FANTASI BUKAN HANYA
MILIK LAKI-LAKI
Soal fantasi adalah soal daya khayal. Dan soal yang satu ini bukanlah
milik laki-laki semata. Tampaknya memang ada suatu kendala bagi seorang
pria dan wanita untuk dapat menceritakan fantasi seks-nya kepada
pasangannya. Fantasi tersebut mungkin berbeda dengan kehidupan
sehari-hari, sehingga mereka khawatir hal ini dapat menjadi penyebab
rusaknya hubungan mereka. Hal ini pun pasti akan sulit di terima
masing-masing pasangan bila tidak sesuai dengan kenyataan.
Misalnya saja, seorang pria membuat
fantasi seks dengan seorang bintang film wanita seksi ketika berhubungan
intim dengan pasangannya. Ia tentunya akan sulit menceritakan hal itu.
Bila ia ceritakan pun, pasangannya belum tentu dapat menerima tanpa rasa
cemburu. Akhirnya, hal itu malah akan merusak suasana yang telah
terjadi.
Untuk dapat membuka khayalan seks
seseorang pada pasangannya dibutuhkan banyak waktu. Cukup sulit untuk
membuat pasangan mau dan bisa menerima dengan lapang dada sebagai suatu
khayalan. Jangan sampai seorang pasangan menjadi alat pemuas semata.
Misalnya, secara fisik berhubungan seks dengan si dia, tapi pikiran
malah menerawang ke orang lain.
Semua bentuk yang difantasikan dapat digabungkan ke pola fantasi yang
besar, sehingga menjadi lebih ringkas. Jika kamu mau tahu contoh
beberapa pola fantasi seks, silahkan simak beberapa rangkuman dibawah
ini.
· Mengkhayalkan seseorang yang sudah tak mungkin lagi ditemui. Bisa
saja orang itu bekas pacarnya. Kenangan paling berkesan semasa pacaran
dengannya, kemudian dijadikan bahan fantasi. Biasanya fantasi yang
terjadi akan lebih seru. Sangat bergairah, melebihi hal yang sebenarnya
mereka pernah lakukan. Dengan mengkhayalkan suatu yang berlebihan
tersebut, kepuasan yang terjadi pun akan sangat lebih besar dibanding
biasanya. Kadang-kadang dalam fantasinya itu akan didapat hal-hal yang
sangat romantis dan belum pernah dilakukan sebelumnya.
· Mengkhayalkan berhubungan seks
dengan seseorang yang lebih muda ketika menyadari pasangan sesungguhnya
telah beranjak tua. Apalagi tubuh pasangannya kini tak sebagus dulu.
Objek fantasi seperti ini diperlukan untuk membangkitkan gairah
seksualnya.
· Bersetubuh dengan orang yang belum
dikenal. Secara biologis dan juga secara genetika, khusus bagi pria,
telah diprogramkan untuk sering melakukan persetubuhan dengan wanita
mana pun. Ada keinginan untuk berhubungan seks dengan setiap wanita yang
mereka sukai. Objek khayalan pun sangat bervariasi. Bisa para model,
bintang film panas, atau para selebriti yang pernah mereka lihat difilm,
televisi, dan majalah. Hal ini sebenarnya bukan hanya didominasi pria.
Meski tidak banyak, diam-diam, ada juga wanita yang menyukai fantasi
kategori ini.
· Fantasi seks dengan pelacur, pola
fantasi seperti ini bertitik tolak pada suatu pokok pemikiran yang hanya
bertoleransi terhadap pencapaian kepuasan pada diri seseorang. Keinginan
untuk mendapatkan sesuatu kepuasan tinggi merupakan tujuan pokok .
Pelacur dibayar untuk dapat memberikan kepuasan yang maksimal kepada
pengguna jasa seksualnya, Dengan membayar, seorang lelaki bisa
berhubungan seks apa saja. Ia bisa meminta sang pelacur melayani hasrat
seksualnya dengan cara yang tak pernah ia peroleh dari istrinya. Lelaki
bisa memperoleh kepuasan dan kenikmatan paling tinggi tanpa harus memper
soalkan kelemahannya. Pelacuran juga sering dianggap sebagai penyaluran
dari segala keinginan pria yang tak mungkin didapat di dalam rumah
bersama istri. Dan ini telah tertanam sejak ratusan tahun lalu.
· Persetubuhan berkelompok. Tampaknya
yang banyak berfantasi dengan menghayalkan seperti ini adalah pria
berusia muda. Kendati begitu, tak menutup kemungkinan, pria berusia
lanjut juga mengkhayalkan hal yang sama. Bisa dimaklumi kalau seorang
pria muda berfantasi seks semacam itu . hal ini disebabkan, tingkat dan
jumlah hormonal yang berhubungan dengan seks masih sangat banyak dan
terus berjalan produksinya. Karena tingkat produksi hormonal masih
tinggi, pria membayangkan bahwa ia akan selalu siap setiap saat
berhubungan seks. Segala pola fantasi tersebut dapat dikatakan cukup
baik sebagai cara tepat untuk menyalurkan energi seksual yang sangat
berlebihan. Dengan melakukan secara fantasi ini, mereka perlu merasa
khawatir akan dampak yang kemungkinan dapat terjadi, Misalnya rasa
bersalah atau berdosa, yang mungkin saja timbul karena melakukan suatu
yang tidak tepat atau menyimpang dari biasa.