Jamahan Hati

 

Home
Renungan
Taburan Benih
Jamahan Hati
Nafas Hidup
Jendela Info

 

 
JATI DIRI

Mungkin kamu merasa bukan siapa-siapa, sungguh selama ini kamu bukan siapa-siapa, kamu tidak cerdas, juga bukan seorang pemberani, tetapi kamu telah melakukan satu hal yang menemukan jati dirimu yang sebenarnya dan membuat kamu menjadi dirimu sendiri. Ini satu nasehat untuk kamu semua :Mungkin kamu sedang mengalami masalah di dalam kehidupan kamu, terimalah dan hadapi masalahnya dan gunakan secara bijaksana dan baik dan mungkin suatu hari, ya suatu hari impian-impian kamu semua akan terwujud dengan baik.

BERBAGI CERITA

Suatu hari guru sekolah minggu memberikan pertanyaan kepada anak-anak sekolah minggu yaitu : menurut kalian seperti apakah Allah Bapa itu? Lalu anak-anak sekolah minggu mulai menjawab:

Anak I : Allah Bapa itu seperti dokter, karena Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun. (Ayahnya seorang dokter)

Anak II : Allah Bapa itu seperti guru, karena Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar. (Ayahnya seorang guru)

Anak III : Allah Bapa itu seperti hakim, karena Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi. (Ayahnya seorang hakim)

Anak IV : Allah Bapa itu seperti arsitek, karena Ia membangun rumah yang indah untuk kita di Surga. (Ayahnya seorang arsitektur)

Anak V : Allah Bapa itu Raja yang paling tinggi diantara yang lain, karena Ia kaya sekali dan apa saja kita minta Dia punya. (Ayahnya seorang konglomerat)

Guru tersebut tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak anak lain. Lalu guru tersebut menyapa anak itu: " Andi, menurut kamu siapa Allah Bapa itu? Andi merupakan anak yang tidak beruntung dengan anak-anak yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih lebih tertutup.  Andi hampir-hampir tidak mengangkat wajahnya dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,  Ayah saya seorang pemulung, jadi saya pikir, Allah Bapa itu seorang pemulung ulung.  Guru tersebut terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Lalu guru tersebut berkata; Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung ? Untuk pertama kalinya Andy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling, lalu ia menjawab, karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Andy dan menjadikan Andy manusia baru, Ia menjadikan Andy anakNya.

Memang bukankah Dia adalah pemulung ulung ? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan Menjadikan kita pewaris Kerajaan Allah.

Home | Renungan | Taburan Benih | Jamahan Hati | Nafas Hidup | Jendela Info

 

                                                                                                Design & copyright

by: Hendra Witono (2003)

Hosted by www.Geocities.ws

Menukar Warna Latar Belakang

Warna latarbelakang pilihan anda:

hijau kuning merah jambu kelabu biru gelap

Hosted by www.Geocities.ws

1