|
Kisah Rima ( part 2 )
Hari-hari selanjutnya tidak pernah kami lewatkan seharipun tanpa ngentot dan
sodomi. Aku jadi ketagihan begitu pula Dino. Kadang kami melakukannya di WC
sekolah, di kelas ketika seluruh siswa dan guru telah pulang, di jok motor Dino,
di hotel dan disetiap kesempatan. Aku merasa pusing dan sulit konsentrasi bila
tidak dientot. Prestasi belajarku jadi menurun bila sehari
tidak dientot. Ngentot jadi candu buatku. Pernah beberapa hari Doni tidak masuk,
sakit. Aku kelabakan. Akhirnya aku ke pasar dan membeli beberapa buah timun dan
terong ungu. Aku melakukannya dengan timun dan terong itu untuk memuaskan
keinginan ngentotku, tapi aku merasakan ada yang kurang aku jadi ketagihan juga
dengan peju peju laki-laki jadi vitamin buatku aku ingin nyepong ingin minum
peju Sampai pada suatu hari, aku pulang sekolah, dijalan
aku berpapasan dengan sekumpulan anak muda yang memang sering nongkrong di jalan
itu. Mereka ada 3 orang dan menyapaku "Hai Rima, baru pulang nih? Kok
sendiri?"kata salah satu dari mereka, kalo enggak salah Toto namanya. Aku
tahu karena memang mereka anak-anak muda sekitar daerahku. Mereka rata-rata anak
SMA,bahkan Toto mungkin sudah lulus beberapa tahun yang lalu. "Eh iya nih
lagi ingin sendiri"kataku. "Kami temani mau?"kata mereka bertiga.
Entah kenapa nonokku berdenyut-denyut melihat tubuh-tubuh mereka yang rata-rata
atletis. "Hmm boleh deh, sekalian jadi temen ngobrol "kataku.
Lalu kami berempat berjalan beriringan menuju
rumahku. Daerah pemukiman rumahku memang
sangat sepi, hampir tiap siang seperti kota mati. Jadi aku berjalan tidak ada
yang memperhatikan. Jalanku memang sudah agak ngegang, mungkin karena sering
disodomi oleh Dino. Sampai di rumah, demi menghormati tamu aku menyilakan mereka
masuk. Merekapun duduk-duduk di teras. Toto, Andi dan Bambang nama mereka,
ketika kami berkenalan di jalan. Aku masuk ke dalam untuk mengambil minuman buat
mereka. Ternyata rumahku sepi, dan dikonci. Untung aku punya serep kunci, jadi
aku bisa masuk. Kulihat di meja ada pesan tertulis dari bokapku. Katanya ada
saudaranya yang meninggal, jadi bokap, nyokap dan kakakku pergi keluar kota
mungkin besok sudah pulang. Aku ditinggali uang untuk jajan dan makanku.
Wah..iseng nih aku suruh masuk ketiga rekanku tadi. Lalu aku ke kamar mandi,
enggak tahan aku sudah lama enggak dientot lalu kuambil timun persediaanku
kucolokkan ke pantat dan
nonokku ah gairahku agak mengendor sekarang kukocok-kocok timun itu sampai
aku puas sendiri. Tanpa disadari, perbuatanku itu dilihat oleh Bambang.
Tadinya dia mau numpang buang air kecil, ketika
di wc, pintunya terbuka dan dilihatnya aku sedang bermasturbasi dengan telanjang
bulat. Aku jadi malu dan sambil berbisik menyuruhnya menutup pintu. Lalu aku
memakai handuk dan keluar. Bambang masih ada di depan pintu WC. "Rim..lagi
ngapain kamu tadi?"tanyanya. "Eh ah enggak lagi ngapa-ngapain ngintip
yaa"kataku. "Enggak sengaja, aku ingin pipis sudah kebelet kamu lagi
coli yaa?"tanyanya lagi. "Eh sok tahu luh,"kataku. "Rim,
daripada coli, gue mau nolongin elo nyolok nonok elo kan daripada pake timun
mendingan pake urat "katanya sambil mendekatiku. "Uh..enak aje luh
" kataku. "Ayo dong, gue belon pernah nyobain nih dikiiit ajah "katanya.
"Masak iya sih belon nyobain? Kalo laki kan biasanya sering "tanyaku.
"Berani sumpah deh "kata Bambang lagi sambil memegang pundakku.
Ah kenapa aku jadi terangsang begini kataku
dalam hati setelah merasakan gairahku melonjak-lonjak. Aku diamkan Bambang
ketika tangannya mulai merayap ke dadaku. "eh jangan Bang entar yang lain
ngeliat "kataku sambil ancang-ancang mau lari ke kamarku. Dihentakkannya
handukku hingga terlepas. Aku bugil di depannya. Tak mungkin aku lari, karena
akan ketahuan oleh Toto dan Andi. Tanganku ingin meraih handukku dilantai.
Dengan sigap, Bambang mengambil terlebih dahulu handuk itu dan melemparkannya ke
tempat yang jauh dari jangkauanku. Lalu dia mendekapku. "Ayolah Rim aku
enggak tahan nih liat tubuhmu kamu juga sudah enggak perawan kan? Tadi aku lihat
kamu nusuk-nusuk nonok dan pantatmu ayo dong ."kata Bambang. Mungkin karena
sudah hampir seminggu aku enggak dientot. Aku lalu
berkata"eh..tapi..pelan-pelan ya..jangan ketahuan Toto dan Andi disana
saja".
Jariku menunjuk meja makan. Bambang membopongku
sambil menciumi tetekku. Aku menggelinjang dan aku merasakan seperti menemukan
setetes air di padang gurun. Aku direbahkan di meja makan, Bambang membuka
bajunya. Tampak gumpalan-gumpalan otot di lengan dan bahunya. Perutnya pun
berkotak-kotak. Bambang mulai meremasi tetekku ah nikmat bener aku menciumi
bibirnya lalu Bambang mengisepi pentilku..isepannya lebih dahsyat dibanding Dino
dia menarik-narik pentilku, menggigit-gigitnya. Aku merintih, mengerang
ah..akhirnya aku dientot juga pikirku Dino maafkan aku yaa aku jadi enggak bisa
tenang kalo enggak dientot tapi cintaku tetap padamu Din..kataku membatin.
Tiba-tiba pintu dapur terkuak, aku dan Bambang kaget, takut keluargaku yang
masuk, ternyata Toto dan Andi yang masuk, mereka sebenarnya ingin pamit dan
mencari Bambang tetapi mereka menemukan Bambang sedang menikmati tubuhku. Tanpa
basa-basi mereka akhirnya membuka baju dan
celananya. "Wah asyik juga nih, aku minta bagian juga ya Rim "kata
Toto Aku pasrah, mau diapain lagi, akhirnya mereka minta dilayaniku. Bambang
sudah menusukkan kontolnya ke nonokku dan sudah mulai mengocoknya. Toto dan Andi
berdiri di samping kiri dan kananku. Aku tergeletak di meja makan. Toto dan Andi
menyorongkan kontolnya, aku tahu mereka minta disepong. Aku sepong kontol mereka
bergantian Bambang terus mengocokkan kontolnya. Tiga pasang tangan meremas-remas
tetekku yang sekarang berukuran 38. Pentilku
ditarik-tarik.
15 menit kemudian Bambang mencabut kontolnya,
dia mau keluar rupanya. Kutarik tangannya Bambang, dan dia mengerti, lalu
memasukkan kontolnya ke mulutku. Tak lama kemudian creeett pejunya membasahi
mulutku. Aku menghirupnya ah..akhirnya aku bisa minum peju lagi aku tersenyum
sendiri nikmat Setelah kontolnya bersih, Bambang duduk di bangku dan menciumi
wajahku. Giliran Toto mengentotku, ..dikocokkan kontolnya di nonokku Mulutku
terus mengisep kontol Andi badanku berguncang-guncang karena gerakan tubuh Toto
yang mengocokkan kontolnya di nonokku. Terdengar erangan Toto dan Andi. Aku
sudah 2 kali keluar kurang lebih 12 menit kemudian, Toto mencabut kontolnya dan
aku meminum pejunya. Ketika Andi hendak mengentotku, aku turun dari meja makan
dan berposisi nungging. "Ndi, tolong sodok pantatku nih "pintaku.
Tanpa banyak bicara, Andi menyodokkan kontolnya ke pantatku. "Wah, kamu
sudah biasa disodomi ya, kok gampang bener masuknya"kata Andi. "Eh..iya
ayo dong kocokkin punyamu "kataku. Andi mengocokkan kontolnya di nonokku
pelan makin lama makin kencang. "Ah..a .ah enak Ndi, terus "kataku.
Andi mengerang, merejang..nikmat. "Rim, gue pengen lagi nih,
bolehkan"kata Bambang tiba-tiba. "Iyaa .ah colok lagi deh ..masih ada
satu lubang tuh
"kataku.
Bambang tidur dengan muka menghadap tetekku
yang bergoyang-goyang. Dimasukkkan kontolnya ke nonokku. Amblas sudah keduanya
mengocokkan kontolnya. Badanku berguncang hebat kepalaku kekanan dan kiri
merasakan nikmat yang hampir seminggu ini tidak kurasakan .Aku lagi dikerjai dua
orang "Gantian Ndi, gue pengen nyobain lubang pantatnya nih!"kata
Bambang. Andi nurut dan berganti posisi. Andi di bawah dan Bambang masuk lubang
atas.
Kembali mereka mengocokku. 20 menit kemudian Andi dan Bambang secara bergantian
memasukkan kontolnya ke mulutku. Aku menghirupnya kembali. Ahhh nikmat .Setelah
selesai, mereka memakai bajunya kembali dan aku ke kamar untuk pake baju. 5
Menit kemudian, aku pake daster tipis tanpa dalaman apa-apa dan menemani mereka
ngobrol. Aku enggak malu lagi, karena mereka sudah memakaiku. "Rim, kamu
sudah pengalaman ya? Enak lo goyangannya boleh minta lagi enggak?"tanya
Toto. "Idih..ketagihan boleh saja asal tahu diri
"kataku cuek. "Maksudmu "kata Toto. "Kalau aku lagi sepi dan
rumah ini kosong, boleh deh "jawabku. "Beres deh, cihuy "kata
Toto girang. Aku tersenyum saja. "Kamu ngobrol jangan pake baju deh Rim
abis percuma, bajumu tipis bener "kata Andi. "Bener nih..?"kataku
sambil membuka bajuku. Akhirnya aku menemani mereka ngobrol tanpa baju.
Terkadang mereka memencet tetekku, mengisep nonokku. Aku cuek saja "Eh,
kejadian ini dirahasiakan yaa kalo
sampe bocor, elo-elo enggak bakalan dapat jatah lagi dari gue"kataku pada
mereka.
"Tetek elo gede juga yaa padahal baru SMP
kelas dua"kata Andi lagi. "Iya, gimana enggak gede dipencetin terus
nih tetek cuman kok agak kendur yaa ada enggak sih obat yang bisa
ngencengin?"kataku. "Emang kendur? Coba kupegang"kata Andi sambil
memegang dan meremas tetekku diikuti oleh Bambang dan Toto. 3 pasang tangan
meremas dan memencet-mencet tetekku. Aku jadi gelisah, gairahku bangkit lagi
begitu juga mereka akhirnya aku dibopong oleh
Bambang dan mereka mengerjaiku lagi di kamarku. Jam 10 malam, mereka menyudahi
mengentot dan menyodomiku aku tertidur diantara mereka. Lemes sekali badanku
tiga orang kulayani dua ronde Toto tidur sambil mengisap pentilku. Bambang tidur
sambil tetap kontolnya di nonokku. Andi tidur sambil kontolnya di mulutku. Jam 5
pagi, kami serempak bangun mereka minta jatah lagi, akhirnya sebelum mandi, aku
layani lagi jam 6.30 selesai sudah, aku
dimandikan oleh mereka bertiga .Jam 7 kurang 15 aku diantar Bambang naik motor
ke sekolah. Di sekolah, aku bisa konsentrasi dengan pelajaranku. Tenang
pikiranku nonokku sudah tidak berdenyut lagi
Ah sekarang aku duduk di SMA kelas I, aku sudah
tidak pacaran lagi dengan Dino. Dia meninggal tabrakan ketika ikut balap motor
jalanan. Kegiatan ngentotku masih berjalan. Aku semakin nyandu untuk dientot.
Untung sekarang aku punya pacar yang bersedia melayani nafsu seksku. Tetekku
sekarang berukuran 40-B. Badanku agak gemuk mungkin karena sering dientot dan
minum pil KB. Sehari aku harus minimal tiga kali ngentot. Aku jadi seks maniak.
Kalo pacarku lagi enggan melayaniku, aku jadi sembarangan milih orang, tukang
becak, tukang sampah sampai bos-bos pernah aku layani. Aku mau menghentikannya,
tapi berulang kali aku gagal. Aku harus ke psikiater mungkin. Aku sudah layu,
hancur tapi tidak kuasa untuk berhenti. Siswa-siswi yang lain mengisi hari-hari
luangnya dengan kegiatan positif, aku mengisinya
dengan ngentot abis-abisan. Karena SMA ku agak jauh dengan rumahku, sekarang aku
memilih kost. Aku mengontrak rumah kecil dan disana aku leluasa menampung setiap
lelaki yang bersedia melayaniku 3 atau 4 kali sehari. Berulang kali aku kena
penyakit kelamin, tapi aku selalu dapat sembuh. Nonokku sudah memble, lubang
pantatku sudah enggak kebilang lebarnya.
Tapi aku tetap tidak bisa meredam gejolak
seksku yang makin menggila. Aku enggak bermimpi untuk bisa kawin suatu saat
karena kupikir mana ada laki-laki yang mau dengan seks maniak sepertiku ini.
Bambang, Toto dan Andi masih setia menemaniku dan menjadi pemuas hasratku. Walau
aku masih SMA, tapi badanku sudah seperti ibu-ibu. Nilai-nilaiku tergolong
tinggi di kelas tetapi itu terjadi apabila jatah ngentotku rutin. Sehari saja
aku enggak dientot atau jatah ngentotku kurang, anjlok semua nilaiku.
Uring-uringan sikapku. Jadi aku harus dientot setiap hari. Apakah nonok dan otak
nyambung ?
Kadang-kadang aku ngentot sambil menghapal, dan
itu cepat masuk dan nyangkut di kepalaku. Jadi dibelakang nonokku ditusuk aku
membaca buku pelajaranku. Bisa tiga sampai lima mata pelajaran yang kuhapal
habis ketika aku dientot. Ingin aku bisa mengendalikan nafsuku dan hidup normal
tapi bagaimana caranya??
TAMAT
|