LSPL - IEMS

      

 Lembaga Studi Pemantauan Lingkungan

 Institute for Environment Monitoring Studies


Lembaga Studi Pemantauan Lingkungan                                                                     Institute for Environment Monitoring Studies

 | Awal | English

      

 



Sejarah


Visi dan Misi


Struktur Organisasi


Artikel


Kegiatan


Program Kerja


Isu Strategis

Publikasi

Buku Tamu



 

Created by  nano with 

a big help from CEO

Nilai Situs Kami
@ SearchIndonesia

 


 


 

Pertemuan Tahunan Keempat Kelompok Kerja tdh 

di bidang Biodiversity Chiangsean Lake Hill Resort, Chiang Rai Province, Thailand

 

Laporan : Rita 'Adek' Artanti

 

Pada tanggal 29 November hingga 2 Desember 2003 lalu, LSPL sebagai Focal Point (FP) dari Indonesia mengikutsertakan salah seorang stafnya dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Keempat Kelompok Kerja di bidang Biodiversity, yang didukung oleh terre des homes (tdh) Germany.

Hadir pada pertemuan itu, 6 anggota Kelompok Kerja tdh lainnya, yaitu: KESAN (FP Burma), SANTISENA (FP Cambodia), VILLAGE FOCUS (FP Laos), METSA FOUNDATION (FP Filipina), ACED (FP Thailand), CTSAE (FP Vietnam).

Pertemuan keempat ini membahas tentang Perkembangan pertemuan ketiga sebelumnya, Kondisi keragaman hayati di negara-negara anggota Kelompok Kerja, Mekanisme Organisasi dalam Kelompok Kerja, serta Kelanjutan Pertemuan Kelima nantinya.

tdh yang juga mendukung Kelompok Kerja di bidang advokasi terhadap Hak Anak dan Perempuan, dalam pertemuan itu membawakan materi berupa masukan bagi Anggota-anggota Kelompok Kerja, untuk menggali lebih dalam isu keragaman hayati, yang sebenarnya tidak hanya terdiri dari flora dan fauna saja.  Tetapi juga berisi manusia dan kehidupan sosialnya.

Pertemuan ini mencatat bahwa penurunan kualitas keragaman hayati yang terjadi, baik melalui pengrusakan lingkungan, modifikasi genetik tanaman, maupun pola pembangunan yang meniadakan peran serta masyarakat, dinilai sangat merugikan masyarakat.  Dalam presentasi kondisi kekinian keragaman hayati negara-negara anggota Kelompok Kerja, tergambar bahwa posisi masyarakat hanya sebagai objek penerima dampak.

Kasus terganggunya pola hidup masyarakat di sekitar Sungai Mae Khong di Thailand, Sungai Renun dan Bahorok di Indonesia, serta konsep pembangunan yang meminggirkan masyarakat local di Burma dan Laos, atau bahkan pengambilalihan hak paten atas tanaman tertentu yang mewabah di Philipina dan Thailand, merupakan bukti nyata tidak adanya pelibatan masyarakat dalam kisi-kisi pembangunan.

Menyikapi hal-hal tersebut, Kelompok Kerja ini sepakat untuk memberdayakan masyarakat, melalui penyebaran informasi secara luas, melakukan pelatihan-pelatihan, dan memperkuat jaringan antar lembaga pendamping (NGO), dengan kelompok masyarakat, dan antar kelompok masyarakat. 

Wujud nyatanya dituangkan dalam Rancang Tindak yang dilaksanakan di tingkat Nasional masing-masing negara anggota Kelompok Kerja.  Dan, di tingkat Regional Asia Tenggara dalam beberapa kegiatan berikut:

1. Training of Trainers (TOT)

2. Penyebaran informasi dalam bentuk buku tentang kearifan tradisional    ( hasil penelitian anggota KK di negaranya masing-masing )

3. Penyebaran informasi dalam bentuk majalah elektronik

Ketiganya akan dilaksanakan berangkaian dengan Pertemuan Tahunan Kelima di Cambodia, 22 – 29 November 2004.

 

 

Dukungan finansial dikirimkan melalui :

  No. Rekening : 106-0000082829

Bank Mandiri Cab. Medan  Balai kota

Jl. Balai Kota No. 8-10 AB Medan

English

 

Kontak E-mail

 

Lembaga Studi Pemantauan Lingkungan

Institute for Environment Monitoring Studies
Jl. Setia Budi Perumahan Griya Kenanga Asri Blok L/5 Medan 

Sumatera Utara-Indonesia
Telp : +62 61 8223675
E - mail :
[email protected]


Index - Sejarah - Visi dan Misi - Struktur Organisasi - Isu Strategis - Program Kerja - Artikel - Publikasi

 

Hosted by www.Geocities.ws

1