Setelah mengalami pengalaman yang paling menegangkan sekaligus menyenangkan diruang guru tadi, aku langsung bergegas masuk ke kelas karena pelajaran Bahasa Indonesia sudah dimulai. Pelajaran hari ini terasa begitu panjang dan membosankan. Rasanya aku ingin cepat-cepat pulang dan bermasturbasi membayangkan kembali apa yang aku alami bersama Bu Lilik dan Bu Karti sewaktu istirahat.
Setelah beberapa hari dari kejadian itu, aku merasa ada sesuatu yang lain. Bu Lilik dan Bu Karti tampak lebih ramah kepadaku. Mungkin gara-gara kejadian itu. Tapi sesuatu yang dipendam lama, pada akhirnya terbongkar juga. Pada waktu sehabis olahraga dan masih memakai celana pendek dan kaos olahraga tiba-tiba Novi dan Mimi mendatangi aku.
"Gimana nih rasanya? Enak ya?" kata Novi sambil tersenyum.
"Kita kok nggak dibagi sih?" Mimi menyahut.
Karena kecapekan aku tidak mengerti apa yang mereka maksudkan.
"Apaan sih? Eh, keluar dong! Aku mau ganti baju nih"
"Ya udah, ganti aja...kita nggak ngganggu kok" kata Novi dan Mimi.
Pada waktu aku mulai melepas kaos olahraga, tiba-tiba Mimi mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dari dalam tasnya.
"Eh kalo mau nyetel filmnya handycam dimana ya? Ada film bagus nih!" Kata Mimi dengan suara manja yang dibuat-buat.
Aku langsung terhenyak. Dan langsung aku bertanya kepada Mimi dan Novi,
"Darimana kamu dapet itu?"
"Kenapa? Kamu nggak pede sama ukuran-mu ya?"
"Ekspresi mukamu waktu lagi orgasme di kaset ini juga cute banget. Kita jadi horny pengen ngerasain juga"
Secara tiba-tiba Novi dan Mimi mulai melepas seragamnya. Sehingga hanya tinggal bra dan celana dalamnya saja yang tersisa.
Dan pada saat itu, dinding kelas seolah mencair dan bergerak dengan lambat kesana kemari. Di sekelilingku nampak bayangan Mimi dan Novi, diselimuti oleh cahaya berwarna pelangi.
"Ayo jilat! Atau ku sayat barangmu!" Kata Novi setengah membentak sambil menghunus sebuah cutter.
Aku terpaksa berjongkok sambil menyibakkan rambut kemaluannya yang cukup lebat. Pada waktu menempelkan bibirku pada bagian vagina Novi, aku mencium aroma yang cukup sensasional. Langsung saja batang penisku menjadi tegang. Pada saat penisku tegang langsung saja Mimi duduk disebelahku dan mulai memijat penisku dan meraba perutku.
"Aduuuuh lutuna, panjangnya berapa sih? Mimi emut ya?"
Bangku dan meja dikelas nampak beterbangan dan debu dari kapur tulis, kertas-kertas bekas ulangan harian meleleh dan mencair merembes kedalam kulitku.
Dan aku tergeletak lemas di lantai kelas tanpa busana, sampai bel tanda pulang berbunyi....
[ T A M A T ]