Sudah menjadi kebiasaan anak-anak SMA kelas 1, untuk selalu merokok diam-diam waktu istirahat. Berikut ini pengalamanku waktu SMA kelas 1.
Pada waktu istirahat aku sengaja merokok dibelakang kantin untuk menghilangkan stress. Maklum habis ulangan harian Fisika dan Kimia yang sangat susah. Aku butuh sesuatu
yang bisa menenangkan pikiran. Waktu lagi asyik-asyiknya merokok dan minum es teh, aku tidak sadar sedang diawasi oleh Bu Lilik, guru Bahasa Inggrisku yang cukup seksi dan manis. Usianya kira-kira 32 tahun.
Waktu aku mau kembali ke kelas tiba-tiba Bu Lilik memanggilku, "Hey! Sini kamu!"
Aku langsung mendatangi guru Bahasa Inggrisku, "Ada apa bu?"
"Kamu tadi merokok ya dibelakang kantin?"
"Eh...nggak kok Bu...", aku mencoba mengelak.
"Sudah...jangan bohong, ibu tadi ngelihat sendiri! Nanti ibu laporkan ke orangtuamu..."
Wah, celaka kalau sampai orang tua tau....bisa-bisa dihukum nggak boleh pergi kemana-mana.
"Ayo ikut ibu ke ruang guru!"
Aku langsung nurut aja ikut ke ruang guru, daripada dilaporin ke orangtua...urusan bisa runyam.
"Lho, ada apa ini?" kata Bu Karti, guru Geografi yang kebetulan juga ada di ruang guru.
"Ini, lho Bu....masa baru kelas 1 sudah belajar bohong. Dia jelas-jelas ketahuan ngerokok di kantin, masih mau ngelak juga."
"Sini kamu...ibu periksa, pasti kamu masih nyimpan satu bungkus rokok di saku celanamu…"
Tiba-tiba Bu Karti berdiri dan mendatangiku,
"Sudah Bu Lilik, periksa aja kantong celananya...." katanya sambil tersenyum penuh arti ke Bu Lilik.
Tiba-tiba Bu Lilik langsung meraba-raba saku celana, dan tangannya berhenti tepat di depan retsleting celanaku.
"Nah betulkan ibu bilang....kamu masih menyimpan rokok. Rokok yang sangat nikmat" Kata Bu Lilik sambil mengusap-usap bagian depan celanaku
Aku langsung tertegun dan terkejut, tidak menyangka Bu Lilik akan berbuat seperti itu kepadaku. Masih belum hilang rasa kagetku tiba-tiba Bu Karti membuka retsleting celanaku dengan paksa dan memain-mainkan penisku.
"Wah...ini pasti rasanya lebih nikmat daripada Marlboro. Ayo Bu Karti...kita sedot berdua, pasti nggak bakalan habis nih" Kata Bu Lilik sambil menjilati penisku.
Dan dua orang guruku seperti orang yang kalap. Mereka langsung melumat, menjilat dan menggigiti penisku dengan nafsu.
"Aduh...Bu, saya nggak kuaaaat Bu"
Aku tidak berdaya menghadapi dua orang guruku yang melumat penisku dengan ganas.
Tiba-tiba Bu Lilik dan Bu Karti menghentikan permainannya, dan mulai melucuti pakaian seragamku dan
pakaiannya sendiri. Bu Lilik mengambil lotion yang ada didalam tasnya dan mulai mengoleskannya ke batang kemaluanku sambil dipijatnya perlahan-lahan.
"Gimana rasanya? Enak kan?"
Aku hanya bisa mengangguk lemah sambil mengeluarkan suara tertahan.
"Uh...Ibu"
Tiba-tiba Bu Karti mendudukkan aku dimeja guru, dan mengambil handycam yang ada di atas mejanya, dan mulai merekam ekspresi wajahku.
"Kalau kamu nggak mau rekaman ini nyebar kemana-mana, kamu harus bikin puas ibu. Dan nilai Geografimu ibu jamin selalu sembilan" Katanya sambil tersenyum.
Tiba-tiba Bu Karti meletakkan handycam-nya di atas meja dan duduk di atas pangkuanku sambil membimbing penisku untuk masuk ke dalam vaginanya. Dan dari laci meja guru, Bu Lilik mengeluarkan majalah-majalah porno yang berisi gambar perempuan telanjang, perempuan lesbian yang sedang menjilati vagina, dan gambar laki-laki dengan penis raksasa. Pada saat Bu Karti sedang naik turun menikmati
penisku, Bu Lilik berdiri disampingku sambil meremas-remas payudaranya sendiri, dan membisikkan kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan seorang guru. Entah kenapa, pada saat Bu Lilik membisikkan kata-kata kotor itu, aku menjadi sangat terangsang.
"Yah....terus. Goyang terus" Bu Karti naik turun diatas pangkuanku, sambil meremas-remas payudaranya.
Aku merasa penisku menjadi hangat, dan Bu Karti menggoyang tubuhnya naik turun semakin cepat.
"Aahhh........"
Nafasnya tertahan, tampaknya dia sudah mencapai orgasme. Begitu Bu Karti bangkit dari pangkuanku langsung saja Bu Lilik melumat penisku dengan ganas, menjilati penisku sambil menusuk-nusukkan jarinya yang sudah diolesi lotion ke dalam anusku. Aku sudah tidak berdaya. Sebentar lagi mungkin aku akan orgasme.
"Aahhhhh......"
Pada saat air maniku muncrat, langsung Bu Lilik dan Bu Karti menghisapnya dengan
lahap bergantian.
"Nah, sekarang kamu isep tetek ibu, ya?" Kata Bu Lilik
Tanpa pikir panjang, aku langsung melumat payudaranya yang berukuran 34B dengan lahap.
"Makanya jangan suka merokok di sekolah. Begini akibatnya" Kata Bu Lilik
tersenyum sambil mengusap-usap rambutku.
"Rekaman videonya ibu simpan ya? Ya sudah cepat pakai bajumu! Sebentar lagi jam istirahat selesai lho!"
Kata Bu Karti sambil memakai kembali BH dan celana dalamnya.
Dan aku meninggalkan ruang guru dengan perasaan lemas dan senang campur aduk menjadi satu…
(Bersambung)