Jugun Ianfu asal Jawa Tengah Indonesia
<< Lihat Jugun Ianfu Jawa Barat

Beberapa pelaku sejarah telah memberikan kesaksiannya tentang pengalaman mereka menjadi Jugun Ianfu di masa pendudukan Jepang. Kehidupan selanjutnya ditemani kenangan pahit masa lalu, penderitaan lahir batin disertai penolakan masyarakat sekitar ditambah kesulitan ekonomi melengkapi penderitaan mereka. Dana dari luar negeri yang mereka dengar pernah turun tak pernah singgah di tangan mereka. Di jawa Tengah ada ibu Sukarlin, ibu Mardiyem, ibu Partiyem, ibu Saidah, ibu Suharti, dan yang lainnya. Almarhumah ibu Sumirah dari Salatiga pernah menikah, juga beberapa mantan jugun lainnya namun keberadaan mereka sangat dirahasiakan mengingat pandangan sinis masyarakat atas masa lalu mereka membuat tekanan yang berat bagi keluarga.

saksi sejarah
in memoriam Nardiyem
central java
Jawa tengah (Central Java) Indonesia

SEKELUMIT SEJARAH PERANG

Disaat berkecamuknya perang Asia Pasifik tahun 1942-1945, laut Jawa di dalam penguasaan tentara darat dan laut Jepang. Armada ini sangat berpengalaman tempur sejak periode perang Sino pertama, Perang Dunia I dan II, dan perang penaklukan Rusia. Panglima perang mereka sangat populer antara lain admiral Isoroku Yamamoto, lulusan Harvard University tahun 1921, pangeran Hiroyasu Fushimi yang adalah sepupu kaisar Hirohito.
 
Pulau Jawa tahun 1942 sepenuhnya dalam pengawasan infantry 16 Dengan sandi Osamu. Berkedudukan di Batavia. Infantri ini bertugas dalam pertempuran di China dipimpin oleh pangeran Nashimoto (Morimasa), Minami Jiro, dan  Kanji Ishiwara.
Sementara di pulau Sumatra tahun 1944-1945 dikuasai divisi infantri ke 25 bermarkas besar di Singapura  dengan sandi Oka. Wilayah pengawasan mereka hingga ke Borneo.

(Sumber: Wikipedia/US Department)

Sejarah Jugun Ianfu Jawa Tengah tak bisa dilepaskan dari perjuangan almarhumah ibu Mardiyem untuk mengangkat harkat sesama korban perang itu. Sering istilah yang kurang tepat "kecelakaan perang" dipakai oleh sebagian masyarakat atas kasus perbudakan seks di jaman Jepang. Bahkan masyarakat menganggap para Jugun Ianfu tak ubahnya sebagai pelacur yangmenyediakan diri bagi tentara Jepang namun dari penelusuran sejarah Jugun Ianfu ini bukan

kecelakaan namun merupakan rancangan yang kejam oleh kekaisaran Jepang untuk mendirikan rumah bordil secara paksa di wilayah jajahan Jepang di Asia melalui perkosaan, penculikan, penipuan, ancaman,bahkan penyiksaan brutal terhadap para gadis-gadis belia. Upaya ini juga dibantu oleh masyarakat lokal yang menjadi calo tindakan tak bermoral ini.

 

Hosted by www.Geocities.ws

1