Kelompok Pengguna Linux Indonesia [KPLI], Area Klaten [PELIK] Homepages
DJBDNS (alternatif DNS server pengganti BIND)
anda harus memberitahu nama domain dan alamat IP dari DNS server tersebut. Sebagai contoh anda mempunyai domain lokal intranet dengan nama lokalku.net dengan IP dari nameserver 192.168.1.2, maka anda harus memberi tahu dnscache, bahwa ada nameserver lokal tsb. dengan cara: # echo "192.168.1.2" > /etc/dnscachex/root/servers/lokalku.net # echo "192.168.1.2" > /etc/dnscachex/root/servers/1.168.192.in-addr.arpa
Setelah semua oke, kemudian jalankan daemontool: # csh -cf 'svscan /service &' Setelah anda bisa menjalankan dnscache, mungkin anda akan bertanya, bagaimana membuat DNS Server untuk menangani sebuah domain dengan menggunakan djbdns? Jawabannya adalah: anda dapat menggunakan tinydns yang sudah merupakan satu paket yang tergabung dlama djbdns. Sekarang marilah kita menginjak pada tahap berikutnya yaitu mengkonfigurasikan
tinydns, mengkonfigurasikan tinydns sebenarnya hampir sama dengan mengkonfigurasikan dnscache, hanya bedanya karena tinydns bertugas untuk menjawab DNS queries dari sebuah domain, maka anda akan berhubungan dengan record NS, A, MX, PTR, dsb. dari domain anda, namun konfigurasi tinydns tidak serumit konfigurasi BIND.
Mengkonfigurasi TINYDNS
Tinydns mempunyai program konfigurasi yang bernama tinydns-conf, dengan syntax umum, sbb: # tinydns-conf [nama-account] [log-account] /direktori [alamat-IP] jadi sebelumnya anda harus menentukan beberapa hal, yaitu:
Tinydns beserta lognya akan dijalankan dengan menggunakan account apa
Direktori tempat konfigurasi tinydns
Alamat IP dari nameserver
Sebagai contoh anda akan menjalankan tinydns dengan account bernama "tinydns" dan account untuk log bernama "tinylog", direktori konfigurasi ada di /etc/tinydns
dan alamat IP dari DNS servernya ada di 192.168.1.2, maka anda harus