PUSAT DOWNLOAD E-BOOK ISLAM

www.ibnumajjah.wordpress.com


DASAR ILMU HADITS

Tim Lidwa Pusaka


AL-JARHU WA TADIL


1

Al-Jarhu wa Tadil

Pernyataan adanya cela dan cacat, dan pernyataan adanya “al-Adalah” [Keadilan] dan “hafalan yang bagus” [Adh-Dhabit] pada seorang rawi hadits..

2

At-Tadil

Pernyataan adanya “al-Adalah” pada diri seorang rawi hadits.

3

Al-Jarhu

Celaan yang dialamatkan pada rawi hadits yang dapat mengganggu (atau bahkan menghilangkan) bobot predikat “al-Adalah” dan “hafalan yang bagus”, dari dirinya.

4

Tsiqah

Kredibel, di mana pada diri seorang rawi terkumpul sifat al-Adalah dan adh-Dhabt (hafalan yang bagus).

5

Rawi La Ba`sa Bihi

Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah.

6

Jayyid

Baik

7

Liyyin

Lemah

8

Majhul

Rawi yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh seorang saja.

9

Mubham

Rawi yang tidak diketahui nama (identitas)nya.

10

Mudallis

Rawi yang melakukan tadlis.

11

Rawi Mastur

Sama dengan Majhul al-Hal (Rawi yang tidak diketahui jati dirinya).

12

Perawi Matruk

Perawi yang dituduh berdusta, atau perawi yang banyak melakukan kekeliruan, sehingga periwayatanya bertentangan dengan periwayatan perawi yang tsiqah. Atau perawi yang sering meriwayatkan hadits-hadits yang tidak dikenal (gharib) dari perawi yang terkenal tsiqah.

13

Rawi Mudhtharib

Rawi yang menyampaikan riwayat secara tidak akurat, di mana riwayat yang disam-paikannya kepada rawi-rawi di bawahnya berbeda antara yang satu dengan lainnya, yang menyebabkan tidak dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh (terjaga).

14

Rawi Mukhtalith

Rawi yang akalnya terganggu, yang menyebabkan hafalannya menjadi campur aduk dan ucapannya menjadi tidak teratur.

15

Rawi yang tidak dijadikan sebagai hujjah

Rawi yang haditsnya diriwayatkan dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak bisa dijadikan sebagai dalil dan hujjah.

16

Saqith

Tidak berharga karena terlalu lemah (parahnya illat yang ada di dalamnya).

17

Tadhif

Pernyataan bahwa hadits atau rawi bersangkutan dhaif (lemah).

18

Tahqiq

Penelitian ilmiah secara seksama tentang suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran yang paling tepat.

19

Tahsin

Pernyataan bahwa hadits bersangkutan adalah hasan.

20

Takhrij

Mengeluarkan suatu hadits dari sumber-sumbernya, berikut memberikan hukum atasnya; shahih atau dhaif.

21

Syahid

Hadits yang para rawinya ikut serta meriwayatkannya bersama para rawi suatu hadits, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari sahabat yang berbeda.

22

Syawahid

Hadits-hadits pendukung, jamak dari kata syahid. Haditsnya layak dalam kapasitas syawahid, artinya, dapat diterima apabila ada hadits lain yang memperkuatnya, atau sebagai yang me-nguatkan hadits lain yang sederajat dengannya.

23

Mutabaah

Hadits yang para rawinya ikut serta meriwayatkannya bersama para rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari seorang sahabat yang sama.