#19
September 2000 Edition
Tim Redaksi:
Robertus Wahendro Adi, Ganny Tombokan, Stefanus Djoni
  
Sekapur Sirih
Halo teman-teman,
Selamat berjumpa dalam e-bulletin edisi ini. Sebuah kebahagiaan bagi kami untuk bisa menerbitkan kembali e-bulletin bulan ini.

Kali ini kita akan mengulas tentang pengenalan diri. Di dalamnya ada sebuah uraian tentang kelompok PRH (Personnalite et Relations Humaines), sebuah sekolah tentang Penelitian dan Pedagogi Pertumbuhan dan Perkembangan Pribadi Manusia. Ulasan itu juga bercerita tentang pengalaman dari teman kita yang telah mengikuti workshop-nya bersama Romo Sing, seorang animator PRH, yang sempat singgah di Singapura beberapa waktu lalu. Juga beliau akan kembali ke Singapura dan mengadakan workshop lagi sekitar bulan Nopember nanti.

Ulasan itu juga dilengkapi dengan artikel �Siapa Saya?�, yang mencoba memberikan suatu gambaran akan seorang �diri� dan pentingnya pengenalannya agar kita bisa berkembang menjadi manusia yang berpribadi utuh.

Ditampilkan pula tulisan tentang teladan sosok yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, Mother Theresa dari Kalkuta, yang mengajak kita untuk bisa menghargai manusia selayaknya sebagai manusia, sekalipun manusia itu telah dihilangkan martabat kemanusiaannya oleh orang lain (yang miskin, papa, �hina�, tertindas, dll.), seperti yang telah diajarkan oleh Yesus Tuhan kita.

Juga tak lupa tulisan tentang kilas balik mudika, dan tips untuk menghindari mailbox full serta yang ultah-ultah di bulan Oktober nanti.

Pokoknya, selamat membaca deh....

(Redaksi)
 




MENU
*
Sekapur Sirih
Kilasan Info 
Utama: Mother Theresa
Siapa Saya?
Kilas Balik
Jangan Lupa
Serba-serbi
Yang Segera Tambah Umur

*

 

Kilasan Info

Seminar PRH 
bersama Romo Sing
(13-21 Juli 2000)

�Bila kita menemukan diri� maka kita menemukan daya hidup di dalamnya� dan kita menjadi inovator dari gaya hidup yang baru� � Andre Rochais, pendiri PRH

Apa itu PRH?

PRH adalah singkatan dari Personnalite et Relations Humaines; bisa ditebak, idem dengan Personality and Human Relation. PRH adalah sekolah tentang Penelitian dan Pedagogi Pertumbuhan dan Perkembangan Pribadi manusia.

Sejarah PRH

Pendirinya memang seorang Romo Prancis tulen, yang bernama Andre Rochais. Andre ini adalah seorang pengajar, yang melalui pengalamannya dari tahun 1960, menemukan pedagogi yang mengajak seseorang berproses hingga ia terbantu menumbuhkembangkan pribadinya, mencapai dewasa dan lebih kreatif untuk membangun masyarakat baru yang lebih manusiawi.

Walaupun sudah ada dari tahun 1970, PRH tidak pernah ketinggalan jaman. Kok bisa? Iya, soalnya edukatornya, atau yang disebut animator PRH, mempunyai lisensi khusus yang harus diperbaharui setiap 3 tahun, dengan mengikuti program-program PRH lanjutan untuk diri sendiri setiap tahunnya, sehingga kelayakan profesionalnya terjamin.

Bersama Romo Sing

Albert Tan Thiam Sing, demikianlah nama beliau. Tampangnya teduh, figur seorang ayah yang welas asih, walaupun beliau belum (tidak) mempunyai anak ^_^ Hari pertama bertemu dengan Romo Sing, saya sudah memutuskan untuk mengikuti sesi-sesi PRH secara lengkap padahal belum pernah mendengar tentang PRH sebelumnya.

PRH dimulai dengan pertanyaan �siapa saya?�, pertanyaan klise tetapi selalu susah dijawab. PRH memandu kita untuk mengakrabi diri sendiri melalui PAP-PAPnya (PAP = Pedoman untuk Analisa Pribadi). Dari PAP-PAP ini kita menganalisa bagaimana kita mengenal diri sendiri, apa gambaran diri kita, aspek positif dan negatifnya, pendapat orang lain, pengaruh mereka dalam pertumbuhan kita. Lebih dalam lagi PAP akan mengajak kita mengenal hakekat diri kita. Dan dalam pedagoginya, PRH selalu mengajak kita untuk kembali mempertanyakan apakah perasaan dan tindakan tubuh kita sejalan dengan hakekat diri kita.

PRH mengajak setiap peserta untuk menggali diri dengan menulis renungannya, kemudian sharing dengan jujur dan terbuka. Tentu saja terserah pribadi itu sendiri kalo ada beberapa point yang tidak ingin dikemukakan. Dan di antara peserta PRH sendiri sudah ada kesepakatan untuk tidak membicarakan sharing selama sesi di luar.

Bagi yang merasa dirinya tertutup dan gak bisa sharing, jangan kuatir, tidak pernah ada paksaan, malah biasanya orang-orang yang gak pernah sharing mengagetkan dengan sharing-sharing mereka yang dalam. Atmosfirnya memang tercipta untuk saling membagi pengalaman dan perasaan. Selain itu kita juga diberi sarana mini individuil yang memberikan dasar-dasar untuk mengerjakan PAP secara metodis, merenung, menuangkan isi renungan, membaca kembali observasi-observasi kita, dan membagikan renungan kita.

Last but not least, kesuksesan sesi-sesi PRH terutama tergantung dari kemauan untuk mengenal diri sendiri, keterbukaan terhadap realitas batin, kerinduan akan kebenaran diri dan kerendahan hati di hadapan diri sendiri dan orang lain.

Apa aja yang ditawarkan PRH?

PRH menawarkan paket-paket:

  • Pemantapan diri: Siapa saya, Mengarahkan hidupku, Mengenali diri melalui tubuh, Latihan analisa PRH, Merawat perkembanganku.
  • Relasi antar manusia: Hidup afektifku, relasi afektifku, aku dan tubuhku, relasi menolong secara PRH.
  • Tema kehidupan spiritual: Aku mencari Allah, Mengikuti hati nuraniku.
  • Tema kehidupan berkeluarga: Menemukan pasangan hidupku, Hidup berpasangan, Membantu anak bertumbuh kembang.
  • dan yang terakhir, cocok buat kalangan eksekutif mudika, Kehidupan dalam kelompok dan dunia usaha: Hidupku dalam kelompok, Hidupku dalam dunia usaha, Kegiatanku yang hakiki.
Sebelum mengikuti paket-paket PRH yang lain, paket Siapa Saya adalah paket dasar yang wajib diikuti.

Mo ikutan PRH?

Romo Sing bakal datang lagi ke S'pore tanggal 17 - 22 Nov dan memberikan sesi PRH Siapa saya di KKIS. Bagi yang berminat buruan daftar ke Erni, karena tempatnya sangat terbatas (1 kelas maksimum 15 orang).

(e)
 

<menu>
 

 

Utama


Mother Theresa



"Tempat kakimu berpijak adalah diantara orang-orang miskin, paling rendah dan paling terbuang." (Rabindranath Tagore) 


                Ketika itu hari panas terik, bersuhu 38 derajat celcius. Debu beterbangan. Tercium bau anyir dari sungai kering yang penuh timbunan sampah dan kotoran manusia. Di sebuah sudut, di tepi jembatan Howrah, yaitu salah satu daerah termiskin dan terkumuh di kota Kalkuta, tampaklah seorang wanita kulit putih berbusana sari, dengan pinggiran warna biru yang amat sederhana. Wanita itu berlutut dan membungkuk memberi minum kepada seorang laki-laki Bengali penderita kusta.

                Laki-laki itu belum tua benar, tetapi kelihatan tua karena menderita. Tubuhnya tinggal kulit membalut tulang, ditutupi pakaian kotor compang-camping. Bagian tubuhnya yang terbuka, penuh luka bernanah, berulat, dan berbau busuk amat menyengat. Wajahnya kotor tengadah, matanya berbinar tatkala meneguk air minum yang diberikan oleh wanita tadi. Telah berhari-hari ia mendambakan minum air minum ! Namun ketika ia memperoleh air minum tersebut, mulut dan tenggorokannya telah kering dan sukar meneguknya. Dengan sabar dan ramah wanita itu memberikan kesejukan kepada laki-laki itu dengan membantunya memberikan air minum, dan juga memberikan kehangatan dengan topangan tangannya yang memeluk erat dan pancaran sinar matanya yang penuh kasih.

                Semua pemandangan ini terjadi di tempat yang penuh manusia, namun mereka tidak menghiraukannya sama sekali. Mereka tidak peduli dan tidak mau tahu. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tanpa rasa takut ditulari, atau pakaiannya akan menjadi kotor ternoda darah dan nanah dari luka si penderita kusta tadi, wanita itu membawa laki-laki sekarat itu ke Nirmal Hriday (Wanita Hati Nan Murni / Tender Heart - Home for dying destitutes).

                Di tempat itulah, wanita itu merawat si laki-laki Bengali selama tiga hari, yang akhirnya meninggal dalam pelukannya. Laki-laki itu meninggal dengan dipenuhi kedamaian. Wajahnya dihiasi senyuman bahagia karena pada titik terakhir menjelang ajalnya, ia diperlakukan penuh kasih, dihargai seperti layaknya seorang manusia.

                Perlakuan manis menjelang ajal itu dapat menghapus semua trauma penderitaannya. Kata-kata perpisahan yang sempat terlontar dari mulut laki-laki itu: "Terima kasih Ibu Teresa !"

                Ibu Teresa berpendapat bahwa Allah telah menyamakan dirinya dengan mereka yang lapar, sakit, telanjang dan miskin. Lapar bukan hanya karena tidak makan melainkan lapar akan cinta kasih, lapar akan perhatian, untuk menjadi seseorang yang berguna dan berarti bagi orang lain. Telanjang bukan hanya karena tidak mengenakan atau tidak mempunyai pakaian, melainkan telanjang tanpa kasih. Miskin bukan hanya karena tidak mempunyai rumah, melainkan miskin karena tak punya teman. Maukah kita saling mencintai, seperti Allah mencintai kita ?

                Yesus bersabda, "Cintailah satu sama lain, seperti Aku telah mencintaimu." "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kau lakukan untuk salah seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."
(Matius 25:40).

Sumber: http://www.pondokrenungan.com

<menu>


Siapa Saya?

Pertanyaan yang klise (pinjam istilahnya Erni). Sekilas pertanyaan ini gampang sekali dijawab. Namun ketika saya mencoba mendalaminya, ternyata tidak cukuplah terjawab dengan penyebutan nama dan segala sifat-sifat yang nampak dalam tingkah laku sehari-hari.

Ketika terbangun pagi-pagi melihat ke cermin, saya bertanya pada bayangan itu, siapakah kamu? �Aku Hendro� dan ketika bertanya sekali lagi, �Bagaimana jika orangtua menamaimu yang lain, Aryo misalnya, apakah kamu akan berbeda?� jawabnya �Tidak� Juga jika semisal namaku diganti Tirto, Bejo, Robert, Bebet dan sebagainya, aku adalah tetap aku, saya tetap saya.

Saya adalah orang yang baik, begitu kata teman saya. Tapi ada saat yang lain saya juga dibilang jahat / nakal oleh orang yang sama. Pun saya bisa sebagai pemarah atau peramah. Di kos-kosan saya adalah teman, di kampus saya adalah mahasiswa, di rumah saya adalah anak. Ketika di kampus saya bersama orang tua bertemu dosen dan teman-teman, saya sebagai apa? Berbeda-beda tentunya: bisa anak, bisa mahasiswa, bisa teman. Tetapi apakah sang �aku/saya� ini berbeda? Jawabnya, tidak. Dalam kesadaran diri ini, saya tidak berubah. Dari semasa kecil dulu, remaja, dan hingga saat ini sifat, perasaan, pemikiran dan peran saya bisa saja berubah, juga fisik saya berubah, tetapi �saya� itu tetap sama. Saya bisa memakai �baju� yang berbeda-beda, namun �saya� tidak pernah berganti dengan �saya� yang lain.

Lalu siapakah �saya� ini sebenarnya? Berbagai ahli psikoanalisis memberikan istilah yang berbeda-beda untuk �saya� ini, tetapi tetap dalam suatu unsur pengertian yang kurang lebih sama, yaitu suatu kehakikian yang ada dalam diri manusia. Unsur itu tidak berubah dan unik, ada dalam lingkup terdalam diri manusia.

'Saya' adalah suatu bentuk realitas diri yang sebenarnya, disebut juga Hakekat Diri (pinjam istilahnya PRH). Hakekat diri merupakan anugerah bagi kita. Unsur ini adalah unsur yang terberi dan baik adanya. Namun sering pemunculannya terkamuflase oleh unsur-unsur lain (perasaan, tubuh, pemikiran) sehingga tidak nampak dan sering juga pemunculan itu bukan merupakan hasil dari pancaran-pancarannya. Bahkan hakekat diri ini seringkali terpendam dan tidak diberi kesempatan untuk memunculkan dirinya. Pernahkah teman-teman bereaksi atas sesuatu hal kemudian menyadari bahwa itu sebenarnya bukan berasal dari dalam diri sendiri? Saat itulah sebenarnya kita mengalami disintegrasi diri, keterpisahan unsur-unsur yang ada di dalam diri. Orang yang kurang mengenal diri, akan sering mengalami ini dan akan berakibat pada terjadinya kekosongan dan disorientasi hidup.

Pengenalan akan hakekat diri ini amatlah penting dalam proses pengembangan diri. Jelas, karena yang menjadi obyek sekaligus subyek dalam pengembangan diri itu adalah diri sendiri. Ibarat membangun sebuah gedung, pengenalan diri adalah fondasinya. Dari fondasi itulah kita mulai membangun tembok, tiang, pintu, jendela dan atapnya. Dengan itu pula kita mengetahui seberapa tinggi gedung yang sudah dan bisa kita bangun, dan darimana kita musti mulai membangun. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa jangan sampai kita asyik membangun kemudian tiba-tiba runtuh karena fondasinya yang kurang kuat atau karena kita membangun pada posisi yang salah.

�Saya sudah mengenal diri saya,� ungkapan yang sering dikatakan orang. Pendapat saya pribadi, ini bisa jadi sebuah ungkapan ketidakpedulian terhadap diri sendiri atau tidak adanya kemauan untuk mengembangkan diri atau malah suatu ungkapan kesombongan diri. Mengapa? Pengenalan diri sebenarnya bukanlah permasalahan �sudah� atau �belum� tetapi proses secara terus menerus. Proses penggalian dan pengakraban dengan diri sendiri. Seperti sebuah gergaji yang harus diasah supaya menjadi tajam, juga demikianlah pengenalan diri ini. Observasi-observasi senantiasa dilakukan, dan semakin kita mengenal diri, semakin kita menjadi rendah hati.

Hakekat diri ini pada dasarnya positif. Pada tingkat ini, kita akan semakin menyadari identitas diri kita yang unik sedemikian hingga terjawablah pertanyaan �siapa saya�. Tidak hanya berhenti sampai di situ melainkan akan semakin juga menyadari tentang tujuan hidup kita yang hakiki, penemuan-penemuan akan kedamaian dan cinta. Dari situlah kita beranjak dan bersikap dalam berelasi dengan orang lain. Pengenalan diri semakin membuat manusia hidup dalam kepenuhan, semakin membuat manusia menjadi pribadi yang hakiki, menghayati pribadi sebagai sebuah citra Ilahi.

(�ndro)
 

<menu>
 

 
 

Kilas Balik


Koor: A Capella
Rutin tiap Jumat, jam 7.45 pm

�Give thanks with the grateful heart..... Give thanks to the Holy One.... Give thanks...�
suara merdu a capella melantun dari Choir Room, Parish Center, gereja St. Bernadette Jumat malam lalu. Begitu masuk..... ee.... ternyata itu suara dari sebuah tape recorder........ kirain.... hehehe......

Emang sih, akhir-akhir ini mudikans sedang giat berlatih a capella di bawah asuhan maestro kita, Dicky. Agak-agak susah juga sih, tantangan buat mudikans...... sangking semangatnya sampai ada yang tenggorokan jadi serak-serak......(jadi bagus kan? Serak-serak basah...hehehe)

Alhasil lagu-lagu biasa jadi serasa gampang. Buktinya Tuhan Kasihanilah Kami, Kemuliaan, Kudus, Anak Domba Allah bisa dibabat habis dalam sekali latihan.

Gebrakan lain lagi, mudikans bakal ngadain misa �unplug�. Keren gak? Musik utamanya gitar dengan dibacking piano serta kecek-an (basa indonya apa ya.. ).

BRAVO KOOR MUDIKA........giat berlatih dan tetap semangat......


Oleh-oleh dari Roma
Minggu, 3 September 2000

Beruntung kita-kita kedatangan teman-teman yang baik yang mau membagikan pengalaman mereka sewaktu ikut World Youth Day di Roma, Italia. Banyak pengalaman mengesankan yang diceritakan oleh Rika, Yovita dan Edo. Bertemu dengan para muda-mudi seiman di seluruh dunia memang peristiwa yang langka. Rika, Yovita dan Edo membagikan perasaan mereka yang tambah semangat dan rasa kebersatuan dengan umat Katolik. �Tidak terceritakan�, begitulah kira-kira ungkapan untuk menggambarkan betapa pengalaman itu sungguh luar biasa.

World Youth Day tidak hanya sebuah tempat pertemuan, tetapi juga untuk berziarah ke tempat-tempat suci. �Roma adalah pusat agama Katolik� begitu Edo bercerita. �Di sana kita bisa mengetahui sejarah perkembangan Gereja Katolik dari awal hingga saat ini. Ada juga hasil-hasil karya seni tinggi.�

Selain mendengar cerita, kita-kita juga sharing tentang pesan-pesan Bapa Suci kepada kaum muda. Bapa Suci ternyata cukup memberi perhatian kepada kita, kaum muda. Bahkan seperti yang diceritakan Edo, Bapa suci sempat bilang bahwa ketika beliau ada di tengah-tengah para muda, beliau serasa menjadi muda kembali. Maksudnya adalah mempunyai semangat yang menggebu-gebu, semangat untuk terus maju dan berkembang dalam mewartakan Injil dan Kasih kepada umat manusia.

Tidak lupa juga, Rika dan Yovita mengajarkan lagu Jubilee 2000 bersama dengan gerakan-gerakannya. Top banget deh...... lagunya bagus dan gerakannya oke juga. Tapi yang lebih penting adalah isi lagunya bagus sekali. Kalau pengen tahu syairnya, bisa dilihat di e-bulletin edisi Juli 2000 yang lalu.

Untuk selanjutnya..... bagi yang pengen ikutan World Youth Day mendatang, mendingan nabung deh, biar nggak nyesel....... rencananya sih di Toronto, Kanada. Tunggu kabar-kabar berikutnya dari mudika, pasti ada deh...... sukur-sukur kalo ada bantuan dana..... hehehe


Minggu yummy bersama Moerti
Minggu, 10 September 2000

Nyam....nyammm...nyammm........rupanya mulut ini nggak mau berhenti deh mengunyah, sambil badan tidak boleh lebih jauh dari jangkauan tangan meraih ke....... (apa hayoo..?)

Siapa coba yang tidak tergoda oleh rasa lezat martabak bikinan Moerti itu. Seperti biasa setelah misa bahasa Indo, selalu ada ramah-tamah. Dan waktu itu giliran mudika yang musti mempersiapkan masakannya. Nah..... Moerti mulai mengeluarkan senjata andalannya berupa wajan, sotil dan berbagai peralatan dapur rumahnya. Bersama pasukannya dia membantai habis kentang, telur, bawang dan bala-balanya menjadi santapan nan aduhai. Diam-diam mudikans ini penuh dengan koki-koki andalan rupanya.
Kapan dong masak-masak lagi...... lidah dan perut daku sudah menanti lho..... hehehehe


Pertandingan Persahabatan Antar Gereja Berbahasa Indonesia
di Singapura

Sabtu, 16 September 2000


Reportase dari lapangan olah raga NIE tampaknya sudah diwakili oleh ucapan terima kasih dari Bung Heri selaku Koordinator Kegiatan Olahraga Mudika di bawah ini. Peserta yang ikut pertandingan persabatan ini terdiri dari beberapa gereja, di antaranya Mudika KKIS (Katolik), Orchard Presbyterian Church, HKBP, MRI, GDPI, Bethany, dsb.

Ya udah simak terus.... dan jangan lupa tetap olah raga biar badan sehat..... ingat pesan leluhur kita, Mens sana in corpore sano........ citius, altius, fortius.

-----------------------------------------------------------------------------
Hi mudikans,

Terima kasih banyak ya atas partisipasinya dalam memeriahkan pertandingan
persahabatan tadi sepanjang siang sampai malam. Tahu deh kalian-kalian
pastinya padha banyak kesibukan dan  kegiatan lain, tapi nyatanya masih
tetap setia mendukung tim kita. Bagi para pemain: Reza, Bambang, Arief,
Eddy, Hendrik, Hanny, Cynthia, Paul, Elsa, Mimi, Djoni, Evelyne, Reza,
Susanti, Hendro, Grace, Erni ama Philip yang udah nyumbangin tenaga untuk
main many thanks deh..... Juga tak terbilang terima kasih buat para
supporter yang telah memeriahkan acara ini tadi dari awal sampai akhir,
makasih buaaaaaanyyyaaaakkkkkk yeeeee.... Pada tau nggak tadi kita terima
piala untuk 2 cabang lho, 1 untuk ganda putri juara 1, dan 1 lagi buat
ganda putra juara 3. Tapi yang sungguh mengesankan bagi gua tadi tim volley
kita nih. Mohon maaf sebesar-besarnya kalo sebelon main ini nggak pernah
diadain lathan sama sekali, sungguh dadakan sekali tadi kita, tapi kita
telah menunjukkan permainan yang mengesankan ampir aja ngalahin tim yang
mana rutin latihan seminggu sekali. Bayangin kalo kita juga latihan,
he..he.... Thanks buat Djoni yang telah mati-matian main ampe korban celana
ya Djon ya, he..he.. Sorry juga kalo kita kurang persiapan untuk P3K-nya.
Thanks banget deh buat para mudikan semua, walau apapun hasilnya kita telah
menunjukkan kekompakan.
Makasih juga buat Reza selaku sie acara buat bantuannya selama persiapan
menjelang pertandingan. Tanpa elo kayaknya persiapannya nggak mungkin
berjalan dengan lancar deh, juga buat pengurus-pengurus lainnya.
Mohon maaf juga kalo ade sale-sale kate ato tindakan baik pada saat
persiapan maupun pertandingan ye, maklum agak-agak grogi nih baruan,
he..he...

Gitu dulu aja deh. Sekali lagi thanks banget ya.... Salam OR dan tetap
semangat.

Sie OR
Mudika KKIS
------------------------------------------------------------------------------

Doa Untuk Maluku
Minggu, 17 September 2000 

Derita saudara-saudara kita di Ambon tentu telah kita dengar dan baca di beberapa media. Terenyuh, sedih, marah, kecewa dan penyesalan semua bermuara di kedalaman hati. Namun, bagaimana cara menyalurkan dan mewujudkan keprihatinan kita, kembali terbentur pada jarak, waktu dan kesibukan kita sehari-hari.

Lama menunggu, akhirnya Kurniawan merelakan waktu pendalaman iman untuk diisi dengan keprihatinan dalam berdoa bersama bagi saudara-saudara kita di Maluku. Hari minggu ini, puluhan mudikans (juga ada Om Adi, tante Agnes) menyisihkan waktunya untuk melihat penderitaan para korban penderitaan perseteruan di negara kita.

Lebih dari hanya prihatin atas penderitaan mereka, wujud dari kepedulian mudikans itu dituangkan dengan aksi matiraga yaitu berpuasa selama 6 jam dan berdoa (berantai); juga mengumpulkan dana untuk disumbangkan ke Maluku.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga 7 Oktober, dan dalam pertemuan berikutnya, yaitu pada tanggal 8 Oktober akan dievaluasi lagi keberhasilan aksi ini....

Semoga Tuhan memberikan kedamaian bagi negeri kita, semoga Tuhan menenteramkan hati yang galau, semoga Tuhan menyejukkan jiwa yang membara.

We are sailing, we are sailing
home again, �cross the sea...
We are sailing stormy waters
to be near You, to be free...
Oh Lord, to be near You, to be free...

(Rod Stewart)
 

Acara Penting Mendatang
Minggu, 8, 15, dan 29 Oktober 2000

Mudika akan mengadakan acara tentang tulis menulis bulan Oktober nanti. Diadakan di Parish Center, Church of St. Bernadette. Acara ini terutama untuk mengembangkan potensi mudikans, khususnya dalam bidang tulis menulis. Kita mengundang seorang penulis sekaligus jurnalis yang sudah berpengalaman, Ignatius Haryanto.
Tunggu kabar-kabar selanjutnya


<menu>
 

 
 
Jangan Lupa:

Jangan lupa ......... Legio Maria
Jam 11.00 tiap minggu ke-2 dan ke-4
Jam 15.00 tiap minggu ke-1,3 dan 5
Tempat: Classroom 4, Parish Centre Level 3, Church of St. Bernadette.
Selengkapnya hubungi
Sunny <[email protected]>

Jangan lupa................Line Dance
Tiap hari Selasa, minggu ke-1, 3 dan 5 jam 19:30.
tempatnya di Parish Hall, Church of St. Bernadette.
Selengkapnya hubungi
Djoni <[email protected]>

 (Sie Acara) 

Jangan lupa............................mudika ada pendalaman iman.
Tiap hari minggu ke-1, 3 dan ke-5 setiap bulan.
Tempatnya di Church of St. Bernadette, jam 11:00

selengkapnya hubungi Kurniawan <[email protected]>
(Sie Rohani)

Jangan Lupa .......................tiap hari Jumat ada koor.
Tempatnya di Choir Room, Parish Centre Level 2, Church of St. Bernadette, jamnya 19:30.
Kalo bingung, bisa nanya Reni <[email protected]>
(Sie Koor)

Jangan Lupa ........................olahraga biar badan tetap fit dan sehat.
Ada tennis tiap Sabtu ke-2 dan 4, jam 17:00 - 20:00.
Ada badminton tiap Minggu ke-1, 3 dan 5 jam 15:00.
Ada basket tiap Sabtu ke-1, 3 dan 5 jam 08:00.
jangan lupa juga hubungi Heri <[email protected]>
biar nggak tersesat dan ketinggalan bus.
(Sie OR )

Jangan Lupa ..........................mudika selalu asyik kegiatannya.
Termasuk yang udah lewat, mau tau ????
Klik aja di sini:
http://members.xoom.com/mudikakkis/news/index.htm
 

<menu>

 

 
Serba-serbi

Tips: Mengatur Penerimaan E-mail di Mailing List Mudika

Adowwww....mailbox gua penuh !!!!
pernah nggak mengalami ini?

Mailing list (milis) mudika semakin lama semakin ramai. Email-email yang masuk semakin lama semakin membludak. Nah, kalau sudah lama nggak bisa ngecek imel, lagi berlibur ke Europe misalnya, pasti deh mailbox kita jadi full.

Bagaimana cara mengatasi ini, sementara masih pengen tetep mengikuti kabar-kabar mudika?
Gampang. Milis mudika, yang sekarang nebeng di egroups (awas, ini bukan iklan lho), mempunyai fasilitas-fasilitas untuk me-manage penerimaan email kita sendiri.
Fasilitas-fasilitasnya yaitu:

  1. Individual emails: Fasilitas ini akan membuat kita secara langsung menerima email begitu ada email yang masuk ke milis. Jadi sifatnya real time gitu.
  2. Daily digest: Kalo yang ini, kita akan menerima email secara reguler, setiap hari satu email, di mana email itu berisi 'summary' atas email-email yang masuk pada hari itu.
  3. No mail/Web Only: Sedangkan yang ini kita tidak akan menerima email sama sekali, tetapi kita masih bisa melihat-lihat isi milis dengan masuk ke website egroups.
  4. Unsubscribe: Nah kalo  yang ini mending jangan deh, soalnya bakalan e-mail address temen-temen out dari milis. Kalo sudah out, sama sekali kita nggak bisa kongkow-kongkow di milis.

Fasilitas-fasilitas itu bisa kita dapatkan dengan mengeset mode kita sendiri di website www.egroups.com, setelah lebih dahulu login. Bagaimana caranya login dan dapat account di egroups? Tenang, di situ ada petunjuknya, jadi nggak usah bingung. Gampang kok, seperti kalo kita daftar account di web yang menyediakan email-email address gratis kayak Yahoo! atau Hotmail.

Setelah login, ubah mode pada kolom *Delivery Options* sesuai dengan kebutuhan. Kalau teman-teman pergi jauh, yang lebih cocok tentunya mode 2 atau 3. Kemudian tekan tombol *Save Change* supaya perubahannya dapat langsung berlaku.
Jangan lupa logout kalau sudah selesai.
Gampang kan.....?

Jadi, baik itu saat pulang kampung maupun pergi tugas, tidak ada masalah lagi dengan isi mailbox.
OK segitu dulu tipsnya.
Selamat mencoba.
 

<menu>
 

 


Yang Segera Tambah Umur

01-Oct Robertus Armada Tjandraputra
02-Oct Lisa Widjaya
04-Oct Liana
06-Oct Cosmas Dodi Iskandar
08-Oct Teddy Aryanto
08-Oct Dave Witjaksono
08-Oct Ign. Wandi Djoewarto
10-Oct Andriato Joewana
12-Oct Audwin Sunardi
12-Oct Maya
13-Oct Andri Himawan
15-Oct Florencia V Lupis
16-Oct Lie Inge Widjaja
18-Oct Dona
17-Oct Mariastuti Budidarmodjo
18-Oct Lolita Lewa
19-Oct Robert
20-Oct Daniel Setiadi
20-Oct Diana Gobeawan
20-Oct Sisca
21-Oct Nico Kristanto
23-Oct Arief Suriadi
23-Oct Heru Wibawa
24-Oct Iin Hartati Wijaya
24-Oct Raphael Kodrata
28-Oct Likke Oktavia Tansil
28-Oct Michael Aryo Handoko
29-Oct Dewi Evyta
30-Oct Maria V Sylvia Sari Dewi
31-Oct Ayrien
31-Oct Irene Haryono

Happy Birthday to you!!

<menu>




Any question and suggestion??
E-mail [email protected]

Back to Bulletin Index
Back to Main Page


©Mudika-KKIS 1998-2000. All rights reserved.

Hosted by www.Geocities.ws

1