edisi: natal, desember 2001 pojok.
pojok mudika, pojok singapura
e-bulletin mudika kkis
best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya.� for correspondence, please mail to
[email protected]

(o) viewing corner. what's on and in this month
pernikahan lagi? more... (news) ngomong apa? more... (focus) meditasi sambil olahraga? more... (jadual)
trivia?more... (leisure) pin-up mudika? more... (faces) apa ini? more... (infos)

(e) editorial corner. so thus we speak...


Greetings
Mudikan,

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat memasuki akhir tahun. Pojok kali ini berisi tentang rencana acara kegiatan Mudika mendekati Natal di mana yang pasti rame punya walaupun banyak Mudikan yang mudik memanfaatkan libur yang kepepet. Jadi Mudikan yang masih terdampar di Singapore, bisa ikutan acara Mudikan tuh daripada bengong di Apartment.

Pojok Des ini juga menampilkan banyak artikel dan renungan Natal yang ditulis oleh teman-teman kita. Baca deh renungan �Hadiah Natal yang Mahal� yang ditulis oleh CG, semoga aza bisa menyadarkan para mudikans, he he he. Tahukan anda lagu �The� Twelve Days of Christmas�? � ga nyangka deh, ternyata lagu itu punya arti yang mendalam banget dan pada kesempatan ini Andri mengupas abis deh tentang lagu itu. Jangan lupa juga, kalo di Indo � bulan Desember itu ada event untuk hari Ibu loh. Di Pojok Des ini, terdapat juga cerita menarik yang khusus dipersembahkan oleh teman kita CR untuk ibu tercinta.

Tidak lupa dong redaksi Pojok mau kasih thank you beratttt deh buat Andri, CG, dan CR (nama-nama tsb masih dirahasiakan � biar pada penasaran ah). Terus terang deh, Si-Dia seneng banget � pojok kali ini kebanjiran tulisan yang bagus-bagus banget mengenai Natal.

Pokoknya keren,���.. Ok�. Cukup sekian deh �.

Tim Sidia mengucapkan selamat Natal dan Taun Baru, juga selamet liburan.
Mohon maaf lahir dan batin juga deh
J

Selamat surfing�..
Ciao�

Salam
Si-dia
(hin � El - x)


(?) berita corner. what's news?

Pendalaman Iman bersama St. Tobia (18 Nov 01)
Di bulan November ini, kita kedatangan teman wanita-nya Bang Darman loh � siapa lagi kalo bukan Sr. Tobia. Beliau datang dari Indonesia di dalam perjalannya ke kota kelahirannya di Jerman. Wah, beneran deh, orangnya supel dan enak banget diajak ngomong.
Nah, Sie Rohani � tidak mau kehilangan kesempatan dong kedatangan tamu dari jauh. Maka dari itu, hari Minggu pagi, tgl 18 Nov 01, jam 11, tentu saja di gereja St Bernadeth, diadakan acara pendalaman iman dengan tema �Tanya Jawab sekitar pandangan Gereja Katolik terhadap permasalahan etika dan moral di masa kini�.


Sr. Tobia menerangkan kepada kita mengenai Suara Hati. Perlu diketahui juga, ternyata suara hati berbeda loh dengan hati nurani. Bedanya begini nih, kalo hati nurani itu ada di dalam setiap orang dan terbina melalui adat istiadat (lingkungan). Sedangkan suara hati itu ada di dalam diri kita. Kita harus peka untuk mendengarkannya. Suara hati akan masuk ke dalam hati lalu akan mempengaruhi (influence) diri kita untuk berbuat sesuatu / bereaksi. Ukuran suara hati itu adalah Allah.

memang mudikans paling jago kalo didepan kamera!!!


Suara hati itu ada 2 macam, suara hati yang baik dan yang jahat. Bagaimana caranya supaya kita dapat mentukan mana yang baik dan yang jahat ? Nah, kita harus sebanyak mungkin �menimba� pada sumbernya yaitu roti kehidupan (Ekaristi) dan kitab suci. Kita bisa hidup, bisa melayani, bisa bergaul dengan teman-teman � semuanya itu bersumber pada Tuhan Allah.
Sesudah acara dengan mudika, celebritis kita ini diboyong ke acara Legio. Abis acara Legio, wah wah wah � dibawa lagi ke rumah Tay untuk acara PD Efata. Hebat ya suster kita yang satu ini, tidak mengenal lelah dan cara dia membawakan firman juga enak banget. Salut deh buat Sr. Tobia.
(�L)



PD Efata! (1 Des 01)
Persekutuan doa Efata kali ini mengadakan misa menyambut Advent pertama yang dibawakan oleh Romo Tan Thian Sing. Tim yang bertugas adalah Novi dan Selvi sebagai worship leader, Bambang, Reni, Nelly sebagai singer, serta Candy sebagai pemain musik.
Eh � ada dramanya juga loh yang intinya adalah kita harus selalu berjaga-jaga dan mawas diri. Sebagai murid Kristus, kita harus mengikuti ajaranNya dengan setia. Nah, sang sutradara merangkap Tim Kreatif PD Efata (tapi baru 1 doang orangnya, itu sih bukan tim, hehe) yaitu Mas Hendro � menjaring deh aktor dan aktris kita. Ternyata mereka berbakat juga deh maen drama.


Bapak dan Ibu Herman (diperankan Chris �Monique) hidup dalam keadaan yang sangat pas-pasan. Pokoknya mereka bakal seneng sekali deh, kalo tau-tau kejatuhan duit dari langit. Nah, tiba-tiba memang ada loh yang mau ngasih mereka duit, ga tanggung-tanggung lagi, cap tiaw bo !!! (bukan kwe tiaw loh). Eh tapi, ternyata Pa Farto (diperankan Bambang) mempunyai maksud lain. Dia memberi uang suap agar Pa Herman dapat memenuhi keinginannya. Ya � tentu saja dong Pa Herman menolak, dia masih ingat akan Tuhan, sehingga dia sampai mengusir Pa Farto keluar dari rumahnya.

balita (bawah lima taon atau balita bawah limapuluh taon?


Tapi, ternyata sang anak, Bertha (diperankan Weling, lucu deh � berkepang 2 seperti anak sekolahan) tidak suka akan perbuatan bapaknya. Dia ngomel-ngomel pada bapaknya � bukannya diterima aza itu duit, kita kan sedang kekurangan uang � apalagi Bertha masih sekolah.


Waktu terus berjalan, tak terasa 5 taun sudah berlalu, Bertha sudah dewasa (dadanan Weling berubah deh jadi wanita kantoran). Dia mengenang kembali masa lalunya di dalam pembicaraan bersama temannya Vita (diperankan Fenny). Dia sadar bahwa ternyata bapaknya memang benar, tidak mengambil jalan pintas dengan menerima uang suap itu. Bapak dan ibunya memang sangat giat bekerja dan sekarang mereka sudah dapat hidup berkecukupan. Dia bersyukur sekali mempunyai orang tua yang selalu ingat akan Tuhan dan selalu berhati-hati di dalam menjalankan hidup ini.


Setelah drama selesai, misa pun dilanjutkan. Dan akhirnya sekitar pk 19.00, acara PD Efata! Desember ini juga berakhir � tidak lupa dong hidangan sederhana sudah menanti di kantin.
Jangan lupa ya , PD Efata selanjutnya tgl 5 Jan 01 dengan tema �Kado dari Tuhan� akan ada acara menarik loh � kasih bocoran ah dikit, Bang Darman loh yang jadi dalangnya kali ini.
(�L)



hark!the herald angels sing: GLORY TO THE NEWBORN KING!Reportase Wedding dari St. Ignatius ( 9 Des 01)
Minggu, 9 Desember 2001, merupakan hari yang penting bagi pasangan Sebastian-Christine yang mengadakan pemberkatan pernikahan mereka di Gereja Ignatius yang terletak di Fahrer Road. Para Mudika (khususnya koor Seraphim) mendapat kehormatan untuk menyumbang suara mereka yang merdu.
Menurut rencana tuh, pernikahan tersebut dimulai jam 15.00. Jadi para Mudika yang dipandu oleh Nonik Candy sudah mulai latihan jam 14.00. Lumayan banyak lho lagu yang dinyanyikan seperti: As The Bridegroom, Looking Through the Eyes of Love, Climb every mountain, Sing Halleluyah.


Secara garis besar, pelaksanaan sakremen berlangsung dengan lancar. Acara ini hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan teman dekat dari kedua pihak pengantin. Keseluruhan acara berlangsung selama satu setengah jam, termasuk foto-foto dengan pengantin (Tentu saja anggota paduan suara mendapat kesempatan untuk berpose bersama pasangan Berbahagia Sebastian-Christine).


Sebagai ungkapan terima kasih kepada paduan suara, pasangan ini memberikan cindera mata berupa lilin dan patung Maria cilik. Akhirnya paduan suara mudika membubarkan diri secara tertib yang dikoordinir oleh sesepuh Kur� Eh, tapi ga sampe di situ loh, mudikans belum semua bubar, he he he, sebagian mudikan berjalan juga bersama-sama ke KFC (Keluarga Farrer Court) untuk bersama-sama berbuka puasa dengan snack yang dibagikan tadi �. Mudikans emang kompak deh :P
(hin)




Reportase Misa Perdamaian bersama Rm. Is ( 12 Des 01)
Hari Rabu kemarin, tgl 12 Des 01, kita kedatangan tamu lagi dari Indo. Memang enak ya di Singapore ini, sering kedatangan tamu, he he. Kali ini, yang datang adalah Romo Ismantoro � mungkin temen-temen yang pernah mengikuti retret mudika taun 2000, pasti kenal deh dengan Romo Is ini.


Acara ini dimulai dengan Pengakuan Dosa, tapi ya sayang sekali, karena waktu yang tidak cukup banyak � masih banyak mudikan yang tidak kebagian tuh. Selanjutnya diadakan misa untuk Perdamaian di Indonesia. Setelah itu, ada oleh-oleh dari Romo � ya kita bisa bertanya jawab mengenai masalah di seputar Indonesia yang sama sekali kita tidak mengetahui keadaan sebenernya. Sungguh sangat memprihatinkan keadaan negeri tercinta kita itu.
Kolekte dikumpulkan dan disumbangkan melalui Romo Is untuk kegiatannya di dalam membantu saudara-saudara kita di Indonesia. Doa juga sangat diharapkan bagi negri kita Indonesia. Agar Indonesia bisa berada selalu dalam keadaan damai.
(�L)



LOVE THROUGH ACTION (14 Des 01)

Mass to Pray for Afghan Refugees and World Peace
Celebrated by His Grace Most Rev. Mgr. Nicholas Chia,
Archbishop of Singapore
Church of St. Bernadette
Friday, 14th December 2001, 19:30


Love Through Action. Demikianlah tema dari Misa Kudus yang khusus diadakan pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2001 di St. Bernadette itu. Bapa Suci Paus Yohanes Paulus telah menetapkan tanggal 14 Desember 2001 secara khusus sebagai hari "prayer, fasting, and almsgiving". Bapa Suci menghimbau kepada umat Katolik sedunia agar pada hari itu kita menjalani puasa, berdoa dengan sepenuh hati demi perdamaian dunia, serta menyisihkan apa yang kita punyai demi kaum miskin dan tertindas, khususnya yang menderita akibat perang dan terorisme.
Dan untuk menandai hari tersebut, Jesuit Refugee Service (JRS) Singapore memprakarsai dirayakannya Misa untuk para pengungsi Afghanistan, sebagai tanda dari solidaritas kita dengan mereka, dan juga untuk berdoa demi perdamaian dunia. Misa dipimpin oleh Uskup Agung Singapura, Mgr. Nicholas Chia, didampingi oleh 9 romo lainnya.


Misa diadakan di paroki St. Bernadette dan dimulai jam 19:30. Cukup banyak umat yang datang, sehingga tidak sedikit yang harus berdiri. Yang bertugas menyanyi adalah choir yang rutin bertugas di Misa Minggu jam 10:45. Sebagai bacaan pertama diambil dari Surat Yakobus, "Iman tanpa perbuatan adalah mati", dan untuk bacaan Injil diambil "Orang Samaria yang baik hati" dari Injil Lukas.
Dalam booklet yang dibagikan, banyak tertera hal dan kisah yang menyayat hati menyangkut pengungsi Afghanistan, negeri yang tidak pernah merasakan damai selama lebih dari 22 tahun tersebut, seperti yang juga diungkapkan oleh seorang aktivis dari JRS dalam pidatonya selepas Komuni. Ada 4 juta pengungsi Afghanistan yang tersebar terutama di Iran dan Pakistan, dan 1 juta lagi yang "internally displaced".


Dalam Doa Umat, ujud pertama kita adalah bagi para pengungsi Afghanistan. Selain itu kita juga memanjaatkan doa bagi pengungsi di seantero dunia pada umumnya, yang jumlahnya total mencapai 45 juta. Kita juga mendoakan keluarga dari para korban serangan 11 September 2001, untuk kerukunan
Antar agama dan ras di Singapura dan seluruh dunia, dan juga untuk berakhirnya terorisme dan berbagai konflik dan perang di muka bumi.

STOP KEKERASAN!!!


Untuk persembahan sesudah Doa Umat, besides the customary bread and wine, keempat benda ini dibawa ke depan altar sebagai offertory gifts :
1. Beras, yang mengingatkan kita akan nasib para pengungsi yang sangat kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan obat-obatan.
2. Mainan firetruck, yang mengingatkan kita akan nasib para pengungsi kanak-kanak, yang tidak memperoleh kesempatan memperoleh pendidikan, kebutuhan dasar, dan yang paling penting, masa kanak-kanak yang bahagia.
3. Globe, lambang dari seluruh umat manusia. Bola dunia ini mengingatkan kita akan keyakinan kita bahwa Tuhan adalah Bapa dari segenap umat manusia, dan bahwa para pengungsi tersebut pun adalah saudara-saudari kita juga. Kita berdoa agar kita dapat menyatakan dan menerjemahkan kasih dan iman kita ke dalam aksi nyata.
4. Lilin, sebagai simbol akan keyakinan kita bahwa kasih Tuhan akan bersinar bagi para pengungsi, dan bahwa kita dapat berperan sebagai pembawa pesan cinta dan harapan untuk membangun dunia yang lebih baik.


Seluruh uang yang terkumpul dalam kolekte disalurkan ke Caritas International, yang akan mempergunakannya untuk para pengungsi Afghanistan.
(andri)

(.) kilasan corner. news in brief

03 Nov PD Efata "Ketika Tuhan Mengubah Hidupku"
04 Nov Cruise to Sister Island
11 Nov Penyerahan Medali & Hadiah Propeller Cup
17 Nov Pertandingan Persahabatan Volley antar Mudika KKIS dan ORPC
18 Nov Pendalaman Iman bersama Sr. Tobia

01 Des PD Efata! Misa Advent Pertama
02 Des Bible Sharing Renungan Advent Pertama
09 Des Koor Seraphim di St. Ignatiu
12 Des Misa perdamaian untuk Indonesia bersama Romo Ismantoro
14 Des Misa perdamaian dunia


(!) nanti corner. activities ahead of us!

Sie Rohani

Persekutuan Doa EFATA!
Kado dari Tuhan
Hari, Tanggal: Sabtu, 5 Jan 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 17:00-19:00
Ruang : Main Hall

Sie Koor

Latihan koor padat banget deh untuk Misa Malam Natal (24 Des 01) jam 23.30 dimulai dengan caroling dan Misa Natal (25 Des 01) jam 16.30 setelah itu ada acara juga.

Jangan lupa ada Caroling (30 Des 01) juga loh jam 19.00 di taman dekat Orchard MRT

Lagu-lagunya Natalnya enak banget, pokoknya jangan lupa deh datang setiap hari Jumat jam 8 malem.

Di Choir room St Bernadeth ya.

Sie Olahraga

Sekarang masih giat-giatnya dengan voli � tidak lupa juga ada badminton dan basket

Lihat berita selanjutnya di milist Mudika

berolahragalah! anda akan lebih tangkas dan sigap! (garing)

Sie Acara

Acara malem Natal dan Acara Taun Baru � tunggu deh beritanya di milist tercinta kita [email protected]

Pokoknya pasti asyik deh

PEMILU'S COMING!
Nantikan rentetan program seru di penghujung kepengurusan mudika tahun ini!!!!
Pengurus sedang menggodog telor... eh... acara akbar (bukan kemah akbar) khusus buat kalian...

(-) tengah corner. middle navigation links
mudika balita? more... (news) perkawinan kana? more... (focus) nyanyi sambil olahraga? more... (jadual)
kutipan mudikans?more... (leisure) siapa ni? more... (faces) konstipasi? more... (infos)

(+) fokus corner. focus of the month

Di Balik "The Twelve Days Of Christmas"...

"On the twelfth day of Christmas my true love sent to me
twelve drummers drumming
eleven pipers piping
ten lords a leaping
nine ladies dancing
eight maids a milking
seven swans a swimming
six geese a laying
five golden rings
four calling birds
three French hens
two turtle doves
and a partridge in a pear tree..."

Lucu ya kalau kita mendengar atau menyanyikan "The Twelve Days of "Christmas"... Apalagi kalau bisa nyanyiin satu lagu utuh yang penuh dengan loops, dijamin mulut bakal berbusa, hihihi... Kalau dilihat sepintas, kelihatan liriknya lucu dan playful ya... tapi siapa sangka, ternyata liriknya itu isinya sangat dalam lho, penuh dengan ajaran Kristiani yang kita anut.

Jadi ceritanya, dulu di Inggris dari tahun 1558 sampai 1829 umat Katolik di sana mengalami tekanan, sehingga mereka nggak bisa menyebarkan iman dan ajaran secara terbuka. Akibatnya mereka kudu mencari jalan lain untuk menyebarkannya.

santa claus is coming to town!

Naah, lagu "The Twelve Days of Christmas" ini merupakan salah satu contoh bagaimana mereka memanfaatkan lagu sebagai sarana pengajaran bagi kaum muda mengenai iman Kristiani. Lirik dari "The Twelve Days of Christmas" bisa dibilang merupakan metafora, dengan setiap kalimat melambangkan suatu makna religius yang mendalam.

�"On the first day of Christmas my true love gave to me a partridge in a pear tree." Sang 'true love' itu nggak lain nggak bukan adalah Tuhan kita, dan 'me' adalah kita-kita umat Kristiani. 'Partridge in a pear tree' adalah Yesus Kristus, yang wafat di "pohon" (salib) sebagai hadiah dari Allah Bapa bagi kita.

"Two turtle doves" melambangkan hadiah yang lain lagi dari Allah, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

"Three French hens" adalah Iman, Pengharapan, dan Kasih, seperti bisa kita temukan di I Korintus 13.

"Four calling birds" melambangkan keempat Injil, yang mewartakan karya keselamatan Yesus Kristus.

"Five golden rings" adalah lima buku pertama dari Alkitab yang biasa disebut Kitab Musa: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan.

"Six geese a-laying" melambangkan enam hari penciptaan, seperti kita jumpai di Kitab Kejadian.

"Seven swans a-swimming" merupakan tujuh karunia Roh Kudus, seperti bisa dijumpai di I Korintus 12:8-11.

"Eight maids a-milking" adalah delapan Sabda Bahagia, atau yang kalo di Alkitab bahasa Inggris disebut The Beatitudes. Inget 'kan, itu lho yang 'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah...' Kalo nggak percaya, buka saja Matius 5.

"Nine ladies dancing" menyimbolkan sembilan buah Roh Kudus, yang ada di Galatia 5:22-23 -- kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

"Ten lords a-leaping" melambangkan Sepuluh Perintah Allah.

"Eleven pipers piping" menggambarkan kesebelas Rasul yang setia.

Dan last but not least, "Twelve drummers drumming" merupakan dua belas butir dalam Syahadat Para Rasul atau Apostles' Creed. Nah, kenapa kok 12 hari?? Dua belas hari ini merupakan periode Natal, yang mencakup dari tanggal 25 Desember sampai Feast of Epiphany (tiga orang Majus mengunjungi bayi Yesus) tanggal 6 Januari. Lebih tepatnya, periode 12 hari ini terhitung dari Malam Natal (24 Desember) sampai Malam Epiphany (5 Januari).

(Sumber: lupa :-) � dikupas abis oleh Andri)


(@) tampang corner. mudikans profiles exposed?!�
demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya
pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah).

ngapain lu bob? hehehe.... ni h.p. gue...!

si pendiam yang menghanyutkan

generasi pertama dinasti salim...

Nama formil : Eveline Satyadi

Nama manja : mustinya Eve, tapi gak tau anak mudika lama lama semua nya manggil ep3,coba ngaku sapa provokatornya?

Bintang : Scorpio

Shio : Macan

Asal : Bogor

Hobby : jalan-jalan, dengerin musik,maen bowling ( baru belajar.hehehe)

Status : kerja, di SOYEE SINGAPORE PTE LTD, Sales & Marketing Coordinator

SMA : SMAK TUNAS HARAPAN, BOGOR

Universitas & Jurusan : UNIKA ATMAJAYA, FKIP Bahasa Inggris angk.93

Komentar : dengan Mudika baru dech ngerasain yang namanya punya �hidup� di SIngapore nan boring ini..hehehe..pokoknya makin kompak aja dech dan seru di Mudika KKIS!�

Nama formil : Michael Budhiawan

Nama manja : Michael

Bintang : Scorpio

Shio : Kebo

Asal : Jakarta

Hobby : (masih nyari)

Status : kerja di perusahaan semikonduktor

SMA : Kanisius

Universitas & Jurusan : Trisakti & NUS, Elektro

Nama formil : Elvira El Fie Salim

Nama manja : Ahun

Bintang : Taurus

Shio : Tikus

Asal : Jakarta

Hobby : Baca buku, denger musik, nonton film, makan, jalan-jalan ke negeri orang

Status : Sekarang ini sih masih student di NTU ngambil civil engineering jurusan geoteknik. Banyak orang bingung dengan istilah geoteknik, ada yang bilang "jurusan apa-an tuh" ada yang ngirain itu sama dengan jurusan geologi. Padahal bukan loh. Tapi kalo dijelasin disini bisa pada bosen deh (hehe lagian gue males ngetiknya, nggak hobby ngetik sih)

SMA : RICCI, Jakarta

Universitas & Jurusan : Lulusan Universitas Katolik Parahyangan, Bandung jurusan teknik sipil


(~) santai corner. tips, jokes, thoughts, and birthdays... and more!

Renungan

Natal


Teman, betapa sering kita mengeluhkan hidup ini. Masalah yang kita hadapi mungkin terlalu berat untuk kita pikul. Atau sebenarnya, ini adalah masalah yang sepele, tapi cukup mengganggu kehidupan yang sudah kita anggap nyaman. Dalam doa kita berseru, �Mengapa problem ini harus muncul di saat seperti ini, Tuhan? Aku tidak butuh ini sekarang� atau kita berpikir, �Kenapa hal ini harus terjadi padaku? Apakah Tuhan marah padaku?�
Tapi mari kita coba ingat lagi kisah Maria dan Yoseph. Cerita tentang mereka di seputar kelahiran Yesus tidaklah manis, sebaliknya, penuh dengan problem yang cukup berat.
Yoseph harus berhenti bekerja untuk beberapa minggu sebab perintah kerajaan Romawi memaksanya untuk kembali ke desa asalnya yang jauh di Bethlehem, hanya untuk mengisi formulir pendaftaran diri yang sebetulnya diperuntukan supaya Roma bisa memberlakukan pajak yang lebih besar. Yoseph bisa saja menolak, tapi itu berarti melawan perintah dan dia bisa dihukum lalu diseret ke penjara. Seringkali, di kantor atau di kehidupan kita sehari-hari, ada hal-hal yang harus kita lakukan yang sebetulnya kita anggap tidak perlu, namun birokrasi menuntut kita untuk mematuhi peraturan yang sudah berlaku.
Para penggosip di Nazareth dengan jahatnya meneror Maria sejak kehamilannya di luar nikah. Apakah kita pernah merasakan dikata-katai orang sebagai �pelacur�? Tapi itu adalah contoh yang ekstrim � bagaimana jika kita mendengar omongan orang lain yang tidak enak tentang diri kita sendiri. Entah omongan itu benar atau salah, yang pasti omongan itu telah merusak citra diri kita. Dapatkah kita berlaku seperti Maria yang menyimpan semuanya dalam hatinya dan menyerahkannya pada Tuhan? Atau sebaliknya kita marah dan ingin melabrak orang yang kita anggap sebagai sumber berita itu?
Dapatkah kita bayangkan mengendarai keledai selama 4 hari ke Bethlehem padahal sedang hamil tua? Tentu saja jika Maria tidak mau naik keledai, ia dapat berjalan kaki � dengan langkah lambat dan terseret-seret tentunya, karena kandungannya yang sudah besar.
Bayangkan berkemah tapi angin dingin terus masuk ke dalam tenda kita, merasuk ke dalam tulang-tulang kita. Atau bagaimana jika kita malah tidak punya tenda sama sekali?
Bagaimana dengan melahirkan dalam kandang yang kotor? Mengendus baunya sekali saja mungkin sudah cukup memualkan untuk Maria. Hampir sebagian besar dari kita lahir dalam jaman di mana kelahiran bayi sudah terjamin segi higienisnya.
Kemudian, di tengah gelapnya malam setelah melewati proses melahirkan yang melelahkan, ada penggembala yang mengganggu. Gedoran mereka di pintu kandang membangunkan bayi yang sudah sejak tadi tertidur lelap.
Mengapa kita sering bertanya, dari segala kemasyurannya, Tuhan membiarkan Anaknya lahir dalam keadaan seperti ini? Apakah Tuhan marah pada Maria dan Yoseph? Tentu saja tidak. Mungkin Tuhan memilih kandang hewan agar kita melihat cahaya kemuliaanNya di tengah-tengah keadaan yang begitu pas-pasan.
Hidup memiliki gunung dan lembahnya, naik dan turunnya, kenyamanan dan ketidaknyamanannya. Dan di manakah Tuhan ketika kita putus asa? Dia menyertai Maria dan Yoseph setiap saat, menjalankan rencanaya, sama seperti Dia ada bersama kita sekarang.
Natal mengingatkan kita untuk melihat ke luar dari kegelisahan kita tentang dunia. Tuhan sedang merencanakan sesuatu atas hidup kita. Mungkin, jika kita mau meluangkan waktu sejenak, melupakan keluhan hidup kita dan melayangkan pandangan kita ke atas kandang Bethlehem, kita dapat melihat terangnya bintang Natal.
Tangan Tuhan, sedang merenda,
suatu karya yang agung mulia.
Saatnya kan tiba nanti,
kau liat Pelangi Kasihnya
Selamat Hari Natal!
(CR)

(^) ngelamun corner. mudikans writings and creations...
redaksi menerima materi dari para pembaca, baik berupa tulisan, karangan, puisi, cerpen, cerbung, kutipan favorit, celetukan, ratapan, tangisan, dll. harap dikirim langsung ke alamat email siepub atau langsung ke orang media (email address dibawah). redaksi berhak mengedit dan menyesuaikan materi dengan seijin pengirim.

Hadiah Natal Yang Mahal


Penulis cerpen Amerika yang terkemuka, O. Henry, menulis sebuah kisah Natal terkenal.
Kisah itu tentang sepasang suami-istri muda yang saling mencintai. Natal sudah dekat, dan mereka ingin saling memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin, dan tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi tahu, memutuskan untuk menjual milik mereka masing-masing yang paling berharga.
Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke
sebuah salon, dan menyuruh memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya. Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya, untuk membeli dua potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.
Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah mereka masing-masing. Mula-mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya saling tertawa. Tidak ada rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pemberian sang suami, dan tidak ada lagi arloji yang memerlukan seutas rantai indah pemberian sang istri.
Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir dan rantai arloji, yaitu pesan di balik hadiah-hadiah
itu : mereka masing-masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan kepada pasangannya..... Suatu hadiah bukanlah hadiah, jika hadiah tersebut tidak menimbulkan suatu pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita sendiri.
- O. Henry -

Renungan :
Sama halnya dengan cerita di atas, setiap kali kita merayakan Natal, kita akan selalu diingatkan kembali
akan sebuah hadiah terbaik dari Tuhan, yaitu berupa putraNya sendiri yang Ia kasihi, Yesus Kristus.
Kita sendiri selama musim Natal, seringkali tergiur untuk membeli hadiah-hadiah Natal, baik untuk
keluarga kita sendiri, ataupun untuk teman-teman kita yang lain, dengan tujuan untuk menunjukkan
kasih kita kepada mereka semua. Atau mungkin saja kita berpikir bahwa tukar-menukar kado yang mahal, merupakan cara kita yang terbaik untuk membagi-bagikan sukacita Natal, seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan sendiri.
Walaupun semua motif di atas bersifat baik adanya, namun kita seringkali melupakan bahwa ada hal lain
yang lebih bisa kita berikan kepada orang lain, dalam membagikan suka cita Natal itu sendiri.

Seringkali kita lupa bahwa sebenarnya kita bisa saja menunjukkan kasih kita kepada orang lain, dengan cara memberikan hal-hal yang sebenarnya sudah ada atau sudah terdapat di dalam diri kita sendiri, bahkan yang mungkin saja tidak atau belum dimiliki orang lain, baik itu mungkin berupa kelebihan atau kemampuan kita dalam berdoa, berorganisasi, dalam hal ilmu, dalam bidang olah raga, dalam memberikan perhatian, penghiburan dan nasehat, atau mungkin dalam hal kuasa atau wewenang yang kita miliki di lingkungan kita berada, atau bahkan mungkin hal baik lainnya yang sudah terdapat di dalam diri kita selama ini.
Nah tentunya semuanya itu bisa kita lebih berikan atau ungkapkan kepada sesama kita, tentunya tidak hanya di seputar perayaan Natal ini, tetapi lebih baik tentunya jika bisa kita memberikan atau mengungkapkan semuanya itu kepada sesama kita secara terus menerus, terutama kepada mereka
yang membutuhkan kasih, perhatian dan pertolongan di sekitar kita.
Sehingga, marilah kita mohon kepada Tuhan, agar kita bisa lebih mempergunakan semua karunia yang telah kita miliki dan kita terima dari Tuhan itu, tidak hanya untuk kepentingan diri kita sendiri, melainkan terutama untuk sesama kita, agar kita bisa membawa sukacita dan damai bagi mereka semua; dan tidak
menyia-nyiakan semua karunia Allah itu hanya untuk mengejar hal-hal yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan, yang akhirnya hanya akan membuat hidup kita ini semakin hampa.
Akhir kata, jadikanlah perayaan Natal kali ini, lebih dari sekedar saat untuk berbuat kebaikan !
Selamat Natal !
(CG)



Kring� kring�


�Aduh, lama banget ini si Mami kok nggak ngangkat-ngangkat telpon sih! Jangan-jangan Mami malam ini ke pertemuan lingkungan lagi�, pikir Cecil sambil terus menunggu dering telpon yang tidak kunjung diangkat di seberang sana.
Akhirnya di dering ke sekian telpon diangkat juga. �Hallo��, demikian suara Maminya terdengar. �Mih��, langsung saja Cecil menyambar, tanpa ba-bi-bu lagi. �Iya��, Maminya langsung mengenali suara putrinya semata wayang, �Tumben kamu telpon Jumat malem gini, Cil!�
�Iya nih. Dari tadi Mami ke mana aja sih? Kok lama diangkatnya?� langsung saja suara manjanya keluar. �Mami baru aja pulang dari rumah Tante Dora,� Maminya menjelaskan. �Kasihan loh Cil. Suaminya Tante Dora kena serangan jantung, jadi lumpuh sebagian tubuhnya, tidak bisa bergerak. Jadi tadi Mami pergi ke sana untuk mendoakan. Mana anak-anaknya masih kecil begitu.�
�Loh, memangnya Mami bisa doa penyembuhan?� Cecil bertanya kebingungan. �Cil, berdoa untuk orang itu besar kuasanya. Kalau kita minta kepada Tuhan dengan penuh iman, pasti Tuhan mendengarkan.� Cecil cuman bisa diam mendengarkan nasihat Maminya, yang sudah entah berapa kali ia dengarkan.
�Hei, kok diam?� tanya Maminya, �Bagaimana di Singapore? Betah nggak?� �Betah Mi! Di sini banyak anak Mudikanya! Baik-baik dan lucu-lucu! Terus mereka aktif banget, ada yang ikut Legio Maria, pengurus Mudika, koor, tenis, basket, voli, badminton, pokoknya banyak deh kegiatannya. Setiap week-end pasti rame acaranya,� jawab Cecil.
�Ada yang cakep nggak Cil? Buat mantu Mami�, tanya Maminya penasaran. Dari dulu memang soal beginian anak putrinya ini paling susah, karena sudah dari kecil terbiasa mandiri, jadi merasa belum butuh pasangan lain jenis. Padahal orang-orang di lingkungan dan gereja sudah sering bertanya, kapan dirinya akan mantuan.
�Hahaha�ada sih Mi, tapi tauk deh orangnya suka nggak sama Cecil,� jawab Cecil sambil mikirin Peter, wajah yang sejak dikenalin sama Margaret sebulan lalu di Misa Indo, selalu terbayang di pikirannya. �Ya, didoain aja terus Cil, pasti Tuhan akan berikan jalan yang terbaik untuk kamu,� nasihat Maminya langsung bergulir, �Kan dari dulu Mami selalu bilang, apa pun yang kamu inginkan, kalau Tuhan berkenan pasti akan dikabulkan. Tergantung kamunya aja, sabar atau tidak menunggu waktunya Tuhan.� �Iya Mi, tiap malem juga selalu Cecil doakan, tapi Mami juga bantu doakan donk, biar Cecil sukses di sini, baik dalam pekerjaan maupun dalam urusan nyari mantu buat Mami, � jawab Cecil. �Iya�iya�, dari dulu juga Mami selalu doain kamu�, Maminya menjawab dengan sabar.
Mami memang sudah hapal semua gelagat Cecil. Sejak kecil putrinya ini sudah terbiasa mandiri dan malah kadang bisa dibilang terlalu keras hati. Malah Maminya tidak perlu memberikan uang saku karena Cecil memberikan les tambahan untuk anak-anak, yang hasilnya lumayan untuk jajan di sekolah.
�Mih� kok gantian Mami yang diem? Bengong yah? Cecil dari tadi nanya Mami, kok lama amat dijawabnya?� tanya Cecil dengan geli. �Eh� iya, Mami lagi bengong tadi, mikirin mau pakai bunga apa untuk dekorasi pernikahan anaknya Tante Siska sebulan lagi�, jawab Maminya yang tidak mau Cecil jadi sedih karena tahu Maminya mikirin dia, putri satu-satunya yang dilepas ke luar negeri.
�Memangnya kamu nanya apa tadi?� Maminya balik bertanya. �Cecil tadi nanya resep rolade daging gulung itu gimana?� tanya Cecil tidak sabaran. �Wuah, memangnya kamu mo ngundang siapa, Cil?� Maminya jadi penasaran. �Ya, kan temen-temen pengen makan-makan di rumah pas Natal nanti Mam, jadi Cecil pingin kasih surprise bikin masakan istimewa. Kayak yang selalu Mami buat itu loh! Tapi Cecil mo latihan dari sekarang, biar nggak gagal pas hari H-nya�, Cecil menerangkan. �Oh gitu��, jawab Maminya pendek, lalu langsung dikeluarkanlah jurus membuat rolade daging gulung yang dari dulu menjadi resep favorit keluarganya itu.
Sambil mencatat resep yang diberikan lewat telpon jarak jauh itu, Cecil berpikir dalam hatinya. Bangga sekali ia punya Mami yang selain aktif di gereja, juga jago masak dan pintar ngatur rumah. Sejak Papi meninggal, Maminya memang seolah tidak pernah bisa diam. Ada saja yang dikerjakan, mulai dari merangkai bunga untuk dekorasi gereja, menjadi katekis, mengurus sakramen pernikahan, mengunjungi orang sakit, menjadi kepala administrasi puskesmas gereja, ikut persekutuan doa, ditambah pula menjadi ketua lingkungan selama 2 periode berturut-turut. Pokoknya ada urusan gereja yang penting, Maminya pasti dipanggil.
Cecil sampai kadang merasa kasihan kalau melihat Maminya kecapean. Kalau diprotes Maminya biasanya cuma bilang, �Ini semua Mami lakukan untuk Tuhan. Melayani orang lain itu bukan untuk nama Mami pribadi, tapi untuk Tuhan. Menjadi ibu rumah tangga dan mendidik kamu sampai besar pun semata-mata jawaban Mami atas panggilan Tuhan.� Memang kalo dipikir, Maminya ini orang biasa saja, tapi semua hasil tindakannya luar biasa. Energinya seperti tidak ada habis-habisnya. Mungkin karena selalu rajin ke gereja setiap pagi untuk misa, maka Tuhan terasa begitu dekat dengan Maminya, dan kasih Tuhan terpancar dalam hidupnya sehari-hari.
Tapi aktif di gereja bukan berarti Maminya lupa dengan Cecil loh. Cecil jadi inget dulu waktu kelas 3 SMP kena cacar air dan tidak bisa ikut retret, adalah Mami yang nemenin Cecil di rumah dan menyiapkan semua kebutuhannya sampai Cecil sembuh. Sampai besar pun kalau sakit atau badan pegel sehabis pulang kantor, pasti Mami yang gosokin Vicks di badan Cecil. Berpikir tentang Maminya seperti ini membuat hati Cecil hangat dan kangen jadinya.
�Terus menghidangkannya jangan lupa kasih setup brokoli, wortel dan buncis, ya Cil�, demikian Maminya mengingatkan. �Iya Mi�, jawab Cecil. Tut�tut� tiba-tiba terdengar bunyi peringatan di saluran telpon, mengingatkan sebentar lagi pulsa kartu telpon internasionalnya habis. Cecil langsung panik, karena sebetulnya masih banyak yang mau dibicarakan dengan Maminya. �Udah selesai belum nyatetnya Cil?� tanya Maminya. �Udah nih Mi, makasih ya, teman-teman pasti pada suka�, jawab Cecil.
�Ya sudah kalo gitu, kamu mahal bayar telponnya nanti. Hati-hati ya di sana, jangan lupa selalu berdoa�, demikian Maminya berkata, hendak menyudahi pembicaraan telpon yang sudah berlangsung lebih dari 25 menit itu. �Iya��, jawab Cecil lagi. Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu, sesuatu yang penting yang membuat ia menelpon Maminya pada malam hari itu.
�Mih��, panggil Cecil lagi terburu-buru. �Apa lagi Cil?� tanya Maminya dengan sabar. �Cecil sa�� tuuuuutttt�.. ��yang��, hilanglah suaranya ditelan pulsa telponnya yang benar-benar sudah habis. Padahal Cecil masih mau bilang�
Tok�tok�tok� terdengar suara ketukan di pintu kamar tidurnya. �Cil� bangun! Elo nggak kerja? Udah jam setengah delapan lebih nih! Ntar telat loh!� terdengar suara Lina, teman satu apartemennya, membangunkan Cecil dari luar kamar.
Cecil masih bingung, bukankah ia tadi sedang berbicara di telpon dengan Maminya? Dan catatan resep daging gulung yang tadi ditulisnya? Apakah itu semua cuma mimpi? Tadi kan dia bercerita soal Mudika, berkelakar soal Peter? Itu semua kan benar� Tapi pembicaraan telpon dengan Maminya? Apakah itu mimpi?
Perlahan-lahan Cecil sadar, ia bangun dan duduk di tepi tempat tidurnya. Dikatupkannya kedua tangannya, ia membuat tanda salib dan mulai berdoa, �Tuhan, terima kasih atas semua berkat yang kau berikan kepadaku. Terima kasih karena engkau telah memberikan Mami yang begitu sayang padaku dan mendidikku hingga aku dewasa. Terima kasih pula atas terkabulnya doaku, walaupun itu semua hanya bunga tidurku malam tadi. Terimalah Mami di sisi kananMu, ya Bapa. Amin.�
Memang setahun sudah berlalu sejak malam itu. Malam saat kanker rahim dan komplikasinya merenggut Maminya yang telah lelah berjuang selama 3 tahun lebih. Sebulan kemudian Cecil memutuskan untuk meneruskan hidupnya dengan pindah ke Singapore, terlalu sepi rasanya di rumah sendirian tanpa suara dan celoteh Maminya.
Rasa kangen yang tertahan selama ini telah membuat Cecil minta pada Tuhan lewat doa sebelum tidurnya malam kemarin, untuk dapat berbicara lagi dengan Maminya. Begitu banyak hal yang telah terjadi yang ingin dia ceritakan ke Maminya. Ia ingin ngobrol lagi seperti dulu waktu Maminya masih hidup. Dan tepat seperti yang Maminya selalu bilang, bila ia berdoa dengan penuh iman dan Tuhan berkenan, pasti akan dikabulkan. Tuhan telah mengabulkannya, walau lewat mimpi saja.
Pipinya terasa hangat dan matanya berair, tapi Cecil tersenyum sambil menutupkan mata, mengingat semua nasihat Maminya yang selalu dibawanya hingga kini, berjanji dalam hatinya bahwa contoh yang baik dalam diri Maminya akan selalu menjadi pegangan hidupnya. Dalam pikirannya terbayang wajah Maminya yang juga tersenyum membalas senyuman putrinya. Lalu ia ulangi kata-kata yang sempat ia bisikkan di telinga Maminya malam itu, sebelum malaikat Tuhan menjemput Maminya untuk pulang ke rumah Bapa di surga, �Selamat jalan, Mi... Cecil sayang Mami dan sangat bangga jadi anak Mami.�

For my beloved mother,
my best friend and companion,
wishing you were somehow here with me again�

CR


pilar-pilar komunitas kita ditentukan oleh pilihan anda pula!!!!

PEMILU is COMING!

pemilu sebagai wadah aspirasi mudikans segera tiba waktunya. jangan ragu2 untuk mulai aktif terlibat dalam komunitas kita.

INGAT!

partisipasi dan keputusan anda sangat menentukan arah dari gereja kita.


(*) ultah corner. those birthday boys and girls!�
data diurut berdasarkan tanggal ultah, kota kelahiran, dan nama mudikans yg berbahagia. happy birthday! kami turut mendoakan!

03-Dec Jakarta Sharin Tan
04-Dec Pontianak Deasy
08-Dec Purwokerto Elvira
08-Dec Jakarta Eric Sarayar
11-Dec Bandung Don Kamarga
11-Dec Pontianak Ferdy Ferdiant
13-Dec Jakarta Irene Tika Basani
13-Dec Surianto Ely
14-Dec Teluk Betung Grace Widyalestari Rianto
15-Dec Sabang Erni
15-Dec Jakarta Margie
17-Dec Jakarta Natalia
18-Dec Jakarta Herman susilo
18-Dec Jakarta Herman Susilo
19-Dec Semarang Natalia Triani
20-Dec Semarang Renatha B Dharma
21-Dec Lani Setiawati
24-Dec Surabaya Sukmawati/Chen Chen
25-Dec Bandung Kristoporus Indra Hilmanjaya
26-Dec Jakarta Sylvia Setiawan (vivi)
26-Dec Jakarta Vivi
27-Dec Pontianak Aina Taslim
27-Dec Palembang Christina Harun
30-Dec Jakarta Margaretha Shanney Devy Vanessa
31-Dec Bogor Stan

02-Jan Jakarta Hariyanto Tjhin
05-Jan Ujung Pandang Hendra Mardiyo
06-Jan Teluk Betung Aika Yuri Winata
07-Jan Semarang Irma Arsianti
07-Jan Jakarta Reza Andradi
08-Jan Pangkal Pinang Helina Arif
10-Jan Jakarta Vera
12-Jan Kediri Kurniadi
13-Jan San Fransico Francisca Yunita Susanto
15-Jan Sabang Sylvia Lioe
16-Jan Jakarta Carolina Sidharta ( Shanti )
18-Jan Semarang Philip Setiadi
23-Jan Yogyakarta AC Mahendra K Datu
23-Jan Semarang Ervin Arianti Hardiman
23-Jan Ambon Pamela Krisna
27-Jan Jakarta Jenilia Kustono
27-Jan Jakarta Thio Yenny
28-Jan Jakarta Maria Cynthia
29-Jan Malang Joy Wahyudi
30-Jan Medan Grace Debby Suhaedy
31-Jan Ujung Pandang David Thesman
31-Jan Pontianak Helena Tamara
31-Jan Jakarta Jeane Rebecca Hartono


have yourself a merry little christmas....

(#) rutin corner. mudikans schedules and activities
Sie Rohani�
Activitas :
Pendalaman Iman
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-3, pk. 11.00 - 12.00
Tempat : St. Bernadeth (Classroom 4, lantai 3)

Contact person :�
Stephan Onggo: office phone : 8744366)

Sie Koor
Activitas :
Latihan Koor�
Waktu : Setiap hari Jumat, pk. 20.00 - 21.30�
Tempat : Choir Room St Bernadette di lantai 2�

Contact person :�
Yenny (home phone : 7740391)
Kurniawan (HP : 90225589)
Felis (HP : 96544476)

Sie Olahraga
Activitas :
Basket�
Waktu :Setiap hari Sabtu, pk. 08.30 - 12.00 noon�
Tempat : Cairnhill CC, belakang Newton MRT Contact�
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)

Activitas :
Voli�
Waktu : Setiap hari Sabtu Ke-2, 4, pk. 16.00 - 18.00�
Tempat : NIE (National Institute of Education), Bukit Timah Rd�
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)�

Activitas :
Badminton�
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-1, 3, 5, pk. 15.00 - 17.00
Tempat : to be scheduled�
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)�

Activitas :
Tenis�
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, 3, 5, pk. 18.00 - 20.00�
Tempat : Parkview Bukit Batok�
Contact person :�
Hermawan (HP : 93618969)�
Andri (HP : 98465132)�

Konstipasi?
ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika.

Ketua : Robertus Wahendro Adi - [email protected]
Sekretarisnya: Renny -mailto:[email protected]

Sie Keanggotaan :�
Hermanto Moerti - [email protected]
Natalia Triani - [email protected]
Ningsih - [email protected]

Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected]

Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected]

Sie Acara :�
Eveline Satyadi -[email protected]
Selvia Ardianto - [email protected]

Sie Koor : Yenny Thio - [email protected]

Sie Media :�
Hendrik 'Ahin' Salim - [email protected]
Elvina Theresa - [email protected]
Chris - [email protected]

Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected]


pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders.�join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: mailto:ini:[email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. thx banget. anyway i finally realize that nobody's actually reading any of these lines! (alternate page for pojok: http:/www.geocities.com/mudikakkis/bulletin/2001-12/des.htm atau http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-des.htm)


(-) ujung corner. end navigation links
tadi ada berita apa yo? more... (news) test umptn? more... (focus) nyanyi sambil meditasi? more... (jadual)
renungan?more... (leisure) tampangku? more... (faces) bingung? more... (infos)

and i think to myself, what a wonderful world...

bagus kan? yak. makasih....!

let it snow, let it snow, let it snow!

sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!


Back to the Bulletin Index page
Back to the Main Page

Hosted by www.Geocities.ws

1