background

News-Stories-Articles

K-POP, apa itu?

 
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Temen temen, kali ini aku mau ngebahas yang namanya K-POP, kalian pasti tahu kan? K-POP merupakan singkatan dari Korean Pop yang bergenre hip hop dan RNB. musik ini sudah mulai terkenal sejak tahun 2000-an di Asia Tenggara. Kedatangan Korean Pop juga diiringi dengan munculnya K-Drama atau Drama Korea. Telah banyak artis korea yang menembus pasar musik Jepang dan sukses dengan debut Internasionalnya, seperti Super Junior, BoA, Big Bang dan lain-lain. Jadi, apakah kalian sudah terkena Korean Wave? 

 

Anime itu.. kartun apa film ya?

 

Abis jalan-jalan ke korea, sekarang kita akan membahas Anime dari Jepang. Ada yang tau apa sih anime itu? Pasti kebanyakan menjawab film kartun yang sering ada di tv kan? Nah kali ini saya akan membahas yang namanya anime. Anime berasal dari tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Ingggris "animation" dan diucapkan sebagai "anime-shon". Ini adalah animasi khas Jepang dengan ciri khas gambar yang berwarna warni dengan menampilkan tokoh tokoh dalam berbagai cerita. Anime sangat dipengaruhi oleh gaya gambar manga, yaitu komik khas jepang yang memiliki ciri khas yaitu bentuk mata yang lebih kompleks. Tidak hanya digemari anak-anak, anime juga digandrungi para remaja bahkan orang dewasa. Ini karena anime memiliki alur cerita yang bervariasi dan berbeda dengan kartun dari barat. Kebanyakan anime diangkat dari cerita komik, seperti Naruto, One Piece, Bleach, dll yang memiliki cerita yang cukup panjang sehingga dibuat dalam betuk beberapa episode. Kita dapat menonton anime secara online atau mendownloadnya di beberapa website..

Cerpen - Bapakku di mimpi terakhir

Rintik-rintik air mulai turun dibalik senja, sejenak langit biru mulai beranjak pergi dan digantikan oleh sang malam. Adzan pun berkumandang, memanggil para umat muslim untuk menunaikan kewajibannya, salat magrib. Akupun bergegas kekamar mandi untuk mengabil wudhu. Tetesan air yang begitu jernih. Teringat masa ku dahulu yang sulit, mengandalkan sumur berair kuning dan berbau busuk untuk dipakai mandi. Airnyapun harus di saring dua kali, setidaknya tidak sebutek dari saat pertama diambil, tapi tidak berefek pada baunya. Minggu depan akan datang hari dimana umat muslim merayakan hari yang besar. Dimana setiap orang merayakannya dengan sukacita. hari raya Idul Fitri

Tugasku masih menumpuk, buku-buku berhamburan tak karuan diatas tempat tidur. Bahan aku lebih sering tertidur pulas  di meja belajar karena ketiduran saat membuat tugas. Baru satu semester aku menjadi anak kos, anak yang biasanya dimanja dan selalu terurus oleh ibu kini berupaya untuk menjadi seorang yang mandiri dan pandai. Walaupun aku masih tidak dapat membereskan ruangan, dulu ibu selalu memberiku perrtolongan dalam membersihkan dan menghindara

Saat ini aku teringat minggu-minggu terakhir menjelang Idul Fitri, saat dimana orang terlalu sibuk untuk memasak dan membuat ketupat, memanggang kue kering dan memasak rendang.  Sayangnya ini tidak terjadi dirumahku, bapak tidak mempunyai uang yang cukup. Gajinya sebagai kuli panggul di stasiun kereta api  tidak cukup untuk membeli barang seperti itu, aku terkadang malu bila diejek teman-teman kalau aku tidak berganti baju disetiap lebaran. Mendapatkan baju lebaran saja sudah sangat beruntung. Hari itu, dua hari sebelum lebaran ibu membelikanku baju baru. Baju koko berwarna biru dengan bordiran benang-benang emas menghiasi bagian depan baju itu, betapa senangnya hatiku, tahun lalu orangtua ku belum membelikan baju lebaran. Aku dapat membayangkan diriku memakai baju koko yang amat keren ini.

Sehari sebelum lebaran, kampung kami mengalami mati lampu. Padahal listrik sangat berharga bagi setiap orang. Baru saja ibu ingin menggosok baju koko ku. Ia pun emngurungkan niatnya dan hanya melipatnya diatas ranjang. Malam  takbiran pun datang, tak lama kemudian aku mendapatkan baju kokoku, terdapat lobang yang cukup banyak dengan sebagian baju yang hangus. Aku sangat. Bapak,  sebagai orang yang mungkin tidak sengaja melakukannya . puntung berkas rokok yang sipakainya membuatnya sebagai tersangka. Aku sangat kesal pada bapak, untuk sementara ini aku tak ingin dia memanggilku.

Antara ingin menagis dan kesal setengah mati. Baju lebaran yang diidam-idamkan telah bolong hangus terkena punting rokok. Siapa lagi yang menggunakan rokok dirumah selain bapak? Aku semakin menjaga jarak dengan bapak saat ini, aku belum dapat menerima sesuatu yang menjadi alas an bapak. Yang ku bisa adalah hanya membuat benteng yang tak terlihat bagi mata kita. Dari awal memang tidak terlalu dekat, aku sangat tertutup padanya.

�kriiiiiii...ng� suara bel sekolah yang tua dan reot  berbunyi  terlalu nyaring membangunkanku dari lamunan panjangku, membiarkan mahasiswa berhamburan  keluar kelas. Ada yang langsung pulang, nongkrong-nongkrong dikantin dulu, atau yang masih dikelas untuk piket. �Tami, mau bareng gak?� Tanya Mia, sahabatku. Namaku tami, dan hari ini lagi-lagi dosen  memanggilku kekantor. Bukannya aku ketahuan mencontek, tidak buat tugas ataupun berantem dengan teman. Tapi aku emang sudah biasa dua bulan sekali datang kekantor, jadi aku tidak merasa aneh. �gue mau kekantor nih, kalo mau duluan, duluan aja� aku tersenyum padanya. �gak lama kan?� tanyanya lagi, �hmmm, kayak biasa mungkin..� jawabku agak ragu. �oke, gue tungguin�. Mia pun duduk menungguku di kursi kayu panjang didepan kelas.

Liburan segera datang, lima hari lagi aku akan pulang ke desaku. Selama  menjadi anak kuliahan di kota, akhirnya aku bisa kembali kerumah. Liburan kali ini sangat bagus, selain bisa pulang kampung, aku ini adalah liburan terpanjang yang pernah aku lakukan setelah aku menjadi mahasiswa. Liburan kali ini pun aku punya cukup uang untuk naik travel . karena uang selalu menjadi kendala. Aku yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan bapak secara langsung membuatku tidak dapat menuntut uang terlalu banyak dengan ibu.

Dulu, kehidupan SMA ku pun tak berbeda jauh, uang selalu jadi penghalang, sebenarnya ini tidak akan menjadi masalah yang terlalu besar bagi kami, kalau saja ayah membiarkanku sekolah di dekat rumah, yang hanya berjarak sepuluh menit jalan kaki. Terkadang aku tak mengerti bagaimana jalan pikirannya itu, selalu berpikir ke masa depan nun jauh dimata. Aku tak terlalu pandai untuk membuat sejenis perancanaan yang seperti itu, bahkan sebenarnya aku tidak suka membuat rencana, karena disetiap detil rencana yang kubuat tak jarang gagal untuk dilakukan.

Perjalanan membutuhkan waktu dua hari semalam, aku sengaja tidak member tahu ibu kalau aku akan pulang, biar menjadi kejutan nantinya . Disepanjang perjalanan aku lebih banyak tidur, sebenarnya aku tidak suka bepergian jauh. Travel sumpek ini membuatku sangat tidak nyaman. Di saat aku tidur, aku bermimpi ayahku meminta maaf denganku, mimpi itu terasa begitu nyata dipikiranku. Perasaanku di dunianyata saat itu sama persis dengan apa yang aku rasakan di dalam mimpi.

Aku langsung menolak mentah-mentah kata maaf itu. Aku tidak mau memaafkannya. Mungkin aku terlalu sakit hati kepadanya, lalu ia terlihat terduduk lesu mendenhgarkan jawaban dariku. Perasaanku sangat tidak enak, aku ingi mengatakan bahwa aku membutuhkan waktu sedikit lagi untuk itu, tapi ia telah pergi dan meninggalkan ku tiba-tiba, bahunya terguncang-guncang seperti menahan tangis.

Sekejap aku langsung terbangun dari tidurku, mimpi yang begitu nyata. Aku sempat khawatir memikirkannya, apakah tindakanku salah? Tapi aku memang butuh waktu untuk itu. Aku sudah terlalu sakit hati oleh karenanya. Apakah aku terlalu kejam? Akupun merasa begitu, namun ini hanyalah mimpi. Mungkin apabila ini benar-benar terjadi aku akan memberi jawaban lain.

Aku pun telah sampai di kampungku, sebentar lagi aku akan melewati beberapa desa dan sampai di desa kecil tempat tinggal ku. Travelnya ,mengantarkanku sampai kedepan rumah. Aku pun segera turun. Dirumahku terlihat cukup ramai orang, aku pun senang karena tetangga ku menyambut ku dengan antusias, kedatangan ku dari kota ini. Namun setelah kumendekat, wajah mereka tidak tersenyum, apakah mereka marah kepadaku? Tidak, mereka tidak marah kepadaku. Mereka membawa baki-baki mereka yang ditutup selendang. Butuh beberapa menit aku berfikir apa makna semua ini.

Banyak juga yang berbaju hitam-hitam, jangan-jangan? Tidak! Aku tidak boleh berfikir seperti itu, dengan tas ranselku, aku berlari kerumah menerobos banyaknya orang disekitar rumahku, dan apa yang aku temukan di rumah? Aku menemukan bungkusan mayat kaku bertutupkan kain kafan di ruang tamuku, ibuku terlihat begitu sedih disampingnya, tak terasa air mataku menetes. �bapak... ini bapak kan??� aku langsung memeluknya dan menagis sejadi-jadinya. Bagaimana aku bisa sesedih ini ketika aku merasa begitu membencinya. Sekarang aku begitu menyesal... Tuhan apakah ini juga sebuah mimpi? Ibuku langsung memelukku, sungguh ini adalah penyesalan terhebat yang pernah aku rasakan.

 

 

 

Cute Running Puppy