|
David lahir di Solo, dikasih nama David Bayu Danangjaya, di sebuah rumah sakit dengan nama yang aneh, Kandang Sapi, tanggal 29 agustus tahun 1976 pas Tahun Naga. David sekolah TK di Jakarta, kelas 1 SD di Don Bosco tapi kelas 2 lalu pindah ke Cirebon karena emak n' bapak kerja di sana, sampe David SMU sekolah di tempat yang sama dengan teman yang sama. Sungguh datar dan membosankan!!! David sempat mendaftarkan diri ke ITB SR (Seni Rupa) dan 'gak keterima. Kakaknya yang di Jakarta ternyata mendaftarkan gue ke IKJ sebagai mahasiswa fakultas SR jurusan Desain grafis angkatan '94. Di sanalah David menemukan banyak teman yang diantaranya adalah teman-temannya sekarang di Naif. Sekarang Dia adalah seorang bapak dari 2 orang cowok dan cewek yang cantik dan ganteng yang bernama Audrey dan Jason. Ibu kandung mereka adalah seorang cewek yang udah David pacarin sejak jaman dia kuliah yang bernama Sheila. Ok, jek itu adalah sejarah singkat dari David. |
Fajar Endra Taruna / Jarwo Kalo tentang Jarwo, belom banyak data tentang dia. Jadi cuma beberapa hal
aja yang ditulis disini. Cowok yang gak pernah keramas kecuali klo mao
manggung doank ini satu universitas sama
temen-temen di NAIF. Terus klo data tentang dia udah nikah atau belom dah
punya anak atau belom atau yang lainnya gak ada!!!! |
||
Papa cinta dan mama cinta, memadu cinta, hingga lahirlah anak kedua dari empat anak mereka. Ia bernama Emil. Ia memakai nama itu selama beberapa tahun, sampai suatu hari Emil kecil merasa namanya kurang panjang. Maka ia meminta ayahnya untuk menggubah namanya menjadi Mohammad Amil Hussein. Lahir di Jakarta, 25 Agustus, 28 tuhun silam. Lulus SD, SLTP dan SMU di Jakarta pula. Suatu saat jalan hidup menentukan Emil yang kian beranjak dewasa untuk kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), sebuah kampus yang mahasiswa-mahasiswinya, entah ada angin apa, memanggil Emil dengan nama panggilan baru, Ibal. Entah apa artinya.
Emil alias Ibal, masuk ke dunia musik sejak ngeband bareng teman-temannya
di sekolah, lalu meningkat menjadi pencipta lagu, jingle iklan, sampai
akhirnya bergabung dengan para personil naif lainnya, hingga
hari ini.Nun jauh di sana…Papa
cinta dan mama cinta terbahagia-bahagia, punya anak jadi personil Naif. |
Franki Indrasmoro
Sumbodo / Pepeng Kudus, 15 Januari 1976, lahirlah bayi lelaki mungil yang dikasih nama Franki Indrasmoro Sumbodo, itulah dia, yang terlahir bungsu dari lima bersaudara yang semuanya perempuan, melalui rahim seorang ibu rumah tangga yang pandai memasak. Makanya Pepeng sering mendapat perlakuan over protected dari kedua orang tuanya sehingga sering julukan "anak mami" nempel di-Dia saat kecil,dan itu sering bikin Pepeng risih. Apalagi dulu sehari-hari dia pendiam, nggak pinter bergaul, tapi selalu jadi juara kelas. Bapaknya seorang pegawai negeri yang sederhana. Tapi doi mantan gitaris band lokal Semarang, kalo ibunya dulu sempat jadi penyanyi keroncong RRI dan sempat pula punya band bareng kakak-kakaknya. Hidup dalam keluarga yang gemar musik, Pepeng tumbuh jadi seorang musik mania. Suatu saat waktu dia kecil Pepeng naik sepeda ke sebuah toko kaset kecil-kecilan dan ngebeli kaset The Beatles. Kaset itulah awal dari kesukaannya ngedengerin musik barat. Setelah itu, dia mulai merambah ke berbagai jenis aliran musik, mulai dari New Wave, Punk, sampai akhirnya waktu SLTP dia suka musik Heavy Metal. Di era inilah dia mulai belajar main band. Gitar adalah instrumen awal yang Ia tekuni dan inginkan, tapi lama-lama dia jatuh cinta sama perangkat drum yang menurutnya lebih macho.
Semakin dewasa,
yang lambat laun sering dipanggil Pengki, terus jadi Pepeng, makin
berani mengekspresikan dirinya dalam pergaulan. Dan bakat ngegambar
yang dia temui sejak kecil bikin Pepeng yakin untuk terjun ke dunia
seni di Institut Kesenian Jakarta, sebuah kampus yang telah mengubah
jalan hidupnya sekaran |