Kasih... Dengan rasa berat dihati..., Untuk goreskan pena dilembar putih ini..., Namun harus kulakukan... Telah sekian lama kita lalui hari-hari penuh ceria... Begitu banyak sudah kau taburkan tembang kasih..., Setulus hatimu mencinta... Namun pada saat kau bisikan kata cinta... aku mulai gelisah, dan bertanya-tanya pada diriku... Sanggupkah aku mewujudkan cintamu, yang selama ini kau damba...? Sesungguhnya kau belum mengerti, siapa diriku ini sebenarnya...
Kasih... Andai kau terjaga dari tidur malammu..., Namun tak kau temukan diriku..., Aku telah pergi menyusuri jalanku... Tak perlu kau risau dimana keberadaanku... Biarkan aku terbang mencari duniaku, dan menikmati kebebasanku...
Kasih... Kuharapkan pengertianmu 'tuk pahami semua ini... Meskipun kau berat bagiku untuk meninggalkanmu... Namun aku yakin di antara jarak dan waktu yang panjang... Kau mampu melupakan segalanya yang pernah ada... Terima kasih telah mencintaiku..., Aku tak dapat membalasnya... Maafkan aku, selamat tinggal kasih... Dariku yang kau cinta... ----------- (Leo Krs.)
Masih kuingat saat terakhir.., Ketika itu hampir senja... Di stasiun antar kota... Kita berpisah... Sebatas tirai kaca jendela.., Kau lambaikan tanganmu... Tinggalkan aku sendiri dalam sepih... Kini kusadari... Jalur kita berbeda.., Dan kau tercipta bukanlah untukku... Sedang aku hadir kedunia ini Juga bukan karena kamu... Kita masing-masing dilahirkan.., Memang untuk menjadi mahluk dunia..., Dengan sekenario harus berpisah..., Kita sama-sama beredar pada garis orbit-Nya... Di alam raya kita bersisihan... Pada saat itulah kita bertemu, berkenalan... Kemudian bersama dalam merajut hari-hari indah... Namun akhirnya berpisah.., Seirama gerak sang waktu... Pertemuan itu hanya singkat..., Hingga aku tak sempat berbuat sesuatu..., Namun pertemuan yang singkat itu..., Penuh arti dalam perjalananku..., Yang penuh kebimbangan... Meskipun aku bukan apa-apa dimatamu saat itu.., Namun tak pernah kupersoalkan... Yang penting hari-hariku telah terisi bersamamu... Di situlah kutemukan ada rasa bahagia..., Dan kedamaian di hati.... Kau tak pernah tahu itu... Namun takdir menghendaki lain..., Pada akhirnya kita berpisah... Kebahagianpun hilang..., Sejak itulah..., tak pernah kutemukan kedamaian hati... Jiwaku terasa beku, diliputi keresahan dan penuh emosi... Tak tahu kenapa begitu...? Inilah sekilas kisahku... Kupampamngkan satu persatu dalam lembaran putih ini... Mungkin kedengarannya sangat lucu..., Tapi semuanya sudah terjadi padaku... Dan kau tak pernah tahu itu... ----------------- Leo_Krs
Aku tahu apa yang kau inginkan... Dari ucapanku untuk membuatmu percaya.., Agar hatimu tak bimbang..., Kalau aku mencintaimu... Bukannya kutak ingin mengatakannya...Tapi, jika kau tahu begitu mudahnya..., Untuk di ucapkan... Apalah artinya cinta..., Bila hanya sebuah kata usang penghias di bibir saja... Namun andai kau tahu..., Betapa besarnya tanggung jawab cinta untuk didermakan..., Barulah kau sadari, begitu mulianya cinta... Lalu tak perlu kau bertanya-tanya... Kalau aku mencintaimu... Karena kau tahu itu...
Kini setelah kau mengerti..., Dan membuatmu percaya... Lalu yang harus kau lakukan... Pejamkan matamu, bersandarlah didadaku... Apa yang kau rasakan... Bukannya kata yang kau dapatkan... Karena cinta bukanlah kata... Begitulah bila aku mencinta... ------------------------- (Leo Krs)
Angin bertiup lembut... Menyibakkan ilalang... Menerpa daun-daun muda... Kulihat sosok perempuan tua rentah... Berjalan di antara hutan cemara... Langkahnya terseok-seok... Melintas disisihku tanpa sepatah kata... Dan terus berjalan menuju pondok tua... Diambang pintu... Boca-boca kecil telah menunggu... Menyambut perempuan rentah itu... Dan berteriak, "Nenek pulang..., nenek pulang...!" Mereka berlarian menghampiri perempuan rentah itu... Didekapnya erat-erat boca-boca itu... Seakan tak ingin berpisah... Senyumnya mengembang penuh ceria... Menghiasi raut wajahnya yang penuh garis-garis perjalanan... Perempuan rentah itu berkata... "Boca bagus, pergilah bermain... Tapi jangan jauh-jauh... Agar kau tak tersesat di ujung senja nanti... Jangan berlari-lari, agar tak terjatuh... Nenek lelah, nenek mau istirahat panjang..." Boca-boca kecil itu melepaskan pelukan... Dan pergi membawa buah kasih neneknya... Perempuan rentah itu berjalan menuju rumah sunyi... Di pembaringan sepi ia sendiri... Tanpa kata..., tanpa suara... Di raihnya kain putih dan buku suci... Bersujud menghadap Qiblatnya... Matanya terpejam..., namun bibirnya bergetar... Mengucapkan kata yang tak jelas maknanya... Nadanya merdu dan menggetarkan jiwaku... Semakin lama semakin pelan.., dan diam... Suaranya hilang.., bibirnya tak lagi bergetar... Ah.., aku hampir tak percaya elegi ini... Namun semuanya sudah terjadi... Menghiasi ruang masa laluku... Yang tak mungkin kembali... ----------------- N2 Leo Perta Leo Krs.
Angger ca bagus... Hari sudah siang... Mentari sudah di atas kepala... Bangunlah dari tidur panjangmu... Buang mimpi-mimpi yang melelapkanmu... Hingga kau lupa segalanya... Kembali kealam sadarmu..., Sebelum senja datang merenggut massamu... Angger... Alam semakin tak ramah, penuh gejolak bencana... Bukalah mata hati, pandang realita dengan rasional..., Agar kau tak hilang arah perjalanan... Dengarlah nyanyian jiwa agar imanmu takkan goyah... Ngger... Bicaralah walau hanya sepatah-kata... Jangan membisu, agar kutahu yang kau mau... Angger sayangku.... Mumpung masih ada waktu..., Bangkitlah seirama mentari..., Menapak bumi tiada henti... Ayunkan langkah dekaplah cita... Singsingkan lengan bajumu..., Gerakkan tangan 'tuk goreskan pena melukisi harianmu.., Agar goresnya terasa syahdu..., Dan tak mudah kau lupakan, hingga saatnya tiba..., Di ujung senja yang rona tembaga... Kau tak mampu lagi langkahkan kaki di muka bumi... Di saat itulah baru kau rasa... Begitu besarnya nilai..., Dari setiap detik-detik waktumu yang berlalu... Anggerku... Tak ingin kudengar kata sesal darimu... Karena semua itu tak mungkin terulang kembali menghampirimu... Yang kutahu sesal kemudian tak berguna... ---------------- Leo Krs
Selamat datang kawula... Selamat memasuki alam baru Alam kelanggengan, Yang tak terpengaruh hawa nafsu keserakahan... Tinggalkan hura-hura yang menghancurkan hidupmu.., Dengan segala aktivitasnya... Buanglah kenikmatan semu yang membiusmu..., Hingga kau terlena dan melupakan segalanya... Istirahatlah disini... Tak perlu berlari-lari menggapai ambisi.., Karena semua itu hanya ilusi... Disini jangan menangis, jangan merintih.., Tak perlu airr mata, tak perlu cita-cita..., Dan tak perlu harta benda.., Sebab semua itu tak berguna... Di sini tak ada kompetisi..., Tak perlu prestasi, juga tak butuh negosiasi.., Sebab semua itu hanya pamri... Lupakan segala urusan dunia..., Yang penuh problemah dan memusingkan kepala... Berhentilah mempersoalkan ketidak adilan manusia.., Dengan segala kepalsuannya yang semakin meraja lela... Hapuskanlah kenangan masa lalu yang pernah membuatmu kecewa.., Walau itu hanya sandiwara... Lepaskan semua kepentingan dunia pana dan segala atributnya..' Agar arwahmu tenang tak lagi gentayangan... Jauhkan dirimu dari mereka yang pernah kau anggap sahabatmu.., Dari dia orang terkasih yang begitu kau sanjungi..., Hingga kau lupa diri... Lihatlah... Mereka sudah tak menghraukanmu..., Meskipun kau menyapa dan berteriak-teriak menghiba di depannya... Mereka tak perduli, bahkan wujudmupun sudah tak dipandangnya lagi... Sia-sialah usahamu 'tuk merjut benang kasih bagai sutra putih.., Karena dirimu tiada nyata.., Kau sudah menjadi mahluk halus tanpa raga.., Yang tak dapat di sentuh sekalipun dalam rasa..., Karena hatimu telah tiada... Ketahuilah.., alammu sudah berbeda dengannya... Tempatmu alam ghoib..., Yang sulit di percaya kecuali orang-orang beriman... Sadarlah, sesungguhnya kau telah matih.., Sebagaimana aku yang telah terdahulu sebelum kamu.., Meninggalkan dunia pana dan kutemukan kedamaian abadi disini.., Tuk selamanya... ------------ (Leo Krs.)
Tuhan...!!! Di kesendirian malam ini..., Hamba larut dalam kebimbangan... Kegelisahan jiwa telah merasuki pikiranku... Begitu berat, menembus kepala hingga terasa panas... Ruangnya telah penuh terisi berbagai problema.., Dan pusing melawan kemelut jiwa yang tiada penyelesaiannya... Entahlah..., tak tahu harus berbuat apa...? Bimbang rasanya jiwa ini... Mungkinkah karena iman hamba yang masih amat tipis.., Untuk meyakini keberadaanmu...? Atau barangkali karena amal ibadah hamba..., Yang masih terlalu sedikit...? Keraguan diri akan-Mu semakin terasa..., Manakala hari-hari terlewati hanya hampa... Tuhan... Begitu banyak mahluk-Mu dimuka bumi ini.., Berdoa dan bermunazat memohon kepada-Mu..., Deengan tutntunan tilawatil Quran... Sedang hamba tak tahu itu... Mungkinkah Engaku mendengarkan suara hamba..., Yang tak pandai berdoa ini...? Tuhan... Ampunilah perbuatan hamba... Yang selama ini bangga dengan hura-huhra... Bergelimang noda dan dosa... Tenggelam dalam kebahagiaan semu..., Hingga mengabaikan perintah-Mu... Tuhan... Hamba menyadari, begitu kerdilnya diri ini.., Untuk mengerti keagungan-Mu... Namun janganlah Engkau murkai..., Diri hamba yang terlanjur salah langkah... Ampunilah hamba yang telah kufur ini..., Dan tak tahu bersyukur..., Atas nikmat yang telah Engkau berikan... Bahkan telah melalikan-Mu..., dengan kesibukan rutinitas sehari-hari.., Hingga lidah ini kaku untuk menyebut Asma-Mu... Tuhan... Selamtkanlah hamba yang sedang di perjalanan ini.., Dari bayang-bayang hitam yang menghadang... Jauhkanlah diri ini dari lingkaran noda dan dosa yang mengembara... Agar hamba tak terpuruk dalam limba kenistaan... Lindungilah diri ini dari tipu daya gemerlapnya dunia pana..., Dari aneka promosi yang berhiaskan kepalsuan... Bukakkanlah mata hati ini tuk melihat cahaya kebenaran... Cahaya yang Engkau berikan.., Pada orang-orang yang telah Engkau anugrahi penglihatan... Agar hamba tegar berjalan di atas garis-garis kehidupan..., Tanpa kebimbangan... --------------- (Leo Krs.)
Bagai sang bayu, kau datang... Sejukkan jiwa nan gersang..., Namun hanya sekilas bayangan... Kau menghilang bersama mega tanpa bisikan... Sepertinya begitu dekat tiada batas..., Dan mudah di jangkau tangan... Nyatanya jauh diawang bagai butiran bintang..., Yang di gandrungi mahluk kayangan... Mana mungkin dapat kurengkuh kasihmu... Dalamnya samudra dapat kuselam..., Tapi isi hatimu tak perna kutahu... Bila putus asa bukanlah dosa..., Akan kupilih sebelum aku pasrah... Rasanya tak percaya..., Dirimu ada bukan hanya impian... Mungkinkah hanya siluman malam...? Bagaimana membuatku percaya... Untuk meyakini keberadaanmu..., Tanpa kebimbangan...? Dan membuat pilihan..., Untuk bersatu selamanya tanpa perpisahan... Lama sudah aku tenggelam..., Dalam penantian panjang... Mengharap bukan sekedar bayang-bayang... Namun tak kunjung datang... Beribu kilo jarak telah kulalui... Tinggalkan negri menggapai ambisi... Bersemayam dalam duniamu... Menyidik kepastian cinta yang perna kau bina... Tapi tidak seperti dirimu... Sebab itu aku ragu... (Leo Krs.)
BERSAMA SEBATAS PUTARAN WAKTUTak pernah kubayangkan Lalu kualami dalam hidup ini Satu-persatu kau datang menyapa penuh ceria Namun satu-persatu engkaupun menghilang Bersama putaran waktu tanpa bisikkan Entah kemana.. Masih sulit untuk kumengerti Kenapa begitu cepatnya terjadi? Sesungguhnya masih banyak Yang ingin kulakukan bersamamu Namun menghilang Setelah kusadari Aku hanya insan biasa