:: Buku Tamu-1 :: Buku Tamu-2 :: Forum Diskusi 001 ::  Forum Diskusi 002 :: Halaman Depan ::

 

TIADA KATA SELAIN REVOLUSI

(Agen)

 


Bangsa ini telah masuk dalam jurang kehancuran. revolusi sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi...sistem dan semua birokrat harus diganti semua oleh orang-orang yang amanah...Penyakit bangsa ini sudah kronis...dan tidak akan sembuh hanya mengganti presiden saja. harus ada revolusi total supaya perubahan lebih terlihat. tidak ada harapan lagi untuk sistem ini.
 


Suaraki; revolusi?
kalau menurut ide mang agen, apa syaratnya?
apa referensinya? model mana?
seperti revolusi perancis?
seperti revolusi oktober rusia?
seperti revolusi besar kebudayaan proletar tiongkok?
seperti "revolusi bunga" portugal?
seperti "revolusi nyanyian" lituania?
seperti "revolusi iran"?
dan sebagainya lagi.

nah! salam & met kiprah.
 

Sistem ini telah terbukti membawa bangsa ini kejurang kehancuran..Coba lihat siroh muhammad dalam melakukan revolusi merubah masyarakat dari kerusakan menuju masyarakat terhormat...Bagaimana Muhammad membina sahabat di arkom menjadi pejuang sejati,..mematahkan ide-ide masyarakat jahiliyah(pnyembah berhala dll),..mendirikan negara madinah dan menaklukan mekkah dan jazirah arab..itu refrensi yang bener dicontohkan Nabi. dan hasilnya boleh dilihat Islam berjaya berabad-abad dan menguasai eropa selatan, afrika utara, persi,arab, asia tengah dan asia tenggara. sebegitu luas...


 

Re: TIADA KATA SELAIN REVOLUSI? Lalu ekspansionis hegemonis amblas habis?

Suaraki; oh, gitu? saya kurang faham sejarah masa itu. tapi kalau atas dasar apa yang mang agen kemukakan, jadinya, setelah revolusi dan menang lalu mendirikan negara absolutis yang ekspansionis hegemonis. tapi lantas amblas nyaris habis?
kenapa kok, kalau memang konsepsi revolusi kayak yang diutarakan mang agen itu, sampai sekarang dampaknya begini di sejagat dunia?
kenapa ya?
apa akar sosialnya? politiko-ekonominya? perang-damainya?

nah! salam & met kiprah.

 

Azzar; Nggak gampang mang boim?

Revolusi tanpa rencana adalah kekeliruan yang besar, semua harus ada layoutnya, dan revolusi bukan lagi cara kita untuk memajukan negara kita sekarang ini. Demokrasi sekarang yang seharusnya dijadikan landasan pengertian dan kerja sama yang baik diantara para elit politik guna membangun kembali bangsa yang telah rapuh selama 32 tahun ini. Rapuh moralnya yang saya maksudkan yaitu jiwa korupsi yang semakin hari semakin berjubel, ini khan sama saja menghina presiden, mentang mentang presidennya nggak berpendidikan tinggi lantas semua ramai ramai merusak pemerintahan Mega. Oleh sebab itu rakyat jangan menunggu lagi akan terdengarnya pemberantasan korupsi oleh pemerintah. Tapi pemerintah sudah berusaha, tapi justru semakin bandel, satu satunya jalan adalah bersatulah rakyat indonesia dan mulai memperingatkan para pelanggar dan korupsi, dengan jalan seperti apa yang telah dilakukan oleh rakyat BOLIVIA, 7000 orang itu sama dengan tujuh batalion serdadu tentara...kalau perlu lebih dari itu sepuluh ribu, duapuluh ribu, hingga sejuta bila perlu....siapa yang dapat mengalahkan sejuta insan untuk melebur para koruptor. Ini bukan kejam tapi mereka yang kejam, korup menyiksa ratusan tahun tapi jika diperingatkan tidak dapat merobah karakternya itulah tanggung jawab mereka sendiri.

Obat itu pasti manjur!

 

Suaraki; (1) iya, memang menurut hemat saya melancarkan suatu gerakan itu tidak gampang dan tidak bisa sembarangan, kalau memang tujuannya serius untuk mengubah keadaan. harus ada kekuatan, ada pimpinan, ada program tujuannya. lantas persiapannya. bukan asal-asalan aza. bagi penganjur gerakan, perlu juga menyimak pengalaman sejarah perkembangan masyarakat manusia -- khususnya yang berkaitan dengan garakan-geakan yang mengubah situasi dan kondisi kehidupan. supaya tidak atau mengurangi kesalahan masa lampau.

(2) saya kurang setuju untuk mencontoh "metode bolivia" tersebut, lebih baik dilakukan upaya penegakan hukum secara konsekwen. yang diberikan kekuasaan di bidang ini harus konsekwen.

(3) mengingat situasi-kondisi obyektifnya, kiranya memang tak gampang jadi presiden -- siapapun, lanang atau wadon -- lantaran warisan budaya rezim tigadasawarsa yang lalu, dimana kekerasan, dusta dan kkn telah membudaya. apalagi presiden yang baru sekian lama dan dikitari oleh menteri-menterinya yang ternyata kemudian ber-kolor beda! dan yang lain-lainnya?

nah! salam wangi & met kiprah
cipika cipiaki



 


 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1