| edisi: september 2001 | pojok. pojok mudika, pojok singapura |
e-bulletin
mudika kkis best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya. for correspondence, please mail to [email protected] |
|
|
||
| (o) viewing corner. what's on and in this month | ||
| domba garam? more... (news) | gereja kudus? more... (focus) | meditasi sambil olahraga? more... (jadual) |
| trivia?more... (leisure) | pin-up mudika? more... (faces) | apa ini? more... (infos) |
|
|
||
| (e) editorial corner. so thus we speak... | |
|
Greetings
Mudikan, Salam Damai Mudikan, Kali ini Buletin terbit lagi. Edisi kali ini, kita tidak akan membahas WTC deh…. Soalnya pasti bosen kan udah baca melulu di Koran….. Jadi kita bahas yang lain aja….. Mudikan bisa menemukan pembahasan mengenai Propeller Cup, Acara perpisahan teman Mudikan kita yang bernama Djoni yang diadakan baik oleh KKIS dan Mudika, Reportase dari PD Efata!, tidak ketinggalan juga Reportase dari ‘Manuk Dadali’. Jangan
lupa … tetep ada loh cerita bersambung yang sempet bikin heboh tentang
siapa penulisnya. Oh ya, bulan September ini adalah bulan Kitab Suci |
Pada kesempatan ini, Si-Dia mau bilang thank you pada Stephan Onggo untuk tulisannya mengenai Bible Studi dan Di bawah naungan Gereja Roh Kudus. Juga untuk An. dengan renungannya dan satu lagi untuk S.H. yang tidak mau disebutkan namanya karena dia khawatir takut tenar. Dia nulis opini lagi untuk menanggapi tulisan Djoni tentang Mudika yang dimuat di edisi Agustus kemarin. Demikianlah secara garis besar isi dari edisi kali ini….. Penasaran..? Langsung aja deh browsing dan selamat membaca ria….. Salam
|



|
COMING SOON!
nantikan liputannya di pojok oktober |
| (.) kilasan corner. news in brief | |
|
18
Agt Persekutuan Doa "Mengatasi Rasa Jenuh" |
02
Sep Pertandingan Proppeler Cup, semifinal |
| (!) nanti corner. activities ahead of us! | |
|
Sie Rohani Video
Screening ‘The Bible and The Church : Both or Neither’
Persekutuan
Doa EFATA! |
Sie Koor Latihan Koor untuk Pemberkatan Nikah Utk tgl 28 Okt 01 nanti … Lagu-lagunya enak loh
|
|
Sie Olahraga Pertandingan Voli lawan NTU Hari dan tanggal masih dalam perencanaan Lihat berita selanjutnya di milist Mudika Segera! Pertandingan tennis oom-tante melawan mudika! Pertandingan akbar ini akan diadakan bulan september atawa oktober... |
Sie Acara Istirahat dulu … kan baru aza ngadain Beach Party, he he he Tunggu deh acara selanjutnya
|
| (-) tengah corner. middle navigation links | ||
| propeller udah beres?? more... (news) | bible study? more... (focus) | nyanyi sambil olahraga? more... (jadual) |
| kutipan mudikans?more... (leisure) | siapa ni? more... (faces) | konstipasi? more... (infos) |
|
|
||
| (+) fokus corner. focus of the month |
|
Dibawah Naungan Gereja Kudus Lihatlah anak-anakku bermain dengan riang di taman, berlari-lari kesana kemari, bersenda gurau dengan hati mereka yang tulus. Hatiku bahagia melihatnya. Namun kulihat pula, beberapa ular berbisa di taman itu, beberapa sumur yang dalam, tak terbilang jumlah ranjau yang tertanam di sana. Hati orang tua manakah yang tak akan kuatir melihat hal ini. Kubuatlah pagar yang kokoh sehingga anak-anakku dapat bermain dengan aman. Ya, pagar itulah yang membedakan. Pada saat membaca kitab suci and menafsirkannya, kita mirip dengan anak-anak yang bermain di taman yang berbahaya tersebut. Kita bisa saja merasa bahagia tanpa merasa adanya bahaya yang dapat menjerumuskan kita dalam kesesatan. Oleh karenanya Yesus telah memberikan kuasa luar biasa kepada Gereja (Mrk 18:17). Dengan kuasa inilah Magisterium Gereja membangun pagar yang mengamankan kita dari berbagai bahaya rohani. Awalnya Gereja Induk bahkan melarang kita bermain di taman tersebut. Hal ini merupakan tanggapan atas perpecahan gereja-gereja reformasi, Gereja sengaja menjauhkan Kitab Suci dari tangan umat, tetapi Sabda Tuhan tetap diberikan dalam ibadat maupun liturgi dimana umat dapat mendengar Sabda Tuhan beserta tafsir resmi Gereja dari para imam yang memang mempunyai latar belakang teologi dan ilmu tafsir. Fakta sejarah membuktikan bahwa kebijaksanaan ini mampu meredam perpecahan lebih lanjut dalam Gereja Induk. Sedangkan kebebasan menafsir kitab suci di kalangan gereja-gereja reformasi telah memunculkan lebih dari 25.000 denominasi hanya dalam kurun waktu sekitar 500 tahun. Ironisnya, banyak di antara mereka yang menganut teologi yang bertolak belakang dari ajaran Martin Luther. Contoh, bab VI dari The Small Cathecism karya Martin Luther (1529) menyatakan bahwa "the Sacrament of the Altar instituted by Christ himself, it is TRUE BODY and BLOOD of our Lord Jesus Christ, under the bread and wine, given to us Christians to eat and to drink". Berapa banyak denominasi gereja reformasi yang masih mengimani ini? Roh Kudus yang senantiasa menyertai Gereja Induk kembali menghembuskan nafas baru ke Gereja Induk. Tindakan menjauhkan Kitab Suci dari umat tidak bisa diterapkan selamanya, sudah saatnya Gereja Induk mengembalikan Kitab Suci ke tangan umat. Sudah saatnya Gereja membiarkan anak-anaknya bermain, namun Gereja harus membangun pagar yang mampu melindungi umat dari bahaya sesat. Melalui Konsili Vatikan ke-II, Gereja Induk kembali memberikan Kitab Suci kepada umatnya. Oleh sebab itu, sudah saatnya bagi kita untuk menyambut nafas baru ini dengan suka cita dan mulai membaca Sabda Allah secara langsung melalui Kitab Suci dengan tidak melanggar pagar yang telah dirumuskan oleh Gereja Induk, yaitu: ajaran Gereja dan ilmu tafsir Kitab Suci. Marilah kita mulai mempelajari dasar-dasar ilmu tafsir Kitab Suci, demikian pula ajaran resmi Gereja Induk yang secara indah dirangkum dalam Cathecism of the Catholic Church. Oleh karenanya, selama berada dibalik pagar Gereja Induk, kita tidak perlu takut tersesat dalam mempelajari Kitab Suci. The dangers are real, but the protections and guidance are just as real. Jeff Cafins: "It was the love and study of the Bible that brought us into the Catholic Church" (Stephan Onggo, 2001) Ajaran Gereja Mengenai Bible Study The Church forcefully and specifically exhorts all the Christian faithful … to learn the ‘surpassing knowledge of Jesus Christ’, by frequent reading of the divine Scriptures. Ignorance of the Scriptures is ignorance of Christ. (CCC 133). Dengan menyambut komuni kudus, kita mengakui persatuan dengan Gereja. Hal ini membawa konskuensi dimana kita wajib mentaati ajaran Gereja, dan salah satu ajaran Gereja adalah kita harus mempelajari Kitab Suci. Gereja bukan hanya menganjurkan, melainkan dengan sekuat tenaga dan secara khusus memerintahkan umat untuk mempelajari Kitab Suci sesering mungkin. Kitab Suci berisi Sabda Allah yang merupakan surat cinta Bapa, sekaligus surat cinta sang mempelai kepada kita. Melalui surat cinta ini, kita bisa merasakan secara nyata betapa kasih Allah kepada kita. Mazmur 119 begitu panjang menceritakan betapa bahagianya orang hidup menurut Kitab Suci, karena Sabda Tuhan itu sempurna, teguh, tepat, murni, benar, dan adil semuanya, bahkan lebih indah dari emas dan lebih manis dari madu (Mzm 19:8-11). Lebih lanjut Paulus mengatakan bahwa Kitab Suci dapat memberi hikmat kepada kita dan menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Dan segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:1417). Kitab Suci juga memberikan penghiburan dan menguatkan harapan kita akan keselamatan yang berasal dari Allah (Rom 15:4). Kitab Suci itu menyegarkan jiwa, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman, menyukakan hati, membuat mata bercahaya (Mzm 19:8-11). Mempelajari Kitab Suci tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebagai mana kita ketahui, orang Saduki adalah kaum yang mendedikasikan hidupnya dengan mempelajari Kitab Taurat, tapi apa kata Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah" (Mrk 12:24). Jadi jangan sampai kita menjadi seperti mereka. Lantas, bagaimana cara mempelajari Kitab Suci yang benar? Dalam beberapa ayat, Yesus telah memberikan kuasa kepada para murid antara lain: Mat 18:17-18, dimana dikatakan bahwa jemaat (Gereja) memiliki otoritas atas umat. Paulus mempertegas ajaran ini dengan mengatakan bahwa jemaat Allah yang hidup adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim 3:1415). Kuasa ini diturunkan dari para Rasul kepada pengganti mereka yaitu para uskup. Hal ini bisa kita lihat dari banyak bagian dalam Kisah Para Rasul maupun surat-surat Paulus. Misalkan, sebelum berangkat ke Yerusalem, Paulus mengundang para penatua jemaat di Efesus untuk datang ke Miletus, dia berkata kepada mereka: "Kamu tidak akan melihat mukaku lagi … karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah …" (Kis 20:25-31). Lebih lanjut mengenai tugas penilik tersebut, Paulus mengatakan: "… berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya" (Tit 1:9). Jadi jelas sekali bahwa para Rasul dan penggantinya ditetapkan secara khusus oleh Roh Kudus untuk menggembalakan umat Allah, termasuk dalam mengajarkan dan menafsirkan Sabda Allah. Apakah ini berarti bahwa umat tidak boleh mempelajari Kitab Suci? Sekali-kali tidak, seperti kita lihat pada kehidupan jemaat di Berea yang menerima firman dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian (Kis 17:11). Namun Petrus menegaskan: "Yang terutama harus kamu ketahui ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri" (2 Ptr 1:20). Mengapa kita tidak boleh menafsirkan Kitab Suci secara sembarangan? Karena menafsirkan Kitab Suci itu tidak mudah, bahkan banyak pihak yang mempergunakannya untuk kepentingan mereka sendiri. Petrus secara tegas mengatakan hal ini: "… Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila dia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehinga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutar balikannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka perbuat dengan tulisan-tulisan yang lain (2 Ptr 3:1517). Demikian pula ketika menjumpai sida-sida dari Etiopia yang sedang membaca kitab nabi Yesaya, Filipus bertanya: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Dan sida-sida itu menjawab: "Bagaimana aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" (Kis 8:2931). Jadi jelas bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan dan kemurnian hati untuk menafsirkan Sabda Allah. Lebih dari itu, kemampuan mencerna Sabda Allah juga tidak sama bagi semua orang seperti ada tertulis: "Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan" (Ibr 5:11). Oleh karenanya tugas memberikan penafsirkan Sabda Allah baik yang tertulis maupun dalam bentuk Tradisi Suci hanya dipercayakan kepada Magisterium Gereja, yaitu para uskup sebagai pengganti para rasul dalam persatuannya dengan Petrus, uskup Roma (CCC 85). Nyata sekali bahwa Tradisi Suci, Kitab Suci, dan Magisterium Gereja merupakan satu kesatuan yang berjalan bersama dibawah bimbingan Roh Kudus yang satu demi keselamatan kita (CCC 95). Oleh karenanya kita sebagai umat sudah sepantasnya untuk melaksanakan ajaran Gereja, antara lain: mengenai mempelajari Kitab Suci, karena seperti sabda Yesus sendiri: "Qui vos audit, me audit; et qui vos spernit, me spernit; qui autem me spernit, spernit eum, qui me misit" (Luk 10:16). (Stephan Onggo, 2001) |
| (@)
tampang corner.
mudikans profiles
exposed?! demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah). |
||
|
|
|
|
|
Nama formil :
Noviyanti Sugita |
Nama
formil : Andriato Joewana |
Nama
formil : Irma Felicia Hardjasatya |
| (#) rutin corner. mudikans schedules and activities | |
|
Sie Rohani Activitas : PD EFATA! Sie Koor |
Sie Olahraga |
| Konstipasi? ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika. | |
| Ketua
: Robertus Wahendro Adi - [email protected] Sekretarisnya: Renny - [email protected] Sie Keanggotaan : Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected] Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected] |
Sie
Acara : Eveline Satyadi -[email protected] Selvia Ardianto - [email protected] Sie Koor : Yenny Thio - [email protected] Sie Media : Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected] |
|
pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders. join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: [email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. among them are: Reni, Stephan Onggo, dan untuk yg rela dicela dan ikut bantuin pojok ini walau ngga sempet/lupa disebut. thx banget. god bless u! (alternate page for pojok: http://www.geocities.com/mudikakkis/bulletin/2001-09/sep.htm atau http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-sep.htm) |
| (-) ujung corner. end navigation links | ||
| tadi ada berita apa yo? more... (news) | test umptn? more... (focus) | nyanyi sambil meditasi? more... (jadual) |
| renungan?more... (leisure) | tampangku? more... (faces) | bingung? more... (infos) |
|
|
||
|
STOPPRESS!
rapat outdoor pertama
PARA JAMU. |
|
kenang-kenangan rapat di lao pa sat... sekalian latihan serupa tapi tak sama, temukan beberapa perbedaan didua foto ini, sekaligus tebak ada berapa perbedaan: (a). tiga (b) enam (c) delapan. jawaban harap diberikan ke pengurus mudika, pemenangnya akan mendapatkan jabatan di kepengurusan mudika berikut. selamat mecoba! catatan: kalo ada yg percaya sama hadiah yg disebut diatas, berarti yang bersangkutan kurang sering ngumpul sama mudika.... |
![]() |
sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!