edisi: september 2001 pojok.
pojok mudika, pojok singapura
e-bulletin mudika kkis
best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya.  for correspondence, please mail to
[email protected] 

(o) viewing corner. what's on and in this month
domba garam? more... (news) gereja kudus? more... (focus) meditasi sambil olahraga? more... (jadual)
trivia?more... (leisure) pin-up mudika? more... (faces) apa ini? more... (infos)

(e) editorial corner. so thus we speak...

Greetings Mudikan,

Salam Damai Mudikan, Kali ini Buletin terbit lagi. Edisi kali ini, kita tidak akan membahas WTC deh…. Soalnya pasti bosen kan udah baca melulu di Koran….. Jadi kita bahas yang lain aja…..

Mudikan bisa menemukan pembahasan mengenai Propeller Cup, Acara perpisahan teman Mudikan kita yang bernama Djoni yang diadakan baik oleh KKIS dan Mudika, Reportase dari PD Efata!, tidak ketinggalan juga Reportase dari ‘Manuk Dadali’.

Jangan lupa … tetep ada loh cerita bersambung yang sempet bikin heboh tentang siapa penulisnya. Oh ya, bulan September ini adalah bulan Kitab Suci

Pada kesempatan ini, Si-Dia mau bilang thank you pada Stephan Onggo untuk tulisannya mengenai Bible Studi dan Di bawah naungan Gereja Roh Kudus. Juga untuk An. dengan renungannya dan satu lagi untuk S.H. yang tidak mau disebutkan namanya karena dia khawatir takut tenar. Dia nulis opini lagi untuk menanggapi tulisan Djoni tentang Mudika yang dimuat di edisi Agustus kemarin.

Demikianlah secara garis besar isi dari edisi kali ini…..

Penasaran..? Langsung aja deh browsing dan selamat membaca ria…..

Salam
Si-dia
(hin ­ El - x)


(?) berita corner. what's news?

Kasih Buat Bawang (19 Agt 01)

Di minggu ke-3 bulan Agustus, Sie Rohani mengadakan acara persekutuan doa, dengan tema "Kasih Buat Bawang".

Acara ini diadakan di St. Bernadette Church, 12 Zion Rd, jam 11:00-13:00 di ruang AV Room 1 & 2. Topik ini dibawakan dengan oleh Tay dan Inggrid sebagai worship leader, dibantu oleh Candy sebagai pemain musik, juga oleh Eka, Hendro dan Elvina sebagai singer.

Dari acara Persekutuan Doa "Kasih buat Bawang" ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa :

Bawang terdiri dari beberapa lapisan yang sebenarnya mewakili diri kita juga.
Lapisan 1 adalah fisik kita (kuat, lemah, rupawan / tidak) yang hanya di permukaan saja.
Lapisan 2 adalah kondisi / status sosial kita (kekayaan, kekuasaan) yang tidak dapat kita miliki sampai selamanya.
Lapisan 3 adalah akal dan kejeniusan manusia yang tidak pantas untuk disombongkan karena ada saatnya juga dimana kita akan mengalami kemunduran.
Lapisan 4 merupakan lapisan yang paling penting untuk kita syukuri dan miliki karena kita diciptakan dari citra-Nya sebagai anak-anak Allah dengan kasih yang besar tanpa dibeda-bedakan.

Melalui "Kasih buat Bawang" ini, diharapkan kita dapat semakin menghargai diri kita sendiri dan tidak merendahkan orang lain sebab kita semua merupakan anak-anak Allah serta patut mensyukuri dan membalas cinta-Nya.
(‘L)


Domba sebagai Garam bagi domba-domba lain

Mungkin sebagian besar mudikan sudah tahu, bahwa teman kita, Djoni, sudah hijrah ke Jakarta, Indonesia untuk meniti karir di sono. Sedih memang kalo denger yang namanya perpisahan. Tapi di mana-mana tuh Manusia boleh berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Kita semua merasakan kehilangan. Kita yakin Djoni pun merasakan hal yang sama pula. Tapi mari kita lihat dari sisi positifnya, mungkin saja Djoni di tempatkan di tempat lain (dalam kasus ini di Indonesia) sebagai "Garam" dan "Terang", di mana kita tahu nih bahwa Teman kita yang satu ini cukup aktif loh di Mudika.

Para Mudikan mengadakan surprise party yang diadakan di tempat Irma. Tapi seperti pepatah di atas: Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Maksud hati ingin memberi kejutan ke Djoni, tapi yang terkejut adalah Anna. Acara diisi dengan makan pizza, kata perpisahan dari Djoni plus kesan dan pesannya. Dan juga acara Pemotongan Kue… (Enak juga loh kuenya…)

Tapi apakah hanya Djoni yang diutus ke tempat lain di luar Singapore? Ternyata dari KKIS, juga ada 2 orang yang juga meninggalkan Singapore yaitu: Tante Meiske dan Keluarga Bp. Dany & Ibu Atik. KKIS juga mengadakan acara perpisahan di Chartswood, tepatnya di rumah Tante Josephine.

Mereka ini nih dikerjain abis2an loh… Yang pria disuruh berpakaian wanita dan yang wanita disuruh dandan jadi pria. Sesudah itu juga disuruh memberikan kata-kata perpisahan. Sesepuh kita (Baca: ALEX) juga turut memberikan opinion dan kesannya mewakili Mudika dan KKIS. Bisa diliat dari foto … gimana tampang Djoni sebagai tante Susan untuk yang ke dua kalinya, he he he. Asyik amat tuh … berpengalaman abis deh jadi tante di Sgp ini.

Memang berat nih… but Life Goes On…. Yang penting adalah kebersamaan di dalam kepercayaan kita. Kita boleh berbeda jarak tapi di zaman yang modern ini nih, Jarak tidak lagi merupakan masalah….. Jadi bisa selalu kontak2 dengan mereka nih…., misl : pake e-mail. Selamat jalan, domba-domba KKIS dan Mudika. Kita semua yakin bahwa kita akan bertemu lagi di masa mendatang. Sampai jumpa lagi…


DADALI ! …. Panggagahna Koncarana (16 Sep 01)

Ayoo masih inget ga sama lagu yang selama 2 minggu harus dihafalin. Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang … Eh … tau ga sih manuk Dadali itu apa ? Inget Dadali, terus terang aza gue jadi pengen pulang, he he he. Eh, kok ngelantur ye… Begini sejarahnya, hari Minggu siang pada tanggal 16 Sep 01, para mudikan kumpul di Bernie untuk pergi ke Gereja Our Lady Star of the Sea. Misa yang diselenggarakan oleh Migrant Workers Commision ini dipimpin oleh uskup terpilih Nicholas Chia (akan diangkat menjadi Archbishop pada tgl 7 Oct 01).
Tentu saja, Koor kita Serafim tidak mau ketinggalan dong.

Jadi, kita pergi bareng-bareng naek 1 bis gede ke Yishun. Waduh, suasananya … serasa seperti di SMA saja yang sedang pergi study tour. Pada waktu Pak Alex menginjakan kakinya ke bis …. Bambang, Andri dan beberapa mudikan lainnya mengucapkan "Selamat siang Pa Guru". Wah ribut banget deh, tapi ya lucu juga, ada yang makan diem-diem di mobil lagi, takut ketauan sang supir.

Oh ya, sebenernya Hendro cocok loh kalo dijadikan KM alias ketua kelas, he he he. Pokoknya kayak anak kecil banget deh. Untung aza kita baek-baek loh, padahal rencananya … tadinya itu bis mau dibajak loh untuk pergi ke Zoo, bukannya untuk ke Yishun. Tapi, anak-anak pada nyadar diri kali. Jadi, sampailah kita di Yishun untuk bercuap-cuap ria. Misa ini dihadiri dari berbagai bangsa yang ada di Singapore ini.

Selain Indonesia, ada juga bangsa India, Filipina, Myanmar, Sri Lanka, Thailand dan masih ada juga bangsa yang lain. Pada kesempatan ini, tante Anna dengan pakaian batiknya yang sangat anggun membawa bendera kita ‘Merah Putih’.

Koor Serafim diberi kesempatan untuk menyanyikan lagu komuni ‘Tuhan Sumber Hidupku’ dengan irama yang mewarnai ciri khas Indonesia. Setelah misa berakhir, diadakan acara ramah tamah … dan tentu saja dengan snack dong.

Dilanjutkan lagi dengan acara performance menyanyikan lagu Sunda ‘Manuk Dadali’. He he he, pake gerakan loh, lenggak lenggok ga karuan sampe-sampe suara 2 nya kemana oi ???? Kelupaan deh tuh, suara 2 nya ketelen, terlalu konsen di tarian kali ya.

Pokoknya, pengen ketawa banget deh gue ngebayanginnya. Apalagi waktu ada adegan yang co teriak "Dadali"…. Hidup DADALI ! NB: the words is really meant to me :o) (‘L)

PD EFATA (15 Sep 01)

Pada hari Sabtu di minggu ke-3, tepatnya tanggal 15 Sep 01, KKIS-Mudika melahirkan sebuah kegiatan baru lagi yang bernama "Persekutuan Doa Efata!"
Sekitar pk. 17.00, ruangan di Main Hall mulai dipenuhi oleh saudara-saudari kita seiman untuk bersama memuji Tuhan. Kegiatan kali ini, lain dengan biasanya.

Pada hari ini, diadakan misa pemberkatan PD Efata! oleh Rm. Ignatius Widodo Kartautama O’Carm. Romo ini lucu sekali … mengaku dirinya mirip salah seorang tokoh pembajak yang akhir2 ini sering dibicarakan (clue : O….).
Cara dia memberikan homili sangat bagus dan membuat kita tidak menjadi bosan mendengarnya.
Di dalam misa pemberkatan ini, digelar juga drama "Ksatria dan Putri" yang diperankan oleh teman-teman kita. Candy sebagai Putri, Lian sebagai Ksatria Susey, Selvia sebagai Keledai, Heru sebagai Naga, Chris (xnique) sebagai Ksatria Baja Hitam dan Fenny sebagai narator. Oh ya, tak lupa juga sang sutradara Hendro yang meramu semuanya dengan rapi. Cerita diawali oleh Sang Putri yang terkurung di dalam puri bersama Naga yang ganas dan bauuuuuuuu.

Kemudian muncul Ksatria Baja Hitam yang bisa berubah dan mempunyai pedang payung. Lucu deh, si Chris yang berpakaian hitam hitam (sampe panas ngeliatnya) terus dipakein sepre sebagai jubahnya … tapi sayangnya KBH tidak dapat menyelamatkan putri karena tidak tahan dengan baunya sang Naga. Akhirnya datanglah Ksatria Susey yang begitu rendah hati dan sabar dengan keledainya yang begitu cerewet (menyaingi sang Putri he he he) untuk membawa Putri keluar dari cengkeraman sang Naga.
Tetapi putri amatlah tinggi hati, dia ingin pangeran lah yang menyelamat kan dia, … yang cakap seperti Keanu Reeves ck ck ck. Lalu datanglah kutukan, putri tiba-tiba berubah wujud menjadi berwajah buruk. Eh tapi, ada sedikit cacat hi hi hi, pada saat Putri berubah menjadi buruk rupa, Candy terbalik memasang topeng sehingga Putri itu menjadi amat sangat buruk rupa dengan mulut ada di atas, he he he, kontan saja penonton grrrrrrrrrrrrrr.

Akhir cerita, putri itu menjadi sadar dan hatinya terbuka. Cinta ksatria Susey, sang penyelamat itu telah membuatnya mengerti, kecantikan yang telah dianugerahkan kepadanya bukanlah menjadi inti dari semuanya. Sebagai catatan kecil dari sang penulis : Cerita ini terinspirasi dari film Shrek, tidak sama persis, dan memang tidak perlu sama persis. Dalam kehidupan kita, seringkali manusia seperti seorang putri dalam cerita di atas.

Diakui ataupun tidak, anugerah-anugerah yang diberikan kepada kita seringkali menjerat kita, menulikan kita, membutakan kita. Anugerah-anugerah itu pun seakan telah menjadi tujuan dari impian-impian kita. Impian-impian yang sebenarnya fana ini bahkan mampu termetamorfosa menjadi patokan-patokan ukuran tingkat kebahagiaan kita. Bukankah seringkali kita mengatakan bahwa ‘si cantik lebih bagus dari si buruk rupa?’, ‘si kaya lebih mempunyai anugerah daripada si miskin?’ Marilah kita merenungkan tentang sebuah tujuan yang utama seperti yang Yesus sendiri katakan "Carilah dahulu kerajaan Allah". Ternyata kerajaan Allah, adalah patokan utamanya.

Efata! Seperti Putri itu yang menemukan kebahagiaan ketika hatinya telah terbuka, maka kita akan mengalami hal yang sama bersama Ksatria Susey manakala hati kita terbuka. Mau mendengarkan, merenungkan dan menghayati apa yang dikatakan Sang Ksatria sejati.Mau menerima cinta sang Ksatria pada diri kita. Susey adalah cerminan Yesus (tolong kata ‘Yesus’ dibaca dari kanan-red). Bukankah kita dan Yesus adalah pasangan kekasih? Ksatria Yesus telah mencintai kita dengan apa adanya, maukah kita terbuka menanggapinya?

Efata! Mari kita memuliakan Dia yang telah menyelamatkan kita, mencintai kita. Begitulah inti dari cerita Putri dan Ksatria yang mau menggambarkan bahwa kita harus mempunyai hati yang terbuka yang mau menerima siapa saja, tidak pandang kaya miskin, tua muda, cantik buruk. Demikian pula PD Efata! ini pun bermaksud demikian, kita akan sangat berbahagia menyambut semua orang untuk bersama2 memuji dan memuliakan Dia. Setelah adegan drama berakhir, pastur memberikan homili dan diadakan pemberkatan pengurus, lalu kita pun menyanyikan lagu kebangsaan EFATA!

Kira-kira pk 19.30 misa berakhir, eh … jangan pulang dulu, ternyata ada yang menyumbang pangsit dan mie, juga puding. Wah, makmur deh makanannya … OK deh, sekian dulu laporan langsung dari pandangan mata. Jangan lupa acara PD selanjutnya tgl 6 Okt 01 di tempat dan waktu yang sama.

EFATA! EFATA! Terbukalah … (‘L)


Propeller Cup (2 Sep 01)

Akhirnya, propeller Cup memasuki babak final tuh, setelah banyak "Korban" berguguran di babak penyisihan. Kalau boleh dicomment nih, pertandingan ini termasuk pertandingan yang paling flexible. Biasanya Pemain mengikuti jadwal pertandingan yang ditentukan panitia. Tapi untuk Propeller, yang terjadi adalah sebaliknya. Ini semua dengan maksud agar mencegah WO (yaitu kalah sebelum bertanding karena tidak dapat hadir).

Jadi para peserta harusnya bersyukur tuh dapet panitia yang begitu pengertian, baik, sabaaaaar sekali (dilihat dari duration pertandingan……hi hi hi).

Pertandingan final Ganda campuran memang cukup menarik untuk dilihat. Di mana para mudikan udah gregetan dan bertepuk tangan saking mendukung favoritnya… Tapi tahukah anda bahwa terjadi insiden SIDAK (Inspeksi Mendadak) dari pihak pengelola Singtel…?

Tiba2 panitia pengurus lapangan disodori daftar Tamu….. Wah memang rese banget deh….. Mungkin karena Anggota Mudika terlalu banyak kali yach… Jadinya langsung dicurigai….. hehe…. Beberapa saran dari editor nih…..

- Dari pertandingan Badminton Putra, terlihat di mana siapa yang kuat, paling lincah, dia yang menang
- Dari pertandingan Ganda Putri. Siapa yang paling kompak dia yang paling OK.
- Dari pertandingan Ganda Campuran. Pemain cowok yang paling sangar dia yang menang.

Jangan lupa juga loh, Pemain cewek juga harus pandai-pandai menghindar karena berada di "Medan Pertempuran". Jadi harus pandai berkelit menghindari bola agar tidak cedera…

Hasil dari pertandingan pada tgl 2 Sep 01: - Pertandingan Ganda Campuran dimenangkan oleh Pasangan Serasi Paul ­ Juwita

pelantikan pd efata

pasukan pd efata!

misa migran, bukan migren

kalo berulang2 gini mulai curiga gue

COMING SOON!

nantikan liputan para dewa mabok ini

nantikan liputannya di pojok oktober


(.) kilasan corner. news in brief

18 Agt Persekutuan Doa "Mengatasi Rasa Jenuh"
19 Agt Persekutuan Doa "Kasih untuk Bawang"

02 Sep Pertandingan Proppeler Cup, semifinal
15 Sep Peresmian Persekutuan Doa Efata
16 Sep Misa Migrant Foreign Worker di Yishun


(!) nanti corner. activities ahead of us!

Sie Rohani

Video Screening ‘The Bible and The Church : Both or Neither’
Hari, Tanggal: Minggu, 30 Sep 01
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 11:00-12:30 Ruang : AV Room, 2nd floor

 

Persekutuan Doa EFATA!
Hari, Tanggal: Sabtu, 6 Oct 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 17:00-19:30
Ruang : Main Hall

Sie Koor

Latihan Koor untuk Pemberkatan Nikah Utk tgl 28 Okt 01 nanti … Lagu-lagunya enak loh

 

 

Sie Olahraga

Pertandingan Voli lawan NTU Hari dan tanggal masih dalam perencanaan Lihat berita selanjutnya di milist Mudika

Segera! Pertandingan tennis oom-tante melawan mudika! Pertandingan akbar ini akan diadakan bulan september atawa oktober...

Sie Acara

Istirahat dulu … kan baru aza ngadain Beach Party, he he he Tunggu deh acara selanjutnya

 


(-) tengah corner. middle navigation links
propeller udah beres?? more... (news) bible study? more... (focus) nyanyi sambil olahraga? more... (jadual)
kutipan mudikans?more... (leisure) siapa ni? more... (faces) konstipasi? more... (infos)

(+) fokus corner. focus of the month

Dibawah Naungan Gereja Kudus

Lihatlah anak-anakku bermain dengan riang di taman, berlari-lari kesana kemari, bersenda gurau dengan hati mereka yang tulus. Hatiku bahagia melihatnya. Namun kulihat pula, beberapa ular berbisa di taman itu, beberapa sumur yang dalam, tak terbilang jumlah ranjau yang tertanam di sana. Hati orang tua manakah yang tak akan kuatir melihat hal ini. Kubuatlah pagar yang kokoh sehingga anak-anakku dapat bermain dengan aman. Ya, pagar itulah yang membedakan. Pada saat membaca kitab suci and menafsirkannya, kita mirip dengan anak-anak yang bermain di taman yang berbahaya tersebut. Kita bisa saja merasa bahagia tanpa merasa adanya bahaya yang dapat menjerumuskan kita dalam kesesatan. Oleh karenanya Yesus telah memberikan kuasa luar biasa kepada Gereja (Mrk 18:17).

Dengan kuasa inilah Magisterium Gereja membangun pagar yang mengamankan kita dari berbagai bahaya rohani. Awalnya Gereja Induk bahkan melarang kita bermain di taman tersebut. Hal ini merupakan tanggapan atas perpecahan gereja-gereja reformasi, Gereja sengaja menjauhkan Kitab Suci dari tangan umat, tetapi Sabda Tuhan tetap diberikan dalam ibadat maupun liturgi dimana umat dapat mendengar Sabda Tuhan beserta tafsir resmi Gereja dari para imam yang memang mempunyai latar belakang teologi dan ilmu tafsir.

Fakta sejarah membuktikan bahwa kebijaksanaan ini mampu meredam perpecahan lebih lanjut dalam Gereja Induk. Sedangkan kebebasan menafsir kitab suci di kalangan gereja-gereja reformasi telah memunculkan lebih dari 25.000 denominasi hanya dalam kurun waktu sekitar 500 tahun. Ironisnya, banyak di antara mereka yang menganut teologi yang bertolak belakang dari ajaran Martin Luther.

Contoh, bab VI dari The Small Cathecism karya Martin Luther (1529) menyatakan bahwa "the Sacrament of the Altar instituted by Christ himself, it is TRUE BODY and BLOOD of our Lord Jesus Christ, under the bread and wine, given to us Christians to eat and to drink". Berapa banyak denominasi gereja reformasi yang masih mengimani ini? Roh Kudus yang senantiasa menyertai Gereja Induk kembali menghembuskan nafas baru ke Gereja Induk. Tindakan menjauhkan Kitab Suci dari umat tidak bisa diterapkan selamanya, sudah saatnya Gereja Induk mengembalikan Kitab Suci ke tangan umat. Sudah saatnya Gereja membiarkan anak-anaknya bermain, namun Gereja harus membangun pagar yang mampu melindungi umat dari bahaya sesat.

Melalui Konsili Vatikan ke-II, Gereja Induk kembali memberikan Kitab Suci kepada umatnya. Oleh sebab itu, sudah saatnya bagi kita untuk menyambut nafas baru ini dengan suka cita dan mulai membaca Sabda Allah secara langsung melalui Kitab Suci dengan tidak melanggar pagar yang telah dirumuskan oleh Gereja Induk, yaitu: ajaran Gereja dan ilmu tafsir Kitab Suci.

Marilah kita mulai mempelajari dasar-dasar ilmu tafsir Kitab Suci, demikian pula ajaran resmi Gereja Induk yang secara indah dirangkum dalam Cathecism of the Catholic Church. Oleh karenanya, selama berada dibalik pagar Gereja Induk, kita tidak perlu takut tersesat dalam mempelajari Kitab Suci.

The dangers are real, but the protections and guidance are just as real. Jeff Cafins: "It was the love and study of the Bible that brought us into the Catholic Church" (Stephan Onggo, 2001)


Ajaran Gereja Mengenai Bible Study

The Church forcefully and specifically exhorts all the Christian faithful … to learn the ‘surpassing knowledge of Jesus Christ’, by frequent reading of the divine Scriptures. Ignorance of the Scriptures is ignorance of Christ. (CCC 133).

Dengan menyambut komuni kudus, kita mengakui persatuan dengan Gereja. Hal ini membawa konskuensi dimana kita wajib mentaati ajaran Gereja, dan salah satu ajaran Gereja adalah kita harus mempelajari Kitab Suci. Gereja bukan hanya menganjurkan, melainkan dengan sekuat tenaga dan secara khusus memerintahkan umat untuk mempelajari Kitab Suci sesering mungkin. Kitab Suci berisi Sabda Allah yang merupakan surat cinta Bapa, sekaligus surat cinta sang mempelai kepada kita. Melalui surat cinta ini, kita bisa merasakan secara nyata betapa kasih Allah kepada kita. Mazmur 119 begitu panjang menceritakan betapa bahagianya orang hidup menurut Kitab Suci, karena Sabda Tuhan itu sempurna, teguh, tepat, murni, benar, dan adil semuanya, bahkan lebih indah dari emas dan lebih manis dari madu (Mzm 19:8-11).

Lebih lanjut Paulus mengatakan bahwa Kitab Suci dapat memberi hikmat kepada kita dan menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Dan segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:14­17).

Kitab Suci juga memberikan penghiburan dan menguatkan harapan kita akan keselamatan yang berasal dari Allah (Rom 15:4). Kitab Suci itu menyegarkan jiwa, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman, menyukakan hati, membuat mata bercahaya (Mzm 19:8-11).

Mempelajari Kitab Suci tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebagai mana kita ketahui, orang Saduki adalah kaum yang mendedikasikan hidupnya dengan mempelajari Kitab Taurat, tapi apa kata Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah" (Mrk 12:24).

Jadi jangan sampai kita menjadi seperti mereka. Lantas, bagaimana cara mempelajari Kitab Suci yang benar? Dalam beberapa ayat, Yesus telah memberikan kuasa kepada para murid antara lain: Mat 18:17-18, dimana dikatakan bahwa jemaat (Gereja) memiliki otoritas atas umat. Paulus mempertegas ajaran ini dengan mengatakan bahwa jemaat Allah yang hidup adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim 3:14­15).

Kuasa ini diturunkan dari para Rasul kepada pengganti mereka yaitu para uskup. Hal ini bisa kita lihat dari banyak bagian dalam Kisah Para Rasul maupun surat-surat Paulus. Misalkan, sebelum berangkat ke Yerusalem, Paulus mengundang para penatua jemaat di Efesus untuk datang ke Miletus, dia berkata kepada mereka: "Kamu tidak akan melihat mukaku lagi … karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah …" (Kis 20:25-31).

Lebih lanjut mengenai tugas penilik tersebut, Paulus mengatakan: "… berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya" (Tit 1:9).

Jadi jelas sekali bahwa para Rasul dan penggantinya ditetapkan secara khusus oleh Roh Kudus untuk menggembalakan umat Allah, termasuk dalam mengajarkan dan menafsirkan Sabda Allah. Apakah ini berarti bahwa umat tidak boleh mempelajari Kitab Suci? Sekali-kali tidak, seperti kita lihat pada kehidupan jemaat di Berea yang menerima firman dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian (Kis 17:11). Namun Petrus menegaskan: "Yang terutama harus kamu ketahui ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri" (2 Ptr 1:20).

Mengapa kita tidak boleh menafsirkan Kitab Suci secara sembarangan? Karena menafsirkan Kitab Suci itu tidak mudah, bahkan banyak pihak yang mempergunakannya untuk kepentingan mereka sendiri. Petrus secara tegas mengatakan hal ini: "… Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila dia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehinga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar balikannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka perbuat dengan tulisan-tulisan yang lain (2 Ptr 3:15­17).

Demikian pula ketika menjumpai sida-sida dari Etiopia yang sedang membaca kitab nabi Yesaya, Filipus bertanya: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Dan sida-sida itu menjawab: "Bagaimana aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" (Kis 8:29­31).

Jadi jelas bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan dan kemurnian hati untuk menafsirkan Sabda Allah. Lebih dari itu, kemampuan mencerna Sabda Allah juga tidak sama bagi semua orang seperti ada tertulis: "Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan" (Ibr 5:11).

Oleh karenanya tugas memberikan penafsirkan Sabda Allah baik yang tertulis maupun dalam bentuk Tradisi Suci hanya dipercayakan kepada Magisterium Gereja, yaitu para uskup sebagai pengganti para rasul dalam persatuannya dengan Petrus, uskup Roma (CCC 85).

Nyata sekali bahwa Tradisi Suci, Kitab Suci, dan Magisterium Gereja merupakan satu kesatuan yang berjalan bersama dibawah bimbingan Roh Kudus yang satu demi keselamatan kita (CCC 95). Oleh karenanya kita sebagai umat sudah sepantasnya untuk melaksanakan ajaran Gereja, antara lain: mengenai mempelajari Kitab Suci, karena seperti sabda Yesus sendiri: "Qui vos audit, me audit; et qui vos spernit, me spernit; qui autem me spernit, spernit eum, qui me misit" (Luk 10:16). (Stephan Onggo, 2001)


(@) tampang corner. mudikans profiles exposed?! 
demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya
pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah).

sanyumnya maut nih!

anak gold fm....

smileeeee

Nama formil : Noviyanti Sugita
Nama manja : Novi
Bintang : Scorpio
Shio : Naga
Asal : Bandung
Hobby : nyanyi, baca 'n shopping
Status : Analyst Programmer di KK Women's and Children's Hospital
SMA : St. Aloysius - Bandung
Universitas & Jurusan : Universitas Katolik Parahyangan, Bandung - Teknik Industri Newcastle University, England - Computing Science
Komentar : Mudika emang TOP !!

Nama formil : Andriato Joewana
Nama manja : Andri
Bintang : Libra
Shio : Crouching Tiger
Asal : Jakarta
Hobby : Main tenis, pingpong, voli, gitar, Internet, dengar musik (70s, 80s, early 90s -- penggemar Gold 90FM, hehehe), nonton & ngikutin perkembangan sepakbola (a die-hard Arsenal fan...)
Status : Research Postgrad di NTU
SMA : St. Theresia, Jakarta
Universitas & Jurusan : UI, Computer Science
Komentar : Hal-hal yang baru gua lakukan setelah gua berada di S'pore, yang sebelumnya jarang banget / hampir nggak pernah gua jalanin waktu masih di Jakarta: - Ikutan choir - Main tenis secara rutin (sudah bertahun-tahun jarang main tenis sebelum cabut ke S'pore) - Main voli - Ngutak-atik Bible (kena "hasut" Seksi Rohani nih...) - Masuk Pojok! ...and many more. Conclusion: Thanks a zillion Mudika!!!!!

Nama formil : Irma Felicia Hardjasatya
Nama manja : Irma
Bintang : Cancer
Shio : Tikus
Asal : Cirebon
Hobby : Sports, nonton, jalan-jalan, makan
Status : Industrial Engineer, Federal Express
SMA: Paya Lebar Methodist Girls' School/Anglo Chinese Junior College
Universitas: Industrial Engineering, Cal Poly Pomona, US


(~) santai corner. tips, jokes, thoughts, and birthdays... and more!

Perjalanan Hidupku (My Biography)

ketika aku masih bernaung di dalam kandungan ibuku...
Saat aku masih berumur 18 - 25 hari, jantungku sudah mulai berdetak...
Umurku mungkin baru 20 hari, tapi, cikal dari seluruh syarafku sudah terbentuk...
Saat aku berumur 42 hari, kerangka tubuhku sudah lengkap, dan aku sudah bisa membuat gerak refleks...
Saat aku berumur 43 hari, kalian sudah bisa merekam gelombang otakku...
Otak dan seluruh sistem tubuhku sudah terbentuk saat aku berusia 8 minggu...
Saat itu pula, jika kau menggelitik hidungku, dengan spontan aku akan menggerakkan kepalaku ke belakang untuk menghindari gelitikanmu itu...
Saat aku berusia 9 sampai 10 minggu, aku sudah bisa menyipitkan mata, menelan, menggerakkan lidahku.

Dan jika kau menyentuh telapak tanganku, aku akan serta merta mengepalkan tanganku...
Kakiku pun sudah terwujud dengan sempurna dan indahnya...
Saat aku berusia 11 sampai 12 minggu, aku sudah mampu mengisap jempolku...
Dan kuku-kuku jariku pun sudah ada...
Seluruh sistem dalam tubuhku sudah berfungsi saat aku berusia 12 minggu.

Saat itu, beratku kira-kira 30 gram, dan panjangku 6 sampai 7.5 sentimeter...
Bulu mataku sudah ada pada saat aku mencapai usia 16 minggu...
Jadi, tak ada alasan untuk mengatakan bahwa aku bukan mahluk bernyawa 'kan ??

(An. … Paraphrased from facts inscribed on bookmarks distributed by Family Life Society)

Laut Galilea dan Laut Mati

Di Palestina ada dua laut. Keduanya sangat berbeda. Yang satu dinamakan Laut Galilea, yaitu sebuah danau yang luas dengan air yang jernih dan bisa di minum. Ikan dan manusia berenang dalam laut tersebut.

Danau itu juga dikelilingi oleh ladang dan kebun hijau. Banyak orang mendirikan rumah di sekitarnya. Laut yang lain dinamakan Laut Mati, dan sungguh_ sesuai dgn namanya. Segala sesuatu yg ada didalamnya mati. Airnya sungguh asin sehingga kita bisa sakit jika meminumnya.

Danau itu tidak ada ikannya dan tidak ada sesuatupun yg sanggup tumbuh di tepiannya. Tak juga ada orang yg ingin tinggal di sekitarnya, sebab baunya sangat tak sedap. Jadi yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa sungai yang mengalir ke keduanya adalah satu sungai.

Trus, apa yang membuatnya kemudian jadi beda? Bedanya, laut yang satu menerima dan memberi (Galilea), sedang laut lainnya menerima dan menyimpannya saja (Laut mati). Sungai Yordan mengalir ke Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar danau itu.

Danau tersebut memanfaatkan air sungai Yordan dan kemudian meneruskannya kepada danau lain yg juga memanfaatkannya. Sungai Yordan kemudian mengalir ke Laut Mati namun tdk pernah keluar lagi.

Laut Mati menyimpan air Sungai Yordan bagi dirinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya mati : hanya menerima dan tidak mau memberi. (… masukan dari Reni)


(^) ngelamun corner. mudikans writings and creations...
redaksi menerima materi dari para pembaca, baik berupa tulisan, karangan, puisi, cerpen, cerbung, kutipan favorit, celetukan, ratapan, tangisan, dll. harap dikirim langsung ke alamat email siepub atau langsung ke orang media (email address dibawah). redaksi berhak mengedit dan menyesuaikan materi dengan seijin pengirim.

opini mudika

Masih ingat edisi Pojok bulan Agustus yang lalu ? Di corner ini terdapat tulisan dari Djoni mengenai opini dia tentang mudika. Nah, pada Pojok September ini … ternyata ada seorang misterius yang ingin menanggapi opini tersebut dan mengemukakan pendapatnya mengenai mudika juga. Siapa dia … tebak deh.

Guys, it’s not easy to cope in … Membaca renungan teman kita Djoni seputar mudika KKIS bulan lau, saya jadi berpikir, benar nggak sih mudika kita ‘tidak ramah’? Benar nggak sih, kalo ada teman baru, kita tidak mengajak mereka untuk gabung? Benar nggak ya, kalo ada teman baru, kita biasanya cuekin aja? Benar nggak ya …?

Ada benarnya dan ada juga salah. Setelah mengamati sekian lama, saya berkesimpulan bahwa sebenarnya mudika kita bukan ‘tidak ramah’ tetapi:
1. kurang aktif.
2. kurang berani.
3. kurang follow-up.

Kalau bukan flatmate, atau teman lama, atau tidak ada kesamaan minat atau latar belakang, rasanya enggan untuk menelepon si A buat ngajakin main tenis, misalnya. ‘Soalnya nggak terlalu kenal sih …’ atau ‘Ah, ntar gua dibilang cari kesempatan buat deketin dia ..’, ‘Ah, paling juga dia nggak mau..’, ‘Emangnya dia anak baru?’ atau banyak lagi alasan.

Tetapi saya ingin katakan, ini sangat normal. Kebanyakan orang akan merasa uncomfortable untuk berbicara atau bergaul dengan seseorang yang baru, kecuali tentu saja orang-orang yang sudah pada dasarnya suka ngomong dan ngobrol seperti teman kita ……, hi hi hi, nggak perlu dikasih contoh kan?

Terus, kok teman-teman dari gereja lain bisa sih dengan gencar dan ramahnya melakukan hal yang menurut kita uncomfortable itu? Alasannya adalah, menurut saya pribadi, karena hal tersebut adalah kewajiban bagi mereka. Adalah kewajiban untuk menarik jiwa-jiwa ke dalam keselamatan Allah. Maka menjadi kewajiban juga untuk mengajak orang-orang baru ke komunitas gereja mereka. Maka ini juga menjadi ciri dan karakter gereja yang ‘agresif’.

Bagaimana dengan kita? Menurut saya lagi, di dalam gereja Katolik umumnya dan mudika kita khususnya, karakter pertama yang saya rasakan adalah ‘sukarela’ ­ tidak ada paksaan, which is fine with me. ‘Eh, mudika kita main basket setiap hari Sabtu lho .. ikutan dong.’. ‘Hmm .. gua lihat dulu deh bisa nggak hari Sabtunya.’.
Stop.
Titik.
Final.
Nggak ada kelanjutannya lagi.

Lu mau datang hari Sabtunya .. syukur .. nggak datang .. ya udah …nggak apa-apa kok. Namanya juga sukarela, nggak ada paksaan. Sekali lagi saya katakan … ini normal … karena bukan kewajiban si mudikan lama untuk membuat si mudikan baru datang di hari Sabtunya buat main basket. Nggak usah ngajak main basket, untuk mengajak ke misa hari Minggu pun rasanya bukan menjadi kewajiban kita kan? (ok, udah topik lain nih).

Jadi, gimana dong? Saya percaya bahwa welcome atau tidak, comfortable atau tidak, tergantung dari kedua pihak, yaitu mudikan lama dan mudikan baru. Mudikan yang sudah lama harus membuat image bahwa untuk masuk ke lingkungan mudika itu mudah kok. Nggak susah! Bisa nggak? Bisa … tentunya dengan sedikit pengorbanan.

Coba kita lihat dua kalimat ini:
1. ‘Eh, teman, mudika kita main tenis lho hari Sabtu ini .. ikutan dong.’.
2. ‘Eh, teman, mudika kita main tenis lho hari Sabtu ini .. mau ikut nggak? Kalo mau, kita bisa pergi bareng .. ketemu di MRT Somerset aja.’

Ajakan pertama, seolah-olah kita hanya mau memberikan informasi saja. Selanjutnya? Terserah anda …. Sang mudikan baru harus ‘berjuang’ sendiri. Tetapi pada kalimat yang kedua, sang mudikan lama mengajak dan seolah-olah memberikan jaminan bahwa sang mudikan baru tidak akan sendiri di sana. Intinya, open your hand, open your heart. Hal sebaliknya, mudikan yang baru harus berjuang sedikit untuk masuk ke lingkungan yang baru. Kamu bisa!

Saat pertama kali datang, tidak bisa berasumsi bahwa pasti akan langsung dapat teman dekat yang bisa ngobrol panjang lebar. Yang ada adalah teman-teman baru yang terbuka dan potensial untuk menjadi teman dekat. Pengalaman pribadi, waktu saya datang pertama kali ke misa bahasa Indonesia, tidak ada tuh yang namanya ngobrol sama mudikan (apalagi mudika waktu itu kan anggotanya masih sedikit sekali). Yang ada hanya mengisi form keanggotaan. Terus makan. Sudah. Cukup. Selesai. Pulang. Terus saya tahu mudika kita punya session bulutangkis (waktu itu masih di Buona Vista). Jangan tanya tahunya dari mana … sudah lupa soalnya.

Saya pergi sendiri ke Buona Vista, hanya kira-kira saja di mana, tidak tahu akan ketemu siapa. Sampai di sana, saya masih ingat ketemu pertama kalinya dengan para mudikan ­ para old cracks ­ Heri, Bambang, Fenny, Reza, Joy, dll. Apa pada saat itu juga saya menjadi ‘the real mudikan’? Kenal semuanya? Jadi benar-benar teman? Tidak. Saya lupa setelah berapa lama akhirnya saya merasa saya adalah ‘the real mudikan’ bukan ‘the last mohican’ (who was fighting alone).

The moral of the story is, you have to go through a process. Friendship is not an instant thing. Guys, it’s not easy to cope in … but you can do it, it’s just need time and a little bit effort from all of us.

Ok, jadi itu the moral of the story, terus, the final encounter adalah bagaimana membuat ‘the process’ itu se-painless mungkin, segampang mungkin. Beberapa hal terlintas di benak saya:
1. Jadikan mudikan baru sebagai pengurus salah satu kegiatan. Ini adalah cara yang cukup efektif tapi penuh dengan unsur paksaan … Resikonya adalah sang mudikan baru akan merasa dipaksa, dikorbankan, dijerumuskan, dan akhirnya malah menjadi pengurus yang kurang bertanggung jawab, males-malesan.
2. Buddy system. Mudikan lama ‘bertanggung jawab’ untuk mengajak mudikan baru untuk ikut aktif di mudika. Atau bagi mudikan baru, make friend with at least one of the existing mudikan.

Caranya? Pilih mudikan lama yang sudah kenal. Atau jadikan mudikan lama sebagai bapak/ibu kos dari sang mudikan baru. Contoh sukses: Felis, Djoni, Heri, dll. Resikonya: mudikan cari tempat baru terus setiap tahun …. Sisi baiknya: bisa menciptakan lapangan kerja baru … buka kos-kosan..

3. Perbanyak acara yang bisa melibatkan anggota mudika yang baru maupun yang lama. Olahraga bareng, jogging bareng, koor bareng (emangnya ada koor sendiri?). Acara bbq at beach saya nilai sangat bagus. Banyak lagi. Resikonya: pengurus mudika agak repot juga …. Bikin acara terus …. Masih banyak lagi hal-hal yang dapat dilakukan, dari yang paling ekstrim sampai yang sangat sederhana.

Dan, sebagai penutup, dengan penuh kerendahan hati, saya hanya mau mengingatkan bahwa semua hal ini adalah tanggung jawab bukan hanya dari pengurus mudika, tetapi dari kita semua, sesama mudikan. So, guys, let’s make our mudika as our second home sweet home! (S.H.)


cerbung mudika

MY EYES (2)

Dia kemudian berdiri dan berjalan ke arah pintu kecil itu, ia buka dan menutup kembali pintu itu secara perlahan setelah ia keluar. Terdengar suara pintu terkunci dari luar. Ah, dia mengunci pintu itu, bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini? Kuputuskan untuk berdiri dan mengamati ruangan dan benda-benda yang ada di dalam ruangan itu. Kukelilingi semua dinding yang membatasi ruangan itu, berharap-harap ada jalan keluar lain dari tempat itu. Tapi sia-sia. Ruangan itu hanya dikelilingi oleh tembok tebal, tidak ada satupun celah atau jendela.

Aku melihat ke langit-langit, sinar yang masuk ternyata berasal dari lubang2 kecil di langit-langit. Air hujan telah membuat langit-langit itu lapuk. Aku pasrah, tidak ada jalan keluar. Kembali aku berjalan ke arah pintu, mengguncang keras pintu itu, tapi pintu itu tak bergeming, kupukul kuat-kuat pintu itu sambil berteriak keras, berusaha menarik perhatian orang yang mungkin kebetulan lewat di daerah itu. Lama aku berteriak dan memukul-mukul pintu, tapi tidak terdengar suara sedikitpun. Aku kehabisan tenaga. Aku menangis, terduduk di depan pintu.

Tuhan, tolong aku. Lama aku menangis. Letih rasanya, akupun tertidur. Ntah berapa lama aku tertidur di depan pintu. Saat aku terbangun, pandanganku langsung tertuju pada lemari di sudut lain ruangan itu, kuputuskan untuk berjalan ke arah lemari itu, dengan cahaya seadanya. Di lemari itu kulihat ada beberapa buku. Buku-buku itu tidak berdebu, seperti sering dibaca atau dibersihkan. Tidak ada yang menarik, hanya ada beberapa buku.

Kuambil salah satu buku. Sambil mencari saklar lampu, kuperhatikan hiasan tembok yang membatasi ruang itu. Banyak cat-cat mengelupas, dan beberapa gambar yang penuh dengan debu, cuma itu. Kutemukan saklar lampu dekat pintu. Setelah lampu di tengah ruangan kunyalakan, aku dapat melihat ruangan itu lebih jelas. Bentuk meja kecil dan kursi di dekatnya, ranjang yang kutiduri, lemari tempat buku-buku. Semuanya terbuat dari kayu, ruangan itu tidak bersih, tapi cukup rapi. Lantainya terbuat dari batu yang disusun. Warna cat di ruangan itu, hijau. Hanya ada satu pintu, satu lemari, satu ranjang, satu meja kecil dan satu kursi.

Dia tinggal sendirian. Kembali aku duduk di ranjang, dan mengamati buku yang ku ambil dari lemari itu. Tidak ada perasaan takut, dan gemetar seperti tadi. Aku mulai membaca halaman demi halaman, sampai akhirnya aku tertidur kembali. Aku terbangun karena suara pintu terbuka. Pintu itu terdengar berat, mungkin karena sudah terlalu tua. Aku langsung terduduk. Ia memandangku terkejut, dan langsung melihat buku yang tergeletak di ranjang. Kemudian perlahan ia masuk, dan mengunci pintu itu kembali. Kekhawatiran melintas dalam pikiranku, kekhawatiran akan reaksinya melihat aku membaca salah satu bukunya.

Begitu dinginkah lelaki ini? Ia hanya memandang tanpa ada sedikitpun perubahan pada raut wajahnya, dan kemudian menaruh beberapa bungkusan di atas meja. Ia membuka satu persatu bungkusan yang ia bawa. 2 buah roti, sebotol susu dan sebuah buku. Lalu ia menuangkan susu dan meletakkan roti itu ke piring di atas meja, kemudian membuka buku dan mulai membaca.

Lalu apa yang harus aku lakukan? Ia tidak terlihat gusar melihatku mengambil salah satu buku dari lemarinya, dan melihat lampu ruangan itu dinyalakan. Tapi anehnya, ia tidak berkata satu katapun. Apa dia bisu? Melihatnya membaca, mendorong aku untuk kembali melanjutkan bacaanku.

Yang terpikir dibenakku, hanya apa yang ia mau dariku. Bila ia ingin uang tebusan, mengapa ia tidak menanyakan nama, alamat di mana aku tinggal. Bila ia ingin melukaiku, mengapa ia tidak melakukannya? Keingintahuan ini yang membuatku berpikir keras. Hampir setengah buku telah kubaca.

Ceritanya menarik, mengenai seorang pria yang jatuh hati pada seorang gadis, tapi ada misteri pembunuhan di daerah tempat mereka tinggal, sudah 2 orang gadis meninggal misterius, beberapa penduduk mengungsi ke rumah kerabat terdekat, tapi ada sebagian penduduk yang memilih tetap tinggal. Seorang detektif telah dipanggil untuk memecahkan misteri itu.

"Lapar?"seru lelaki itu. Kata itu kata pertama yang keluar dari mulutnya. Tak terasa aku berteriak, perpaduan antara ketegangan cerita dari buku yang aku baca, dan mendengar suara yang belum pernah aku dengar.

Dengan ragu aku menjawab,"Ya." Terlalu pelan mungkin, sampai-sampai lelaki tidak bereaksi, dia menatapku, sambil menunggu jawaban.

Aku mengulang jawabanku, sedikit lebih keras. Ia lalu berdiri, memberikan roti dan segelas susu yang telah ia siapkan. Kuambil sebuah roti, dan segelas susu yang ia berikan. Begitu laparnya, sehingga belum sempat kembali ia duduk, roti dan susu yang ia berikan sudah kuhabiskan. Ia tersenyum melihatku begitu lahapnya. Ia mengambil kembali gelas dan piring yang ia berikan, kemudian menuang kembali susu ke gelas yang tadi kugunakan. Ia memakan roti yang ia bawa dan meneguk susu dari gelas yang sama. Mungkin dari penampilannya, ia begitu lusuh, dan kotor, tapi dari cara ia makan dan minum, sepertinya akulah orang yang kotor dan tak berpendidikan. Kuamati cara ia makan dan minum, mungkin ia sadar akan tatapanku, ia balik menatapku. Mata kami bertemu, aku langsung menunduk, dan pura-pura membaca kembali, iapun kembali menikmati roti yang ia bawa.

Setelah lama aku membaca, aku tertidur. Matahari menyinari sedikit ruangan itu, lampu yang kunyalakan sudah dimatikan, kulihat lelaki itu tertidur di meja, dengan tangan menopang kepalanya. Nafas beratnya terdengar lagi. Letih mungkin lelaki ini. Kuperhatikan ia sambil tetap berbaring, dari pakaiannya, bentuk kepala dan rambutnya. Ia tidur menghadap dinding, sehingga tak bisa kulihat raut mukanya. Rambutnya coklat, bajunya masih sama, celana panjang, dengan kaus. Tapi anehnya, walau dari tangannya tercium bau tembakau, sekalipun aku tak pernah melihatnya merokok atau menyalakan rokok. Lama kuperhatikan dia. Tubuhnya bergerak naik turun, sesuai dengan irama nafasnya. Rambutnya mengkilat, menandakan ia jarang mencuci rambutnya. Sepatunya sepatu boot hitam, masih terlihat bagus. Tidak pernah kulihat jelas raut wajahnya, seperti apa bentuk mukanya, selama ini yang aku ingat hanya matanya, coklat dan tajam.

Aku duduk di tepi ranjang, sambil berfikir tindakan apa yang akan aku lakukan. Kulihat sedikit genangan air di lantai, rupanya malam tadi hujan. Aku menengadah ke atas melihat dari mana air itu menetes. Ternyata dari langit-langit ruangan itu. Ada beberapa bagian masih terlihat air menetes. Kudekati lelaki itu, ingin kulihat raut wajahnya. Aku berjalan perlahan mendekati sambil memusatkan pandanganku ke kepalanya. Ia bergerak. Kepalanya yang tadi mengarah ke dinding, sekarang mengarah kepadaku. Langkah kakiku terhenti, kutahan nafasku. Aku tak bergerak, khawatir bila ia terbangun.

Setelah ia menetapkan posisi kepalanya, aku memberanikan diri berjalan mendekatinya. Sekarang aku dapat melihat lebih jelas. Dengan bantuan sedikit cahaya matahari, kuperhatikan setiap bentuk wajahnya. Alisnya tebal, rahangnya lebar, begitu damai wajahnya pada saat ia tidur. Wajahnya tidak begitu menakutkan.

Setelah lama aku mengamati, aku berbalik, hendak kembali berjalan ke ranjangku. Aku berbalik perlahan sekali. Belum beberapa langkah terasa ada sesuatu menyentuh pundakku, aku berteriak dan berlari ke arah ranjang. Begitu kagetnya, sehingga tak sadar aku menginjak tetesan air di lantai. Aku tidak dapat mengendalikan langkahku, aku terjungkal dan kemudian jatuh. Kepalaku terantuk meja, terasa ada cairan hangat mengalir di kepalaku, kepalaku terluka dan mengeluarkan darah. Sambil memegangi kepalaku dan berusaha mengumpulkan tenaga untuk mengetahui apa yang terjadi, tanpa sadar aku sudah ada di pelukannya. Ia mengangkat dan menaruhku ke atas tempat tidur.

Kemudian mengambil secarik kain dan meletakkannya di kepalaku. Ia lalu mengambil kunci dari saku bajunya, membuka pintu, dan berlari keluar. Ia lupa untuk mengunci kembali pintu itu. Inilah saatnya aku melarikan diri, pikirku. Aku berusaha berdiri, tetapi kepalaku terasa berputar, aku terduduk kembali. Kulihat kain yang dari tadi kupegang di kepalaku, cairan merah menutup hampir sebagian kain itu. Hampir pingsan rasanya. Aku berusaha mengumpulkan tenagaku, aku coba berdiri lagi, dan berjalan ke arah pintu. Tinggal selangkah lagi aku mencapai pintu, tiba-tiba pintu terbuka, dan aku terjatuh. Terbangun, kucoba membuka mataku, silau. Cahaya lampu dari ruangan, itu yang pertama kali aku lihat.

Setelah terbiasa dengan cahaya di ruangan itu, aku melihat lelaki itu duduk di samping ranjangku. Kulihat ada sebuah mangkuk berisi air, kupegang kepalaku, kepalaku masih terasa sakit. Tapi sudah dibalut perban. Kulihat dia, dia sedang memegang kain basah di tangan kanannya dan sedang membasuh tanganku. Aku ingin berteriak, tapi sulit sekali rasanya. Kulihat bajuku sudah bukan baju yang sama. Baju yang kupakai seperti baju terusan, berwarna gelap. Apa yang telah ia lakukan terhadapku? Aku mencoba duduk, tapi ia merebahkan aku kembali. Ada banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan, ada tangisan yang ingin kukeluarkan, ditambah sakit kepalaku, aku hanya berusaha bangun dan menjauhkan tangannya setiap ia ingin merebahkan aku kembali. Tenagaku terkuras, badannya terlalu kuat. Aku terbaring, pasrah.

Setelah melihat aku tenang, ia meletakkan mangkuk air ke atas meja dan kembali duduk di samping tempat tidur. Ia merapikan bajuku, dan membelai keningku. Aku bertanya-tanya dalam hati apa yang telah terjadi? Sepertinya ia membaca gelagatku, rasa ingin tahuku. "Tadi malam kau terjatuh, kepalamu terantuk ujung meja, kau pingsan, aku berlari keluar, ke rumah temanku, mengambil perban,"katanya. Aku ingin bertanya mengenai bajuku, belum aku sempat mengeluarkan kata-kata, ia melanjutkan "Darah banyak keluar dari kepalamu, sampai mengenai baju dan badanmu, aku membersihkan badan dan terpaksa mengganti bajumu,"katanya sambil tetap memegang kepalaku. Aku terdiam. Masih ada pertanyaan lain yang terlintas di kepalaku. Apa ia hanya mengganti pakaianku atau masih ada hal lain yang belum ia ceritakan?

Aku tak kuasa bertanya, tak ada sepatah katapun keluar dari mulutku. Kali ini ia tidak melakukan apa-apa, tidak bergerak, hanya memandangku. Ia kembali berjalan ke arah meja, mengambil segelas susu, dan kembali duduk di samping ranjang. Ia membantuku duduk, dengan meraih punggungku dengan tangan kanannya setengah memelukku dan menarik badanku supaya duduk. Kemudian ia membantuku untuk minum. Masih sakit rasanya kepalaku, kemudian ia merebahkan aku kembali. Sempat kulihat matanya. Tak lama kemudian aku tertidur...

-kecilku


(*) ultah corner. those birthday boys and girls! 
data diurut berdasarkan tanggal ultah, kota kelahiran, dan nama mudikans yg berbahagia. happy birthday! kami turut mendoakan!

01-Sep Jakarta Candy Sari
01-Sep Jakarta Silvia Adiwinata
03-Sep Medan Sing Song Razali
06-Sep Jakarta Keith Steven Muljadi
10-Sep Surabaya Enriw Budianto
11-Sep Jakarta Anthony Renditya (Tony)
14-Sep Medan Vimini Yuslida
20-Sep Jakarta Martinus Kosasih
20-Sep Jakarta Renita Sudharta
20-Sep Singapore Sally Ng
20-Sep Jakarta Vikki
22-Sep Pontianak Anmaria Redi Djong
22-Sep Jakarta Crisianto Muliadi
23-Sep Probolinggo BS Stephan Onggo
23-Sep Malang Vinancia Surjadinata
24-Sep Jakarta Dave Tan
24-Sep Kediri Bambang Hermanto
24-Sep Jakarta Cynthia Lestari
25-Sep Medan Christian Erwin Utama
25-Sep Bandung Andry Wijaya

26-Sep Jakarta Winy
26-Sep Pekanbaru Wijaya Kusuma
27-Sep Kediri Iwan Yenanto Lo
27-Sep Riau Verawati
28-Sep Solo Heri Setiabudi (Liem)

28-Sep Astina
28-Sep Jakarta Melisa Trisnadi
28-Sep Banyuwangi Fenny Trisnawati
29-Sep Singkawang Stephen Bong
29-Sep Jakarta Reginald Kuswanto
29-Sep Jakarta Michelle Adriani Kusuma
30-Sep Kediri Corry Turistiowati
30-Sep Pekalongan Willy Hadianto

01-Oct Bandung Imelda Wihardja
01-Oct Solo Robertus A Tjandraputra
02-Oct Jakarta Lisa Widjaya
04-Oct Sukabumi Liana
06-Oct Jakarta Cosmas Dodi Iskandar
08-Oct Surabaya Dave Witjaksono
08-Oct Semarang Ign. Wandi Djoewarto
08-Oct Teddy Aryanto
10-Oct Jakarta Andriato Joewana (Lie)
10-Oct Bandung Johanes David A
12-Oct Bandung Audwin Sunardi
12-Oct Padang Maya
13-Oct Jakarta Andri Himawan
15-Oct Pontianak Florencia V Lupis
16-Oct Ambon Lie Inge Widjaja
16-Oct Jakarta Okky Hendra
16-Oct Kristian Sudjatno
17-Oct Semarang Mariastuti Budidarmodjo
18-Oct Bandung Dona
18-Oct Ujung Pandang Lolita Lewa
19-Oct Malang Robert
19-Oct Bandung Elvina Theresa
20-Oct Jakarta Daniel Setiadi
20-Oct Ujung Pandang Diana Gobeawan
20-Oct Jakarta Sisca
21-Oct Jakarta Nico Kristanto
22-Oct Jakarta Edwin Setijabudi
23-Oct Solo Andi Tjahjadi H
23-Oct Bogor Arief Suriadi
23-Oct Yogyakarta Heru Wibawa
23-Oct Bukittinggi Irenewati Salim
24-Oct Tanjung Karang Iin Hartati Wijaya
24-Oct Surabaya Raphael Kodrata
25-Oct Jakarta Ferdinand Purnomo
28-Oct Ujung Pandang Likke Oktavia Tansil
28-Oct Jakarta Michael Aryo Handoko
28-Oct Medan Triano A Ridjab
29-Oct Jombang Dewi Evyta
30-Oct Jakarta Maria Valenciennes Sylvia Sari Dewi
31-Oct Bandung Ayrien
31-Oct Semarang Irene Haryono


(#) rutin corner. mudikans schedules and activities

Sie Rohani 
Activitas :
Pendalaman Iman
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-3, pk. 11.00 - 12.00
Tempat : St. Bernadeth (Classroom 4, lantai 3)

Activitas : PD EFATA!
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, pk 17.00 ­ 19.00
Tempat : St. Bernadeth (Main Hall)

Contact person : 
Stephan Onggo: office phone : 8744366)

Sie Koor
Activitas :
Latihan Koor 
Waktu : Setiap hari Jumat, pk. 20.00 - 21.30 
Tempat : Choir Room St Bernadette di lantai 2 

Contact person : 
Yenny (home phone : 7740391)
Kurniawan (HP : 90225589)
Felis (HP : 96544476)

Sie Olahraga
Activitas : Basket
Tempat : Lap. Basket St. Bernadeth
Waktu : Setiap hari Sabtu, pk. 09.00-12.00
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)

Activitas :
Voli 
Waktu : Setiap hari Sabtu Ke-2, 4, pk. 16.00 - 18.00 
Tempat : NIE (National Institute of Education), Bukit Timah Rd 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Badminton 
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-1, 3, 5, pk. 15.00 - 17.00
Tempat : to be scheduled 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Tenis 
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, 3, 5, pk. 18.00 - 20.00 
Tempat : Parkview Bukit Batok 
Contact person : 
Hermawan (HP : 93618969) 
Andri (HP : 98465132) 

Konstipasi? ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika.
Ketua : Robertus Wahendro Adi - [email protected]
Sekretarisnya: Renny - [email protected]

Sie Keanggotaan : 
Hermanto Moerti - [email protected]
Natalia Triani - [email protected]
Ningsih - [email protected]

Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected]

Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected]

Sie Acara : 
Eveline Satyadi -[email protected]
Selvia Ardianto - [email protected]

Sie Koor : Yenny Thio - [email protected]

Sie Media : 
Hendrik 'Ahin' Salim - [email protected]
Elvina Theresa - [email protected]
Chris - [email protected]

Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected]


pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders. join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: [email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. among them are: Reni, Stephan Onggo, dan untuk yg rela dicela dan ikut bantuin pojok ini  walau ngga sempet/lupa disebut. thx banget. god bless u! (alternate page for pojok: http://www.geocities.com/mudikakkis/bulletin/2001-09/sep.htm atau http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-sep.htm)


(-) ujung corner. end navigation links
tadi ada berita apa yo? more... (news) test umptn? more... (focus) nyanyi sambil meditasi? more... (jadual)
renungan?more... (leisure) tampangku? more... (faces) bingung? more... (infos)

STOPPRESS! rapat outdoor pertama PARA JAMU.
tampang2 yg menyembunyikan sesuatu

kenang-kenangan rapat di lao pa sat... sekalian latihan serupa tapi tak sama, temukan beberapa perbedaan didua foto ini, sekaligus tebak ada berapa perbedaan: (a). tiga (b) enam (c) delapan. jawaban harap diberikan ke pengurus mudika, pemenangnya akan mendapatkan jabatan di kepengurusan mudika berikut. selamat mecoba!

catatan: kalo ada yg percaya sama hadiah yg disebut diatas, berarti yang bersangkutan kurang sering ngumpul sama mudika....

yang asli yg ini atau yg atas?

sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!


Back to the Bulletin Index page
Back to the Main Page

Hosted by www.Geocities.ws

1