![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||
" Jika A adalah sukses , maka rumusnya adalah A = X+Y+Z diman X adalah kerja, Y adalah bermain, dan Z adalah jaga mulut agar tetap tertutup ". ( Albert Einstein )![]() ![]() ![]() ![]() |
PELUANG
A. Ruang Sampel dan Titik Sampel 1. Ruang Sampel Kejadian Tunggal Pada pengetosan sebuah uang logam, terdapat dua
kemungkinan permukaan yang akan nampak (muncul), yaitu muncul permukaan angka
(A) atau gambar (G). Himpunan semua kejadian yang mungkin terjadi, yaitu
{A,G}, disebut ruang sampel yang biasanya dinyatakan dengan S. Jadi ruang
sampel pada pengetosan sebuah uang logam adalah S={A,G}, dan setiap anggota
dari ruang sampel tersebut yaitu A dan G disebut titik sampel. Dengan dengan demikian, pada pengetosan sebuah dadu,
karena seluruh hasil yang mungkin muncul adalah mata 1, 2, 3, 4, 5, 6, maka
ruang sampelnya adalah S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Jadi yang
dimaksud dengan Ruang Sampel dari suatu percobaan adalah himpunan semua hasil
yang mungkin terjadi. Dan Anggota setiap anggota dari ruang sampel disebut
titik sampel. 2. Ruang Sampel Kejadian Majemuk Dalam beberapa percobaan pada kejadian majemuk, ruang
sampel dapat ditentukan dengan menggunakan diagram pohon maupun tabel, dan
anggota-anggota ruang sampel dapat didaftar secara mudah dan teratur. a. Pengetosan Dua Uang Logam Ruang sampel hasil pengetosan dua uang logam dapat
ditentukan dengan diagram pohon atau dengan tabel. Diagram
ruang sampel
Pada diagram pohon diatas dan tabel, kita bisa melihat
pada koin pertama muncul angka, maka pada uang kedua akan muncul angka lagi
atau gambar. Jadi titik sampelnya adalah
(A, A) dan (A, G). Jika pada uang pertama muncul gambar, maka pada uang kedua
akan muncul angka atau gambar lagi. Jadi titik sampelnya adalah (G, A) dan (G,
G). Dengan demikian, ruang sampel pada pengetosan dua uang
logam sekaligus (bersama-sama) adalah S = {(A, A), (A, G), (G, A), (G, G)}. Coba kita perhatikan, pada pengetosan sebuah uang
logam memperoleh 2 titik sampel, dan pada pengetosan dua uang logam memperoleh
2 x 2 = 4 titik sampel. b. Pengetosan Dua Dadu Ruang Sampel dari pengetosan dua dadu dapat ditentukan
dengan cara yang mudah jika menggunakan tabeL Tabel diatas menunjukkan ruang sampel hasil pengetosan
dua dadu yang dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan, dengan elemen
(anggota) pertama merupakan mata dadu pertama yang muncul, dan elemen kedua
merupakan mata dadu kedua yang muncul. Jadi, titik sampel (2,1) berarti pada
dadu pertama muncul mata 2 dan pada dadu kedua muncul mata 1. Dari tabel tersebut, diperoleh bahwa banyak titik
sampel adalah 36. Jadi, jika pada pengetosan sebuah dadu terdapat 6 titik
sampel. Maka pada pengetosan dua dadu dihasilkan 6 x 6 = 36 titik sampel. c. Pengetosan Uang Logam Dan Dadu Gambar 4. Dadu dan uang logam Tabel. 3
Perhatikan tabel diatas! Pada tabel diatas terlihat bahwa
pada pengetosan uang logam dan dadu diperoleh ruang sampel S = {(A, 1), (A, 2),
(A, 3), (A, 4), (A, 5), (A, 6), (G, 1), (G, 2), (G, 3), (G, 4), (G, 5), (G, 6)}. Jadi, jika pada pengetosan sebuah uang logam diperoleh 2 titik sampel, dan pada pengetosan sebuah dadu diperoleh 6 titik sampel, maka pada pengetosan sebuah mata uang dan sebuah mata dadu secara bersamaan akan diperoleh 2 x 6 = 12 titik sampel. materi ppt klik disini |
|||||||||||||||||||||