:: Buku Tamu-1 :: Buku Tamu-2 :: Forum Diskusi 001 ::  Forum Diskusi 002 :: Halaman Depan ::

 

PERTAMINA KU Malang.....

(Hayhay)

 

Kondisi keuangan Pertamina yang berdarah-darah mengakibatkan Direksi dan Komisaris Utama Pertamina kalut, jual aktiva yang bisa bikin uang cepat walaupun lupa dengan arti strategis aktiva tersebut. POKOK E ada duitnya.

kalau ditilik pada saat rencana pemebelian kapal, awalnya kapal akan dibiayai dengan penerbitan obligasi Pertamina Tongkang Dollar USD $ 90 juta dan Rp.225 Miliar, dengan jangka waktu 7-8 tahun.
setelah terjadi perubahan komisaris dan direksi, rencana itu dibatalkan.Dengan alasan Pertamina masih memiliki sumber pendanaan lain.
lebih kurang setahun dari pembatalan Musibahpun datang, harga minyak melonjak, kurs dollar terapresiasi, subsidi melonjak, akhirnya Pertamina krisis arus kas.
Para Direksi bilang jual tangker karena tidak sejalan dengan bisnis inti, memang benar akan tetapi apakah untuk mendistribusikan minyak dan menjaga suply pertamina tidak membutuhkan armada kapal? kitapun tahu betapa banyak perusahaan kapal dalam dan luar negeri yang menangguk untung dari berbisnis dengan Pertamina, sesungguhnya pengoperasian kapal oleh pertamina atau anak perusahaan akan sangat mengguntungkan apabila di kelola dengan baik tanpa KKN.

Sekarang setelah Pertamina berubah status menjadi Persero, dan adanya rencana mau di Privatisasi melalui pasar modal maupun strategis partner, perlu kita cermati pula, karena dengan opini yang adanya sekarang ini seolah-olah Pertamina adalah perusahaan yang tidak menguntungkan dan ini cenderung membuat nilai perusahaan (pertamina) rendah dimata Calon Investor, Selanjutnya perlu diwaspadai Apakah usaha membikin image Pertamina perusahaan yang jeleK, telah ditunggangi kepentingan pihak-pihak tertentu dalam proses Privatisasi Pertamina, Sebagaimana TELAH TERJADI DALAM PROSES PENJUALAN PERUSAHAAN MILIK NEGARA YANG STRATEGIS SEPERTI ISAT DAN BBCA.








 


 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1