|
|
:: Buku Tamu-1 :: Buku Tamu-2 :: Forum Diskusi 001 :: Forum Diskusi 002 :: Halaman Depan :: |
MARI KITA SKEPTIS, jangan NRIMO saja
slamat petang temans,
maap agak mlenceng dikit (boleh khan).
Ada pertanyaan menarik dari temans, kurang lebihnya:
�kayaknya banyak 'kebetulan' untuk keuntungan pemerintahan Mega akhir-akhir ini
dalam masa kampanye presiden. Misalnya gaji ketiga belas, UU kesehatan untuk
rakyat miskin, dibukanya kasus 27 Juli, kasus BNI dll. banyak lagi.�
Bagi saya lho, ini bukan kebetulan. INI HAL BIASA !!!
Dimana-mana didunia yang mengandalkan pemilu untuk memilih kepala pemerintahan
dan/atau kepala negara. Ini akan selalu terjadi. Lihat Amrik, Jepang, OZ,
Inggris, Jerman, Perancis, Belanda dll. negara.
Yang sedang berkuasa pasti akan 'push' dan poles sana poles ini, supaya
kelihatan baik dan banyak klaim ini an itu!!! Agar dipilih lagi olah rakyat!!!
INI LUMRAH DAN WAJAR dalam dunia politik!!!
Cumak 'hal beginian' di Indonesia ini agak lain. Apa lagi masa kampanye
presiden. Karena politik dinegeri ini (KAYAKNYA) adalah politik saling
menjatuhkan. Banyak hal-hal yang seharusnya dapat diselesaikan, tetapi
ditunda-tunda disimpan sebagai KARTU TRUF untuk kegunaan masa-masa datang disaat
genting.
Sehingga menimbulkan 'pertanyaan dan kejengkelan' bagi orang2 yang kontra
pemerintah dengan argumen �enak aja LOE MAIN KLAIM EMANG KITA KAGAK TAU KERJA
ELOE SELAMA INI???�. Sedangkan yang pro akan beri argumen �NEGATIVE THINKING LOE
atau LOE IRI AJA.� Ini bisa kita baca setiap hari di FE MIOL he he he.
Argumen2 semacam diatas sah-sah saja, maklum antara yang kontra dan yang pro.
Bagi saya lho, rakyat NKRI sudah harus mulai SKEPTIS, mempertanyakan, terhadap
semua kebijakan yang diambil pemerintah dan menyangkut langsung hajat hidup
rakyat NKRI.
INI HARUS!!!
Pemerintah (eksekutif) dan pasangannya (legislatif-judikatif) harus dikritik,
dikontrol, diingatkan, dikecam (kalok perlu karena ndableg)!!! Mengapa???
Jawabnya karena ini NKRI!!! ingat kata REPUBLIK � nya dong yang kata akarnya
PUBLIK!!! Ini bukan kerajaan!!! Pada LUPA ya???
Memang pernah selama 40 tahun+ kita rakyat NKRI dikempit oleh
presiden-presidennya. Republik ini dibuat seolah kerajaan, sabdho pandita
ratu!!! Apa kata presiden!!!
Sekarang tidak boleh lagi terjadi dan HARUS DISETOP sejak awal, kalok ada
tanda-tandanya. Contoh yang paling baik adalah ancaman DEKRIT jaman GD.
Jadi temans yang mempertanyakan kebijakan2 pemerintah dan pasangannya, silakan
saja!!!
Itu bagus, kita nggak bisa lagi pasrah bongkok an kepada wakil-wakil kita di DPR
yang kita tahu sangat-sangat-sangat KORUP dan nampaknya periode 5 tahun kedepan
jugak tidak akan banyak berbeda karena lebih dari 50% dipilih lagi (inilah
ruginya sistem perwakilan melalui partai, tapi gimana lagi UU-nya masih (kayak)
gitu).
Bagi yang pro, anda-anda harus terima dong..... ini kan NKRI. Bukan kerajaan.
Tinggal argumen anda saja!!!
Mari berdayakan rakyat NKRI, mari kita berdayakan diri kita sendiri!!!
Tentunya dalam batas-batas hukum yang berlaku dan dalam konteks yang benar,
bukan asal-asalan!!!
salam,
semoga Indonesia menjadi dewasa
(dengan selalu belajar memperbaiki diri dari kesalahan yang lalu)