|
Kisah Rima ( part 1 )
Aku seorang pelajar SMP kelas II, namaku Rima.
Kata orang aku cantik,
kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm,
ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar,
Dino namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah. Dino seorang
siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasi
belajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah
kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di
sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku.
Tapi entah mengapa aku memilih Dino. Singkatnya, aku pacaran dengan Dino.
Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang
bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan
lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.
Aku dan Dino telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk
pacaran secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk
berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun
jadi nikmat.
Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama
Dino. Aku mau nemanin dia ke
rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat
karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan
celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti
seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Dinopun begitu. Dari sekolah
kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis ke
arah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Dino. Sesampai disana, aku
diperkenalkan dengan teman Dino, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang
tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Anggi.
Pembantunyapun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah,
datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya
hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kata
Agus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul.
Tak lama kemudian, Agus dan Dino pergi ke dapur
dan menyiapkan
minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Anggi. Dari Anggi, aku tahu bahwa
Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah,
juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku. 10 menit kemudian, Agus dan
Dino kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil.
Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.
Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus
menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu,
kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku. Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang
sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku
berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap
menyaksikan film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue
film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah
rangsangan di badanku semakin menggila .Aku lihat Agus dan Anggi sudah
saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Dino.
Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Anggi yang
mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering
melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Anggi mengisep-isep peler
Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Anggi juga sepertinya telah
terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Anggi Dino merapatkan
tubuhnya kepadaku.
"Rim .kamu sayang aku
enggak?"tanyanya padaku. "Eh..emang kenapa, Din ?"kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan
Anggi
"Aku pengen kayak gitu ."kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Anggi
yang
semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Anggi, dan memasukkan batang
kontolnya ke nonok Anggi. Dengan diikuti teriakan kecil Anggi, batang kontol
itu masuk seluruhnya ke nonok Anggi. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?
Seluruh badanku merinding ."Rima?"kata Dino lagi. "Eh enggak ah
enggak mau
malu ."kataku. "Malu sama siapa?"kata Dino. Tangannya mulai
merayapi dadaku.
Kutepis pelan tangannya. "Malu sama Agus dan Anggi tuh "kataku.
"Ah mereka
aja cuek ayo dong Rima aku sudah enggak tahan nih "kata Dino. "Ah..jangan
ah
"kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus
dan Anggi. Tak terasa tangan Dino mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku
membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celana
panjang jeans. Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang
wanita asia di
entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya
sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya
terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Dino mulai merayapi dan
meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh
siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan
ini ."Buka Bhnya, ya sayang "pinta Dino. Aku mengangguk, aku jadi
ingin
merasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Dino membuka Bhku.. aku sekarang
benar-benar telanjang dada. Dino mengisepi pentilku memencet-memencet buah
dadaku yang masih kenyal dan bagus "Tetekmu enak bener, sayang belum pernah
ada yang pegang yaa"kata Dino sambil terus meremas tetekku dan mengisepi
pentilku "Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti ."kataku.
Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Anggi, mereka
sekarang bermain doggy style. Anggi berposisi nungging dan Agus menusuknya
dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila
"Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih "pinta Dino. "Jangan
Din takut
."kataku. "Takut apa sayang?"kata Dino. "Takut hamil "kataku.
"Enggak Din,
aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah "katanya.
Aku diam saja Dino mulai membuka ristleting
celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku
tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Dino pun
memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Dinopun membuka
seluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat .Tangan Dino tetap
meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Anggi, eh mereka bersodomi Anggi
sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat
Anggi sedangkan tangan kiri Anggi mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah
basah Erangan mereka terdengar makin sering .Dino terus mengerjaiku,
tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku
"Ah..sakit, pelan-pelan, Din.."teriakku ketika jari itu memasuki
nonokku.
Dino agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak
lama kemudian nonokku basah . "Din, isep dong punyaku "pinta Dino
sambil
menyodorkan kontolnya ke mukaku. "Ah..enggak ah "kataku menolak.
"Jijik ya?
Punyaku bersih kok ayo dong Anggi saja berani tuh "pinta Dino memelas.
Dengan ragu aku pegang kontol Dino. Baru sekali
ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Dino sudah berdiri tegang
rupanya. "Ayo dong Rima sayang "pinta Dino lagi. Dengan ragu
kumasukkan
kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal
"Hisap dong sayang seperti kamu makan permen "Dino mengajariku.
Pelan-pelan
kuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku
merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali
erangan Dino. "Ah ah .uuuhhh enak sayang teruskan .." erang Dino.
Tangan
Dino terus mengucek-ucek nonokku. Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin
sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Dino terus kulomoh
kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Dino menarik
kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya
ternyata meleset, Dino melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya
itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang
nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak"Aduuh sakit Din
pelan-pelan dong " Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan
lebih .Dino melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku
ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Dino lagi menghentakkan kontolnya
sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku ."Ahhh perih Din "kataku.
Dino
diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. "Tenang
Din,
sebentar lagi kamu akan terbiasa kok "katanya. Pelan-pelan Dino mengocok
kontolnya di nonokku. Masih terasa perih sedikit kocokkan Dino semakin
kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat
nikmat sekali "Terus Din Terus ahhhh ah .enak ."kataku. Sempat kulirik
Agus
dan Anggi masih terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus
semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata
ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati ."Din ah
.ah .aku aku ."entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin
kukeluarkan dari nonokku entah apa "Keluarkan saja sayang kamu mau keluar
."kata Dino. "Ahh iya Din aku mau keluar .."tak lama kemudian
terasa cairan
hangat dari nonokku .
Dino terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku
ini, pikirku. "Satu nol, sayang"kata Dino tersenyum. Dino mencopot
kontolnya, aku
sedikit kecewa "Kenapa dicopot Din.."tanyaku. "Kita coba doggy
style, sayang
"jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing. Dino menusukan
kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangan
keras dari Anggi dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat
peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar
kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali
keluar Dino tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku.
Sudah hampir � jam aku dientot Dino, tapi tampaknya Dino belum menunjukkan
akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Dino mencopot lagi kontolnya
dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itu
dipakai untuk melumuri pantat Anggi ketika mau disodomi .eh apakah aku mau
disodomi Dino? "Mau ngapain Din "tanyaku penasaran ."Seperti
Anggi dan Agus lakukan, Rima aku ingin menyodomimu sayang "jawabnya. Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa
gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku
mendiamkannya ketika Dino mulai mengolesi lubang
pantatku dengan baby oil. Tak lama kemudian, kontol Dino yang masih keras
itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Dino tampak
mulai merayapi lubang pantatku "Aduuuh sakit Din "kataku ketika kontol
itu
mulai masuk pantatku. "Tenang sayang nanti juga enggak sakit "jawab
Dino
sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke
pantatku "Aduuuhh sakiiiitt "kataku lagi. "Tenang Rim, nanti enak
deh..aku
jadi ketagihan sekarang "kata Anggi sambil mengelus rambutku dan
menenangkanku. "Kamu sudah sering disodomi, Nggi?"tanyaku. "Wah
bukan sering
lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja
ayo Dino coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo.."kata Anggi sambil
menyuruh Dino mencoba lagi.
Dino mendesakkan lagi kontolnya sehingga
seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku ."Tuuh kan sudah
masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak
kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hi
hi "kata Anggi. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Dino mulai
mengocok kontolnya di pantatku. "Pelan-pelan, Din masih sakit "pintaku
pada
Dino. "Iya sayang enak nih sempit"katanya. Anggi ke belakang pantatku
dan
mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat
"Anggi ah .enak "kataku. "Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek
nonoknya,
biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat"kata Anggi pada Dino. Benar
sekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat ."Hai sayang ini ada
lobang nganggur mau pake? Boleh kan Dino? Lubang yang satu ini dipake
pacarku Agus "kata Anggi. "Tanya Rima saja deh, aku lagi asyik
nih"jawab
Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. "Gimana Rima? Bolehkan?
Enak lo di dobelin aku sering kok "pinta Anggi. "Ah..jangan deh "kataku.
"Sudahlah Rima, kasih saja aku rela kok"kata Dino. Tiba-tiba Agus
merayap di
bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Anggi dan diarahkan ke
nonokku. Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. "Jaang "kataku
hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku.
Jadilah aku dientot dan disodomi . � jam Agus dan Dino mengocok kontolku.
Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat
menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak ada
duanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali
ini kurang siap.
Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot
kontolnya dan
memasukkan kontolnya ke mulut Anggi. Anggi menghirup peju yang keluar dari
kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Dino melakukan hal yang sama, tadinya
aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku
membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Dino. Dino memuntahkan pejunya di
mulutku akupun menelannya. Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya
bersih, Dino mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur.
"Terima kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu "katanya lembut.
Aku diam
saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan. Badanku
lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan
mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek
karena dirasuki kontol Dino. Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di
kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Dino ."Din, aku sudah
enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa ."kataku pada Dino.
Kulihat Anggi dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat.
"Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku
janji enggak akan meninggalkanmu
tapi kamu harus janji yaa "katanya. "Bener Din? Kamu enggak ninggalin
aku?
Tapi janji apa ?"kataku balik bertanya. "Janji, kita akan mengulangi
ini
lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu,
sayang "kata Dino sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin
lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. "Janji ya sayang "katanya
lagi mendesakku. Aku hanya mengangguk. "Sudah jangan nangis sekarang kamu mau
langsung pulang atau mau istirahat dulu?"tawar Dino. Aku pilih istirahat
dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Dino. Hari ini baru pertama kali
aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat.
Bersambung
|