Tentang Batik dan Pemrosesannya

Batik  Modern

 

Berbeda dengan batik klasik, pada batik modern motif maupun pewarnaan tidak tergantung pada pola-pola dan pewarnaan tertentu seperti pada batik klasik, namun desainnya bisa berupa apa saja dan warna yang beraneka macam. Batik modern juga menggunakan bahan-bahan dan proses pewarnaan yang mengikuti perkembangan dari bahan-bahan pewarnanya. Terkadang pada beberapa area desain, canting tidak dipergunakan namun dengan menggunakan kuas dan untuk pewarnaan kadang diterapkan langsung dengan menggunakan kapas atau kain. Dengan  kata lain, proses pembuatan batik modern hampir seperti batik klasik  namun desain dan pewarnaannya terserah pada citarasa seni pembuat dan tergantung bahan-bahan pewarnanya. Bahkan dengan berkembangnya bahan dasar kain dan bahan kain berwarna, batik modern menjadi semakin bervariasi, seperti misalnya batik pada bahan katun lurik Jogja , bahan kain poplin, bahan piyama, bahan wool, dsb.

Proses Pembuatan Batik Modern

Pengerjaan pada batik modern memiliki prinsip yang sama seperti pada proses pembuatan batik klasik karena batik modern merupakan perkembangan dari variasi batik klasik.

Persiapan  ___                                            

Kain katun yang akan dibatik terlebih dahulu dicuci agar terbebas dari bahan-bahan yang masih dikandung oleh kain ketika proses penenunan/pembuatan kain, ini dimaksudkan agar pada proses pewarnaan nantinya tidak akan berpengaruh oleh bahan-bahan tersebut. Selanjutnya kain yang dipersiapkan dikeringkan.

Desain              ____                                     

Desain dilakukan langsung di atas kain dengan menggunakan pensil atau apapun yang jika nantinya dicuci pada akhir pemrosesan batik maka coretan tersebut bisa hilang, atau desain dapat pula menggunakan pola-pola yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Setelah desain siap maka dilakukan pembatikan awal dengan menggunakan canting ataupun kuas pada coretan desain tersebut. Pada proses pembatikan perlu diperhatikan bagian mana yang akan diberi warna berbeda, mengikuti desain dan hasil warna yang dikehendaki.

Pewarnaan                                                   

Proses pewarnaan berbeda-beda tergantung dari bahan pewarna dan teknik mewarna yang ingin digunakan. Pada dasarnya pada pewarnaan tahap pertama warna yang digunakan adalah warna yang lebih muda dahulu, ini disebabkan pada proses batik pewarnaan nantinya akan dilakukan secara berulang-ulang tergantung dari banyaknya warna yang diinginkan. Bahan-bahan pewarna tersebut antara lain Naphtol, Indigosol, Basis, Procion, dsb.

Pada proses ini juga masih dilakukan pembatikan pada warna-warna yang ingin dicapai pada akhir proses.

 

Setelah proses pewarnaan selesai maka dilakukan proses penghilangan malam batik/dilorod dengan cara memasukkan kain tersebut ke dalam air panas, setelah seluruh malam batik hilang dari kain selanjutnya kain dicuci hingga bersih.

 

Di bawah ini diberikan beberapa contoh dari teknik batik dan pewarnaan batik modern.

 

Contoh teknik pengerjaan pewarnaan batik dengan teknik batik pikaso:

 

1. Kain dibatik dengan malam dan diselesaikan menurut proses pembatikan.

2. Kain dibentang horisontal.

3. Dioles rata dengan larutan Natrium-silikat.

4. Dilukis dengan larutan zat warna reaktip (Remazol, Drimarene) dengan menggunakan kuas.

5. Dibiarkan satu malam agar terjadi ikatan antara zat warna dan kain.

6. Dilorod dan dicuci. 

 

Contoh batik dengan bahan dasar lurik Jogja dengan motif gaya Toraja:

 

1. Bagian putih dibatik dengan motif gaya Toraja.

2. Bagian jalur kembangan lurik (warna hitam) yg tidak dibatik ditutup dengan malam.

3. Dicelup warna oranye, dengan resep perliter larutan:

3 gram ZAT PEWARNA Naphtol AS - OL

1 gram ZAT PEWARNA Naphtol AS

9 gram garam oranye GC

1 gram garam GC

4. Dilorod.

 

 

 
 

 

HOME INDEKS

o

Batik dan Pemrosesan ~ 3

o

Hal  1 - 2 - 3 - 4 - 5

 

Copyright © JOGJAWEB, 2001-2002. All rights reversed.

Designed by JOGJAWEB, inc., Jogja, Indonesia.

 

1