|
|
:: Buku Tamu-1 :: Buku Tamu-2 :: Forum Diskusi 001 :: Forum Diskusi 002 :: Halaman Depan :: |
Disini...............!
(Bungdamai)
DISINI..DIKISI KISI NURANI
Disini aku berdiri
Disunyi aku sembunyi
Berdiri disunyi hati
Sembunyi didalam diri
Dekat teramatlah dekat
Dekat dan bahkan melekat
Menyatu didenyut jantung
Hidup yang pasti berujung
Mengalir bersama darah
Menyebar kesemua arah
Membersihkan kotoran
Yang menodai pikiran
Akulah kebenaran
Yang sedang kau pertanyakan
Akulah kebenaran
Yang sedang diperdebatkan
Siapa yang paling sadar
Akan menghentikan tengkar
Sebab yang kalian cari
Ternyata didalam diri
Disini..........
Dikisi kisi Nurani.......
+BD 20062004+
Srengenge;
Aku kutip BungD,
Akulah kebenaran
Yang sedang kau pertanyakan
Akulah kebenaran
Yang sedang diperdebatkan
Siapa yang paling sadar
Akan menghentikan tengkar
Sebab yang kalian cari
Ternyata didalam diri
Disini..........
Dikisi kisi Nurani.......
Ya aku sebenarnya ngga berapa paham puisi-sajak-sair, tapi saya coba belajar
(boleh khan?)
Baik saya mulai dari bawah ya
Dikisi kisi nurani
---> ah betapa benarnya!!!
nurani kita 'terpenjara' (=kisi-kisi)
itulah yang nampak, saat ini dan dipertontonkan oleh orang2 'terpandang'
(mestinya lho) di atas sana
Akulah kebenaran
Yang sedang kau pertanyakan
Akulah kebenaran
Yang sedang diperdebatkan
---> ah betapa benarnya,
selalu bermula AKU AKU AKU!!!
lagi lagi dipertontonkan oleh orang2 'terpandang' (mestinya lho) di atas sana.
Jadi nampak (oleh saya) bahwa diatas sana dan dipertontonkan adalah NURANI YANG
DIPENJARAKAN, sehingga yang dihasilkan adalah AKU AKU AKU!!!
Indonesia membutuhkan KITA!!!
Indonesia membutuhkan KAMI!!!
dan itu perlu DISUARAKAN
dan itu perlu DIKATAKAN
kepada
saya aku
engkau kamu
kepada KAMI
kepada KITA
kepada INDONESAIA
kepada DUNIA
ah.....
semoga saya salah......
salam,
semoga Indonesia menjadi dewasa
Mr.Sun ...
Pertama trimakasih atas atensi anda kepadaku, sebesar apa? jenisnya apa? hanya
anda yang tahu.
Maafkan pertanyaan anda teNtang AKU telah dua kali anda pertanyakan dan kali ini
HARUS aku jelaskan,karena pemahaman anda tentang AKU ternyata nyasar,nyaris
sesat dalam dua puisiku.
Dalam 2 puisiku ...yang ini dan "JANGAN HALANGI JALANKU"
Tokoh utamanya adalah si "KEBENARAN" itu Bukan Bungdamai. Jelasnya Bungdamai
sedang mencoba "menghidupkan" KEBENARAN dan membiarkannya bicara sendiri kepada
kita semua termasuk kepadaku.
Semoga dengan penjelasan ini anda bisa mengembangkan imajinasi anda untuk
memahami istilah lainnya.
Karena sebenarnya menikmati sebuah puisi tergantung pada sensitivitas pribadi
masing masing..terlalu banyak yang dijelaskan berarti semakin hilang puisinya.
Saya bisa menghayati betapa capenya anda dengan pemahaman yang anda miliki
selama ini.untuk makna AKU.
Puisi adalah Kebebasan berimajinasi Bung.....apa yang akan kita katakan tanpa
menghargai kebebasan dalam menilai makna pada ungkapan ini:
"Aku ini binatang jalang...?"
WASSALLAM
A K U
Srengenge;
Ah....
maapkan saya...
anda benar, saya kurang sensitif, saya akui
TQ.
saya punya kecenderungan terlalu kontekstual.
saya tidak bermaksud, aku = BungD.
tidak ada dalam pikiran saya.
aku, saya konteks-kan kepada pemimpin kita
itu saja.
seperti saya tulis saya mencoba belajar.
maap atas kesalah-pahaman.
salam,
semoga Indonesia menjadi dewasa
Ketika Mr Sun ku menjelaskan yang terakhir ini, maka sekarang Bungdamailah yang
,mohon memberi penjelasan....Swer..!
Bahwa imajinasi andapun tidak dilarang....
Dan merupakan Surprise buatku....Pada Puisiku yang bermaksud
Instropeksi.Ternyata bisa melahirkan Pengertian MENGKRITISI.
ARTINYA....APABILA ADA DIANTARA PEMBACANYA YANG MERASA TERKENA KRITIK,LALU DARI
YANG TERKENA ITU SEKIAN PERSEN NYA MAU MENYADARI....( tak usah banyak banyak 1
orang saja).BUKANKAH ITU BERARTI AKU(saya) memperoleh manfaat ganda..?
Sambil instrospeksi diri berhasil menyadarkan orang......? ( maaf orang seperti
saya sering tak mau berhenti berimajinasi ,kadang jadi penyakit kadang menjadi
obat).
Tapi dapat dirasakan .Betapa kuatnya bahasa Puisi bukan?