JATI DIRI
Mungkin kamu merasa bukan siapa-siapa, sungguh selama ini kamu bukan
siapa-siapa, kamu tidak cerdas, juga bukan seorang pemberani, tetapi kamu
telah melakukan satu hal yang menemukan jati dirimu yang sebenarnya dan
membuat kamu menjadi dirimu sendiri. Ini satu nasehat untuk kamu semua :Mungkin kamu sedang mengalami masalah di dalam kehidupan kamu, terimalah dan
hadapi masalahnya dan gunakan secara bijaksana dan baik dan mungkin suatu
hari, ya suatu hari impian-impian kamu semua akan terwujud dengan baik.
BERBAGI CERITA
Suatu hari guru sekolah minggu memberikan pertanyaan kepada
anak-anak sekolah minggu yaitu : menurut kalian seperti apakah Allah Bapa
itu? Lalu anak-anak sekolah minggu mulai menjawab:
Anak I : Allah Bapa itu seperti dokter, karena Ia sanggup
menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun. (Ayahnya seorang dokter)
Anak II : Allah Bapa itu seperti guru, karena Dia selalu
mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar. (Ayahnya seorang guru)
Anak III : Allah Bapa itu seperti hakim, karena Ia adil dan
memutuskan segala perkara di bumi. (Ayahnya seorang hakim)
Anak IV : Allah Bapa itu seperti arsitek, karena Ia membangun
rumah yang indah untuk kita di Surga. (Ayahnya seorang arsitektur)
Anak V : Allah Bapa itu Raja yang paling tinggi diantara yang
lain, karena Ia kaya sekali dan apa saja kita minta Dia punya. (Ayahnya
seorang konglomerat)
Guru tersebut tersenyum ketika satu demi satu anak
memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang
sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak anak lain.
Lalu guru tersebut menyapa anak itu: " Andi, menurut kamu siapa Allah Bapa
itu? Andi merupakan anak yang tidak beruntung dengan anak-anak yang lain
dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih lebih tertutup. Andi
hampir-hampir tidak mengangkat wajahnya dan suaranya begitu pelan waktu
menjawab, Ayah saya seorang pemulung, jadi saya pikir, Allah Bapa itu
seorang pemulung ulung. Guru tersebut terkejut bukan main, dan
anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung.
Lalu guru tersebut berkata; Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung
? Untuk pertama kalinya Andy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling,
lalu ia menjawab, karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Andy
dan menjadikan Andy manusia baru, Ia menjadikan Andy anakNya.
Memang bukankah Dia adalah pemulung ulung ? Dia memungut
sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup
baru bersama Dia, dan bahkan Menjadikan kita pewaris Kerajaan Allah.