#17
July 2000 Edition 
Tim Redaksi:
Robertus Wahendro Adi, Ganny Tombokan, Stefanus Djoni, Heru Wibawa
  
Sekapur Sirih
Dalam sejarah panjang kehidupan, manusia sering diibaratkan melakukan sebuah perjalanan. Ia sebagai musafir yang berjalan dan mencari jalannya mencapai suatu tujuan yang sejati. Dalam suatu perjalanan itulah ditemui banyak hal yang sangat mempengaruhi perkembangan peradabannya.

Sebagai makhluk yang memiliki kecerdasan, ia berkembang dan terus berkembang hingga saat ini. Dari masyarakat yang primitif menuju masyarakat modern dan terus ke post modern. Aneka ragam perubahan paradigma terjadi selama proses itu.

Yang jelas pada masa kini, penggunaan 'mata intelegensia' sangat cenderung dominan. Bahkan penghayatan akan Tuhan dan kekuasaan-Nya pun sudah dirambah dengan ilmu pengetahuan pikiran. Kalo dulu penciptaan makhluk hidup adalah hanya wewenang Tuhan, tapi saat ini ketika kecerdasan manusia sudah bisa mengetahui seluk beluk gen-gen dsb., hal-hal seperti itu sangatlah mungkin dilakukan oleh manusia.

Namun sebenarnya masih banyak hal lain yang terlalu halus untuk disaring oleh mata pikiran manusia ataupun diamati dengan alat-alat ukur logika matematika. Dalam hal ini para sarjana dan filsuf hanya bisa diam karena semakin mereka tahu semakin mereka menyadari akan banyak hal yang tidak mereka mengerti.

Untuk itulah pada penerbitan kali ini, e-buletin mengajak segenap pembaca untuk semakin menyadari akan pentingnya kerendahan hati namun toh tidak pernah berhenti untuk mencari dan terus mencari misteri-misteri kehidupan; hal yang akan semakin mendekatkan kita pada Sang Khalik, Sang Pemberi yang telah menganugerahkan banyak hal kepada kita.

Akhirnya redaksi mengucapkan selamat membaca dan menikmati.
 

(Redaksi)
 



MENU
*
Sekapur Sirih
Kilasan Info 
Utama: Kehidupan di Jaman Modern
Di Antara Bintang Gemintang
Kilas Balik
Jangan Lupa
Serba-serbi
Yang Segera Tambah Umur

*

 
Kilasan Info


Para Bapa Gereja dan Para Doktor Gereja
 

Para Bapa Gereja adalah para teolog-teolog dan penulis dari delapan abad pertama yang
memiliki kesucian dan pemahaman iman yang sangat menonjol. Mereka merupakan
saksi-saksi utama atas kepercayaan dan ajaran-ajaran Gereja Katolik. Mereka secara satu
suara dalam menerima doktrin-doktrin sebagai inspirasi Ilahi sehingga hal ini dianggap
sebagai bukti bahwa doktrin-doktrin tersebut diterima secara universal oleh Gereja Katolik,
sejalan dengan Tradisi Apostolik (Rasuli) dan Kitab Suci. Mereka juga satu suara dalam
menolak doktrin-doktrin yang dianggap sebagai menyeleweng (heretik). Meski demikian, tidak berarti tulisan-tulisan mereka sendiri bebas dari kesalahan dari segala aspek.

Yang terbesar di antara para Bapa Gereja ini adalah Santo Ambrosius, Santo Agustinus, Santo Jeremia, dan Paus Santo Gregorius Agung dari wilayah Barat; Santo Yohanes Crisostomus, Santo Basilus Agung, Santo Gregorius dari Nazianzen dan Santo Athanasius, semuanya dari wilayah Timur.

Para Doktor Gereja adalah penulis-penulis Gereja yang memiliki pemahaman iman dan
kesucian yang sangat menonjol. Mereka diberikan gelar doktor karena manfaat-manfaat besar yang didapat oleh Gereja dari hasil karya mereka. Meskipun demikian, tulisan-tulisan mereka juga tidak berarti bebas dari kesalahan dari segala aspeknya.

Santo Ambrosius (340-397)

Dilahirkan di Trier, Jerman. Menjabat Uskup Milan dari tahun 374-397. Beliau merupakan
salah satu penentang pembangkangan Arianisme di wilayah Barat. Homili-homilinya dan
tulisan-tulisan lainnya, menyangkut iman, Roh Kudus, Inkarnasi, sakramen-sakramen dan
topik-topik lainnya, bersifat pastoral dan praktis. Beliau membawa pengaruh bagi
perkembangan suatu liturgi di Milan yang diberi nama sesuai namanya: Ambrosius. Beliau
adalah Bapa dan sekaligus Doktor Gereja. Pesta perayaan: 7 Desember.

Santo Agustinus (354-430)

Lahir di Tagaste, Afrika Utara. Menjabat sebagai Uskup Hippo tahun 395-430 setelah bertobat dari paham Manichaeisme. Karya-karyanya termasuk autobiografi dirinya dan Pengakuan mistiskal, Kota Tuhan, ajaran Trinitas, rahmat, pasal-pasal Alkitab dan doktrin-doktrin yang dipertanyakan dan disangkal oleh penganut Manichaeisme, Pelagianisme dan Donatisme. Beliau membawa pengaruh yang besar dan terus hingga kini terhadap teologi Kristiani dan filosofi. Beliau juga adalah Bapa dan sekaligus Doktor Gereja. Digelari sebagai Doktor Rahmat-Karunia. Pesta perayaan: 28 Agustus.

Santo Yeremia (343-420)

Lahir di Stridon, Dalmatia. Beliau menterjemahkan Kitab-kitab Perjanjian Lama dari bahasa
Ibrani ke dalam bahasa Latin dan merevisi translasi Latin Perjanjian Baru dan menghasilkan
Alkitab versi Vulgate. Beliau juga menulis komentar Alkitab dan ajaran-ajaran dalam hal-hal
yang kontroversial. Dianggap sebagai Bapa dan Doktor Gereja dari abad ke delapan. Digelari sebagai Bapa Ilmu Alkitab. Dipestakan tanggal 30 September.

Paus Santo Gregorius Agung I (540-604)

Lahir di Roma. Menjabat sebagai Paus dari tahun 590-604. Beliau menulis banyak komentari kitab suci, suatu kompendium teologis dalam buku Morals yang didasarkan atas kitab Ayub, Dialog menyangkut hidup para orang kudus, imortalitas roh, kematian, api penyucian, surga dan neraka, dan 14 buku surat-surat. Beliau menguatkan supremasi Sri Paus dan menetapkan posisi Paus vis-a-vis kaisar. Dia mengerjakan reformasi kaum imam dan kehidupan membiara dan penetapan selibat imam. Bapa dan Doktor Gereja. Pesta perayaan: 3 September.

Santo Yohanes Chrisostomus (347-407)

Lahir di Antiokia, Asia Kecil. Menjabat sebagai Uskup Agung Konstantinopel tahun 398-407. Beliau menulis homili-homili, komentari kitab suci dan surat-surat yang membawa pengaruh besar dan juga ajaran-ajaran klasik menyangkut keimaman. Diproklamasikan sebagai doktor pada Konsili Chalcedon pada tahun 451. Disebut sebagai yang terbesar dari para Bapa Yunani. Dinamakan santo pelindung para pewarta iman pada tahun 1909. Digelari sebagai "Si Mulut Emas" karena keluwesannya dalam berbicara. 
Dipestakan tanggal 13 September.

Santo Basilus Agung (329-379)

Lahir di Kaisarea, Kapadokia, Asia Kecil. Menjabat sebagai Uskup Kaisarea tahun 370-379.  Beliau menulis tiga buku Contra Eunomium, yaitu untuk membantah penyelewengan Arianisme. Beliau juga menulis ajaran tentang Roh Kudus, banyak homili-homili dan banyak aturan-aturan bagi hidup membiara, yang mana ia membawa banyak pengaruh. Beliau adalah Bapa dan Doktor Gereja. Digelari sebagai Bapa Monastisisme (hidup membiara) di wilayah Timur. Pesta perayaan tanggal 2 Januari.

Santo Gregorius Nazianzen (330-390)

Lahir di Arianzus, Kapadokia, Asia Kecil. Menjabat sebagai Uskup Konstantinopel tahun
381-390). Beliau adalah penentang yang sangat gigih terhadap paham Arianisme. Selain lima
ceramah teologis tentang Kredo Nikea dan Trinitas yang mana paling dikenal darinya, beliau
juga menulis surat-surat dan puisi-puisi. Bapa dan Doktor Gereja. Digelari sebagai
Demosthenes Kristen karena keluwesan berbicaranya dan bagi Gereja Timur, sebagai Sang
Teolog. Pesta perayaan: 2 Januari.

Santo Athanasius (297-373)

Lahir di Alexandria (Iskandariah, Mesir). Menjabat sebagai Uskup Alexandria tahun 328-373). Turut berpartisipasi dalam Konsili Nikea I sewaktu masih menjabat sebagai diakon. Beliau adalah penentang yang sangat dominan terhadap paham Arianisme. Dia menuliskan bantahan-bantahannya terhadap Arianisme dalam tulisan "Apologi terhadap kaum Arian", "Ceramah melawan Arianisme" maupun karya-karya lainnya. Salah satu Bapa dan sekaligus Doktor Gereja. Digelari Bapa Ortodoksi. Pesta perayaan 2 Mei.

sumber: http://www.gerejakatolik.net/

<menu>

 
 
Utama


Kehidupan di Jaman Modern


Sekarang ini kita hidup di jaman yang sangat berbeda dengan adanya revolusi di bagian teknologi. Kita-kita ini sangat beruntung dapat menyaksikan segala kemajuan dan perubahan jaman. Tetapi kadang-kadang kemajuan teknologi, terutama di bidang life sciences, membuat kecemasan batin dalam menyadari kehidupan kita.

Satu abad yang lalu rumah dengan televisi berwarna dan telepon sudah dianggap rumah masa depan. Belum terdengar kata-kata seperti 'computer', 'notebook', 'interactive TV', 'Internet', dan 'digital camera'. Lain halnya dengan jaman sekarang; kata-kata tersebut sangat lumrah dan anak kecil berumur belasan tahun pun sudah mengerti kata-kata di atas.

Di TV channel TCS 5 kita bisa menyaksikan reklame dari City Development Limited (CDL) di Singapura yang menayangkan iklan konsep rumah untuk masa modern. Di dalam iklan ini ditayangkan kemajuan teknologi yang sebelumnya hanya dapat dilihat di film-film fiksi. Sang suami pulang ke rumah dan membuka pintu sambil berkata "Honey, I am home", dan tidak ada yang menjawab. Sang suami pergi ke ruangan yang memiliki interactive TV dan mengecek message. Di situ sang istri telah menuliskan "Honey, we are barbecuing", dan sang suami melihat di interactive TV tersebut, keluarganya yang sedang ber-barbecue.

Kemajuan teknologi memberikan keyamanan bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap generasi mengalami pengalamannya masing-masing di jaman mereka. Keberhasilan ini adalah salah satu keberhasilan dari akal budi manusia. Bravo untuk mereka-mereka yang menemukan dan menghabiskan waktu untuk mempermudah dan membuat nyaman kehidupan manusia.

Di lain pihak penemuan-penemuan menyangkut gen-gen sangat menguatirkan dalam menyadari berapa jauh kita akan terus manambah kemajuan teknologi. Kira-kira 3 tahun yang lalu seekor domba yang bernama Dolly sangat terkenal karena ia bisa dikatakan 'buatan' manusia. Di tahun itu ABC News Nightline menyimpulkan jajak pendapat di AS bahwa sebagian besar masyarakat AS menolak usaha meng-clone manusia, dan usaha seperti itu harus dilarang [1]. "Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan terhadap 519 orang dewasa yang diminta pendapatnya, 87 persen menginginkan usaha meng-clone manusia dilarang. 82 persen menilai meng-clone manusia melanggar moral, dan 93 persen tidak ingin dirinya di-clone [1]." Bagaimana dengan 7 persen yang tersisa?

Tiga tahun sudah berlalu, berita-berita mengenai cloning sudah mereda. Tetapi ini bukan menandakan bahwa kemajuan teknologi di bagian ini berhenti. Banyak penelitian baru yang dilakukan. Sekarang para peneliti meng-clone tiga domba kecil dengan gen tertentu yang sudah dirancang [2].

Tiga tahun lalu memang teknologi cloning masih sangat dipertanyakan efek sampingnya. Dan peniliti-peneliti terus melangsungkan eksperimen-eksperimen untuk memenuhi satu 'life-cycle'. Di Jepang, kambing yang di-clone telah berhasil melahirkan anak kambing [3]. Yang menguatirkan adalah jika jajak pendapat untuk meng-clone manusia berubah dengan alasan, misalnya, bahwa keuntungan meng-clone lebih banyak dibandingkan dengan kerugian-kerugian yang mungkin terjadi. Apakah yang akan terjadi berikutnya, pada masa tersebut?

(Ganny Tombokan)

1. Larang Usaha Meng-cloning Manusia, 27 Januari 1997 – Kompas Cyber Media
http://www.kompas.com/9702/26/iptek/lara.htm

2. Scientists Create Designer LifeStock – June 29, ABCNEWS.COM
Associated Press
http://more.abcnews.go.com/sections/science/dailynews/ genetarget000629.html

3. A Cloned Cow Gives birth in Japan – July 10, 2000, ABCNEWS.COM - ABCNEWS Radio correspondent Linda Albin, ABCNEWS.com’s Amanda Onion and The Associated Press contributed to this report 
http://abcnews.go.com/wire/World/ap20000710_563.html




Di Antara Bintang Gemintang

Suatu malam aku memandang langit yang gelap. Bulannya sabit hanya sedikit awan putih dan bintang gemintang di atas sana. Indah sekali, kerdip-kerdip bintang itu seolah-olah menari-nari di sekitar keanggunan dewi bulan yang diam tersenyum. Juga kelembutan awan seperti memberikan belaian halus melalui angin semilir bagai tangan-tangan sang dewi yang menumbuhkan kedamaian. 

Aku bertanya pada diriku sendiri, ada apa di balik langit sana? Milyaran bintang itu mengumpul menjadi galaksi-galaksi. Galaksi-galaksi menempati ruang mahaluas yang entah berapa jauh batasnya. Terus dan terus anganku melayang pada kemahaluasan langit sana yang berjari-jari milyaran tahun cahaya. Angkasa gelap, dingin, seram........

Pikiranku beralih kepada bumi ini, yang hanyalah titik debu di antara sekian milyar bintang. Planet indah biru terlihat dari angkasa raya. Yang satu-satunya planet di antara planet-planet lain yang memberi kehidupan dan menjadi surga bagi manusia. Bumi termasuk bulan dan matahari ada di dalam keanggotaan galaksi Bima Sakti (bagus sekali namanya). Berputar secara teratur bersama 8 planet lainnya mengelilingi matahari, sebuah bintang yang selalu terbit indah di timur dan terbenam sendu di barat. Bintang yang suka bersinar terik di negeri singapur ini sebenarnya masih termasuk yang kecil dan 'tidak panas' dibandingkan bintang-bintang lain. Juga ia yang telah berusia 5 milyar tahun itu adalah masih dalam golongan pendatang baru di gugusan Bima Sakti ini yang sudah berumur 10 milyar tahun. Sebelum kemudian sang surya ini mengembang menjadi berdiameter 25 kali lipat setelah 5 milyar tahun kemudian, lalu menyusut dan padam, dan waktu itu bumi bersama planet-planet tata surya lain sudah gosong terbakar hangus. Kiamat? Ya... mungkin saja itu terjadi. Ooo.. tidak, ternyata bukan hanya matahari, bintang-bintang yang lain pun akan mengalami hal serupa: lahir, bersinar, lalu kehabisan bahan bakar.

Aku bertanya, sampai di manakah bangsa manusia pada waktu itu, pada saat matahari mengembang dan menghanguskan semuanya? Ataukah ia sudah menciptakan teknologi canggih sehingga ia bisa pergi ke planet lain? Galaksi terdekat adalah Andromeda, hmm, rasanya tidak mungkin karena itu membutuhkan waktu 2 juta tahun perjalanan, itu pun kalau manusia sudah bisa menciptakan roket yang berkecepatan cahaya. Oh sebentar, adakah kiranya di galaksi lain sebuah planet yang sangat indah seperti bumiku tercinta ini? Yang punya matahari dan bulan yang begitu pasnya menyinarinya, memberikan kualitas cuaca sedemikian hingga cocok sekali untuk tumbuhnya pepohonan dan makhluk hidup lain? Juga dengan udara segar dan pantai-pantai nan cantik?

Ataukah sebelum saat itu, manusia sudah hancur musnah sebelum termusnahkan? hancur karena ulah mereka sendiri? Saling memusnahkan? Ataukah suatu saat nuklir-nuklir itu akan berhasil meretakkan kerak-kerak dan membelah bumi? Mungkinkah Sang Biru ini akan menangis sendu kesepian ditinggal manusia-manusia yang membunuh diri mereka sendiri?

Aku kembali kepada kediaman. Tidak terbayangkan. Dan mencoba bertanya pada diri sendiri akan keberadaan seorang manusia di bumi ini. Malam semakin larut, bintang masih bercahaya, dan alam terus bertanya, "Siapakah kau adanya, manusia?"

Keberadaan manusia masih sangat-sangat muda dibandingkan kelahiran alam semesta. Yang kata para ilmuwan merupakan hasil terakhir dari proses evolusi makhluk hidup di bumi. Entah benar atau tidak, tapi nyata-nyatanya memang kalangan manusia sering menyebut dirinya makhluk yang paling sempurna, ya sempurna, yang secara implisit adalah yang sudah mencapai paling akhir perkembangannya.

Sempurna? Sebentar, sempurna dalam hal apa? Mengapa makhluk yang paling sempurna, makhluk yang paling cerdas bijak, homo sapiens, punya otak dan 'hati', justru polah tingkahnya sering menjadi makhluk tanpa otak dan berjalan tanpa 'hati', tidak berpikir dan tidak merasa, bodoh dan sadis? Begitukah sikap semestinya makhluk cerdas bijak?

Tapi memang patut diakui juga bahwa ia, sang makhluk yang disebut manusia itu telah mencapai banyak ‘keberhasilan’ dalam menguak tabir misteri alam semesta. Terutama sekali semenjak perkembangan 500 tahun terakhir ini. Melalui Copernicus dan Galileo Galilei, manusia sudah bisa mengerti bahwa bukan bumi yang didiaminya yang menjadi pusat semesta. Meskipun penguakan misteri itu memakan korban di mana dia, manusia, harus menerima pil pahit dan membuang jauh-jauh anggapan-anggapan lama yang salah yang sudah terlanjur mendarah daging. Pun manusia juga harus kembali menyadari bahwa misteri-misteri alam tidaklah sedikit. Pelan-pelan ia harus dengan rendah hati mau menerima ketidakmengertiannya. Tokoh-tokoh seperti Newton dan Einstein adalah contoh-contoh lain yang mencoba menguak kemisterian semesta ini dan dengan rendah hati mengakui tentang ketidakmengertiannya tentang realitas alam yang mahaluas.

Dalam keseharian, manusia sering menggunakan pancaindra untuk melihat suatu realitas alam. Aku menyadarinya. Bunga-bunga di taman yang cantik warna-warni, harum wangi melati, sedap makanan, desir halus angin bertiup dsb. Benarkah apa yang ‘terlihat’ itu adalah sebenar-benarnya realitas? Benarkah warna bunga matahari yang kuning itu benar-benar berwarna kuning?

Bukan, ternyata bukan. Dan terpaksa aku harus melihat lebih jauh lagi menggunakan mata yang lain, yaitu mata intelegensia. Bunga matahari itu berwarna kuning karena dia memantulkan cahaya kuning ke mataku. Ooo... nggak juga, bukan hanya cahaya kuning, tetapi dia juga memantulkan spektrum lain (ultraviolet) yang tidak tersensor oleh mataku. Jadi sebenarnya ada realitas yang “hilang”. Aku tidak menangkap realitas bahwa bunga itu juga bisa berwarna ungu, serangga-serangga yang bisa menangkap realitas ini. Ada lagi, mahkota-mahkota bunga itu ternyata bukan sebuah lembaran yang sangat halus mulus seperti yang kulihat dengan mataku melainkan mempunyai pori-pori dan berbentuk sangat kasar ketika dilihat dengan kaca pembesar. Ada lagi realitas yang sempat ”hilang”, dan entah berapa lagi realitas yang “hilang” dari bunga itu yang tidak tertangkap oleh keterbatasan sensor-sensor indraku.

Hanya dari sebuah bunga, aku menangkap sedikit sekali realitas-realitas. Bagaimana dengan alam semesta nan luas ini yang berisi milyaran bintang dan galaksi? Bagaimana proses kelahiran dan kehancurannya? Mata indrawi sulit sekali membayangkan sebuah realitas bahwa dunia ini adalah ruang yang melengkung, bahwa timur dan barat, atas dan bawah  adalah kabur dan relatif. Semakin kita ke timur, nantinya akan muncul juga kita di barat demikian sebaliknya. Tak berhingga namun terbatas seperti sebuah lingkaran.

Belum lagi membayangkan alam semesta ini yang terbentuk dari sebuah ledakan besar (Big Bang) dari sebuah singularitas di mana waktu didefinisikan sama dengan nol. Kemudian karena ledakan itu debu-debunya membentuk bintang-bintang dan galaksi-galaksi serta benda-benda langit lain. Juga selama proses itu muncullah makhluk-makhluk di bumi nan indah ini. Semesta kita sekarang mengembang dan terus mengembang sampai suatu saat mengalami titik akhir sebelum ia menyusut kembali menjadi singularitas dan begitu seterusnya, alam hancur dan terbentuk kembali. Lalu di manakah letak awal dan akhir? Alfa dan Omega? Apakah awal itu adalah sama dengan akhir? Sangat rumit kompleks.

Pun di dalam jagad yang kecil, sesuatu yang aneh lagi mengagumkan terjadi. Lagi-lagi manusia juga pernah terperangah dan terpaksa mengakui bahwa partikel-partikel yang terkecil itu bukan berupa padatan-padatan bola-bola kecil atom, melainkan sebuah bentuk interaksi energi, partikel itu ternyata adalah getaran-getaran, gelombang-gelombang, tarian-tarian, energi. Dan ternyata yang ada hanyalah tarian-tarian tanpa penari-penarinya Bagaimana mungkin? Mungkin saja, dan begitulah realitasnya, minimal realitas yang ditangkap manusia saat ini. Adakah realitas-realitas yang lain? Sampai seberapa dalamkah ilmu manusia sudah menguak realitas dari keseluruhan realitas yang ada?

Pulang kembali kepada diri sendiri, aku bertanya kepada diriku sendiri siapakah aku ini? Mengapa aku bisa bertanya siapakah aku ini? Darimana aku? Mau kemana aku? Dan ternyata di dalam diriku sendiri pun masih penuh misteri. Aku tidak hanya ujud fisik yang terdiri dari sel-sel dan DNA-DNA, tetapi aku mempunyai kesadaran, kesadaran bahwa aku bisa berpikir dan kesadaran bahwa aku sadar.

Saat ini pemahaman manusia sudah sampai pada alam sebagai bentukan empat dimensi, ruang dan waktu. Bagaimana nanti ia, lima milyar tahun lagi? Dapatkah ia menangkap dimensi ke lima, enam, tujuh, delapan dst dari alam semesta?

Malam diam remang dan dingin, membawaku pada sebuah kekaguman yang luar biasa akan alam semesta ini. Misteri yang masih terus harus diselami. Manusia, sang pencari, dengan akal budinya masih terus menerus menguak tabir semesta. Kadangkala aku berpikir, mengapa masih ada saja manusia lain yang selalu ribut-ribut dengan hal-hal sepele sementara masih banyak realitas yang belum mereka ketahui dan pahami?

Dan kemudian aku tersadar akan ‘sesuatu’ di balik kemisterian alam. Sesuatu Yang Maha Misteri. Siapakah Dia? Di manakah Dia?

Bumi ini hanyalah setitik debu di antara bintang gemintang, di tengah bola langit yang bermilyar-milyar-milyar kali lebih besar daripadanya yang berisi bermilyar-milyar misteri tak terkuak. Yang dengan teraturnya sistem semesta ini berputar, berjalan sedemikian hingga proses demi proses terjadi dengan demikian mengagumkan.

Bumi ini berevolusi secara teratur mengelilingi matahari dengan jarak yang pas sekali. Dengan keindahan musim-musimnya, dengan bintang fajar dan jingga ufuk cakrawalanya, sinar surya yang cerah serta berbagai hal yang sebenarnya lebih dari hanya sekedar kebetulan terjadi.

Dan ketika merenungkan semuanya aku hanya bisa menunduk, dengan mata imanku aku berkata:
“Sungguh besar Engkau ya Tuhan, Pencipta Alam Semesta. Jika kupandang langit-Mu, kerja jari-Mu, bulan dan bintang yang Kau ciptakan, siapakah aku ini sehingga Engkau pelihara? Siapakah aku ini sehingga Engkau cinta? Kau ciptakan kami manusia hampir setara denganMu, Kau beri dia kuasa atas buatan tangan-Mu.“

('ndro)

<menu>

 
 
Kilas Balik
 

July 2, 2000
Bible Study: Assurance of Answered Prayers 

Berdoa adalah komunikasi antara manusia dengan Allah. Bagaimana kita harus mengungkapkan doa-doa kita dan apa yang dapat kita doakan? Di sesi pendalaman iman minggu ini, Stephen memberikan beberapa kutipan ayat-ayat Kitab Suci – kondisi yg diperlukan agar doa-doa kita dapat dikabulkan, antara lain:

Mazmur 66:18  Niat baik 
1 Yohanes 5: 14-15 Menurut kehendakKu
Matius 21:22  Penuh kepercayaan 
Yohanes 16:24  minta dalam namanya maka akan diberi olehNya
Yohanes 15:7  tinggal di dalam Aku 
Yakobus 4:3  harus benar; tidak menurut hawa nafsu

Ada juga sesi sharing dan diskusi sehingga memperkaya cakrawala para peserta bahwa apa yang kita inginkan seringkali bertentangan dengan kehendak Allah. Dan bila seseorang dapat berpasrah, menyerahkan keinginan diri selangkah dengan kehendak Allah, maka hal terbaiklah yang akan diberikan oleh Allah…
 

Kegiatan Line Dance
Latihan line dance juga dilaporkan tidak lagi dilakukan dengan rutin. Dengan ditinggalkan oleh tante Meiske, belom lagi ditemukan pelatih yang bisa mengajar rutin tiap selasa I, III dan V setiap bulannya. Jadi sabar ya buat para peminat line dance practice karena awal bulan Agustus nanti, kita akan mulai latihan rutin lagi… :o)

18 June 2000
Badminton

Wah..wah... olahraga badminton kali ini sungguh-sungguh surprise dech...!!! Walau sie olahraganya tidak turut maen di lapangan (hanya menonton dari pinggir lapangan), jumlah mudikans yang datang mencapai 26 orang..!!! Selain bermain badminton, ada juga yang maen pingpong, fitness, bilyard dan dingdong.

   

Enaknya maen di SingTel Recreation Centre Somerset, semua fasilitas sudah tersedia complete plet..plet dan tidak perlu bayar/sewa lagi... Bagi yang udah bosen maen badminton, bisa pindah ke pingpong atau ke bilyard.. lalu sudah berkeringat, bisa mandi dilengkapi dengan sabun cair dan shampoo juga...

Pulangnya…!?!? Beberapa mudikans lanjut nonton pertunjukkan jazz gratis di Chijmes. Wah surpised lagi karena Hermanto, Paul, Surya, Mimi, dan yang laennya udah pada nongkrong juga di sana... :o) Akhirnya kita semua makan bareng dech di Sogo, City Hall... :o)

25 June 2000
Sersan Mudika: Creative Thinking

Tidak menyangka bahwa ternyata mudikan itu orang-orangnya pada kreatif semua. Teka-teki yang diberikan dengan ces-pleng dapat terjawab dengan ide-ide baru yang tidak terpikir sebelumnya. Si Hendro sang pembawa acara bersama Monik dan Djoni sempat kaget sekaligus merasa tertantang untuk bisa berpikir kreatif menjawab dengan ide-ide lainnya. Toh juga tidak mengecewakan. Setelah diskusi tentang Creative Thinking, kita semua mencoba mempraktekkan diri dengan mengadakan acara brainstorming untuk menghasilkan ide-ide tentang kegiatan SERSAN selanjutnya. Dan dalam waktu kurang lebih 15 menit sudah muncul 13 ide lebih......bravo mudikans.... kalo kita bisa begini terus dalam kegiatan kita, tentunya kita nggak bakalan kehabisan ide dalam setiap acara. Ok...kapan kita bikin acara lagi....?

June-July 2000
Koor mudika
Mulai dari pertengahan Juni lalu, koor mudika mempersiapkan diri u/ menyanyikan dua buah lagu yg akan dipersembahkan pada tanggal 7 Juli 2000. Bengawan Solo dan Do-Re-Mi adalah dua lagu tersebut yg disajikan dengan jernih dan segar pada misa tersebut dalam rangka mencari dana retreat mudika mendatang. Alhasil banyak deh yang terkagum-kagum dan tepuk tangan meriah pun membahana di seantero gedung gereja.
Kolektenya dapet berapa ya.....eit...sorri....jadi keterusan.....

Basketball
Dari lapangan basket dilaporkan bahwa latihan rutin setiap sabtu I, III dan V belakangan ini semakin berkurang rutinitasnya. Jumlah yang maen basket semakin berkurang, lagi pada sibuk berat kali yeeee, latihan basket pun tidak serutin bulan-bulan sebelumnya. Ayo Paul, Hermanto, Sulung, Karel, Regi, David, Wahyu ... kita latihan bareng lagi karena kita ditantang oleh muda-mudi gereja Presbyterian untuk tanding basket pada tanggal 9 Agustus nanti... Buat yang cewek, kasih support yang meriah ya buat pemaen-pemaennya :o)

Kegiatan mendatang,

Retreat mudika dengan tema “Spiritualitas Hidup Manusia Modern” akan diselenggarakan tanggal 3-6 Agustus 2000
Tempat dan waktunya bisa di lihat di:
http://members.xoom.com/mudikakkis/news/retreat.htm

Ayo, pada udah daftar belom? Soalnya pendaftaran mau ditutup tanggal 30 Juli nanti.
So, jangan sampai ketinggalan kalo nggak mau nunggu setahun lagi.

(Djoni)

<menu>

 
 
Jangan Lupa:

Jangan lupa................Line Dance
Tiap hari Selasa, minggu ke-1, 3 dan 5 jam 19:30.
tempatnya di Parish Hall, Gereja St. Bernadette.
Selengkapnya hubungi Djoni <[email protected]>
 (Sie Acara) 

Jangan lupa............................mudika ada pendalaman iman.
Tiap hari minggu ke-1, 3 dan ke-5 setiap bulan. Tempatnya di Gereja St. Bernadette, jam 11:00
selengkapnya hubungi Kurniawan <[email protected]>
(Sie Rohani)

Jangan Lupa .......................tiap hari Jumat ada koor.
Tempatnya di ruang koor (choir room) Gereja St. Bernadette, jamnya 19:30.
Kalo bingung, bisa nanya Reni <[email protected]>
(Sie Koor)

Jangan Lupa ........................olahraga biar badan tetap fit dan sehat.
Ada tennis tiap Sabtu ke-2 dan 4, jam 17:00 - 20:00.
Ada badminton tiap Minggu ke-1, 3 dan 5 jam 15:00.
Ada basket tiap Sabtu ke-1, 3 dan 5 jam 08:00.
jangan lupa juga hubungi Heri <[email protected]>
biar nggak tersesat. dan ketinggalan bus. 
(Sie OR )

Jangan Lupa ..........................mudika selalu asyik kegiatannya.
Termasuk yang udah lewat, mau tau ????
Klik aja di sini:
http://members.xoom.com/mudikakkis/news/PastIndex.htm
 

<menu>

 
 
Serba-serbi

Halo teman-teman,
Di bawah ini adalah lagu yang dinyanyikan untuk menyambut tahun Yubileum Agung 2000. 
Kapan koor kita nyanyiin ini? 
Selamat menyanyi ya........ 

Jubileum 2000

It’s a time of joy, a time of peace, 
A time when hearts are then set free, 
A time to heal the wounds of division 

It’s time of grace, a time of hope 
A time of sharing the gifts we have, 
A time to build the world that is one 

Reff:
It’s time to give thanks to the Father, Son and Spirit. 
And with Mary, our Mother, we sing the song. 

Open your hearts to the Lords, 
And begin to see the mystery 
That we are all together as one family 
No more walls, no more chains, no more selfishness and closed doors, 
For we are in the fullness of God’s time. 
It’s the time of the Great Jubilee! 

It’s a time of prayer, a time of praise, 
A time to lift our hands to God, 
A time to recall all our graces. 

It’s the time to touch, a time to reach 
Those hearts that often wander. 
A time to bring then back to God’s embrace. (reff)

(Versi Bahasa Indonesia)

Sambutlah jemputlah dan buka pintu hatimu, 
Yubileum Agung tlah tiba 
Inilah saatnya bersyukur dan bersorak 
Tahun rahmat Tuhan tlah datang 

Reff :
Bagi Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, Pujilah mulia selamanya, 

Ini saat membuka pintu hati dan budi, 
Sehati sejiwa dalam Kristus Tuhan, 
Runtuhkan hambatan dan bangunlah jembatan 
Dan masukilah hidup baru, 
Itulah Yubileum sejati. 

Ini saat berbalik bertobat dan berjanji, 
Bergandeng tangan di dalam Kristus, Tuhan 
Tingkatkan imanmu, harapan dan kasihmu, 
Baharuilah muka bumi, 
Itulah Yubileum sejati. 
 

<menu>

 

Yang Segera Tambah Umur

01-Aug Yenny 
02-Aug Tania Iskandar 
03-Aug Stanley 
05-Aug Nita 
07-Aug Hanny Agustin 
07-Aug Jenny Suriati 
08-Aug Hendrianto Tee 
09-Aug Sisca Damayanti 
11-Aug Ambarsari (Alie) 
11-Aug Evi Atmadja 
12-Aug Dicky 
12-Aug Linda Kurniati 
14-Aug Agusta 
14-Aug Rizal Prasetyokusuma 
15-Aug Agustina 
19-Aug Adrian Yauw 
20-Aug Jimmy Halim 
21-Aug Andreas 
21-Aug Ita Lestari Sidarta 
22-Aug Jeanny Wenas 
23-Aug Deborah 
29-Aug Vincent Lioe 
31-Aug Michael T 

Happy Birthday to you!! 

<menu>

 

Any question and suggestion??

E-mail [email protected]


Back to Bulletin Index 
Back to Main Page 



©Mudika-KKIS 1998-2000. All rights reserved.


Hosted by www.Geocities.ws

1