HOME ABOUT US
ACCOMODATION
FACILITIES
MEETINGS

ONCE A UPON A TIME IN FLOWER CROWN EMPIRE...

Kota Turin di Italia memang identik dengan istana-istana megah peninggalan kerajaan di masa lalu. Beberapa pallazo terkenal seperti Palazzo Carignano, Pallazo Madama dan Palazo Reale merupakan destinasi wisata favorit wisatawan ketia berada disini. Selain istana-istana tersebut, kota barat Laut Italia ini ternyata masih memiliki satu lagi istana indah yang sayang untuk dilewatkan. Adalah Palazzo di Cittą, sebuah istana rancangan arsitek Benedetto Alfieri pada 1756.

Istana ini terletak di Piazza Palazzo di Cittą atau yang sebelumnya dikenal masyarakat setempat sebagai Piazza delle Erbe. Desain piazza ini merupakan simbol dari modernitas kehidupan masyarakat urban kota barat laut Italia ini.

Namun perkembangan alun-alun ini menimbulkan sedikit kesenjangan terhadap bangunan-bangunan kuno di sekitarnya. Maka dari itu kehadiran bangunan-bangunan bersejarah di sekitar Piazza Palazzo di Cittą mulai kehilangan identitasnya karena terbiasa oleh kehidupan modern masyarakat kota Turin. Di tengah fenomena tersebut, Palazzo di Cittą terus mencoba mempertahan identitas aslinya. Salah satu upaya mewujudkannya adalah dengan melakukan renovasi pada bulan Mei 1994, ketika pemerintah kota Turin memutuskan untuk mengembalikan nilai-nilai sejarah Palazzo di Cittą dengan mempertahankan arsitektur asli dan mengubah karakter bangunan yang ada di sekitarnya. Street furniture hingga bentuk pavin di Piazza Palazzo di Cittą dikembalikan ke bentuk semula seperti pada saat alun-alun istana masih digunakan sebagai kediaman kerajaan.

Palazzo di Cittą awalnya merupakan istana bernama Pallazo Civico yang dibangun oleh seorang arsitek Francesco Lanfranchi antara tahun 1659 hingga 1663. Rancangan Lanfranchi menggunakan pembagian ruang istana khas abad ke 17. Dimana faēade besar selalu menghiasi ruangan-ruangan utama yang berpusat di sebuah aula besar dengan tangga yang menghubungkannya ke ruang utama istana. Bagian balkon yang ditopang dengan pilar-pilar dekoratif juga ditambahkan ke pallazo yang akhirnya dibeli oleh pemerintah kota Turin ini. Pada tahun 1756, pihak kerajaan memerintahkan Benedett Alfieri untuk menambahkan bagian sayap istana. Setelah hampir satu setengah abad berdiri, istana ini kembali mengalami renovasi pada paruh pertama abad ke 19 yang melibatkan dua arsitek lokal yaitu Lorenzo Lombardi dan Ferdinando Bonsignore. Tidak berhenti sampai disitu, pada paruh kedua abad 19 giliran Giuseppe Talucchi mendapatkan mandat untuk merubah ketinggian bagian tengah Palazzo di Cittą.

Palazzo di Cittą dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu pada pukul 10.00-20.00. Harga tiket masuk pallazo ini sebesar €7.50 (7.50 Euro) dengan reduced ticket seharga €6.00. Untuk menjangkau tempat ini, Anda dapat menggunakan bus kota Line A ataupun Line B. Kita juga dapat menggunakan bus kota GTT nomor 6, 11, 12, 27, 56, atau 57. Bus kota di Turin melayani penumpang dari pukul 05.00 hingga tengah malam. Harga tiket GTT sebesar €1.50 untuk validasi selama 90 menit, €5.00 untuk tiket harian, paket 5 tiket seharga €6.50 dan paket 15 tiket seharga €17.50. Kita juga dapat menggunakan taksi yang tersebar di seluruh kota Turin jika Anda ingin menikmati perjalanan yang lebih eksklusif, tapi tentu saja dengan biaya yang lebih mahal.

Selama berada di Kota Turin, kita dapat menginap di hotel-hotel yang kami rekomendasikan seperti Hotel Universo, Hotel Imperial, Diplomatic Hotel, Hotel Tourist, Cristina52 Hotel, Principi Di Piemonte Hotel, Residence Hotel Torino Uno.


MAPS TO FLOWER CROWN EMPIRE









LAS VEGAS











PARADISE









HENDERSON



PHOTO GALLERY




CONTACT US