Pada suatu hari terlihat
seorang bayi berumur kurang dari 1 tahun sedang mulai belajar untuk berjalan, didampingi
oleh kedua orang tuanya yang selalu ada di sisinya bayi itu terus belajar untuk
mulai berdiri dan mulai melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit, sesekali ia
berhasil melangkahkan kakinya, namun sering kali ia juga terjatuh karena
keseimbangannya yang goyah.
Bayi itu
terus mencoba, dengan didorong oleh semangat dari kedua orang tuanya yang terus
membantu kelancaran usahanya. Ia terus mencoba, mencoba terus bangkit dari
jatuhnya yang sering kali membuat khawatir kedua orang tuanya. Hingga suatu saat
sang bayi tersebut bisa berjalan dengan sempurna…………
Tahun demi
tahun berganti sang bayi kini menjadi seseorang dewasa yang selalu ingin selalu
mendapatkan apa yang diinginkannya, tapi sang bayi tersebut jarang sekali
mengingat dan
mungkin telah melupakan masa kecilnya itu……………
Hingga suatu
hari di depan sebuah komputer kerjanya, ia tersadar, ia ingat akan kenangan
manis yang dialaminya sewaktu dia kecil. Dan selama puluhan tahun berlalu sang
bayi baru tersadar, bahwa sang bayi itu adalah kita!
Saya tidak
mengerti secara pasti, apa perasaan Anda setelah membaca artikel di atas. Ini
merupakan sebuah “Renungan”
untuk kita. Bahwa sewaktu kita bayi kita terus berusaha untuk belajar berjalan,
padahal resiko yang kita alami sangatlah fatal, tapi kita terus belajar
berjalan.
Apakah ketika
kita bayi kita pernah berpikir bahwa kita tidak akan pernah bisa berjalan?
Apakah waktu kita bayi kita juga berpikir apakah kita tidak mempunyai bakat
untuk berjalan? Atau apa kita pernah berpikir kita tidak akan pernah bisa
untuk berjalan selamanya? Dan apakah kita pernah menyerah dalam diri kita
karena kita takut akan terjatuh ketika kita mulai berjalan? Saya rasa tidak………
Untuk itu
marilah kita sama-sama mengintropeksi diri kita masing-masing, dengan begitu kita
akan tahu apakah kekuatan dan kelemahan dari diri kita masing-masing.
Menurut saya
adalah: “orang yang kuat adalah orang yang berperang dengan kelemahannya, dan
memenangkan peperangan itu”. Lalu “kelemahan yang terbesar dalam dirimu adalah
ketakutanmu”. Coba saja Anda bayangkan kalau seseorang sudah tidak ada yang
ditakutinya lagi, mungkn ia orang yang kuat untuk melakukan sesuatu yang berani
walaupun melewati batas.
Dari sini
kita bisa simpulkan bahwa salah satu kunci keberhasilan seseorang yaitu
“selalu berpikir positif dan pantang menyerah”.