<<< Kembali ke Halaman depan

STATISTIKA


PENDAHULUAN

Statistika adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengumpulkan, menyajikan data, pengolahan, analisis serta penyimpulan data. Kegiatan di dalam statistika dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif. Statistika deskriptif mencakup kegiatan pengumpulan data dan penyajiannya dalam bentuk yang lebih mudah dan lebih cepat dipahami. Sedang statistika deskriptif menyangkut kegiatan pengolahan data, analisis dan penyimpulannya.
Data adalah fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. Jadi syarat suatu data harus benar, kalau suatu dugaan atau isu atau berita, belum secara otomatis dapat disebut sebagai data.
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu dengan cara langsung dikumpulkan dari sumber data oleh lembaga yang memerlukan, sering disebut sebagai data primer. Ada pula data yang diambil atau diminta kepada lembaga lain yang sebelumnya sudah mengumpulkannya, sering disebut sebagai data sekunder. Untuk data sekunder, biasanya diambil dari lembaga yang dapat dipercaya, dan biasanya dalam menyajikan disebutkan sumbernya.
Statistika dapat diibaratkan dapur tempat memasak, memasak data mentah menjadi data yang siap digunakan untuk mengambil keputusan. Data yang mula-mula belum diketahui, belum diolah, oleh statistika diproses sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat dipahami, lebih informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

SENSUS DAN SAMPLING

Pengumpulan data dapat juga dilakukan dengan cara secara sensus, yaitu meneliti setiap anggota data (yang sering disebut sebagai populasi) tak terkecuali. Bisa juga penelitian dilakukan dengan cara sampling, yaitu meneliti sebagian dari semua populasi (biasanya disebut sampel) yang dapat mewakili seluruh populasi.

UNIVARIAT, BIVARIAT, dan MULTIVARIAT

Di dalam statitsik, analisis dapat dibedakan antara univariat, bivariat, dan multivariat.Univariat adalah analisis yang dilakukan dengan melihat suatu data saja, misalnya distribusi, rata-rata, keseragaman atau gejala dari perubahan suatu nilai/data. Sedang bivariat adalah analisis yang melibatkan dua macam data, misalnya hubungan antara penghasilan dengan konsumsi masyarakat. Kalau Multivariat adalah analisis yang melibatkan lebih dari dua macam data (sebetulnya bivariat dapat juga dimasukkan dalam multivariat). Misalnya pengaruh jumlah penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, dan tingkat harga terhadap permintaan tektil di Indonesia.

PENGUKURAN VARIABEL

Nilai variabel dapat diukur dengan berbagai macam cara, antara lain sebagai berikut :
a) Pengukuran secara Nominal
Pengukuran secara nominal adalah pengukuran dengan menyebutkan sifat dari data itu, misalnya : dibagi dalam ya atau tidak, pria atau wanita, setuju atau tidak setuju, rusak dan baik.
b) Pengukuran secara Ordinal
Pengukuran secara ordinal adalah dengan menyebutkan kelompok kategori dari data itu, misalnya kelompok A, B, C, atau D.
c) Pengukuran secara Interval
Pengukuran secara interval adalah dengan menentukan nilai variabel itu terletak antara nilai minimum sampai dengan nilai maksimum tertentu. Misalnya penghasilan para peternak kambing suatu daerah berkisar antara Rp.200.000,- sampai dengan Rp.500.000,- sebulan.
d) Pengukuran secara Rasio
Pengukuran secara rasio adalah dengan menyebutkan persentase atau perbandingan suatu nilai dengan nilai lain. Misalnya pengeluaran gaji dan upah di suatu lembaga pemerintahan sebesar 75% dari seluruh belanja rutin. Berarti rasio belanja gaji pegawai dan upah sebesar 75%.

KECERMATAN atau KEKASARAN PENGUKURAN

Tingkat kecermatan atau kekasaran pengukuran bisa dikelompokkan dalam 3 kategori, sebagai berikut :
a) Dikotomi
Cara Pengukuran dengan dua sifat ekstrem, misalnya ABRI dan non ABRI.
b) Nilai Bulatan
Nilai bulatan berupa rank, atau angka yang menunjukkan urutan besar kecilnya suatu nilai. Misalnya hasil panen per hektar setiap tahun kalau ditanami padi = Rp.16.000.000,-, ketela pohon Rp.7.000.000,-, jagung Rp.9.000.000,-, dan tembakau Rp.30.000.000,-. Maka rank penghasilan dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah adalah :

Tanaman Padi Ketela Jagung Tembakau
Penghasilan(Rp) 16.000.000 7.000.000 9.000.000 30.000.000
Rank 2 4 3 1

c) Teliti
Cara teliti adalah dengan menyebutkan satuan nilai variabel itu dengan angka, biasanya sampai dengan 2 angka di belakang koma. Tentu saja tergantung pada kebutuhan, kalau untuk hal-hal yang memerlukan ketelitian tinggi maka dapat beberapa angka di belakang koma.


Sumber : Subagyo, Pangestu. 2004. STATISTIKA TERAPAN : Aplikasi Pada Perencanaan dan Ekonomi. BPFE : Yogyakarta.

<<< Kembali ke Halaman depan
Presented by Muhammad Win Afgani
www.geocities.com/m_win_afgani
Hosted by www.Geocities.ws

1