FANTASI SEKS DUNIA MAYA
JOKI punya kesibukan baru sejak memiliki seperangkat komputer
multimedia. Apalagi setelah ia melengkapinya dengan akses internet.
Banyak waktu luangnya ia habiskan di depan layar monitor selebar 15 inci
tersebut.
Dari satu situs ke situs lain, ia asik-masyuk menjelajahinya. Ia bisa
betah sampai berjam-jam, hanyut di situs yang menyajikan tulisan dan
gambar-gambar seronok pembangkit birahi.
Sebelum sarana informasi tanpa batas
itu ada, fantasi seks Joki cukup terpuaskan dengan majalah atau
buku-buku porno. Kini, ia tak perlu lagi repot-repot membelinya. Tinggal
klik, semua kebutuhan pendukung fantasi birahinya bisa terpenuhi. Dari
menikmati gambar-gambar merangsang, cerita porno, sampai chatting jorok,
bisa di akses lewat internet.
Pada awalnya ia sempat didamprat
istrinya, karena waktu luangnya banyak tersita bersama komputer.
Kebutuhan biologis sang istri nyaris terabaikan. Kehidupan seksual suami
istri sempat terganggu.
Untungnya, ancaman terhadap
keharmonisan rumah tangga tersebut cepat berlalu. Setelah berjam-jam
bertengger di berbagai tayangan 'biru', tentu saja dorongan libido Joki
akan sampai di kepala. Ketika birahi tak tertahankan lagi, istrinyalah
yang kemudian jadi sasaran. "Cybersex itu ternyata bermanfaat bagi
kehidupan seks kami," ungkap Joki suatu saat.
Ungkapan itu memang cukup beralasan.
Belakangan baru terungkap, bahwa gairah seks Joki sempat meredup
terhadap istrinya. Sang istri kebetulan bukan perempuan agresif soal
ranjang. Keadaan inilah, yang menimbulkan Joki bosan. Kecanggihan
teknologi informasi itulah yang kemudian jadi pelampiasannya.
Berfantasi seks lewat internet memang
bermanfaat bagi seorang suami seperti Joki. Dengan memanfaatkan sarana
itu, tak perlu lagi ia berselingkuh. Apalagi setelah itu gairah seks
terhadap istrinya kian menghangat. Dengan begitu, rumah tangga mereka
bisa diselamatkan dari ancaman perselingkuhan.
Namun, tak semua penggemar cybersex mereguk manfaat positif semacam itu.
Tak jarang para suami justru makin melupakan desahan istrinya. Mereka
lebih suka berfantasi-ria dengan perangkat multimedia. Mereka lebih
merasa mudah menemui kenikmatan lewat saluran maya itu. Kalau sudah
begini, perceraian pun tak bisa dielakkan.
Sebenarnya, fantasi seks pria ini bukan
baru terjadi setelah teknologi kian modern, tapi sejak dunia ini
berkembang. Sesuai dengan perkembangan jaman, dan makin majunya budaya
manusia di muka bumi, fantasi mereka pun ikut berkembang.
Fantasi yang terjadi pada pria
sebenarnya normal-normal saja, dan tidak bisa disebut sebagai suatu
kelainan.
Mungkin sebelumnya tidak banyak pria yang mau mengungkapkan apa saja
yang ada dalam fantasi seks-nya. Hal ini bisa terjadi karena ada rasa
takut atau malu kalau sampai dianggap aneh atau tak waras.
Ketakutan itu bisa dimaklumi, sebab umumnya, fantasi seks yang terjadi,
selain berisi kecabulan, juga hal-hal yang tidak lazim dalam kehidupan
sehari-hari.
Semula, tidaklah mudah untuk membuka
tabir fantasi seks pria ini. Seorang peneliti seks para pria dari barat,
Bob Berkowitz, dapat secara bertahap mengorek keterangan dari sekitar
lima ratus pria, dan kemudian menganalisisnya.
Ternyata, kebanyakan dari fantasi atau
khayalan para pria ini hampir sama, hanya tema dalam melakukannya yang
berbeda. Salah satu tema hubungan seks yang dikhayalkan adalah dengan
melakukan bertiga. Baik dengan tambahan dengan seorang wanita lain atau
pun pria lain saat berhubungan seks! Dan yang lebih gila lagi, ada juga
fantasi hubungan seks secara berkelompok.
Secara jelas dapat dikatakan bahwa
fantasi merupakan suatu rekreasi yang tidak berbahaya. Dalam melakukan
khayalan tersebut, seseorang tentunya tidak mau membayangkan sesuatu
yang buruk atau yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
Kebanyakan, mereka berfantasi sesuatu
yang sangat menyenangkan, walau tidak mungkin dilakukan dalam keadaan
sebenarnya. Misalnya suatu persetubuhan hebat yang dapat diubah semau
mereka, hingga akhirnya dapat memberikan kepuasan yang tak terhingga
bagi dirinya.
Perlu diketahui, untuk membuka semua
khayalan yang sebenarnya ada dalam pikiran para pria tidaklah mudah.
Umumnya, mereka sangat tertutup untuk hal yang satu ini.
Seiring dengan kemajuan teknologi, fantasi seks makin berkembang.
Kebutuhan berkhayal yang ngeres-ngeres terpenuhi dengan berkembangnya
dunia maya alias cybersex.
Yang perlu diketahui, sebagian besar
isi cybersex jelas buatan seseorang, yang dihasilkan atas dasar pola
pikirnya sendiri. Dengan demikian, dapat dikatakan, hampir semua isinya
hanya pencetusan pikiran si pencipta. Bisa jadi juga, hal-hal yang
berbau erotis di dalamnya adalah pengembangan dari si pembuat itu
sendiri. Tentu saja semua itu di iringi dengan latar belakang alasan
yang dapat diperdebatkan. Homepage ini, misalnya.
Dengan segala keterbatasan, homepage
ini ingin tampil semenarik mungkin. Kalau bisa, dari mulai halaman
pertama hingga halaman terakhir dapat membuat orang untuk sesering
mungkin mengunjunginya. Dan untuk itu, seluruh halaman mesti punya isi
yang bisa meninggalkan kesan. Celakanya, membuat sesuatu yang menarik
orang untuk datang, bukanlah pekerjaan yang gampang!
Nah, jika dalam homepage ini kamu
menemukan link-link yang terasa porno dan erotis, mudah-mudahan dapat
memakluminya. Sebab, sebagai pembuat, Tiwuk hanya ingin berusaha
memenuhi apa yang terlintas dalam benak si pengunjung homepagenya.
Di sini, ruang cyber telah berfungsi
sebagai papan pengumuman atau penyebar informasi erotis bagi setiap
orang. Fantasi yang tadinya hanya tersimpan dalam pikiran seseorang kini
dapat dengan mudah dan cepat disebarkan melalui sarana ini.
Itulah sebabnya, ketika sarana tanpa
batas, internet, menawarkan beragam penunjang fantasi seks, peminatnya
langsung tersedot. Majalah-majalah yang sudah terkenal dengan sajian
gambar-gambar pembangkit fantasi birahi juga ikut meramaikan dunia maya
ini.
Tak cuma itu. Situs-situs bermuatan
seks pun kian subur bermunculan. Bahkan, ada yang sangat vulgar
tayangannya. Para jago fantasi seks sepertinya saling berlomba
menyebarkan obsesinya. Kalau dulu pernah mewabah berbagai fantasi seks
lewat jalur telepon, kini pun bisa melakukannya melalui papan keyboard
dan layar monitor.
Kemajuan teknologi multimedia juga
telah mampu memberikan sarana yang lebih canggih untuk memenuhi
kebutuhan seks tersebut. Dengan perangkat khusus, seperti sarung tangan
serta masker, seseorang pria bisa bercumbu dengan perempuan idolanya.
Dengan kecanggihan multimedia, ia bisa merasakan sentuhan sensual
bintang film terkenal yang ia dambakan. Bisa pula seorang pria melakukan
stimulasi hubungan intim dengan perempuan lain, sesuai dengan program
yang telah direkayasa. Dengan begitu, 'perselingkuhan' tersebut tidak
berakibat fatal rumah tangganya.
Memang, fantasi seks dunia maya bisa
bermanfaat bagi keharmonisan hubungan seks dalam rumah tangga. Hal ini
bisa terjadi bila kasusnya seperti yang dialami Joki, yang telah disebut
di awal tulisan ini.
Namun, tak jarang kegemaran berfantasi seks dengan komputer ini justru
menjadi pemicu keretakan hubungan suami istri. Hal ini bisa terjadi
karena sang suami 'loyo' dihadapan istrinya, tapi 'perkasa' saat
berpetualang di situs seks.
Cybersex memang menawarkan berbagai
situs yang cukup menggoda. Selanjutnya, terserah penggunanya. Bisa
bermanfaat, bisa pula menjadi petaka bagi kehidupan seksual suami istri.