:: Buku Tamu-1 :: Buku Tamu-2 :: Forum Diskusi 001 ::  Forum Diskusi 002 :: Halaman Depan ::

 

INDONESIA DI TANGAN MAKELAR

(Fakir_ilmu)

 

MAKELAR yang merangkap PEJABAT atau para THINK TANK LEMBAGA PENELITIAN, membuat kebijakan yang justru membuat negri ini TIDAK MANDIRI. MAKELAR BARANG DAGANGAN, MAKELAR UTANG, MAKELAR ASSET NEGARA. Kemampuan produksi negri ini di berbagai sektor, perlahan-lahan dilumpuhkan. Kita terpaksa melakukan IMPOR. Kita dipaksa BERHUTANG. Kita dipaksa OBRAL ASSET NEGARA.

TIDAK MAMPU tapi sok GLOBALISASI. Mercy-BMW seliweran = globalisasi, utang LN = globalisasi, jual asset = globalisasi. Wajah goblok melongo IBU PERTIWI dengan MAKE UP TEBAL mirip PELACUR TUA TIDAK LAKU.

Itu pada kemana para patron dari geng BERKELEY dan CSIS yang mendisain kerangka kebijakan jaman mbah dulu ? ngacir ? apa mungkin sedang ada di atas menara tersenyum puas menyaksikan hasil berupa bencana buat bangsa ini ???

Oh ya lupa, KISS GOODBYE for MADUKISMO !!

 

97krisis; Yang MAkelar ini siapa Bung Fakr..???

Apakah salah kebijaksanaan Meminjam..Jika Pinjaman yang ada 50% lebih diselewengkan..??
Apa salah meminjam..jika diingat bahwa hampir semua pinjaman ini untuk menutup defisit yang timbul karena SUBSIDI yang terus diberikan..??
Kita mau terima Subsisdi..Tapi terus terlena dengan subsidi yang ada..tanpa mau memperbaiki daya saing..

Apakah salah menjual BUMN...yang emang sudah digrgoti..dan ngak pernah bisa nunjukin efisiensi dan hanya jadi tempat sapi perah..???
APA ADA BUMN yang betul-betul efisien dan memiliki daya saing yang kuat..
Yang ada hanyalah BUMN amburadul dan BUMN yang masih untung karena MONOPOLI..dan bukan karena efektif dan berdaya saing tinggi..

Apakah salah jika kita GLOBALISASI...mengekspor barang kita dan konsekuensinya harus memberi akses brang orang masuk...TAPI TIDAK PERNAH BISA meningkatkan daya saing kita sendiri..

China, Korea, Jepang, India, Malaysia, Thailand, Singapore..semua cerita sukses Globalisasi...
Kita dulu juga cerita sukses Globalisasi..Tapi terlena TIDAK BISA MEMPERBAIKI DAN MENINGKATKAN DAYA SAING..

Globalisasi tidak salah..
Jangan salahkan Pengkonsep...JIKA PARA PELAKSANA'nya YANG AMBURADUL...

 

hehe ... bung 97krisis

Konseptor menelorkan produk kebijakan. Konsep itu mirip resep. Dokter salah kasih resep, pasiennya makin parah. Pertanyaannya apakah konsep itu tepat ? Tahun 70-an kita booming minyak, lho kok disuruh pinjam, pake ada IGGI segala ? Tolok ukur GDP ala Bank Dunia ternyata GAGAL tidak mengkalkulasikan HIDDEN COST yang tinggi, diantaranya berupa kerusakan ekosistem dan ekonomi biaya tinggi KKN.

Indonesia di awal 1990 termasuk salah satu macan Asia dengan pertumbuhan GDP terbesar, di sisi lain Hutangnya-pun besar. Dukkk !!! mbah harto-pun jatuh, maka tersingkaplah tabir dan topeng-topeng kemajuan yang semu. Gedung tinggi, tapi kopong. It was a fad, it was a hype, it was a joke ...

Baik pengkonsep maupun pelaksana, mereka punya andil. Karena sama-sama memiliki peran ganda sebagai makelar bagi agenda-agenda lain, baik pribadi, kelompok, bahkan negara lain.

Memang benar globalisasi tidak salah, yang salah adalah goblokisasi.

 

97krisis; He,he..

"Memang benar globalisasi tidak salah, yang salah adalah goblokisasi..."

++++++++++++

Bung Fakr..ane bukan pembela penuh CSIS dan Geng Berkley...
Tapi konsep (kita ngomong konsep dululah)..yang ditawarkan oleh mereka..kenapa bisa berjalan baik di Korea, Taiwan, Thailand..??
Ingat lho mereka juga mulai membangun dengan penuh hutang..

Dekade.. 80'an malah Rasio Hutang Korsel ke GDP lebih besar dari Indonesia..
Ente bilang 70'an kita boom minyak harusnya tidak ngutang...
Tapi ente lupa kita ngutang adalah untuk nutup defisit akibat subsidi yang sangat besar...
Ingat lho...Yang ninggalin Hutang dan kebangkrutan bukan hanya ORBA..tapi juga ORLA..cuma bedanya ketika ORBA jatuh..Infrastuktrur untuk kembali membangun ekonomi sudah ada..sementara ketika ORLA jatuh..NOL BESAR..

Plus ditambah tahun 70'an kita harus membayar juga hutang ke Blok Timur (data UNDP tahun 70'an menyebutkan angka USD 15 milyar)..angka fantastis mengingat waktu itu GDP negeri ini juga hanya sebesar itu pula..Hutang yang didapat dari Proyek Mercu Suar..dan pembangunan Militer besar-besar'an dari si Bung Inisnyur..(lah ente pikir dengan Militer terbesar dibelahan bumi selatan..sementara pada kenyataan ORLA tidak pernah punya duit...he,he..itu militer dibangun dengan dana siapa...??)

Like I said..
Masalah utama dinegeri ini adalah si pelaksana..(Executor)..Jangan salahkan si Dokter kasih resep..jika si penerima resep tidak mau menjalankan dengan baik semua perintah di resep yang ada...

 

 

 

 


 


 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1