|
|
|
|
|
Lord Of The gaRing. Cerita rekaan dari cerita asli The Lord of The Ring yang rekaannya garingan semata bukan untuk tujuan dikomersialkan. Pemeran : Frodo - Hanni Sam - Rahmat Merry - Fahni Pippin - Zulham Aragorn - Rulli Arwen - Gea Legolas - Fauji Gimli - Imal Gandalf - Candra Gollum - Deden Elrond - Johan Faramir - Irman King Theoden - Hilman Denethor - Dena Sharuman - Sopandi Eomer - Hafidz dan lain lain.
|
HILMAN, RAJA PENGENDARA Mengetahui Fahni dan Zulham ditangkap dan dibawa gerombolan Hileud Orok, Rulli, Fauji dan Imal mengejar untuk menolong mereka hingga masuk ke wilayah Kerajaan Lembang, negeri para pengendara Supra sejati (bukan Turbo), negeri dimana Raja Hilman berkuasa namun dalam pengaruh sesat si Coomes ontohod. Sementara itu kawanan Orok Hileud yang sedang membawa dan menangkap Fahni dan Zulham, diserbu kawanan S.O.G (Supra Owners Group) yang dipimpin oleh Hafidz, prajurit pengendara tidak resmi bersim tembak Kerajaan Lembang yang setia pada kebenaran, meskipun sebenarnya pasukan ini ditentang oleh Raja Hilman yang sedang dipengaruhi oleh kekuatan jahat dan cium Coomes. Semua Orok hileud dibantai dan dibakar. Rulli, Fauji dan Imal yang datang kemudian bertemu dengan kawanan S.O.G dan pimpinannya Hafidz, Rulli bertanya mengenai keberadaan Fahni dan Zulham, namun Hafidz tidak tau, namun karena Rulli sering baca Meitantei Conan dari Jilid 1 hingga 33, Rulli bisa menganalisis kalau Fahni dan Zulham masih hidup dan melarikan diri ke Hutan Jayagiri ketika S.O.G. menyerang Orok Hileud (O2R = Orokraker). Rulli, Fauji dan Imal pun kemudian menuju hutan Jayagiri, namun kemudian secara tak terduga, tiba-tiba, teu diwaro dan lain lain muncullah Candra si penyihir yang kembali lagi dengan gemilang setelah mengalahkan Red Devil di kedalaman jurang di Gua Nanjung, dihadapan Rulli, Fauji dan Imal. KEMBALINYA SI CANDRA Menurut Candra, bahwa Fahni dan Zulham akan aman berada di hutan Jayagiri, bersama ditemani dengan Ijal si pohon berbicara. sementara Candra mengajak Rulli, Fauji dan Imal menuju ke pusat Kerajaan Lembang untuk meenemui Raja Hilman dan mereka berhasil untuk membebaskan Raja Hilman dari pengaruh dan bisikan sesat si penyihir Coomes Ontohod (bukan Melly Anto Hoed) dan mengajak Kerajaan Lembang untuk bersatu dalam melawan Kerajaan Cilengkrang-nya Ova Jet Cool. Mereka tiba di pusat kerajaan Lembang, dan mereka pun berhasil membebaskan Raja Hilman dari pengaruh si Coomes nu sa kos-an berkat kesaktian Candra si penyihir berkulit putih cenderung sawo matang. Dan dengan peringatan dari Candra, Raja Hilman setuju untuk mengevakuasi warganya dari pusat kerajaan di Panorama, Lembang ke Maribaya, Lembang untuk mempersiapkan diri menghadapi Pasukan Ololeho Orok Hileud O2R pimpinan Coomes si Ontohod yang berniat menghancurkan kerajaan Lembang. Seluruh warga Kerajaan Lembang dalam ketakutan, rencana penyerangan 10000 pasukan Orok Hileud membuat warga Lembang yang pada saat ini hanya memiliki 350 prajurit resmi kerajaan (orgi) diliputi rasa takut yang mendalam, kalah dalam jumlah maka Candra memiliki inisiatif, sementara Kerajaan Lembang mengungsi ke Maribaya Candra akan pergi untuk meminta bantuan, dia berpesan ke Rulli bahwa pada hari kelima sekitar jam 11 lihat ke barat, ada Inul lagi negebor di Tegalega (eh.. Candra akan dating dengan bantuan). DEDEN SI GORI Sementara itu dalam perjalannya ke Manglayang, Hanni dan Rahmat kehilangan arah dan harus berhadapan dengan Deden si makhluk Gori (Goreng Riweuh) yang berupaya merebut kembali Cincin penghambat kegaringan yang dulu pernah menjadi miliknya karena tidak tahan atas bisikan garing di telinganya. Namun karena terpaksa, Deden Si Goreng Riweuh harus menuruti Hanni dan Rahmat untuk menunjukkan jalan ke Kerajaan Cilengkrang (Manglayang). Sementara itu di hutan Jayagiri, Fahni dan Zulham bertemu dengan Tangkal Cau yang bias berbicara, Tangkal Cau yang bernama Baumanggu ini, merupakan pemimpin dari pohon pohon yang berada di hutan Jayagiri yang kemudian menjadi teman ngobrol gila Fahni dan Zulham. Dibalik Baumanggunya itu, Tangkal Cau Baumanggu ini menyimpan dendam kepada penyihir Coomes si Ontohod, karena sering menebangi dan merusak pohon-pohon di Jayagiri, dan karena Coomes sering kencing sembarangan dibawah Pohon Areuy. Evakuasi Kerajaan Lembang dari Panorama ke Maribaya diketahui Coomes Ontohod, untuk menghalangi evakuasi ini, Coomes mengirimkan pasukan anjing budugnya untuk menghadang mereka. Pasukan anjing budug ini berhasil memecah evakuasi, kaum wanita yang tak rela disentuh anjing budug karena emang najis dan takut tertular budug dan kutu anjing, terpisah dari pasukan. Beruntung kolaborasi Rulli Featuring Fauji dalam "Lari bukan pilihan" berhasil mengusir pasukan anjing budug, beberapa prajurit Kerajaan Lembang tewas dan bahkan Rulli yang berhadapan dengan anjing budug buruk harus terseret dan terlempar ke sungai. Akibat dari itu, semua menyangka Rulli telah tewas padahal Rulli kabawa palid hingga ke Hilir. Meskipun diwarnai serangan kutu anjing budug, evakuasi Kerajaan berhasil, seluruh pengungsi tiba di Maribaya dengan selamat, Maribaya merupakan pusat pertahanan Kerajaan Lembang apabila Jalan Setiabudhi macet kalo malam minggu. Pertahanan Maribaya membentang mulai dari Barat hingga Cibodas. Sementara itu Rulli yang jatuh ke sungai dan pingsan telah sadar kembali ke jalan yang benar, meskipun berjalanan sempoyongan karena baru minum Bir Bulan, Rulli berhasil menyusul ke Maribaya. Dalam perjalanan menuju Maribaya, Rulli sempat melihat ribuan pasukan Orok Hileud anak buah Coomes Ontohod dari Puncrut yang sedang berjalan menuju arah Maribaya, tak diragukan lagi kawanan Orok Hileud itu hendak berdarmawisata di Maribaya. KE GUNUNG MANGLAYANG CILENGKRANGDOR Di tempat yang jauh yaitu di Arcamanik, Hanni dan Rahmat yang membawa Cincin Penghambat Kegaringan yang sekarang diikuti oleh Deden si Gori dipalak preman, Ketiga companion ini akhirnya tiba di Gerbang Hitam batas Kerajaan Ujungberung pimpinan Raja Ova Jet Cool. Batas Kerajaan yang berbatasan dengan Kerajaan Bandung ini berwarna hitam melepuh seperti warna kulit deden, dijaga oleh pasukan Kerajaan Ujungberung, dan tampak dikejauhan sana dibelakang Gerbang terdapat Menara Ova The Eye dan Gunung Manglayang. Hanni, Rahmat dan Deden, tidak masuk ke Kerajaan Ujungberung melalui gerbang, karena mereka tau tidak mungkin melewati penjagaan Kerajaan Ujungberung yang ketat dan indies. Mereka bertiga pindah agak ke selatan menuju jalan yang ditunjukkan Deden yaitu via daerah Cinambo, dimana Deden telah merencanakan sesuatu untuk menjebak Hanni dan Rahmat. Untuk menuju Cinambo mereka melewati kawasan Golf Barat, wilayah seberang Kerajaan Bandung, dimana kebetulan didaerah ini sedang terjadi pertempuran antara Pasukan Kerajaan Bandung dengan Kaum Orok, Goblin, Buto Ijo dll dari Kerajaan Ujungberung, Pasukan Kerajaan Bandung dipimpin oleh Kapten Irman, putra Dena si pejabat sementara Kerajaan Bandung dan juga merupakan adik dari Aviv yang terbunuh setelah terpengaruh oleh Cincin Penghambat Kegaringan dan sempat akan merebutnya dari tangan Hanni. Kapten Irman ini merupakan tokoh yang paling keren, super, syurr dan dia tidak dapat dipengaruhi oleh Cincin Penghambat Kegaringan karena memiliki iman yang kuat. Mengetahui bahwa Hanni, Rahmat dan Deden si Gori melintas ketika terjadi pertempuran sedang terjadi, ketiganya ditangkap karena dianggap mata-mata Kerajaan Ujungberung, mereka dibawa ke Antapani, Kota Pertahanan dari Ibukota Kerajaan Bandung. PENGERTIAN IRMAN Semula Irman menganggap kalau Hanni dan Rahmat adalah mata-mata bisulan dari Kerajaan Ujungberung Cilengkrangdor, namun Rahmat berhasil meyakinkan bahwa mereka bukan mata-mata cileuhan namun bagian dari rombongan yang hendak menghancurkan cincin penghambat kegaringan ke kawah berapi gunung manglayang yang semula beranggotakan Hanni, Rahmat, Fahni, Zulham, Candra, Rulli, Fauji, Imal dan Aviv. Mendengar perkataan Rahmat, bahwa Aviv dulunya ikut bersama mereka, Irman terkejut kemudian dia memberitahu Hanni dan Rahmat bahwa Aviv telah tewas ditangan Orok Hileud ketika mencoba menolong Fahni dan Zulham (lihat bab-bab sebelumnya !!). Ketika mengetahui bahwa cincin penghambat kegaringan berada ditangan Hanni, Irman meyakini dan meng-amin-I bahwa cincin tersebut merupakan senjata bambang pamungkas untuk menghadapi Kerajaan Cilengkrangdor dan Raja Ova yang 200% anti kegaringan. Namun Hanni dan Rahmat menolak, mereka bahkan meminta Irman untuk segeramelepaskan mereka, karena menurut mereka, mereka tidak sepatutnya ada disini, tetapi menuju Kawah Manglayang untuk menghancurkan cincin penghambat kegaringan. PERSIAPAN PERANG Sementara itu Rulli yang sebelumnya jatuh kesungai berhasil mencapai Maribaya tempat evakuasi warga Kerajaan Lembang, setelah tiba di Maribaya, ia langsung menemui Fauji dan Imal untuk kemudian menemui Raja Hilman penguasa Lembang. Rulli memberitahukan bahwa garing itu penting dan molor itu lieur dan menyebutkan bahwa hamper 100 ribu pasukan Orok Hileud sedang dalam perjalanan menuju Maribaya untuk melakukan penyerbuan. Segera saja Raja Hilman menyerukan sisa-sisa prajuritnya untuk bersiap menghadapi serbuan dan serangan Orok Hileud, kemudian juga dia meminta seluruh kaum lelaki mulai dari yang sudah baligh dan disunat hingga aki-aki ontohod untuk menjadi prajurit dadakan demi menghadapi kekuatan 100 ribu pasukan orok hileud. Berbagai persiapan dilakukan, pedang ditempa, kuda disiapkan, pakaian perang dibagikan, makan di salwa dan arisan dilakukan seluruh Prajurit Lembang, dan ketika itu pula diketahui bahwa kekuatan perang Lembang hanya berjumlah 1000 orang yang harus menghadapi 100 ribu pasukan orok hileud. PERSEKUTUAN POHON BERBICARA Di hutan Jayagiri, Fahni dan Zulham yang sedang bersama Ijal si pemimpin Persekutuan dan perketombean pohon yang bisa ngomong (seperti lagunya Doel Sumbang, klo Pohon bisa ngomong), Ijal mengetahui bahwa Fahni dan Zulham bukanlah dari golongan bangsa Orok Hileud yang suka merusak hutan dan pepohonan. Melalui permohonan, Fahni meminta Ijal dan pohon pohon lainnya untuk membantu perjuangan mereka dan untuk menghancurkan Puncrut yang dikuasai Coomes Ontohod. Namun Ijal tidak begitu saja memenuhi keinginan Fahni, karena Ijal merasa tidak Pede ujug-ujug menyerang Puncrut kalo tidak sedang Muncrut, karena tidak ada yang memihak Pohon, baik Orok Hileud maupun Manusia. Namun untuk membahas ini, Ijal kemudian mengumpulkan teman –temannya untuk melakukan rapat. Setelah tidak lama, rapat pun selesai dan menurut Ijal, kelompok Pohon tidak akan menyerang Puncrut, hal ini tentu mengecewakan Fahni yang berjiwa preman karena Fahni ingin memalak Kaum Orok Hileud. Namun Ijal akan mengantarkan Fahni dan Zulham hingga ke luar hutan Jayagiri untuk kembali pulang kerumahnya di Padalarang. Fahni dan Zulham yang tidak bias memberikan argument lagi akhirnya menyerah, dan bersiap untuk pulang ke Padalarang. Dengan menaiki cabang dan ranting dari Pohon Kelek Ijal, Fahni dan Zulham diantar Ijal menuju keluar hutan Jayagiri, namun tiba-tiba Zulham meminta Ijal berbelok kekanan untuk sesuatu hal yang tidak pasti. Ijal menuruti keinginan Zulham dan setelah berjalan tak lama, Fahni, Zulham dan Ijal melihat suatu pemandangan yang menyedihkan, ribuan pohon telah ditebang dan digegelan ku Orok Hileud, hal ini menyulut kemarahan Ijal, karena Ijal tidak rela pohon ditebang untuk dijadikan suluh dan baralak untuk bahan baker penggorengan Surabi EnHaii, Ijal berteriak memanggil teman teman sesame pohon, tidak lama ratusan temannya berdatangan dan mereka bersiap untuk menyerang Puncrut dan membalas dendam kepada Orok Hileud yang telah menghancurkan pepohonan. Para Pohon Raksasa yang jumlahnya hanya puluhan menyerbu masuk kawasan Puncrut dan berhasil memporak porandakan ribuan pasukan Orok Hileud yang bertahan, seluruh kawasan Puncrut hancur, bahkan menara Coomes Ontohod berhasil diruntuhkan, Coomes Ontohod menyerah dengan kemaluan tanpa daya tanpa bantuan dari Raja Ova di Cilengkrangdor. PERANG MARIBAYA Kembali ke Maribaya, dalam keadaan hamper putus asa karena 1000 prajurit Lembang harus menghadapi 100 ribu pasukan Orok Hileud, tiba tiba muncul serombongan pasukan Peri Hutan pimpinan Ivan (ingat bab sebelumnya) yang disuruh oleh Peri Hutan Herdiyana si Stereoguna, dll. Untuk membantu perjuangan manusia terutama Kerajaan Lembang dalam menghadapi serbuan Orok Hileud. Rulli yang merasa senang atas kedatangan Ivan Go Mez menyambut kehadirannya dan Pasukan Peri Hutan-Nya. Dan ketika penduduk Kerajaan Lembang telah selesai melakukan sholat Shubuh, sekira 100 ribu pasukan Orok Hileud tiba didepan Benteng Maribaya bersiap untuk melakukan serangan. Sementara di benteng gabungan manusia prajurit Kerajaan Lembang dan peri hutan pasukan pimpinan Ivan, terkesima dan terpukul, tigubrag, dll. Melihat kemunculan 100 ribu pasukan Orok Hileud didepan benteng Maribaya, ketakutan menyelimuti yang pengen tidur. Segera saja Rulli membakar semangat pra prajurit Lembang dan Peri dengan perkataan-perkataan garingnya yang hebat, super dan sangat dahsyat, yang mana apabila Raja Ova mendengarnya akan tunduh. Seluruh pasukan yang berada di benteng bersiap mempertahankan bentengnya dari serbuan Hama Orok Hileud. Tembakan panah tak terduga yang tak sengaja dilepaskan si Tegal yang kemudian membunuh 1 orok hileud, menandai dimulainya Perang Maribaya, ratusan anak panah ditembakkan dari Benteng ke arah Orok Hileud, dan mengenai beberapa Orok Hileud, dan seterusnya. Kemudian dari bawah pun Orok Hileud juga melakukan pembalasan dengan juga meluncurkan ribuan panah ke arah benteng, sehingga puluhan pasukan pertahanan tewas terpanah dan jatuh kebawah. Sementara dibawah pasukan Orok Hileud berupaya menaiki benteng dengan cara mendirikan ratusan taraje ke dinding benteng, beberapa taraje berhasil dihancurkan Pasukan pertahanan namun sebagian gagal dibendung dan berhasil mengantarkan para Orok Hileud naik ke benteng. Untuk itu, pasukan berpedang dari pasuka menghadapi para Orok Hileud secara man to hileud (bukan man to man), adu pedang terjadi diatas benteng, puluhan pasukan pertahanan tewas mengenaskan demikian juga dari pihak Orok Hileud. Dalam kekacauan ini beberapa Orok Hileud menempelkan bom bekok di tembok benteng Maribaya dan akan dinyalakan oleh api yang dibawa oleh salah seorang Orok Hileud, menyadari hal ini Rulli meminta Fauji si Peri Selarong yang jago sim tembak (menembak) untuk memanah Orok yang membawa api, 2 panah berhasil mengenai Orok Hileud tersebut namun belum cukup untuk menjatuhkannya, dan akhirnya api berhasil mengenai bom dan boom. Bom bekok (kentut) meledak membuat ledakan besar di benteng, puluhan pasukan pertahanan di benteng tewas terlempar dari benteng dan puluhan lainnya tewas karena keracunan kentut berkekuatan super mega maxi super zukur 100 zigga watt. Ledakan ini membuat lubang di benteng sehingga pasukan Orok Hileud bias masuk kedalam benteng bagian bawah. Rulli yang ikut terlempar dari benteng segera memerintahkan pasukan Peri Hutan untuk melancarkan serangan ribuan panah yang mengenai ratusan Orok Hileud, namun pasukan Orok Hileud tetap maju sehingga adu pedang kembali terjadi. Rulli terdesak oleh puluhan Orok Hileud dalam keadaan ini Imal Si 7 Kurcica melompat dari atas benteng kearah Rulli untuk membantu Rulli. Pertarungan antara Orok Hileud yang berhasil menembus benteng dengan gabungan Peri dan Manusia berjalan tidak seimbang, pasukan pertahanan terdesak, Raja Hilman yang berada dilantai 2 benteng menyuruh pasukan pertahanan untuk mundur ke lantai 1. Rulli yang mendengarkan seruan Raja Hilman, menyuruh Ivan si pemimpin pasukan peri untuk mundur ke lantai 1, namun belum sempat menjawab Ivan ditusuk dari belakang oleh seorang Orok Hileud, Rulli yang melihat Ivan ditusuk segera menghampiri untuk menolong Ivan, belum sempat Rulli sampai ke Ivan, Ivan kembali ditusuk dari depan. Rulli menghampiri Ivan dan kemudian menebas seluruh Orok Hileud dan Kararangge serta Lancah yang berada didekat Ivan, namun Ivan telah tiada dia-arbitro wasit dan menimbulkan kesedihan bagi Rulli, kemudian belasan Orok Hileud mengepung Rulli, dalam keadaan ini Rulli melompat dari atas benteng ke bawah menyelamatkan diri menuju ke lantai 1. Orok hileud telah menguasai lantai dasar dan kemudian menyerbu lantai 1. Pasukan pertahanan yang berada di lantai 1 kembali melancarkan serangan kea rah para Orok Hileud, namun serangan itu belum cukup menahan laju para Orok Hileud, ribuan Orok Hileud memaksa serangan ke lantai 1 sehingga pasukan pertahanan kembali terdesak dan terpaksa masuk ke lantai 2, lantai terakhir di benteng Maribaya dengan meninggalkan ratusan pasukan pertahanan yang telah tewas. Di lantai 2 baik Raja Hilman, Rulli, Fauji dan Imal dalam kebingungan karena kini mereka tersudut di lantai 2 dan terperangkap, kematian dan kartu merah mulai mendekati, malaikat maut hamper menghampiri. Sementara itu hari telah berganti hari dan tak terasa pertempuran telah hamper pagi, matahari hamper terbit. (Penjelasan : Karena adanya Cincin penghambat kegaringan, maka matahari baru muncul jam 11, karena matahari terdesak oleh cincin anti kegaringan yang menghambat matahari menyinari dunia dengan kegaringan.). Dalam keadaan itu Rulli ingat dengan pesan Candra bahwa pada hari kelima ia akan dating, maka dia pun mengajak Raja Hilman dan sisa – sisa pasukan pertahanan yang mungkin hanya berjumlah 20-an orang untuk keluar demi perjuangan terakhir membela martabak telor manusia. Diiringi terompet dan musik ska tipe-z, pasukan pertahanan yang hanya bersisa 20-an orang dipimpin Raja Hilman dan Rulli menerobos keluar dan menghadapi hamper 90 ribu Orok Hileud yang masih ada dengan pertarungan yang sangat-sangat tidak seimbang. Dalam keadaan payah itu, dipuncak gunung telah terbit matahari dan disitu terlihat bayangan seseorang, ya itulah Candra si Penyihir putih, dia telah kembali dan …. Dia tidak sendirian, dibelakangnya hamper puluhan ribu pasukan pengendara Supra (Supra Owners Group, bukan Turbo Strong-K) pimpinan Hafidz yang memiliki sim tembak yang dulunya sempat tidak diakui Raja Hilman mengikuti Candra, dengan dikomando Candra dan Hafidz pasukan S.O.G turun ke lembah menuju benteng Maribaya untuk menolong Raja Hilman dkk. Puluhan ribu pasukan S.O.G itu mennyerang 90 ribu pasukan Orok Hileud yang kelelahan, kemenangan didapatkan dengan gemilang, 90 ribu Orok Hileud berhasil dibunuh dan dicium oleh para pasukan S.O.G dan hanya puluhan S.O.G yang tewas. Kerajaan Lembang menuju kemenangan yang hampir tak mungkin.
|
|