CERITA HOT 17

<<-Prev |

CERITA HOT : KAFE BUGIL ONLINE

KAFE BUGIL ONLINE : CERITA 17

Kisah Rima ( part 2 )


Hari-hari selanjutnya tidak pernah kami lewatkan seharipun tanpa ngentot dan sodomi. Aku jadi ketagihan begitu pula Dino. Kadang kami melakukannya di WC sekolah, di kelas ketika seluruh siswa dan guru telah pulang, di jok motor Dino, di hotel dan disetiap kesempatan. Aku merasa pusing dan sulit konsentrasi bila tidak dientot. Prestasi belajarku jadi menurun bila sehari
tidak dientot. Ngentot jadi candu buatku. Pernah beberapa hari Doni tidak masuk, sakit. Aku kelabakan. Akhirnya aku ke pasar dan membeli beberapa buah timun dan terong ungu. Aku melakukannya dengan timun dan terong itu untuk memuaskan keinginan ngentotku, tapi aku merasakan ada yang kurang aku jadi ketagihan juga dengan peju peju laki-laki jadi vitamin buatku aku ingin nyepong ingin minum peju Sampai pada suatu hari, aku pulang sekolah, dijalan
aku berpapasan dengan sekumpulan anak muda yang memang sering nongkrong di jalan itu. Mereka ada 3 orang dan menyapaku "Hai Rima, baru pulang nih? Kok sendiri?"kata salah satu dari mereka, kalo enggak salah Toto namanya. Aku tahu karena memang mereka anak-anak muda sekitar daerahku. Mereka rata-rata anak SMA,bahkan Toto mungkin sudah lulus beberapa tahun yang lalu. "Eh iya nih lagi ingin sendiri"kataku. "Kami temani mau?"kata mereka bertiga. Entah kenapa nonokku berdenyut-denyut melihat tubuh-tubuh mereka yang rata-rata
atletis. "Hmm boleh deh, sekalian jadi temen ngobrol "kataku.

Lalu kami berempat berjalan beriringan menuju rumahku. Daerah pemukiman rumahku memang
sangat sepi, hampir tiap siang seperti kota mati. Jadi aku berjalan tidak ada yang memperhatikan. Jalanku memang sudah agak ngegang, mungkin karena sering disodomi oleh Dino. Sampai di rumah, demi menghormati tamu aku menyilakan mereka masuk. Merekapun duduk-duduk di teras. Toto, Andi dan Bambang nama mereka, ketika kami berkenalan di jalan. Aku masuk ke dalam untuk mengambil minuman buat mereka. Ternyata rumahku sepi, dan dikonci. Untung aku punya serep kunci, jadi aku bisa masuk. Kulihat di meja ada pesan tertulis dari bokapku. Katanya ada saudaranya yang meninggal, jadi bokap, nyokap dan kakakku pergi keluar kota mungkin besok sudah pulang. Aku ditinggali uang untuk jajan dan makanku. Wah..iseng nih aku suruh masuk ketiga rekanku tadi. Lalu aku ke kamar mandi, enggak tahan aku sudah lama enggak dientot lalu kuambil timun persediaanku kucolokkan ke pantat dan
nonokku ah gairahku agak mengendor sekarang kukocok-kocok timun itu sampai
aku puas sendiri. Tanpa disadari, perbuatanku itu dilihat oleh Bambang.

Tadinya dia mau numpang buang air kecil, ketika di wc, pintunya terbuka dan dilihatnya aku sedang bermasturbasi dengan telanjang bulat. Aku jadi malu dan sambil berbisik menyuruhnya menutup pintu. Lalu aku memakai handuk dan keluar. Bambang masih ada di depan pintu WC. "Rim..lagi ngapain kamu tadi?"tanyanya. "Eh ah enggak lagi ngapa-ngapain ngintip yaa"kataku. "Enggak sengaja, aku ingin pipis sudah kebelet kamu lagi coli yaa?"tanyanya lagi. "Eh sok tahu luh,"kataku. "Rim, daripada coli, gue mau nolongin elo nyolok nonok elo kan daripada pake timun mendingan pake urat "katanya sambil mendekatiku. "Uh..enak aje luh " kataku. "Ayo dong, gue belon pernah nyobain nih dikiiit ajah "katanya. "Masak iya sih belon nyobain? Kalo laki kan biasanya sering "tanyaku. "Berani sumpah deh "kata Bambang lagi sambil memegang pundakku.

Ah kenapa aku jadi terangsang begini kataku dalam hati setelah merasakan gairahku melonjak-lonjak. Aku diamkan Bambang ketika tangannya mulai merayap ke dadaku. "eh jangan Bang entar yang lain ngeliat "kataku sambil ancang-ancang mau lari ke kamarku. Dihentakkannya handukku hingga terlepas. Aku bugil di depannya. Tak mungkin aku lari, karena akan ketahuan oleh Toto dan Andi. Tanganku ingin meraih handukku dilantai. Dengan sigap, Bambang mengambil terlebih dahulu handuk itu dan melemparkannya ke tempat yang jauh dari jangkauanku. Lalu dia mendekapku. "Ayolah Rim aku enggak tahan nih liat tubuhmu kamu juga sudah enggak perawan kan? Tadi aku lihat kamu nusuk-nusuk nonok dan pantatmu ayo dong ."kata Bambang. Mungkin karena sudah hampir seminggu aku enggak dientot. Aku lalu
berkata"eh..tapi..pelan-pelan ya..jangan ketahuan Toto dan Andi disana
saja".

Jariku menunjuk meja makan. Bambang membopongku sambil menciumi tetekku. Aku menggelinjang dan aku merasakan seperti menemukan setetes air di padang gurun. Aku direbahkan di meja makan, Bambang membuka bajunya. Tampak gumpalan-gumpalan otot di lengan dan bahunya. Perutnya pun berkotak-kotak. Bambang mulai meremasi tetekku ah nikmat bener aku menciumi bibirnya lalu Bambang mengisepi pentilku..isepannya lebih dahsyat dibanding Dino dia menarik-narik pentilku, menggigit-gigitnya. Aku merintih, mengerang
ah..akhirnya aku dientot juga pikirku Dino maafkan aku yaa aku jadi enggak bisa tenang kalo enggak dientot tapi cintaku tetap padamu Din..kataku membatin. Tiba-tiba pintu dapur terkuak, aku dan Bambang kaget, takut keluargaku yang masuk, ternyata Toto dan Andi yang masuk, mereka sebenarnya ingin pamit dan mencari Bambang tetapi mereka menemukan Bambang sedang menikmati tubuhku. Tanpa basa-basi mereka akhirnya membuka baju dan
celananya. "Wah asyik juga nih, aku minta bagian juga ya Rim "kata Toto Aku pasrah, mau diapain lagi, akhirnya mereka minta dilayaniku. Bambang sudah menusukkan kontolnya ke nonokku dan sudah mulai mengocoknya. Toto dan Andi berdiri di samping kiri dan kananku. Aku tergeletak di meja makan. Toto dan Andi menyorongkan kontolnya, aku tahu mereka minta disepong. Aku sepong kontol mereka bergantian Bambang terus mengocokkan kontolnya. Tiga pasang tangan meremas-remas tetekku yang sekarang berukuran 38. Pentilku
ditarik-tarik.

15 menit kemudian Bambang mencabut kontolnya, dia mau keluar rupanya. Kutarik tangannya Bambang, dan dia mengerti, lalu memasukkan kontolnya ke mulutku. Tak lama kemudian creeett pejunya membasahi mulutku. Aku menghirupnya ah..akhirnya aku bisa minum peju lagi aku tersenyum sendiri nikmat Setelah kontolnya bersih, Bambang duduk di bangku dan menciumi
wajahku. Giliran Toto mengentotku, ..dikocokkan kontolnya di nonokku Mulutku terus mengisep kontol Andi badanku berguncang-guncang karena gerakan tubuh Toto yang mengocokkan kontolnya di nonokku. Terdengar erangan Toto dan Andi. Aku sudah 2 kali keluar kurang lebih 12 menit kemudian, Toto mencabut kontolnya dan aku meminum pejunya. Ketika Andi hendak mengentotku, aku turun dari meja makan dan berposisi nungging. "Ndi, tolong sodok pantatku nih "pintaku. Tanpa banyak bicara, Andi menyodokkan kontolnya ke pantatku. "Wah, kamu sudah biasa disodomi ya, kok gampang bener masuknya"kata Andi. "Eh..iya ayo dong kocokkin punyamu "kataku. Andi mengocokkan kontolnya di nonokku pelan makin lama makin kencang. "Ah..a .ah enak Ndi, terus "kataku. Andi mengerang, merejang..nikmat. "Rim, gue pengen lagi nih, bolehkan"kata Bambang tiba-tiba. "Iyaa .ah colok lagi deh ..masih ada satu lubang tuh
"kataku.

Bambang tidur dengan muka menghadap tetekku yang bergoyang-goyang. Dimasukkkan kontolnya ke nonokku. Amblas sudah keduanya mengocokkan kontolnya. Badanku berguncang hebat kepalaku kekanan dan kiri merasakan nikmat yang hampir seminggu ini tidak kurasakan .Aku lagi dikerjai dua orang "Gantian Ndi, gue pengen nyobain lubang pantatnya nih!"kata Bambang. Andi nurut dan berganti posisi. Andi di bawah dan Bambang masuk lubang atas.
Kembali mereka mengocokku. 20 menit kemudian Andi dan Bambang secara bergantian memasukkan kontolnya ke mulutku. Aku menghirupnya kembali. Ahhh nikmat .Setelah selesai, mereka memakai bajunya kembali dan aku ke kamar untuk pake baju. 5 Menit kemudian, aku pake daster tipis tanpa dalaman apa-apa dan menemani mereka ngobrol. Aku enggak malu lagi, karena mereka sudah memakaiku. "Rim, kamu sudah pengalaman ya? Enak lo goyangannya boleh minta lagi enggak?"tanya Toto. "Idih..ketagihan boleh saja asal tahu diri
"kataku cuek. "Maksudmu "kata Toto. "Kalau aku lagi sepi dan rumah ini kosong, boleh deh "jawabku. "Beres deh, cihuy "kata Toto girang. Aku tersenyum saja. "Kamu ngobrol jangan pake baju deh Rim abis percuma, bajumu tipis bener "kata Andi. "Bener nih..?"kataku sambil membuka bajuku. Akhirnya aku menemani mereka ngobrol tanpa baju. Terkadang mereka memencet tetekku, mengisep nonokku. Aku cuek saja "Eh, kejadian ini dirahasiakan yaa kalo
sampe bocor, elo-elo enggak bakalan dapat jatah lagi dari gue"kataku pada mereka.

"Tetek elo gede juga yaa padahal baru SMP kelas dua"kata Andi lagi. "Iya, gimana enggak gede dipencetin terus nih tetek cuman kok agak kendur yaa ada enggak sih obat yang bisa ngencengin?"kataku. "Emang kendur? Coba kupegang"kata Andi sambil memegang dan meremas tetekku diikuti oleh Bambang dan Toto. 3 pasang tangan meremas dan memencet-mencet tetekku. Aku jadi gelisah, gairahku bangkit lagi begitu juga mereka akhirnya aku dibopong oleh
Bambang dan mereka mengerjaiku lagi di kamarku. Jam 10 malam, mereka menyudahi mengentot dan menyodomiku aku tertidur diantara mereka. Lemes sekali badanku tiga orang kulayani dua ronde Toto tidur sambil mengisap pentilku. Bambang tidur sambil tetap kontolnya di nonokku. Andi tidur sambil kontolnya di mulutku. Jam 5 pagi, kami serempak bangun mereka minta jatah lagi, akhirnya sebelum mandi, aku layani lagi jam 6.30 selesai sudah, aku
dimandikan oleh mereka bertiga .Jam 7 kurang 15 aku diantar Bambang naik motor ke sekolah. Di sekolah, aku bisa konsentrasi dengan pelajaranku. Tenang pikiranku nonokku sudah tidak berdenyut lagi

Ah sekarang aku duduk di SMA kelas I, aku sudah tidak pacaran lagi dengan Dino. Dia meninggal tabrakan ketika ikut balap motor jalanan. Kegiatan ngentotku masih berjalan. Aku semakin nyandu untuk dientot. Untung sekarang aku punya pacar yang bersedia melayani nafsu seksku. Tetekku sekarang berukuran 40-B. Badanku agak gemuk mungkin karena sering dientot dan minum pil KB. Sehari aku harus minimal tiga kali ngentot. Aku jadi seks maniak.
Kalo pacarku lagi enggan melayaniku, aku jadi sembarangan milih orang, tukang becak, tukang sampah sampai bos-bos pernah aku layani. Aku mau menghentikannya, tapi berulang kali aku gagal. Aku harus ke psikiater mungkin. Aku sudah layu, hancur tapi tidak kuasa untuk berhenti. Siswa-siswi yang lain mengisi hari-hari luangnya dengan kegiatan positif, aku mengisinya
dengan ngentot abis-abisan. Karena SMA ku agak jauh dengan rumahku, sekarang aku memilih kost. Aku mengontrak rumah kecil dan disana aku leluasa menampung setiap lelaki yang bersedia melayaniku 3 atau 4 kali sehari. Berulang kali aku kena penyakit kelamin, tapi aku selalu dapat sembuh. Nonokku sudah memble, lubang pantatku sudah enggak kebilang lebarnya.

Tapi aku tetap tidak bisa meredam gejolak seksku yang makin menggila. Aku enggak bermimpi untuk bisa kawin suatu saat karena kupikir mana ada laki-laki yang mau dengan seks maniak sepertiku ini. Bambang, Toto dan Andi masih setia menemaniku dan menjadi pemuas hasratku. Walau aku masih SMA, tapi badanku sudah seperti ibu-ibu. Nilai-nilaiku tergolong tinggi di kelas tetapi itu terjadi apabila jatah ngentotku rutin. Sehari saja aku enggak dientot atau jatah ngentotku kurang, anjlok semua nilaiku. Uring-uringan sikapku. Jadi aku harus dientot setiap hari. Apakah nonok dan otak nyambung ?

Kadang-kadang aku ngentot sambil menghapal, dan itu cepat masuk dan nyangkut di kepalaku. Jadi dibelakang nonokku ditusuk aku membaca buku pelajaranku. Bisa tiga sampai lima mata pelajaran yang kuhapal habis ketika aku dientot. Ingin aku bisa mengendalikan nafsuku dan hidup normal tapi bagaimana caranya??


TAMAT

<<-Prev |

Copyright � 2001 - 2003 . Kafe Bugil Online
All right reserved
Jogja - Indonesia
Hosted by www.Geocities.ws

1