| G!MTB |
| DATE: 10 AUG 2003 Hari Minggu yang istimewa ini kita didatangi tamu dari JPG (Jalur Pipa Gas) BSD Jakarta yaitu Anton, Aji dan Sigit. Berhubung Anton ada masalah dengan sepedanya, Gianto si Biru pun dipakai oleh Anton. Jam 9 kita start ke Tangkubanperahu naik truk Pak Linda Ada Anker, Jahe, Bayu, Deni Huntu, Lili, arianda, Yeni, Oo, Mita, Bambing, Erik, Sarip, Tjokki, Kang Pochang. Dari parkiran Tangkubanperahu kita start di trail Domas. Jalur bertangga-tangga ternyata gampang aja dilahap ama di Aji dari JPG. Disitu kita berfoto2 di Kawah Domas nan indah. Dari kawah kita ambil jalur setapak menuju jembatan Emen. Jalur ini ternyata sudah rapat sekali dengan semak-semak yang kadang2 berduri sehingga perjalanan tersendat-sendat. Diakhir jalur yang berupa perkebunan teh pak Erik jatuh terguling2 saking kepengen nambah kecepatan. Bahu kanan cedera. Pak Erik yang baru pertama kali ini gabung dengan kita sepertinya tidak kapok dan berusaha meyakinkan kita kalau kondisinya tidak apa-apa. Dari situ kita dijemput lagi dan kembali ke garis star di parkiran Tangkubanperahu. Disana ternyata geng 022 sudah datang untuk latihan, ada Reza, Gustar, Yudi, Dedi (Oh iya, Pungki dirawat di Boromeus, typhus) and surprisingly Pandu juga bareng mereka. Dr Pandu langsung memeriksa Pak Erik dan dinyatakan tidak ada tulang yang patah. Pak Erik pun pulang dengan truk menuju Gerlong, sementara rencana untuk ke Jayagiri lewat hutan dibatalkan karena suah terlalu siang. Bayu, Deni, Lili, Jahe, Pochang berangkat duluan karena masing-masing sudah ada janji dengan keluarga, sementara yang lain mengganjal perut dulu seadanya. Tidak berapa lama kita berangkat lewat jalanraya menuju start Jayagiri. Oo,Tjokki dan Anker duluan, dan kami masih bertemu dengan kang Pochang yang belum mulai start. Sekitar 200 meter dari garis start, kami bertemu Bayu, Pandu dan Anker. Bayu sudah cedera, dan dr Pandu sudah mendiagnosa kalau ada tulang bahu yang patah. Bayu dibebat dengan kaos, sepedanya dituntun oleh kang Pochang. Sieg yang sangat kebetulan sekali sedang ada di areal Lembang dikontak untuk menjemput Bayu. Akhirnya Bayu dan Sieg ke Bandung naik Jimny, diikuti Ari dan Pandu dg sepeda menuju RSHS yang ternyata ER nya sedang sibuk akhirnya ke RS Advent. Kami makan dulu di Brebes baru pulang ke Gerlong lewat jalan raya. Di Gerlong hilir ban dalam Tjokki pecah lhooo ( oh iya, dengan boxxer baru sepertinya kecepatannya nambah nih..). Sungguh disayangkan hari ini ada dua kecelakaan yang cukup berat. Mengingat hal ini sekali lagi kita seperti diingatkan bahwa olahraga ini memang fun dan memang berbahaya. Helmet, pengaman lutut dan siku menjadi keharusan. Tapi mengingat kedua rekan kita mengalami cedera tulang bahu (kanan), sepertinya body armour juga perlu (harganya....: (( ). Juga perlengkapan P3K!!! masing2 harus menyiapkan sendiri karena kalau sudah di jalan biasanya berpencar2, kalau rekan yang membawa P3K sudah ada di depan repot juga ya! Semoga rekan2 dari JPG tidak mencatat buruk hal ini dan tetap punya kenangan endah dari Bandung. Makasih buat Anton, Aji dan Sigit yang udah berpayah-payah dateng ke Bandung untuk gabung dengan kita, juga makasih banget dengan oleh2 kaos JPG nya (maap ya..kita ga punya kaos untuk kalian) Hari Senin Bayu sudah menjalani operasi pasang pen, dan pak Erik juga dirawat di kamar seberang Bayu di Advent...(sesudah di ronsen ternyata patah juga). Wah moga2 ga jadi cap yang jelek untuk olahraga ini. PS: Makasih banyak untuk: - Sieg yang dengan sigap menjemput kita di parkiran Jayagiri, nganter Bayu ke RSHS, terus ke Advent - pak dr Pandu (kebeneran sekali, padahal kan udah ditinggal ya!) - Arianda, - Semua rekan2 yang dengan sigap saling bantu membantu menghadapi musibah ini. |
![]() |
![]() |
| foto2 dari |