. Ombak yang cukup besar membuat mereka terhambat di pinggir pantai. Mereka pun basah kuyup karena air laut dan keringat. Hermawan dan Hartiman tidak menemui banyak  kesulitan menggiring canoe mereka ke tengah laut. Dengan sedikit sinkronisasi pendayung depan dan belakan, canoe-pun melesat bak burung camar…cieeeee. Mereka berempat menikmati canoe selama kurang lebih 45 menit, setelah itu kembali lagi ke pantai, karena tangan udah pegel-pegel.  

Acara dilanjutkan dengan bermain sepak bola lagi. Kali ini peserta lebih banyak. Eveline pun tidak mau ketinggalan bermain di antara cowok-cowok mudika yang nan gagah dan ganteng. Dalam permainan bola tersebut Eveline bertindak sebagai kiper kedua, maka pantes aja tim lawan kerepotan karena cuma memiliki satu kiper. Juga dalam permainan tersebut tidak disangka bahwa ketua Mudika kita, Hendro, sangat berbakat memainkan bola. Selain itu kita juga ada pemain pro dari Inter Milan, yaitu David Aha.

Setelah puas dan lelah bermain sepak bola, permainan dilanjutkan dengan permainan tradisional Gobak Sodor/ Galasin. Awal-awal permainan masih sedikit kacau karena ukuran garis lapangan yang tidak standard. Tidak ada tim yang mampu menyelesaikan misinya dalam melewati pagar lawan pergi dan balik ke base. Adjustment-pun dilakukan dengan memperlebar garis lapangan supaya pemain jaga susah menangkap pemain yang berusaha menerobos pagar. Setelah terjadi beberapa turn, ternyata tidak ada tim yang pernah berhasil memenangkan permainan tersebut. Sepertinya kita harus belajar lagi sama anak-anak SD di Indonesia.

Permainan berikutnya adalah permainan Dino Boy. Permainannya cukup simple. Pemain dibagi menjadi 2 group. Group pertama harus menggelindingkan bola ke arah susunan genting, sampai tumpukannya jatuh. Jika tumpukan sudah roboh, tugas mereka adalah mendirikan kembali dengan berhati-hati terhadap serangan dari group yang jaga. Pemain dari group yang mendirikan tumpukan, jika terpukul bola dari group lawan dianggap gugur dan harus meninggalkan arena. Permainan cukup seru dan lucu, terlebih-lebih ketika Eveline dari group jaga malahan ikut membantu mendirikan tumpukan genting.

Permainan Dino Boy menutup serangkaian acara di East Coast. Acara pun dilanjutkan dengan dinner yang dipimpin oleh siapa lagi kalau bukan ketua Makan Club, Bang Darman. Kita menikmati dinner dengan hidangan seafood di daerah Kitchener Rd. Enak deh … kenyang.

(Hermawan)


T'WAS THE DAY BEFORE CHRISTMAS... (24 Des 01 – 25 Des 01)

Uh, Senen. Tell my why I don't like Monday, I want to shoot the whole day down.... what?? eh, hari ini 'kan tanggal 24 Desember... besok NATAL!!! Not your usual Monday Blues then, dan suara Bob Geldof cs. yang tadinya terngiang di telinga pun hilang seketika...

Hmmmh, di hari kejepit ini sebagian dari kita masuk kantor cuma setengah hari. Ada juga yang libur baik karena memang ngambil leave atau kantornya memang nerapin leave massal.. tapi ada juga yang kerja full day kayak biasanya. In any case, kita-kita nanti malam bakal tugas choir di Christmas Midnight Mass di St. Bernadette. Tapi sebelumnya kita-kita yang nggak ada acara, diundang untuk ngumpul di rumah Fenny dan Bambang untuk makan-makan bareng, sebelum off ke St. Bernie.

Jadi, sorenya kita-kita pun mulai berdatangan di rumah Fenny dan Bambang di Jurong East, dengan tamu pertama dateng kira-kira jam 5-an. Needless to say kita lumayan banyak makanan... dari Bambang yang sukses dengan ayam gorengnya, daging empal yang hen hao chi hasil masakan Fina, nasi uduk, puding agar-agar super yummy dari Natnat... Keluarga Farrer Court pun nggak ketinggalan bawa lapis legit dan perkedel jagung. Last but not least, kue dari Solihin dan Erik.

Sambil makan-makan sebagian dari kita main Risk, terus juga karaoke.. Sebelum kita cabut ke St. Bernie kita nyempatin dulu nonton VCD pernikahan Joy dan Elsa, dengan Philip bertindak sebagai komentator yang mbeling... Terus ramai-ramai kita jalan kaki ke Jurong East MRT, naik kereta sampai Tiong Bahru, dan kita berhasil memenuhi permintaan Kurniawan supaya nyampe di gereja jam 10:30 malem. Kita langsung ke Main Hall.

Di sana sudah ada temen-temen kita yang lain, dan juga beberapa anggota dari choir yang biasa bertugas tiap minggu di Saturday Sunset Mass jam 18:00 di St. Bernadette. Oh iya, untuk Midnight Mass ini memang yang bertugas adalah choir gabungan, meskipun sebagian besar yang ikutan adalah kita-kita Serafim ini. Setelah kita puas latihan untuk terakhir kalinya, kita pun masuk ke dalam gereja yang sudah cukup penuh.

Jam 11:35-an kita mulai dengan carolling yang menampilkan sejumlah soloist, duet, quartet dan quintet yang kemudian disokong oleh seluruh anggota choir. Dimulai dengan duet Candy dan Daniel dengan "O Little Town of Bethlehem", terus disambung dengan O Holy Night, dengan salah satu cewek (her name eludes me...) anggota Saturday Sunset Mass choir sebagai soloist-nya. Terus Angel, Feby, seorang cewek anggota Sunset Mass choir (don't know her name as well), Hartiman dan Lian melantunkan What Child Is This. Carolling ditutup dengan Edo, Solihin, Bambang dan Andri yang membawakan God Rest Ye Merry Gentlemen. Midnight is beckoning, dan Yenny memainkan The First Noel di piano sementara semua menunggu saatnya midnight tiba.

Saat pukul 00:00, lonceng gereja berdentang, dan choir bersama umat mendentumkan Hark! The Herald Angels Sing. Rasanya megah sekali, sampai ngebikin bulu kuduk merinding sendiri... Nggak cuma lagu-lagu sepanjang Misa, tapi ordinarium-nya pun kita nyanyikan dengan full power dan sepenuh hati, terutama waktu Gloria. Untuk Offertory Hymn kita membawakan Silent Night. Syahdu banget lagu ini... Lalu lanjut ke Eucharistic Prayer. Bagian yang dinyanyikan di doa Syukur Agung ini (Holy, Memorial Acclamation, Doxology) juga splendid sekali, apalagi semuanya kita bawakan dengan 4 suara. Lalu untuk Communion Hymn we perform the beautiful, John Rutter's Angels' Carol. Memang indah banget lagu ini, apalagi kalo dibawakan dengan penuh penghayatan. Lalu sesudah Komuni kita dan umat menyanyikan O Come All Ye Faithful sebagai Thanksgiving Hymn. Mass kita tutup dengan Joy To The World... dan sesudahnya kita memberi bonus berupa Jingle Bells dan We Wish You A Merry Christmas... Pokoknya suasananya meriah...

Sudah jam 1:30 lebih, udah waktunya pulang, apalagi nanti sorenya kita tugas choir lagi di Misa Natal Indonesia. Jadi kita pun satu per satu mencegat taksi atau night bus dan pulang ke rumah masing-masing for a good night sleep, after an evening full of songs... (An)


pohon atau puun natal yang indah dan gaya mudikans

Caroling at Orchard Park (30 Des 01)

Mudikans nih lagi pada error kali ye, he he he, ga tau dah. Bayangin aza yang tadinya mau nyanyi lagu Natal di Orchard Park (atas Orchard MRT), eh tau-tau berubah jadi latihan lagu Daerah ... dan amazingnya lagi, waktu latihan tuh, ga tau atas inisiatif siapa ... kenapa jadi ngedangdut ????

Emang kali ya, dasarnya udah pengen dangdut ... akhirnya juga ya ke situ-situ lagi. Bener-bener dah, penampilan mudikans kali ini, laen banget dari biasanya. Yang cewe pake baju hitam dan pake selendang, dan yang cowo pake baju kotak-kotak. Lucu banget deh, gayanya berlenggak lenggok di atas panggung.

Lagu pertama 'Kopi Dangdut' dikumandangkan dengan penuh percaya diri, udah cuek aza dah sama penonton, yang penting goyang, he he he. Dilanjutkan dengan 'Oh Fatime, 5 taun jadi jande, banyaklah orang yang pade tergile-gile'. Lagu ini ada duetnya loh, siapa lagi kalo bukan si ratu dangdut kita YenYen dengan Mas Hartiman. Terus, disambung lagi dengan lagu 'Ini Rindu' sambil bergaya burung. Kemudian, lagu 'My Bonnie' dengan gaya bring back yang OK punya. Akhirnya, kita pada ngabur dah sambil bernyanyi 'Gelang Sipatu Gelang' dengan lambaian tangan yang centil-centil.

Setelah acara selesai ... ga lupa dong dengan acara foto bersama di bawah panggung.

('L)


menyambut pergantian taon, gaya2 cengo

Reportase Malam Tahun Baru (31 Des 01 – 01 Jan 02)

Sebenernya acara malam taun baru ini diadakan sejak jam 7 malam dengan tema 'Pijamas Party'  tapi berhubung penulis datengnya baru pada saat-saat hampir jam 12 malem, reportasenya mulai dari sini aza ya ... daripada kaga ada ... ayo :)

Acara ini diadakan di rumah teman kita Susan, daerah Eunos. Rumahnya besar, enak loh buat ngumpul untuk mengadakan acara bersama. Ketika sampai di situ, terlihat ada beberapa orang yang pakai piyama, ada juga yang pakai baju/kaos yang udah belel banget. Kenapa? Ya karena emang temanya lah, pake baju terjelek di taun baru ini. Tapi, banyak juga sih yang datang ke sono, cuek-cuek aza pake baju biasa, he he.

Saat-saat detik memasuki taun 2002 hampir tiba, kita disuruh menyalakan lilin dan merenung sebentar, lalu menuliskan niat kita di taun baru ini, setelah itu dibakar. Lalu mas Kur memainkan lagu Auld Lang Syne disertai dengan salam-salaman selamat taun baru. Setelah itu, ada acara toast wine segala loh dan kaga lupa pake acara foto dong.

Tidak lama setelah itu, datanglah gerombolan anak-anak dari Boat Quay yang rencananya mau 'mengacau' Eunos. Ya tentu suasana menjadi semakin meriah. Kita semua dibagi ke dalam kelompok dan permainan pun diadakan. Setiap kelompok disuruh memperagakan penyanyi dan judul film barat kepada anggotanya.

Lalu, cara permainan pun berganti, setiap kelompok diambil 6 orang. Orang pertama disuruh memperagakan peribahasa kepada orang kedua, lalu orang kedua pada orang ketiga dan seterusnya. Lucu banget deh, kelompok pertama dimulai dari Yenny, dia loncat-loncat tapi sayangnya orang kedua tidak menangkap maksud Yenny, akhirnya dia memperagakan kelakuan yang sama dengan Yenny. Nah, karena kaga nangkep, ya tau-tau setelah giliran Epe saat memperagakan ke Daniel, peragaan jadi bener-bener berubah, Epe mengambil barang kecil lalu melemparkannya ke bawah lalu tangannya disembunyikan ke belakang. Ya kontan aza dong si Daniel menebak peribahasa 'Lempar Batu Sembunyi Tangan' padahal seharusnya 'Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga'. Jauh kan ....

Kelompok kedua, lebih lucu lagi, peribahasa yang diperagakan itu 'Guru kencing berdiri, murid kencing berlari'. Masalahnya, yang memperagakan itu 5 orang cowo, tapi ada 1 cewe nih dengan posisi di tengah pula. Bayangin aza, si jendral Virtus sempet bingung tuh, gimana caranya memperagakan peribahasa itu pada Yovita. Ha ha ha, aduh penonton semuanya pada sakit perut gara-gara ketawa melulu. Akhirnya berani juga loh Virtus memperagakannya ke cewe laen padahal di depan sang istri loh. Nah, sekarang giliran Yovita deh, bingung bingung dah, gimana coba, mau jongkok ? Nanti malah kaga ngerti lagi si Santoso ... akhirnya Yovita pasrah aza lah dengan peragaan ala cowo. Buka celana ... terus gimana Yop ???? he he. Untung aza tuh sampe orang terakhir peribahasa itu bisa ketebak, kalo kaga ketebak ... keterlaluan banget deh.

Giliran kelompok ketiga nih, 4 orang di depan sudah nangkep, maksudnya itu 'Tong kosong nyaring bunyinya'. Sebenernya gampang sih, peragaan cuma bikin tong, terus dipukul, terus bikin gerakan yang memekakan telinga. Tapi ... ya itu lah, ada cacatnya juga, ketika giliran Heri, dia lagi error dan belet kali ... ya dia kaga nangkep lah, akhirnya dia jadi meniru apa yang diperagakan oleh Rufina. Hasilnya, kok kayak berenang gaya katak ya, he he he. Jadi aza, si Hermawan nebaknya salah 'Berenang-renang ke tepian, dua tiga pulau terlampaui' ... abis ada berenangnya sih.

Permainan itu emang lucu banget, beneran deh, udah ada yang jatuh bangun gara-gara ketawa. Setelah itu, ada beberapa sukarelawan yang mau bikin drama kecil seperti Hasta yang menjadi sapi, Karel menjadi pangeran, Heri menjadi putri cantik jelita yang sering memerah susu ... apa ayo ? ya susu sapi lah, tak ketinggalan juga Kurniawan yang jadi Evil cewe.

Semakin malam, ya semakin laper nih, tapi makanan banyak banget deh, ga kekurangan, enak banget lagi, ada bubur ayam lengkap dengan cakuehnya, spaghetti, kentang panggang, juga ada sop loh. Makmur banget dah. Ngaku ayo, siapa yang makan sampai 4 babak ?

Permainan pun dilanjutkan ke acara 'Husband and Wife' mesra banget ya keliatannya. Begini, cewe2 tuh disuruh duduk, tapi ada 1 bangku yang dikosongkan, sedangkan cowo2 harus berdiri di belakang bangku. Mula-mula, si Philip nih yang ngejomblo, dia harus mikir, gimana caranya manggil cewe orang lain tanpa ketauan husband-nya. Soalnya, kalo ketauan husbandnya, sang suami harus cepat-cepat menepuk pundak istrinya dan sang istri harus kembali ke tempat duduk asalnya. Tapi, kalo husbandnya kaga tau, ya si cewe cepet kabur lah, pindah ke laen hati eh bangku maksudnya. Nah, akhirnya si Philip kepikiran juga tuh, dia panggil cewe yang pake jam swatch ... pindah deh si Erni dari tangan Andri ke tempat dia. Laen halnya ketika giliran Daniel, dia sih maen tunjuk aza semua, sehingga para cewe, udah pada berseliweran semua ke menuju ke bangku dia, tapi ya kalo ketepak sama husbandnya, harus balik lagi lah. Lumayan tuh ide, ternyata ada cewe yang nyangkut juga ke bangku dia.

Udah itu, pada cape nih, akhirnya ya ada yang tergeletak tidur, ada yang maen UNO stacko, ada yang maen kartu truf, juga ada yang berkaraoke ria, begadang tuh sampe pagi. Eh di pagi hari, ternyata masih ada makanan juga, aduh itu pisang goreng, enak banget, makan pake kopi hangat, sip dah.

Sekitar jam 8, akhirnya mudikans pada bubar pulang, meskipun sebagian, masih ada yang tertinggal di Eunos soalnya ya kaga mau bangun, masih pengen tidur. Terima kasih untuk pihak penyelenggara, acara malem taun baru ini bener-bener berkesan deh buat kita-kita di sini di mana kita tidak dapat merayakannya bersama keluarga, tetapi mudikans bener-bener kompak banget deh. Viva mudika.

('L)


PD Efata ‘Kado Dari Tuhan’ (05 Jan 02)

PD Efata di awal taun 2002 ini, bener-bener laen daripada yang laen deh. Acaranya dipimpin oleh Bang Darman dengan dibantu oleh Eka dan Elvina sebagai song leader dan worship leader, Candy sebagai pemain musik, tak lupa juga Daniel, Eveline, Lian, dan Emilia sebagai singer.

Lagu pertama, dangdutan dulu ah, lagi ngetrend sih di mudika. Setelah itu ada acara sharing mengenai apa yang telah kita dapat dari Tuhan di taun 2001. Umat dibagi ke dalam beberapa kelompok dan sudah deh, keluar semua apa yang telah kita peroleh dan membuat kita semakin sadar bahwa Tuhan sangat baik kepada kita. Eh, tapi .... ini nih, ada 1 kelompok yang anggotanya cewe semua, ya udah dah, bukannya sharing tapi ya curhat deh. Lama bangettttttttt, laen kali harus dipisah ah, kaga boleh cewe semua.

Setelah itu, dibacakan firman yang diambil dari Mat 2:11b. Intinya begini nih, Tuhan telah memberikan banyak kado kepada kita masing-masing selama taun 2001 yang lalu. Di taun 2002 ini, kita mau mencontoh teladan dari orang-orang Majus yang membuka tempat harta bendanya yang berisi emas, kemenyan dan mur lalu mempersembahkannya pada bayi Yesus apa yang mereka miliki. Kita juga mau menyerahkan seluruh hidup kita, keluarga, usaha, pekerjaan, pelayanan, niat-niat dan permohonan kita kepada Tuhan biarlah Tuhan yang mengatur segalanya.

Akhirnya acara PD Efata di Januari ini pun selesai, nasi uduk sudah menunggu di depan kantin. Sampai juga di PD Efata selanjutnya 02/02/02 di waktu dan tempat yang sama.

('L)


sinetron baru TCS 5

Acara Tahun Baru Mudika ‘ Kado Dari Teman’ (05 Jan 02)

Eh … di hari Sabtu tgl 5 Jan 02 itu … bukan saja ‘Kado dari Tuhan’ yang kita dapet loh … seksi sibuk kita juga kaga mau kalah dong menggelar acara. Mudikans diajak lagi untuk berkumpul di acara ‘Kado dari Teman’ di awal taun 2002 ini.

Setelah makan nasi uduk, mudikans pun digiring ke Main Hall kembali sekitar jam 7.30. Acara dimulai, Epe dengan full Japanese set, maksudnya dari kepala hingga kaki, muncul dengan gaya moshi-moshi dan diiringi lagu Dora Emon. Mudika dan MediaCorp mempersembahkan acara gress dengan bintang tamu kita Phoa Chu Kang  (Hermawan) dan Zhang Zhi Yi (Anna) sebagai MC sekaligus pemandu acara yang OK banget deh.

Permainan pertama adalah rubber bend, maksudnya sih ya ngoper-ngoper karet pake sedotan lah, sampe ke baris yang paling belakang. Di sini keliatan deh, pemenangnya kelompok yang terdiri dari cowo-cowo semua … kenapa tuh cewe-cewenya pada kabur ya? he he he, cowonya sangar-sangar sih. Setelah permainan ini, MC mengundang YenYen, alias Fatime binti …(maunya siape ye ?) untuk melantunkan lagu yang begitu melankolis  …MEMORY, terus terang deh bikin anak mudika pada melongo dan berteriak More More More.

Permainan kedua … ini nih, saatnya ngerjain orang, he he, acara Cinderella’s shoe. Ahin, Hasta dan Solihin, diminta kesediaannya untuk menjadi sukarelawan. Tugasnya mula-mulanya sih asyik, dengan mata tertutup, mereka disuruh memasangkan sepatu pada Cinderella-Cinderella (Susan, AyAy, Felis) yang sedang duduk dengan manisnya. Tapi … di tengah jalan, Cinderella-nya kabur, dan diganti dengan cowo-cowo yang duduk. He he he, Hasta bagaimana rasanya masangin sandalnya Virtus??? Lumayan deh buat pengalaman, kali aza bisa ditaruh di CV.

Hendro juga ga kalah loh, dia menyanyi dengan lagu ciptaannya sendiri loh. Setelah itu, grup Klintingan juga berdangdut ria dengan lagu yang sama ala Orchard itu. Oh ya, diacara ini juga, Logo mudika yang di-design oleh Chris dan Hermanto pun diresmikan.

Permainan dilanjutkan dengan topik ngedandanin Mom, siapa nih yang jadi mami ? he he he, Bambang dan Reza, mau juga ya dikerjain lengkap dengan sumpel-sumpelnya biar sexiiiiiiii. Tapi ya sayang juga sih, ternyata pemenangnya adalah Cucu dengan Scariest Mom-nya, bener-bener serem deh.

MC muncul lagi, dengan kostum MATRIX, keren bo! Wah, ternyata mau ngadain acara Tebak Judul Filem. Setiap kelompok diwakilkan oleh 5 orang, dan setiap orang disuruh memperagakan judul film. Filem pertama adalah ‘Si Buta dari Goa Hantu’, ya …mungkin salah persepsi pada gerakan hantu … Haryanto, kok jadinya seperti gerakan monyet? he he. Ujung-ujungnya si Philip nebak Naga Bonar, he he he, jauh amat.

Lain halnya dengan film kedua, judulnya ‘Maju Kena Mundur Kena’. Pertamanya sih si Erni udah bagus banget memperagakannya, mau maju kejedor, mundur juga kejedor (red: kejeduk, maksudnya). Eh … sampe si Andri, kenapa kayak gerakan terbang kiri-kanan, malahan ada yang sampe nyeletuk … itu Kupu-Kupu malam, he he he, bodor banget deh. Dia salah persepsi tuh … dikiranya film ‘Kanan Kiri OK’. Ya udah deh, kacau kaga bisa ketebak.

Film untuk kelompok ketiga, lumayan berhasil tuh ‘Kejarlah Daku Kau Kutangkap’. Kali ini … si Heri (gara-gara kasus Tong Kosong itu) ditaruh di depan, biar bisa cepet ngerti, he he. Tapi sempet juga sih terjadi missing link, ya gimana ya kalo kaga ngerti, ya diikutin lagi aza gerakannya lagi. Untung aza si Candy bisa nebak tuh, … menang deh, hore.

Setelah itu, MC kita Hermawan, berubah lagi jadi Jimmi Lin, wah bisa juga ya ente ngebawain lagu Mandarin, he he. Judulnya kalo mau tau, tanya Joni aza ya … dia berhasil menebak judulnya sehingga sukses membawa pulang kaos mudika.

Andri juga nyanyi loh. Honesty … it such a lonely word, everyone is so untrue …. Hu hui dah. Gelap-gelap, para jamu (red: pejabat mudika) mau kasih surprise nih ceritanya ke Andri. Kita pasang lighter dan batangan warna-warni untuk dilambaikan kiri kanan. Kan jadi keren tuh, bikin penyanyi kita semakin PD … sampe-sampe pake gaya duduk di panggung segala lagi.

Akhirnya, kado untuk para pemenang pun dibagikan. Tak lupa juga dong, semuanya tentu dapet Kado juga dari Teman. Acara ini dilakukan dengan passing my heart dan dance sampe jam 10 malem … Dying Inside to Hold You, enak banget deh tuh lagu. Udah gitu bubar deh … eh, ga lupa juga dong dengan acara beres-beres main hall.

(‘L)


(.) kilasan corner. news in brief

16 Des Acara East Coast

24 Des Misa Malam Natal di St. Bernadeth

30 Des Caroling at Orchard Park

31 Des New Year Eve at Eunos

05 Jan PD Efata! ‘Kado dari Tuhan’

05 Jan Acara Taun Baru Mudika ‘Kado dari Teman’

13 Jan Pencalonan Kandidat Pemilu

14 Jan – 26 Jan Filterisasi dan approaching calon

27 Jan Voting calon pengurus secara lansung

28 Jan – 02 Feb Voting calon pengurus by e-mail

03 Feb Perhitungan suara


(!) nanti corner. activities ahead of us!

Sie Rohani

Persekutuan Doa EFATA!
Hari, Tanggal: Sabtu, 2 Feb 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 17:00-19:00
Ruang : Main Hall

Sie Koor

Latihan koor  biasa deh jam 8.00 di Choir room St Bernadeth ya.

Sie Olahraga

Sekarang masih giat-giatnya dengan voli … tidak lupa juga ada badminton dan basket

Lihat berita selanjutnya di milist Mudika

 

Sie Acara

Acara selanjutnya … ada rencana mau ngadain FARM VISIT nih, berita detil-nya liat di milist deh ya.

Pokoknya pasti asyik deh.

Hari Minggu tgl 3 Feb 02

daerah farmnya kaya di Indo..suasananya bener-bener pedesaan dech, kiri kanan bener-bener greenary,ada flower farm etc..
(-) tengah corner. middle navigation links
herry kenapa? more... (news) cowok vs cewek? more... (focus) nyanyi sambil olahraga? more... (jadual)
kutipan mudikans?more... (leisure) siapa ni? more... (faces) konstipasi? more... (infos)

(+) fokus corner. focus of the month

Why Men Don’t Listen & Women Can’t Stop Talking

(part 1)

Cewek berbeda dari cowok. Itu jelas. Kalo cowok mo ke toilet, biasanya dia pergi memang ada maksud dan tujuannya yang jelas, yaitu buang air (besar atau kecilnya nggak usah dibahas lah yau!) Tapi cewek ke toilet selain tujuan utama, bisa aja ada tujuan lain, karena mo ngobrol atau pengen curhat sama temen cewek lainnya (terutama nyurhatin soal Pujaan Hati, kan ini satu-satunya tempat si PH nggak bisa ikutan masuk). Jadi jangan heran kalo cewek sering ngajak-ngajak cewek lain kalo mo ke toilet. Coba kalo Bang Darman tiba-tiba bilang gini ke Heri, “Her, gue mo ke toilet, ikut yuk?” Apa nggak bakal bengong tampang para mudikans…

Sebagian besar cowok suka mendominasi remote control TV dan gonta-ganti channel pas lagi iklan; padahal cewek nggak apa-apa tuh kalo nonton iklan. Kalo stress, cewek nyari coklat dan pergi shopping; kalo cowok stress, yang ngerokok pasti langsung ngepul asapnya, kalo nggak bisa jadi marah-marah atau malah diem aja.

“Cowok itu kurang sensitif, nggak ngasih perhatian, nggak dengerin kalo kita lagi ngomong, nggak hangat, suka diem aja, nggak keliatan sayangnya, nggak berani punya komitmen!”

“Cewek itu jarang yang bisa nyetir, kalo baca peta suka salah, suka bingung sendiri lagi ada di mana, kalo ngomong nggak bisa berhenti, udah gitu nggak ketauan maksudnya mo ngomongin apa, emangnya gue bisa baca pikirannya”

Sounds familiar nggak sih? Banyak hubungan cowok-cewek yang jadi ruwet karena cowok nggak ngerti kenapa cewek itu jalan pikirannya nggak bisa seperti cowok, dan cewek berharap cowok-cowok itu bisa ngerti jalan pikiran cewek. Nah, berangkat dari ke-frustasi-an hubungan cowok cewek di jaman modern ini, gue – eh salah – maksudnya sepasang suami istri Allan & Barbara Pease mengumpulkan hasil riset dari segala penjuru dunia dan dirangkum dalam buku mereka yang berjudul, “Why Men Don’t Listen & Women Can’t Read Map”. Tapi, atas usul temen gue – kebetulan cowok - judul artikel ini diganti menjadi “Why Men Don’t Listen & Women Can’t Stop Talking”.

Inti dari buku tersebut adalah bahwa cowok dan cewek itu sebenernya telah berevolusi secara fisik tapi masih membawa kebiasaan dari cowok-cewek jaman purba. Pas jaman purba kan cowok berburu, cewek tinggal di gua. Cowok melindungi, cewek mengurus anak. Sebagai akibatnya, tubuh dan otaknya pun berkembangmengikuti kebiasaan jaman purba ini. Selama jutaan tahun, struktur otak cowok dan cewek terus berubah dengan caranya masing-masing. Sampailah kita pada jaman modern ini, di mana ternyata cowok dan cewek itu berbeda dalam memproses informasi yang masuk ke otaknya. Jalan pikirannya memang berbeda. Pengertiannya akan suatu hal pun berbeda. Persepsi, prioritas dan tingkah lakunya juga beda.

Kasus mentega di kulkas

Setiap cewek di dunia pasti pernah mengalami ini. Kisahnya berawal dari cowok yang berdiri di depan kulkas yang terbuka…

Cowok            : “Menteganya mana ya?”

Cewek            : “Di dalem kulkas”

Cowok            : “Nggak ada tuh” – sambil celingak-celinguk ke dalem kulkas…

Cewek            : “Kok bisa nggak ada? Dari dulu juga ditaruh di kulkas”

Cowok            : “Mana? Nggak ada. Gue udah cari. Nggak ada apa-apa tuh di kulkas”

Terus si Cewek akhirnya harus ikutan ke dapur, ikutan ngelongok ke kulkas dan … secara ajaib bin sulap, tangannya udah megang mentega. Apa komentar selanjutnya dari si Cowok? “Ditaruhnya di situ sih… terang aja tadi nggak keliatan!”

Kejadian semacam ini juga terulang kembali, ketika si Cowok mencari selai Strawberry dan tidak ketemu. Dia hanya menemukan selai Nanas, padahal selai Strawberry itu ada di belakang selai Nanas … haiya, cowok.

Cowok kadang ngerasa cewek suka ngerjain mereka dengan cara ngumpetin barang-barang di laci atau lemari. Baik itu mentega, selai, gunting, handphone, kunci mobil, kunci rumah, dompet – semuanya sih sebenernya ada di situ. Tapi entah kenapa mata cowok kayaknya nggak bisa ngeliat.

Alasan sebenernya nih adalah karena cewek punya jangkauan sudut pandangan yang lebih besar daripada cowok. Bila diukur dari hidung, bisa mencapai 45° ke arah kiri-kanan-atas-bawah, bahkan ada yang mencapai 180°. Jadi cewek bisa liat isi kulkas atau lemari tanpa menggerakkan kepalanya. Sementara cowok kalo ngeliat sesuatu lebih terfokus dan otaknya memproses seolah mereka ngeliat dalam terowongan yang panjang. Alhasil, mereka bisa ngeliat jelas dan akurat apa yang ada tepat di depan mata dan jaraknya lebih jauh, hampir mirip seperti ngeliat lewat teropong.

Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa otak cowok mencari kata M-E-N-T-E-G-A atau S-T-R-A-W-B-E-R-R-Y di kulkas. Kalo kotak mentega atau botol selainya salah arah, udah nggak keliatan deh. Makanya selama mencari kepalanya celingukan terus karena berusaha menemukan benda yang ‘hilang’ tersebut.

Sebenernya ada implikasi lain dari perbedaan besar sudut pandang ini. Dengan sudut pandang yang jauh lebih besar dari cowok, mata cewek bisa ngelaba tanpa perlu takut ketahuan. Sementara kalo cowok, udah pasti kena tuduh atau ketangkep basah kalo matanya lagi jelalatan. Penelitian mengungkapkan bahwa mata cewek ngeliat bodi-bodi cowok sama seringnya, bahkan lebih sering, daripada cowok ngeliatin bodi-bodi cewek. Tapi, dengan daya pandang yang jauh lebih superior, cewek jarang ketahuan…

Kenapa Cewek Bisa Ngomong Terus

Dalam struktur otak cewek, kemampuan untuk berbicara terutama ada di bagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan. Sementara buat cowok, kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan otak yang kritis. Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadi jangan heran kalau cewek seneng ngomong dan banyak pula yang diomongin, karena kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.

Otak cowok itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, cowok bisa menyimpan semuanya di otaknya. Sementara otak cewek tidak bekerja seperti itu – informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo cewek bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau solusi.

Cewek juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata cewek bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari. Sementara cowok hanya sekitar 7 ribu kata sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan malam tiba. Cowok sudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara lebih lanjut. Persediaan si cewek tergantung dari apa yang sudah ia lakukan sepanjang hari. Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain hari itu, dia pun akan sedikit berbicara. Kalau dia tinggal di rumah saja, mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan kata. Masih ada 17 ribu lagi!

Cowok cuman bisa melakukan satu hal pada suatu waktu!

Semua penelitian yang ada menemukan bahwa otak cowok lebih terspesialiasi, terbagi-bagi. Otak cowok berkembang sedemikian sehingga mereka hanya dapat berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik pada suatu saat, sehingga sering mereka bilang mereka bisa ngerjain semuanya tapi ‘satu-satu donk’.

Kalo cowok minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan ngecilin suara radio atau tape. Banyak cewek yang bingung kenapa. Kan bisa aja baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa cowok bersikeras ngecilin suara TV kalo ada telepon? Atau kadang cewek suka bingung “Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, kok dia nggak bisa denger tadi gue bilang apa?”

Jawabannya adalah karena sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan cowok, sehingga kalo cowok yang lagi baca koran atau nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa dia seketika itu juga jadi tuli. Sementara otak cewek punya konstruksi yang memungkinkan cewek melakukan banyak hal sekaligus. Cewek bisa melakukan banyak hal yang sama sekali nggak berhubungan pada waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah putus, selalu aktif! Cewek bisa bicara di telpon, pada saat yang sama masak di dapur dan nonton TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free. Bayangin aza si Epe yang lagi telp pake HP-nya terus sambil melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak). Kalo dia cuma bisa melakukan 1 hal pada suatu waktu, wah gawat, bisa kebakaran jenggot kali, nanti kerjanya cuma telpon terus dong, he he.

Lain halnya dengan cowok, pernah terjadi juga kejadian begini. Si Cowok emang udah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan. Nah, kebetulan di atas meja ituada beberapa surat yang hari itu dikirim untuk setiap penghuni flat. Sambil si Cowok makan, tangannya membuka satu amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat miliknya … tapi apa yang terjadi, cowok itu salah buka surat, dia buka surat orang lain, he he he, bener-bener dah terbukti kalo “Man can’t do more than one task at the same time”.

Tapi karena cewek bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak cewek yang bingung ngebedain kanan dari kiri. Sekitar 50% cewek nggak bisa secara langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya. Tapi cowok bisa secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri. Sebagai akibatnya, cewek sering dimarahin cowok karena nyuruh mereka belokin mobilnya ke kanan – padahal maksud mereka sebenernya adalah belok kiri. 

Strategi ‘Sepatu Biru atau Emas’

Alkisah Bambang dan Fenny sedang siap-siap untuk pergi ke pesta. Fenny baru aja beli baju baru dan pengen banget keliatan cantik. Dia pegang 2 pasang sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas. Lalu dia bertanya ke Bambang, dengan pertanyaan yang paling ditakutin cowok, “Bang, yang mana yang musti Fenny pake dengan baju ini ya?”

Keringet dingin Bambang mulai keluar. Dia sadar sebentar lagi bisa muncul masalah. “Ahh… umm… yang mana aja yang kamu suka Sayang,” gitu jawab Bambang. “Ayo donk Bang,” kata Fenny lagi, nggak sabaran, “Yang mana yang keliatan lebih bagus … yang biru atau yang emas?” “Kayaknya yang emas deh!” jawab Bambang, dengan gugup. “Emangnya yang biru kenapa?” tuntut Fenny. “Kamu emang dari dulu nggak pernah suka sama yang biru! Aku beli mahal-mahal dan kamu nggak suka, kan?”

Bambang dalem hatinya mungkin udah dongkol, “Kalo nggak mau denger pendapatku, kok tadi nanya!” Bambang pikir tadi dia disuruh menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika masalahnya sudah ia selesaikan, Fennymalah kesel. Fenny, tapinya, sedang menggunakan bahasa yang tipikal cewek alias cuman cewek yang ngerti: bahasa tidak langsung atau kerennya indirect speech. Fenny sebenernya udah mutusin mo pake sepatu yang mana dan tidak sedang minta pendapat; yang dia inginkan adalah konfirmasi dari Bambang bahwa ia terlihat cantik.

Memang cewek kalo ngomong biasanya menggunakan indirect speech alias memberikan isyarat tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Tujuannya adalah untuk menghindari konflik atau konfrontasi sehingga bisa terjalin hubungan yang harmonis satu sama lain. Indirect speech biasanya menggunakan kata-kata seperti ‘kayaknya’, ‘sepertinya’ dan sebagainya.

Ketika cewek bicara menggunakan indirect speech ke cewek lain, tidak pernah ada masalah – cewek lain cukup sensitif untuk mengerti maksud sebenarnya. Tapi, bila dipakai untuk bicara dengan cowok, bisa berakibat fatal. Cowok menggunakan bahasa langsung atau direct speech dan mereka mengambil makna sebenarnya dari apa yang orang lain katakan. Tapi sebetulnya dengan sedikit kesabaran dan banyak latihan, cowok dan cewek bisa kok belajar untuk mengerti satu sama lain.

Jadi kembali ke persoalan sepatu biru atau emas, bagaimana solusinya untuk kaum cowok? Sangatlah penting bagi kaum cowok untuk tidak memberikan jawaban secara langsung. Bila kita re-wind situasi tadi, Bambang harusnya bertanya, “Kamu udah milih yang mana, Sayang?” Dan jawaban berikutnya biasanya, “Ehm… Aku pikir aku bisa pake yang emas …” karena memang pada kenyataannya Fenny udah milih yang emas. “Kenapa yang emas?” tanya Bambang, sambil tersenyum cerdik. “Soalnya aku bakal pake asesoris warna emas dan bajuku ada pola keemasannya, “ demikian jawab Fenny. Bambang kemudian dengan yakin akan bisa menjawab, “Wow! Pilihan kamu bagus tuh Fen! Kamu bakal keliatan paling cantik nanti!” Dijamin malam itu Bambang akan sangat bahagia.

Catatan kecil:

Nama-nama yang disebut di atas adalah fiktif, kesamaan nama dan tempat hanyalah kebetulan belaka, jadi mohon maap sebelumnya. Isinya jangan 100% dianggap benar, terutama tipsnya, karena ini semua tergantung pada species cowok – cewek yang lagi mudikans dekati. Dan setiap penggunaan kata cowok atau cewek maksudnya adalah cowok dan cewek pada umumnya. Kalau mudikans ngerasa nggak seperti yang dideskripsikan, patut bersyukur donk, berarti mudikans memang unik dibanding yang lain.

Dari Redaksi :

Artikel ini belum habis loh, masih ada sambungannya lagi di Pojok Februari. Bagi yang ingin menambahkan, menanggapi atau menyanggah, diharapkan kesediaannya untuk menulis dan mengirimkannya ke [email protected] supaya Pojok kita tambah rame nih. Nama penulis masih dirahasiakan, tapi… tunggu deh di Pojok berikutnya bulan depan.


(@) tampang corner. mudikans profiles exposed?! 
demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya
pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah).

kudaningning....hieeeee...... gaya cover girl nih!

tom byron dengan majalah favoritnya milik encik hefner

jurus mengeringkan gigi

Nama formil : Agusningsih

Nama panggilan : Ning

Bintang : Leo

Shio : Kelinci

Asal : Pontianak (kota antu....)

Hobby : Makan..., jalan2, nonton & gobrol

Status : Corporate Executive

SMA : St Petrus

Universitas & Jurusan : University of Southern Queensland jurusan Marketing.

Komentar (untuk mudika): Semoga anggota mudika selalu bertambah and sie makan tidak kehabisan ide utk makanan enak:) Sekalian nich...'merry x'mas and happy new year buat mudikanzzzzz

Nama formil : Heri Setiabudi Liem

Nama panggilan : Heri ato bisa juga Mr. Lim, he..he..

Bintang : Libra

Shio : Macan, baru 16 tahun lho..

Asal : Surakarta (Solo)

Hobby : Ma'em, nonton, sports

Status : Strategic Development, IBM Global Procurement, IBM; part time student di NUS - M.Soc.Sc (Applied Economics)

SMA : Regina Pacis Surakarta

Universitas & Jurusan : Universitas Kristen Satya Wacana, Manajemen Keuangan

Komentar (untuk mudika): Mudika-KKIS is the best in Singapore and JB, and some say in Batam, he..he.. Viva Mudika - Bravo KKIS 

Nama formil : Rufina Basri

Nama panggilan : Fina

Bintang : Leo

Shio : Kelinci

Asal : Cibinong

Hobby : nonton, handy-craft, denger2 musik, baca-baca (khususnya majalah), ngobrol, jalan2, berenang

Status : Interior designer

SMA : Regina Pacis Bogor

Universitas & Jurusan : Lasalle_SIA, Spore

Komentar (untuk mudika): baik2 dan ramah2 semua kok :)), semoga makin banyak orang2 yg ikut mudika yah 


(~) santai corner. tips, jokes, thoughts, and birthdays... and more!

Niat Tahun Baru Ibarat Sebutir Telur.

Seorang ibu malang menemukan sebuah telur, lalu ia memanggil ketiga anaknya, dan mengatakan kepada mereka, "Nak, mulai sekarang kita tidak perlu lagi mengkhawatirkan sesuatu pun. Lihatlah saya telah menemukan sebutir telur ... dan inilah yang akan kita lakukan dengannya. Kita tidak akan memakannya, tetapi kita akan mengeramkannya dengan ayam tetangga dan membiarkannya menetas menjadi seekor anak ayam.

Kita juga tidak akan memakan anak ayam itu. Ia akan bertumbuh, bertelur, dan menetas. Kita akan memiliki banyak ayam dan telur. Tetapi kita juga tidak akan memakan ayam-ayam dan telur-telur itu; kita akan menjualnya dan membeli seekor anak sapi. Kita akan memeliharanya. Dan sapi itu akan beranak banyak, dan kita akan segera memiliki kawanan sapi. Kita akan menjual sapi-sapi itu dan membeli sebuah ladang ... demikianlah kita akan terus membeli dan menjual, membeli dan menjual... "

Ibu itu berbicara dengan begitu bersemangat, sehingga telur itu terlepas dari tangannya dan ...jatuh ke lantai ...

Niat Tahun Baru sering kali terjadi seperti itu : orang membuat banyak rencana dan janji-janji muluk,

yang bahkan tidak dapat bertahan sampai hari berikutnya. Mereka seperti telur yang jatuh dan hancur itu.

- Willi Hoffsuemmer -


Titik Es Dalam Hati

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab, tetapi dia mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pulang lebih awal dengan cepat sekali. Yang tidak sengaja terjadi adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya.

Tangannya sudah merah kebengkak-bengkakan memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: Dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.

Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. Mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi.

Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dihubungkan, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati "kedinginan" !!

Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati, bagaimana dapat hidup terus?

Percaya dalam diri sendiri adalah sebuah perasaan hati. Orang yang mempunyai rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang jalan kurang lancar.

Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri sering langsung memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses? Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar mandiri? Untuk jadi lebih mengerti kehidupan ini?

Yang mempengaruhi semangat kamu bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri, biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu tetap tidak akan membantu.
(Sandman)


(^) ngelamun corner. mudikans writings and creations...
redaksi menerima materi dari para pembaca, baik berupa tulisan, karangan, puisi, cerpen, cerbung, kutipan favorit, celetukan, ratapan, tangisan, dll. harap dikirim langsung ke alamat email siepub atau langsung ke orang media (email address dibawah). redaksi berhak mengedit dan menyesuaikan materi dengan seijin pengirim.

A Gift of Life

A new start has come

With the hammering heart

My barriers has broken

Now I have found someone

 

She - my rising sun

The only light I can see

Who has enlighten my soul

And set the melody of my songs

 

She - the rain of my heart

Gently and softly touch my face

And when I look at you my dear

I’m showered with grace

 

We color the world with our dream

Nothing is as it did seem

The darkness of my solitude is done

For you are here, beside me, forever

Love bears all things, believes all things,

            hopes all things, endures all things.

                                             - The Bible : 1 Corinthians -


cerpen mudika

Awang tak pernah ke sini.

Suara lalu lalang beberapa kali menghentakkan jasad, seakan kembali menyurutkan jiwaku kembali ke badan yang lagi terpekur di depan poster mariah carey yang tersenyum menatap kupu2. Wajah2 lurus bergerak lalu lalang, seakan membawa aliran chi mereka, terkadang meninggalkan energi negatif yang entah terserap oleh ketidakpedulian atau ketakutan akan suatu yang tak ada.

Lihatlah kesekeliling, muda-mudi yang sedang berpelukan, dengan tanktop yang mampu membuat sepasang mata menjadi kuyu dan tak berragi, ataupun tonjolan otot yang entah milik pemuja lawan atau sesamanya, disini semua saru, disini semua semu.

Bentang balok dan kolom terbungkus alucarbon seakan membungkus rangka-rangka yang membalut struktur teguh yang menjadi nadi pergerakan massa disini. Sadarkah mereka betapa aluran semikonduktor yang merayapi panel-panel listrik disini juga menguasai aliran dan lampu yang ada dibumi kita? Ataupun balutan tinta helvetica dan univers yang tercetak dalam papan pengumuman situ berasal dari torehan tinta padalarang?

Dominasi warna cerah menyusuri lorong-lorong berlantai granit dengan tembok lapis aluminium, dengan saluran stainless yang mampu menghadirkan kesan kota lengkap dengan modernisasinya yang mengucilkan peran manusia. Baluran lampu neon dan desingan suara kereta serta pintu elektrik menjadi ritme harian yang seakan kini menarik koleksi decit engsel minyak ataupun sekedar bunyi ketukan kayu yang dulu menghiasi relung imaji kita. Aku berada disini, bukan disana. Aku jauh dari bau kayu dan kain yang dicuci tangan diiringi lantunan suwe ora jamu atau degupan terlena ikke nurjanah..

Dulu aku merasa aku harus memiliki sesuatu. Sesuatu yang cuma tampak dalam film-film dan buku pelajaran. Lihatlah disana, mereka memegang bendera dengan tatapan tajam. Mereka berjuang dan dengan kebanggaan mereka bisa bertarung. Ada sesuatu yang mereka jalani, ada yang mereka pegang. Ada yang tak aku miliki. Aku tak beribu,

Lorong-lorong ini dulu berlumut. Hamparan helvetica dan universe dulu berbias pecah dalam kertas murah yang distensil satu warna. Polesan hitam solid yang tak mengenal separasi cyan magenta yellow dan hitam. Tataran neon yang ada bukan dari lampu sodium yang mampu menyarukan warna, namun lebih ke cercaan lampu neon yang starternya terengah-engah sehingga menghadirkan efek lampu disko pada terminal yang bukan interchange.

Dulu, beton prestress yang tulangannya sama berbahan baja, dengah diameter 5mm, ikatan kawatnya bukan dari kawat 0.5mm tapi sekedar  balutan bata merah yang empuk dan rapuh. Aku berada jauh dari jarak namun tak terhitung dari waktu. Aku berada di eksistensi yang fana dan rana dalam belaian lembaran bobo, coreng dan upik, atau paman kikuk dan husin.

Torehan mana suka siaran niaga dulu, seakan penyeragaman warna historis yang mampu mencuatkan irisan masa depan yang berpijar bias; seperti konvergen aliran cahaya primer pada prisma kristal yang mampu membiaskan alur beberapa derajat dari sudut-sudut prismanya.  Dulu siapa sangka kita bisa melihat lebih dari sekedar hunter atau little house on the prairie. Saat itu semua setuju si unyil bakalan jadi murid SD sampai akhir hayatnya dan pak raden tak pernah mati karena sakit jantung. Saat kita masih didikte kita tak pernah berkata lantang akan suara yang selalu dihardik bila kita melihat kedalam. Kita tak bisa bersuara karena kita memang bisu.

Lihatlah balutan lampu malam yang dulu sempat menjadi surga kita. Bau kretek yang seakan menjadi aroma pelengkap dari debu yang berputar pada hamparan tanah hijau yang kita hangatkan. Langkahku dulu sempat paralel dengan Tom Cody, yang berdiri melawan Raven dalam fable rock and roll dongengan walter hill di streets of fire.

'going anywhere is gotta be heaven tonight, cos staying here is gotta be hell... going nowhere fast...' bahana Ellen Aim dan the attackers. Bayangan Diane Lane dulu kental diantara Willem Dafoe dan Michael Pare. Generalisasi yang mampu membiaskan sambrutan aluran cahaya dalam prisma sel-sel kelabu direlung-relung kepala.

Siapakah yang bertanggung jawab atas keputusan yang ada?

'Ma, aku ingin pergi.'

Saat itu suara Yasir Denhas mulai terbias oleh Desi Anwar. Di detik itu, suara muda mulai lantang meraung menandingi yang tua. Guliran waktu telah menambah fungsi tombol-tombol di remote TV kita lebih cepat aus. Dulu, tombol-tombol channel hanya berputar pada angka satu sampai tiga, terkadang ke angka dua sembilan, untuk nonton video. Kini emak bisa terkekeh-kekeh sekedar melihat srimulat, karena harus melewati layar emas atau perspektif atau bincang-bincang atau daerah membangun.

Untuk sekedar bersua dengan Timbul yang mentok dengan lelucon slapstiknya, ia harus bergulat dengan urutan stasiun yang saling berteriak menarik perhatian.

Mata-mata itu menatap kosong. Ada bangga disitu, ada pertanyaan dan sejuta ketakutan. Bila aura bisa berwujudkan fisik, mungkin setiap pancaran energi yang ada diruangan bergerak maju dan memeluk sosok yang berdiri mematung disamping meja makan. Sayang, emosi adalah sesuatu yang biasa dirasionalkan dan ungkapan sayang adalah permata yang baru keluar bila benar-benar dianggap perlu, sehingga ungkapan itu kini muncul dalam rentetan pertanyaan dan perhatian yang sering disalahartikan sebagai cercaan.

'Kenapa? Apakah sudah mantap? Bagaimana disana? Ada apa? Ada apa? Ada apa?'

kini runtutan perhatian itu sudah menjadi kekuatiran, bermetamorfosa bagaikan konvergen aksis yang bergeser pada konsep ruang. Dari tarikan linier menjadi tarikan kurva pada arus dekonstruksi.

Dan akupun terhanyut pada torehan warna yang membias ditembok ruang makan yang lembab. Bercak lembab dalam tembok bata yang ternoda oleh coretan pylox seakan terhampar jelas didepanku. Awang, anak depan yang doyan merokok gudang garam filter merah, untaian tembakau yang tak pernah menjadi pahang dalam rongga mulutnya karena selalu habis dihisap satu bungkus dalam hitungan 2-3 hari. Berdiri menatapku sambil memicingkan mata. Tatapan itu begitu tipikal, namun menembus menelanjangi diriku sampai keintiku yang terdalam.

Ini duniaku, mengapa kau berada diduniaku? Bila kau ingin berada diduniaku, kau harus menjadi aku. Bila kau tetap menjadi dirimu, kau harus tak ada dan lenyap dalam butiran kerikil kali yang terkomposisi dalam campuran pasir dan semen tiga roda yang melapisi gang didepan rumah kami.

Aku tak ingin berada disini karena ini bukan duniaku.

Ucapan ini tak pernah resmi menjadi alasanku, namun disudut kejujuranku, sosok Awang yang memotong langkahku di gang depan seakan menjadi rangkulan yang membawaku ke gerbang dunia ini.

Sepasang insan berjalan melewati skema rute mrt. Darimanakah mereka terhanyut, apakah mereka miliki negara ini? Apakah mereka terbuang dalam kumpulannya ataupun hanya berjuang demi guliran waktu yang mereka jalani? Terkadang dibentangan kilo dan meter, status dan keadaan bisa terbalik, yang minoritas jadi mayoritas, dan yang tertindas merasa aman.

Ingatanku melayang; aku ada disini, bukan dirumah. Aku ada diantara mereka, bukan ditengah-tengah kami. Aku berdiri dan berpijak pada diriku sendiri, dan bukan pada apa yang terlihat didiriku. Dulu aku tak bisa berjalan karena aku tak bisa menjadi diriku dan harus menjadi orang lain. Dulu warnaku harus kusembunyikan dan aku harus menjadi celupan yang bukan diriku. Dulu aku tak merasa menjadi manusia kalau belum serupa dengan mereka.

Betapa, kepemilikan adalah sesuatu yang diperjuangkan, saat banyak yang mencoba meraih kebebasan dan kebanggaan, kita tak pernah sadar bahwa kita tak memiliki diri kita sendiri.

Butiran waktu tak pernah disadari, berjalan cepat dan berjingkat menyelinap diantara butiran keinsanan kita. Manusia terkadang sibuk mencari yang diraba, padahal semua yang mereka raih tak bisa membeli waktu. Kefanaan yang sulit untuk digenggam dan dinikmati adalah terpaan detik-detik yang menghunjam dalam rapuhnya butiran leukosit yang berpijar pada vena dan aorta kita. Dan kepemilikan dari aliran waktu ini hanya kita pribadi yang bisa lihat dalama bilur-bilur emosi kita.

Empat bulan kini, semenjak aku menghirup udara yang bukan milikku. Bukan milikku tapi kurasakan aku miliki. Betapa kepemilikan itu sangat pribadi. Dia bisa berkata bahwa ia bukan milikku, namun bila aku merasa memilikinya, walau hanya bayanganpun, aku bisa miliki.

Mata-mata elektris yang menerawang pada sudut-sudut stasiun kini seakan menjadi bagian dari pandangan yang wajar. Imageku yang didownload pada sistem SCADA yang bergulir pada saluran monitor kini tak menjadi keanehan lagi untukku. Memang aneh kehidupan yang terhembus dari benda-benda mati bisa merubah mendewasakan manusia.

Dunia ini bukan milikku, namun aku merasa memilikinya. Sampai saat ini ia tak ingin memilikiku, makanya aku harus kembali ke masa laluku minggu depan. Manusia berusaha, tuhan yang menentukan, bukan permis pembenaran dalam kasus kehidupan, ini, tapi sekedar konsekuensi yang harus disetujui dan dijalani.

Kekecewaan dan ketakutan kini menjadi pendewasaan yang harus dijalani. Tak ada yang perlu menundukkan kepala, karena tokh manusia dilihat bukan dari kesuskesannya namun dari caranya menghadapi hidup, termasuk kegagalan rencananya. Apakah aku takut kembali ke masa laluku? Aku tertegun.

Awang tak pernah ke sini. Berulang kali kalimat itu singgah diotakku, ia seakan kini menjadi sahabatku yang tak pernah beruntung menghirup udara dunia yang tak pernah dimilikinya, namun tak mau memilikiku. Hawa dari dunia itu kini sempat mengisi kapiler-kapiler pembuluh di paru-paruku. Mungkin singgah sebagai pembawa oksigen belaka, namun tinggal tetap dihatiku selamanya.

Awang mungkin tak pernah mengerti mengapa aku harus ada di dunianya, namun ia bisa belajar untuk menerima hal itu, seperti aku belajar menerima bahwa dimanapun rohku berinteraksi dalam hembusan jiwa kota, disitu duniaku berada. Karena aku berada bukan di dunia awang maupun dunia yang tak ingin memilikiku, namun aku berada di duniaku yang aku warnai dan aku bentuk. Dan aku ingin duniaku menjadi dunia indah yang bernafas dalam denyut kehidupan yang tak sekadar lengkungan truss baja ataupun polesan granit tile yang terskema dalam sinyal-sinyal digital yang tak pernah menjadi milikku...

bukit merah, 27.01.02, shardik

(*) ultah corner. those birthday boys and girls! 
data diurut berdasarkan tanggal ultah, kota kelahiran, dan nama mudikans yg berbahagia. happy birthday! kami turut mendoakan!

02-Jan Jakarta Hariyanto Tjhin

05-Jan Ujung Pandang Hendra Mardiyo

06-Jan Teluk Betung Aika Yuri Winata

07-Jan Semarang Irma Arsianti

07-Jan Jakarta Reza Andradi

08-Jan Pangkal Pinang Helina Arif

10-Jan Jakarta Vera

12-Jan Kediri Kurniadi

13-Jan San Fransico Francisca Yunita Susanto

15-Jan Sabang Sylvia Lioe

16-Jan Jakarta Carolina Sidharta ( Shanti )

18-Jan Semarang Philip Setiadi

23-Jan Yogyakarta AC Mahendra K Datu

23-Jan Semarang Ervin Arianti Hardiman

23-Jan Ambon Pamela Krisna

27-Jan Jakarta Jenilia Kustono

27-Jan Jakarta Thio Yenny

28-Jan Jakarta Maria Cynthia

29-Jan Malang Joy Wahyudi

30-Jan Medan Grace Debby Suhaedy

31-Jan Ujung Pandang David Thesman

31-Jan Pontianak Helena Tamara

31-Jan Jakarta Jeane Rebecca Hartono

01-Feb Jakarta Andre Tah Wei

02-Feb Bandung Albert

02-Feb Medan Farius Tjioesman

02-Feb Jakarta Reza Samakoen

02-Feb Jakarta Rudiyanto

07-Feb Slawi Daniel Adinugroho

10-Feb Bandung Johan Kustedja

10-Feb Bandung Solihin Jinata

10-Feb Tanjung Karang Susiana

12-Feb Surabaya David Buntoro

12-Feb Semarang Finna Hendrani

12-Feb Jakarta Reiny

13-Feb Kudus Indriawati Gunadi

13-Feb Jakarta Yovitha Poppy

17-Feb Semarang Eka Adimulya

18-Feb Malang Felix Ferdianus

18-Feb Mimi

19-Feb Pontianak Monika Lenny

23-Feb Bandung L A Reni

23-Feb Dumai Marijanto

23-Feb Jakarta Sakaria Viramic

23-Feb Sugianto Ely

23-Feb Dumai Yanto

24-Feb Jakarta Maria Elizabeth Sulistio

24-Feb Jambi Rina Eng

25-Feb Bandung Arie Putra

25-Feb Jakarta Felix Surjadjaja

26-Feb Solo Dewi

26-Feb Teluk Betung Hendrijanto


(#) rutin corner. mudikans schedules and activities
Sie Rohani 
Activitas :
Pendalaman Iman
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-3, pk. 11.00 - 12.00
Tempat : St. Bernadeth (Classroom 4, lantai 3)

Contact person : 
Stephan Onggo: office phone : 8744366)

Sie Koor
Activitas :
Latihan Koor 
Waktu : Setiap hari Jumat, pk. 20.00 - 21.30 
Tempat : Choir Room St Bernadette di lantai 2 

Contact person : 
Yenny (home phone : 7740391)
Kurniawan (HP : 90225589)
Felis (HP : 96544476)

Sie Olahraga
Activitas :
Basket 
Waktu :Setiap hari Sabtu, pk. 08.30 - 12.00 noon 
Tempat : Cairnhill CC, belakang Newton MRT Contact 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)

Activitas :
Voli 
Waktu : Setiap hari Sabtu Ke-2, 4, pk. 16.00 - 18.00 
Tempat : NIE (National Institute of Education), Bukit Timah Rd 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Badminton 
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-1, 3, 5, pk. 15.00 - 17.00
Tempat : to be scheduled 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Tenis 
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, 3, 5, pk. 18.00 - 20.00 
Tempat : Parkview Bukit Batok 
Contact person : 
Hermawan (HP : 93618969) 
Andri (HP : 98465132) 
Konstipasi? ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika.
Ketua : Robertus Wahendro Adi - [email protected]
Sekretarisnya: Renny - [email protected]

Sie Keanggotaan : 
Hermanto Moerti - [email protected]
Natalia Triani - [email protected]
Ningsih - [email protected]

Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected]

Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected]

Sie Acara : 
Eveline Satyadi -[email protected]
Selvia Ardianto - [email protected]

Sie Koor : Yenny Thio - [email protected]

Sie Media : 
Hendrik 'Ahin' Salim - [email protected]
Elvina Theresa - [email protected]
Chris - [email protected]

Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected]


pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders. join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: [email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. since the end is getting nearer i think it's better to thank all of you who ever read this damn acknowledgements, god bless u all! still lots thanks to yoyo and dave mckean. kapan kita sama-sama bertelor di pinggir kali lagi! (alternate page for pojok: http://www.geocities.com/mudikakkis/bulletin/2002-1/jan.htm atau http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-jan.htm)


(-) ujung corner. end navigation links
tadi ada berita apa yo? more... (news) test umptn? more... (focus) nyanyi sambil meditasi? more... (jadual)
renungan?more... (leisure) tampangku? more... (faces) bingung? more... (infos)

cinta damai

kenapa pake gambar ini? karena film ini bercerita bukan pada karakter tapi pada peristiwa dan kumpulannya. mudika dan kepengurusan mudika bukan milik individu atau nama2 tertentu tapipada peristiwa dan kumpulannya...

sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!


Back to the Bulletin Index page
Back to the Main Page

Hosted by www.Geocities.ws

1