![]()


Berbekal ijasah sarjana aku kembali ke Luwuk
pada awal Tahun 1995. Selanjutnya aku ikut program magang dari Depnaker setempat.
Aku ditempatkan disebuah perusahaan asing (Jepang) yang mengelola budidaya
kerang mutiara. Tak lama kemudian, ada lowongan kerja di Departemen Koperasi dan
Pembinaan Pengusaha Kecil sebagai Petugas Konsultasi Lapangan (PKL). Meski masih
berstatus tenaga kontrak, aku berantusias untuk mengajukan permohonan. Tes demi
tes aku ikuti, alhasil aku lulus dan diterima. Alhamdulillahi robbil alamin.
Atas rahmat Allah SWT aku bisa bersaing dengan peserta lainnya, yang konon
kabarnya memiliki kolega dari instansi tersebut.
Setelah lulus seleksi, aku mengikuti diklat PKL. Diklat ini cukup berat karena bermaterikan kesamaptaan, intelegensi dan psikologis. Bertempat di Rindam VII Wirabuana, Pakatto, Sulawesi Selatan selama 2 bulan. Latihan yang keras ala militer menjadi makananku sehari-hari. Alhamdulillah, aku mampu mengikuti diklat sampai selesai.
Lulus dari diklat (akhir Tahun 1995), aku kembali ke kota Luwuk. Disini tugas baruku sebagai PKL telah menanti. Aku mendapat tugas didaerah terpencil yaitu di Kecamatan Buko, sebuah kecamatan didaerah kepulauan (Pulau Peleng), kurang lebih 3 jam perjalanan dengan menggunakan kapal motor atau speedboat. Didaerah ini, aku dan isteriku (pada saat itu hamil 3 bulan) berjuang dengan berbagai keterbatasan yang ada. Aku salut dengan isteriku yang selalu setia mendampingiku dalam melaksanakan tugas didaerah yang serba terbatas. Setengah tahun kemudian anakku yang pertama lahir. Jagoanku ini aku beri nama Syailendra Reza Arfakhsyah.
Setahun aku melaksanakan tugas, Departemen Koperasi dan PPK membuka peluang bagi PKL Non PNS untuk mengikuti seleksi pengangkatan menjadi CPNS. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Dengan berbekal pengalaman dilapangan aku mengikuti seleksi. Alhamdulillah, nasib baik masih selalu bersamaku. Dari sekian banyak PKL yang ikut seleksi, hanya direkrut 5 PKL saja dan aku menjadi yang terbaik.
Setelah berstatus CPNS aku dipercaya menangani 2 kecamatan yaitu Kecamatan Batui dan Kecamatan Toili. Rasa syukur kepada Allah SWT tak henti-hentinya aku panjatkan. Ditempat tugas yang baru ini, aku merasa sangat beruntung karena daerah ini merupakan wilayah tujuan transmigrasi. Sehingga aku dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena aku sudah mengenal karakter dan budaya masyarakatnya yang umumnya orang Jawa.
Kurang lebih setahun aku bertugas, SK PNS yang aku nanti-nanti telah terbit. Hal ini menjadi motivasi bagiku untuk bekerja lebih giat lagi. Bahkan aku dinobatkan menjadi PKL Teladan selama 2 tahun berturut-turut.
Diakhir Tahun 1999, aku menerima surat edaran dari Departemen Koperasi dan PPK (yang pada waktu itu telah dibubarkan) yang berisi memberikan kesempatan kepada para pegawai untuk pindah tugas. Setelah berdiskusi dengan isteriku, aku mengajukan permohonan untuk pindah Ke Kabupaten Pati. Setelah itu, bulan Mei 2000 aku menerima SK Pindah, dan dua minggu kemudian aku berlayar menuju pulau Jawa.
Sesampai di Kabupaten Pati, aku bekerja sebagaimana biasanya. Namun aku bukan lagi dilapangan sebagai penyuluh, namun aku bekerja didalam ruangan sebagai staf.
Akhir Tahun 2000, terjadi penggabungan instansi (karena adanya otonomi daerah). Dan Departemen Koperasi dan PPK digabung dan serahkan ke Pemda Pati sehingga menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi. Aku ditempatkan sebagai staf di Sub Dinas Bina Program tepatnya di Seksi Pengolahan Data.
Ini adalah pengalaman baru bagiku, selanjutnya .................. (klik disini).
![]()