Kelompok Pengguna Linux Indonesia [KPLI], Area Klaten [PELIK] Homepages
DJBDNS (alternatif DNS server pengganti BIND)
sehingga dnscache akan memberikan respon cepat apabila terdapat DNS queries yang sudah pernah disimpan. Mengkonfigurasi dnscache di djbdns sangatlah mudah, semua sudah diatur oleh program yang bernama dnscache-conf, syntax umum dari dnscache-conf
adalah: dnscache-conf acct logacct /direktori [alamat-IP] dimana acct adalah account yang menjalankan dnscache, logacct adalah account yang digunakan untuk mencatat log, jadi pertama buatlah user yang akan dijadikan sebagai acct dan logacct. Contoh: Buatlah account bernama "dnscache" dan "dnslog"
# useradd dnscache -s /bin/false # useradd dnslog -s /bin/false Tentukan anda akan menjalankan dnscache dimana, apakah hanya dnscache lokal atau dnscache external, jika anda mempunyai klien-klien yang nantinya akan anda ijinkan untuk melakukan DNs queries ke server anda, silahkan anda pasang dnscache ini pada IP jaringan anda. Sedangkan jika tujuannya hanya untuk menjawab DNS queries dari komputer
lokal anda sendiri (localhost), anda cukup memasangnya pada alamat 127.0.0.1, lalu tentukan daftar IP/Range yang diijinkan untuk menggunakan dnscache anda, kemudian buat simbolik-link dengan direktori dari service daemontools anda. Perhatikan contoh berikut. Misalnya server anda menggunakan ethernet dengan IP 192.168.1.1, dan akan mengkonfigurasikan dnscache sebagai external untuk jaringan intranet anda (misalnya dengan IP jaringan 192.168.1.0/24) maka anda harus
mengkonfigurasikan, sbb: # dnscache-conf dnscache dnslog /etc/dnscachex 192.168.1.1 # touch /etc/dnscachex/root/ip/192.168.1 # ln -s /etc/dnscachex /service Jika anda hanya ingin membuat cache lokal untuk localhost saja, anda cukup memasangnya di alamat 127.0.0.1, contoh: # dnscache-conf dnscache dnslog /etc/dnscache 127.0.0.1 # ln -s /etc/dnscachex /service Sebelum anda menjalankan dnscache anda, pastikan apakah anda mempunyai DNS Server lokal lain untuk intranet anda,
jika ya,